
... Naga beralasan bahwa dirinya terkejut ketika melihat Ruan datang bersama Quincer dan Rex sehingga muncul dalam pikirannya untuk berpura - pura lupa ingatan. Namun seketika alasan tersebut tidak diterima oleh Ruan, Anya dan Thea yang langsung menatap Naga dengan kesal, tapi mereka juga penasaran tentang yang terjadi hingga Naga bisa ditemukan di pantai utara pulau Madura. Rupanya ketika Naga hendak pergi menuju helikopter Naga menghubungi salah satu kenalannya yang berada di Madura untuk menanyakan terkait jarak antara pulau Madura, pulau Bawean dan kepulauan Masalembu....
... Setelah tahu jarak antar ketiga pulau tersebut Naga yakin dengan rencananya meledakan bom nuklir di tengah - tengah ketiga pulau tersebut. Setelah meledakan bom nuklir di laut Jawa Naga terhempas dan terbawa gelombang laut hingga tepi pantai. Orang yang Naga hubungi sebelumnya menemukan Naga dan merawat Naga di Madura tapi setelah Surabaya mulai beraktivitas kembali seperti sedia kala dia memutuskan untuk membawa Naga ke rumah sakit yang ada di Surabaya....
“Kenapa kamu tidak mengatakan bahwa ada fitur autopilot di helikopter yang kamu gunakan?” tanya Quince penasaran.
“Bukankah semua pesawat saat ini memiliki fitur tersebut?” tanya balik Naga santai.
“Kamu seharusnya bilang kalau ada fitur tersebut bukan malah bilang terima kasih atas segalanya seperti seseorang yang ingin pergi dan tak pernah kembali!” protes Ruan kesal sambil menatap Naga.
“Karena kemungkinan aku selamat 50% kak, meskipun ada fitur itu aku harus tetap berusaha menyelamatkan diri dari dampak ledakannya. Terkena dampak ledakannya saja itu benar - benar luar biasa apalagi berada di dalam jangkauan ledakannya.” jawab Naga santai sambil menatap Ruan.
“Sudah Ruan yang penting Naga selamat.” kata Bunda sambil menatap Ruan.
“Iya Bunda.” jawab Naga sambil tersenyum.
“Kak Ruan apakah aku boleh pulang?” tanya Naga memastikan.
“Tunggu biar kakak memastikannya sendiri dengan mata kepala kakak.” jawab Ruan yang langsung memeriksa catatan medis Naga.
“Bukankah kamu juga tertusuk Naga sebelum naik ke helikopter?” tanya Thea cemas.
“Sekarang sudah lebih baik Thea.” jawab Naga santai.
“Biar kakak yang memutuskan, cepat buka bajumu!” pinta Ruan tegas yang membuat Naga langsung menyikap baju tempat dimana dia terluka karena tusukan.
“Buka semuanya! Apa kamu menyembunyikan luka lain?” tanya Ruan tegas.
__ADS_1
“Eh, tapi ...” kata Naga mencoba mengelak.
“Jangan banyak alasan cepat buka! Biar Bunda, Thea, dan Anya tahu sudah sejauh mana luka yang ada di tubuh kamu!” potong Ruan tegas yang membuat Naga membuka bajunya dan membuat Thea, Anya, dan Bunda terkejut.
“Inilah kenapa Naga selalu berpura - pura malu ketika harus membuka baju di depan semua orang kecuali skuad Abaddon!” lanjut Ruan sambil memeriksa luka tusukan di pinggang kanan bawah Naga.
“Lukamu sudah membaik dan bisa pulang.” tambah Ruan yang membuat Naga langsung memakai bajunya kembali.
“Syukurlah, bagaimana kalau kita makan bersama?” tanya Naga sambil tersenyum menatap semuanya.
“Kamu mau makan apa Naga?” tanya Thea lemah lembut sambil menatap Naga.
“Hmm rasanya aneh aku mendapatkan pertanyaan itu.” jawab Naga yang tersenyum bahagia menatap Thea sambil memikirkan makanan yang ingin dia makan.
“Kamu tidak boleh masak dulu!” kata Ruan tegas sambil menatap Naga tajam.
“Ish kak Ruan marah - marah mulu dari tadi.” protes Naga yang langsung Ruan jewer.
“Aduh ... aduh, iya kak maaf.” kata Naga merasa bersalah sambil mengelus kupingnya setelah di jewer Ruan yang membuat semuanya tertawa tipis melihat Naga dan Ruan.
