
... Hari Minggu paginya satuan gabungan BIN, Polisi, TNI, dan Polisi Militer menangkap para petinggi DKM yang terlibat dalam rencana pengkambing hitamkan Abaddon skuad penghancur. Seketika berita tersebut langsung viral dan menggemparkan seluruh masyarakat Indonesia terutama setelah bukti - bukti kuat tersebar di berbagai media nasional terkait kebusukan yang dilakukan oleh DKM. Akibat kejadian ini kepercayaan masyarakat kembali goyah yang tadinya mereka percaya DKM adalah suatu jalan yang dibutuhkan Indonesia tapi nyatanya tidak jauh berbeda dari apatur hukum sebelumnya bahkan kali ini perwakilan masyarakat yang dipilih secara independen juga menjadi pelakunya....
... Presiden yang mengetahui hal tersebut langsung mengadakan konferensi pers untuk meminta masyarakat tetap percaya kepada pemerintah dan lembaga pemerintahan. Presiden juga tetap meminta seluruh masyarakat Indonesia berperan aktif dalam penegakan hukum dan keadilan di Indonesia karena bagaimanapun orang - orang yang bertugas merupakan manusia yang tidak luput dari kesalahan. Laporkan jika ada pejabat publik yang melakukan kesalahan dan percayakan kepada lembaga negara untuk memberikan sanksi sesuai dengan hukum yang berlaku....
... Konferensi pers yang dilakukan oleh Presiden membuat masyarakat menjadi lebih tenang dan berharap negara Indonesia akan semakin baik di masa yang akan datang. Hari demi hari semua institusi dan lembaga publik negara terus berbenah hingga berhasil memberikan pelayanan terbaik kepada seluruh masyarakat Indonesia. Perlahan kepercayaan masyarakat kepada pemerintah dan lembaga pemerintahan mulai kembali naik....
...
... Pada hari Minggu setelah diantarkan pulang oleh Naga, Thea memutuskan untuk mengikuti saran Naga dan langsung mengundurkan diri dari pekerjaanya pada hari Senin keesokan harinya. Hari berikutnya Thea memutuskan untuk kembali ke Surabaya untuk menenangkan diri sejenak dibantu oleh sahabat terbaiknya bernama Lisa. Dua minggu setelah Thea kembali ke Surabaya, Thea memutuskan untuk membuka cafe bersama Lisa yang menyediakan kopi, berbagai pastry dan makanan olahan roti lainnya....
... Cita rasa makanan dan kopi di cafe milik Thea serta Lisa yang disukai kebanyakan orang membuat cafe mereka tidak pernah sepi pengunjung setelah dua minggu berjalan. Kecantikan dan pelayanan yang memuaskan dari Thea serta Lisa juga menambah poin banyak orang yang suka menghabiskan waktu di cafe milik mereka berdua. Di tengah senyum kebahagianya saat ini ketika Thea mengingat Naga, Thea selalu menangis penuh penyesalan atas semua yang dia lakukan kepada Naga....
... Thea berharap bisa kembali bertemu dengan Naga dan jika mendapat kesempatan Thea berjanji kepada dirinya sendiri tidak akan mengkhianati Naga lagi dengan alasan apapun. Setelah putus dari Naga, Thea berpikir bisa menemukan laki - laki lain yang sebaik Naga dan bisa memberikan cinta kepadanya sebesar cinta yang dia berikan. Namun tidak ada satupun laki - laki yang mencintai Thea sebaik Naga selama tiga tahun di SMA dan hal itu membuat Thea sadar bahwa dirinya hanya menginginkan Naga sebagai kekasihnya....
...
... Setelah DKM dibubarkan tidak sedikit dari mata - mata BIN yang mengawasi orang - orang mantan anggota DKM dan juga eksistensi PPBP di Indonesia. Khalid datang ke restoran milik Sudirman dan meminta waktu untuk berbicara dengan Naga yang membuat Sudirman mengantarkan Khalid ke ruang makan khusus yang bersifat pribadi. Tidak lama kemudian Naga datang sambil mengantarkan makanan pesanan Khalid dan langsung duduk di depan Khalid dengan sigap....
“Aku benar - benar tidak menyesali keputusanku telah mempercayai instingmu Naga!” kata Khalid yang tersenyum bangga sambil mencicipi makanan yang dibawakan Naga.
“Anggota PPBP yang tersisa saat ini sedang memburu Thea untuk mendapatkan semua informasi yang diketahui oleh Thea.” lanjut Khalid sambil mengeluarkan sebuah berkas file ke atas meja yang langsung dibaca oleh Naga.
“Aku memberikanmu waktu selama satu Minggu untuk menghabisi semua anggota PPBP yang tersisa. Jika dalam waktu satu Minggu belum selesai aku akan mengerahkan seluruh Abaddon untuk menghabisi mereka tanpa adanya saksi.” tambah Khalid sambil menikmati makanan yang dibawakan Naga.
“Terima kasih pak Khalid!” jawab Naga sambil sedikit menunduk penuh hormat yang mengerti maksud perkataan Khalid.
__ADS_1
“Presiden dan Direktur BIN ingin PPBP hilang dari negeri ini!” kata Khalid yang fokus menikmati makanan yang dibawa oleh Naga.
