Abaddon Skuad Penghancur

Abaddon Skuad Penghancur
Ryan & D'Seven


__ADS_3

... Primrose membantu Selena membersihkan dirinya sambil mengobati beberapa luka yang ada ditubuhnya akibat penyiksaan orang - orang D’Seven. Setelah selesai membersihkan diri Selena langsung mengobrol lebih banyak tentang dirinya, ayahnya dan daftar mata - mata yang bekerja untuk D’Seven. Setelah mendengar penjelasan dari Selena, Naga langsung menyusun rencana untuk meringkus D’Seven berserta semua orang yang terlibat di bawah pimpinan D’Seven....


... Kemampuan Selena bersosialisasi sangat baik termasuk ketika berada di bawah tekanan sehingga anggota Abaddon lainnya bisa menyesuaikan dengan sangat baik kecuali Naga. Ketika mengobrol dengan Selena hanya Naga yang bersikap dan berbicara dingin dengan Selena. Tidak lama setelah itu Naga langsung mengajak Selena untuk pergi keluar hanya mereka berdua saja menuju cafe milik Thea....


“Selamat datang ...” sapa Lisa yang langsung terkejut ketika melihat Naga masuk bersama seorang wanita begitupun dengan Thea.


“Mau pesan apa kak?” tanya Thea ramah sambil berusaha mengendalikan dirinya sendiri melihat Naga bersama Selena.


“Aku memesan americano 1 dengan satu sendok kopi dan 2 sendok gula lalu pai mini stroberi 1.” jawab Naga sambil tersenyum menatap Thea yang membuat Thea langsung tersenyum paham kode dari Naga dan membuat Selena terkejut melihat Naga.


“Aku croissant chesse dan matcha latte 1 mba!” lanjut Selena sambil menatap Thea.


... Lisa sempat khawatir kepada Thea ketika dirinya membantu Thea menyiapkan pesanan Naga karena Naga tiba - tiba datang bersama seorang wanita. Namun ketika melihat Thea yang tampak tersenyum bahagia Lisa merasa sedikit lega meskipun Lisa belum bisa memastikan apakah senyum tersebut palsu atau nyata. Tidak lama kemudian pesanan Naga dan Selena datang yang langsung mereka bawa ke tempat duduk nomor 7....


... Selama beberapa saat Thea memperhatikan Naga yang sedang asyik mengobrol dengan Selena sambil menikmati pesanan mereka masing - masing. Hal itu sempat membuat Lisa khawatir tapi tidak berselang lama Thea kembali fokus bekerja dan berhenti memperhatikan Naga. Setelah pesanan mereka habis Naga dan Selena langsung pergi keluar dari cafe Thea yang tidak lama kemudian terdengar suara tembakan dan jeritan kepanikan dari orang - orang sekitar....


... Rupanya Selena menembak Naga beberapa kali tepat di tubuhnya dan langsung melarikan diri dari area tersebut. Ketika Selena sedang melarikan diri beberapa orang D’Seven mencegatnya yang membuat Selena dengan terpaksa ikut bersama orang - orang D’Seven. Selena dibawa ke sebuah ruangan yang terletak di dalam sebuah pabrik milik Abadi Grup yang masih berlokasi di Surabaya....


“Aku penasaran siapa sebenarnya Naga? (dalam bahasa Inggris)” tanya Ryan ketika melihat Selena yang sudah berdiri di depannya.


“Bukankah itu sudah jelas bahwa orang yang membawa Selena adalah orang BIN? (dalam bahasa Inggris)” jawab D’Seven sambil tersenyum penuh percaya diri.

__ADS_1


“Apakah mereka pikir BIN Indonesia bisa mengalahkan kami? Mereka terlalu sombong hingga meremehkan kita maka kita akan memberi Indonesia pelajaran. (dalam bahasa Inggris) ” lanjut D’Seven sambil tersenyum penuh percaya diri menatap Selena.


“Aku harus segera pergi dari Indonesia jadi kita tidak memiliki banyak waktu cepat hapus semua database yang dikumpulkan ayahmu! (dalam bahasa Inggris)” pinta D’Seven sambil menatap Selena dengan tajam yang membuat salah satu anak buahnya mendorong Selena menggunakan senjata api yang dia bawa.


... Dengan terpaksa Selena langsung mulai mengakses database mata - mata di bawah perintah D’Seven yang telah dikumpulkan oleh ayahnya. Di waktu yang bersamaan terdengar suara kontak senjata yang terjadi di wilayah pabrik milik Abadi Grup yang membuat D’Seven dan Ryan keheranan. D’Seven langsung meminta tangan kanannya untuk memastikan apa yang sedang terjadi dan membereskan apapun masalah yang sedang terjadi....


...


...Sebelum Naga dan Selena pergi ke cafe milik Thea....