“Kalau begitu makan yang ada saja di rumah.” lanjut Naga penuh semangat.
... Mereka semua langsung kembali ke rumah Naga dan mengabari Rizki beserta Rangga untuk ikut serta makan malam bersama di rumah. Thea, Ruan, Bunda, Anya, dan Quince memasak makanan untuk makan malam sementara Rex bersama Naga menghabiskan waktu dengan mengobrol santai. Beberapa menit setelah Rizki dan Rangga tiba makan malam mulai dihidangkan di seluruh meja lalu tiba - tiba datang seorang wanita yang mengidap autisme ke rumah keluarga Naga....
“Selamat malam Dreamboat!” sapa Naga sambil tersenyum ramah menatap seorang wanita yang berdiri di depan pintunya.
“Selamat malam tuan Naga!” jawab Justine menggunakan alat translasi digital yang dia bawa sambil terus menggerakan tangannya random.
__ADS_1
“Silahkan masuk!” ajak Naga yang langsung masuk ke ruang keluarga bersama Dreamboat dengan tangannya yang selalu bergerak random.
“Selamat malam keluarga besar tuan Naga, Quince, dan Rex, kalian bisa memanggilku Dreamboat sama seperti tuan Naga!” sapa Justine dengan menggunakan alat translasi digital yang dia bawa.
“Semoga kehadiranku tidak membuat keluarga tuan Naga tidak nyaman.” lanjut Justine yang melihat Anya terkejut sambil menatap Justine.
... Justine atau yang biasa Naga panggil Dreamboat merupakan seorang anak autis yang memiliki kecerdasan luar biasa hingga dia sekarang bekerja sebagai hacker untuk Naga. Justine tinggal bersama ayahnya yang mengelola institusi untuk anak - anak yang mengidap autisme agar bisa hidup berdampingan dengan orang - orang pada umumnya. Naga menemukan kemampuan Justine ketika hendak berdonasi ke institusi milik ayahnya dan dengan kesepakatan ayahnya Justine bekerja untuk Naga dengan kode nama Dreamboat....
“Selamat datang Dreamboat!” balas Ruan sambil tersenyum ramah menatap Justine.
“Silahkan duduk.” kata Thea yang menarik kursi untuk Justine duduk.
“Terima kasih dokter Ruan, Thea.” jawab Justine menggunakan alat translasi digital yang dia bawa.
“Dreamboat yang membantuku menghubungi kenalanku di pulau Madura sekaligus membantuku membuat perhitungan yang tepat agar aku bisa selamat dari ledakan bom nuklir ketika menggunakan fitur autopilot. Dia juga yang membantuku mengetahui Quince yang datang ke Surabaya untuk mengamati Thea beberapa waktu lalu.” kata Naga memperkenalkan Dreamboat.
“Kamu luar biasa, aku juga kenal seorang dokter sepertimu yang memiliki kemampuan luar biasa.” puji Rizki sambil melihat ke arah Dreamboat ramah.
“Dokter Shaun.” kata Naga santai sambil melihat ke arah Rizki.
“Kamu mengenalnya Naga?” tanya Rizki memastikan.
“Iya dia salah satu dokter tempatku berdiskusi tentang kedokteran ataupun untuk melakukan pemeriksaan serta perawatan jika terjadi sesuatu kepadaku.” jawab Naga santai yang mulai mengecilkan suaranya karena sadar telah menjawab terlalu banyak.
“Kenapa kamu gak tanya ke kakak atau ke mas Rizki?” tanya Ruan sambil menatap Naga tajam.
“Tidak mungkin Naga bertanya kepada dokter Ruan bagaimana caranya membuat orang berbicara dengan kemampuan kedokteran untuk menyiksanya.” jawab Quince sambil tersenyum jahil melihat ke arah Naga yang membuat Naga langsung memberi kode untuk Quince diam dan seketika membuat Rex dan Dreamboat tertawa tipis.
__ADS_1
“Maaf kak.” jawab Naga langsung tertunduk merasa bersalah yang membuat semuanya ikut tertawa melihat sikap Naga.
... Mereka semua menikmati makan malam bersama dengan penuh suka cita sambil mengobrol santai dan bersenda gurau. Keluarga Naga menyambut hangat Dreamboat bahkan mengagumi kemampuan dirinya tanpa memandang kekurangannya sama seperti yang Naga lakukan. Naga yang pada awalnya hendak pensiun dari skuad Abaddon akhirnya memutuskan untuk tetap menjadi bagian dari skuad Abaddon hingga waktu yang tidak diketahui....