“Baik pak!” jawab Naga sigap yang langsung pergi dari ruang makan pribadi.
... Hari Minggu siang Naga langsung terbang menuju Surabaya yang kebetulan pada hari itu SMA Naga dan Thea sedang merayakan hari jadi. Naga berniat datang ke acara tersebut untuk mencari tahu keberadaan PPBP terlepas hadir atau tidaknya Thea dalam acara tersebut. Diwaktu yang sama Thea dan Lisa menutup cafe lebih awal karena mereka berdua ingin datang ke acara hari jadi SMA mereka untuk bernostalgia bersama beberapa teman - teman mereka dari SMA....
“Thea, Lisa!” sapa Ryan yang tiba - tiba muncul di depan cafe milik Thea dan Lisa dengan mobilnya.
“Ryan!” sapa Lisa sambil tersenyum ramah.
“Kamu mau jemput Thea?” tanya Lisa memastikan.
“Kalian mau ke acara Dies Natalis kan?” tanya Ryan memastikan.
“Betul!” jawab Lisa penuh semangat.
“Tidak, tidak, tidak! Aku bisa pergi naik ojek online saja dan kalian bisa pergi berdua!” jawab Lisa sambil mendorong Thea untuk menerima ajakan Ryan.
“Aku mau bareng kamu!” bisik Thea yang berbisik kepada Lisa.
“Gak apa Thea, kamu pergi bareng Ryan saja!” jawab Lisa yang tersenyum sambil menggerutu agar Thea menerima tawaran Ryan.
“Kalian hati - hati di jalan ya!” kata Lisa sambil melambaikan tangan ketika Thea dengan terpaksa pergi bersama Ryan.
... Sepanjang perjalanan Thea merasa tidak nyaman terlebih ketika Ryan berusaha mengobrol untuk mencairkan suasana. Tidak lama setelah Ryan dan Thea tiba di SMA mereka Naga beserta Lisa juga tiba di SMA mereka dengan menggunakan ojek online masing - masing. Ketika Thea turun dari mobil bersama Ryan, Naga melihat ke arah Thea yang membuat Thea terkejut dan langsung berjalan menghampiri Naga....
__ADS_1
“Senang bertemu kamu di acara Dies Natalis, Naga!” kata Thea gugup sambil menahan tangis dengan mata berkaca - kaca.
... Naga hanya melihat ke arah Thea beberapa saat lalu mengbaikannya dengan berjalan masuk sendiri tanpa bicara sepatah katapun. Thea hanya bisa berdiam diri sambil menahan tangisnya dan putus asa karena Naga tidak memberinya kesempatan untuk menjelaskan. Lisa yang melihat kejadian tersebut merasa bersalah dan langsung menghampiri Thea berusaha menenangkan hati Thea....
“Maafkan aku Thea.” kata Lisa yang merasa bersalah sambil terus mengelus pundak kanan Thea penuh penyesalan.
“Ini bukan salahmu Lisa, lagipula tidak ada yang tahu Naga akan hadir di acara ini juga.” jawab Thea berusaha tegar sambil menahan tangisnya.
“Ayo kita masuk Thea!” ajak Ryan sambil mengulurkan tangannya dengan penuh harap sambil tersenyum menatap Thea.
“Maaf Ryan kamu bisa masuk bersama yang lain karena aku ingin bersama denga Lisa!” jawab Thea tegas nan ramah yang langsung berjalan masuk ke dalam.
“Apa semua ini karena Naga?” tanya Ryan kesal yang membuat Thea berbalik badan.
“Itu bukan urusanmu!” jawab Thea ketus yang kembali berjalan masuk ke dalam bersama dengan Lisa.
... Selama acara Dies Natalis berlangsung Thea tidak berhenti memandangi Naga dari kejauhan mencari kesempatan untuk bisa mengobrol dengan Naga. Sementara Naga meluangkan waktu bertemu, menyapa, dan mengobrol sejenak dengan beberapa kenalannya. Setelah mengobrol dengan beberapa orang Naga memutuskan untuk segera pulang dan Thea yang melihat itu berusaha mengejar Naga agar bisa mengobrol dengannya meskipun hanya beberapa saat....
“Naga, tunggu!” pinta Thea yang langsung berdiri di depan Naga yang membuat Naga menatap Thea dengan tatapan dingin.
“Kumohon beri aku lima menit untuk berbicara!” pinta Thea yang membuat Naga berusaha berjalan melewati Thea namun kembali di hadang oleh Thea.
“Satu menit, kumohon!” pinta Thea dengan mata berkaca - kaca yang membuat Naga memperhatikan jam di pergelangan tangan kanannya.
“Waktumu tinggal 55 detik lagi!” kata Naga yang fokus memperhatikan jam tangannya ketika Thea sedang berusaha menenangkan dirinya.
__ADS_1
“Sekarang aku membuka sebuah cafe di Surabaya bersama Lisa! Datanglah ke cafeku Naga!” Kata Thea sambil memberikan kartu nama miliknya yang langsung Naga ambil, melihatnya beberapa saat lalu memasukannya ke dalam saku celananya.
“Aku akan menunggumu hingga jam 10 malam setiap harinya sampai kamu datang Naga!” lanjut Thea sambil tersenyum menahan tangisnya.