“Aku akan memancing orang - orang D’Seven untuk menghampiri kita dan Selena ikutlah bersama mereka tanpa perlawanan ketika mereka mencegatmu. Lakukan yang mereka minta tanpa banyak bicara dan serahkan sisanya kepada kami.” kata Naga sambil menatap Selena penuh percaya diri.


“Bagaimana kita memancing orang - orang D’Seven agar menghampiri kalian berdua?” tanya Primrose penasaran.


“Jangan bilang cafe yang kamu maksud adalah cafe milik Thea?” tanya Orson memastikan sambil menatap Naga.


“Iya cafe milik Thea, Ryan sangat mencintai Thea sampai dia rela menjadi apapun agar dia bisa meluluhkan hati Thea. Ketika tahu aku bersama dengan Selena menuju cafe Thea pasti Ryan akan mengerahkan seluruh kemampuannya untuk melindungi Thea dan mencari tahu tentang aku yang bersama Selena.” jawab Naga penuh percaya diri sambil menatap semua orang satu persatu.


“Kita bisa membuktikan keterlibatan orang yang bernama Ryan sekaligus kita bisa mengetahui kemana mereka akan membawa Selena karena membutuhkan komputer super canggih untuk bisa mengakses database mata - mata yang Selena katakan?” tanya Marco memastikan.


“Betul.” jawab Naga sambil mengangguk penuh percaya diri.

__ADS_1


“Kami berdua akan menghabiskan pesanan kami untuk memastikan Ryan mengetahui keberadaan kami berdua. Setelah memastikan Ryan terlibat Marco akan mencari tahu tempat yang cocok membawa Selena untuk menghapus semua database yang dikumpulkan oleh Selena dan ayahnya. Ketika Selena menembakku itu adalah aba - aba untuk kita segera bergerak ke tempat dimana Selena akan dibawa oleh mereka.” lanjut Naga sambil menatap semua orang yang ada di ruang tersebut satu persatu dengan penuh percaya diri.


...


... Setelah Selena menembak Naga dan melarikan diri Orson beserta Primrose menyamar sebagai petugas medis yang membawa jenazah Naga. Ketika sudah berada di dalam ambulan mereka berempat langsung pergi ke tempat yang berhasil di temukan Marco yang diduga akan menjadi tempat Selena menghapus database mata - mata di bawah pimpinan D’Seven. Tidak lama mereka tiba di tempat tersebut terlihat Selena yang dibawa oleh orang - orang D’Seven masuk ke dalam salah satu pabrik milik Abadi Grup....


... Tanpa basa basi Naga, Marco, Orson, dan Primrose masuk ke dalam pabrik Abadi Grup tempat Selena dibawa dengan membawa beberapa senjata mereka masing - masing. Marco, Orson, dan Primrose saling melindungi satu sama lain sambil terus membunuh orang - orang D’Seven yang mereka temui dan memasang peledak untuk menghancurkan pabrik tersebut. Sementara Naga membunuh orang - orang D’Seven sambil berjalan ke arah ruang komputer tempat Selena akan mengakses dan menghapus database mata - mata....


“Kenapa sangat lama sekali? (dalam bahasa Inggris)” protes D’Seven sambil menatap Selena sinis.


“Apa kamu pikir ini mudah? (dalam bahasa Inggris)” tanya balik Selena sambil menatap D’Seven sinis.


“Jangan coba - coba mengelabuiku! (dalam bahasa Inggris)” ancam D’Seven sambil menatap Selena dengan tatapan tajam.


... Tiba - tiba terdengar suara pintu terbuka paksa akibat salah satu anggota D’Seven tewas ditembaki oleh Naga. Naga masuk dengan santainya dan langsung menembak salah satu anak buah D’Seven yang berjaga di dalam ruangan tersebut lalu menembak lutut kanan Ryan hingga membuatnya berguling kesakitan. D’Seven reflek langsung menodongkan senjata kepada Naga dan Selena sekaligus di waktu yang bersamaan dengan kedua tangannya....


“Sudah selesai! (dalam bahasa Inggris)” kata Selena ketika notifikasi akses database yang mereka kumpulkan muncul di layar monitor.


“Lanjutkan! (dalam bahasa Inggris)” kata D’Seven sambil menekan kepala Selena ke arah kamera monitor untuk membuka kode akses dengan wajahnya.


“Hapus semuanya! (dalam bahasa Inggris)” lanjut D’Seven sambil terus menodongkan senjatanya ke kepala Selena.

__ADS_1


“Aku tidak tahu siapa dirimu tapi sayang sekali hanya ini yang bisa kamu lihat! (dalam bahasa Inggris)” tambah D’Seven sambil tersenyum penuh percaya diri menatap Naga.


__ADS_2