
... Thea pulang dengan keadaan berusaha sekuat tenaga untuk menahan tangisnya sambil ditemani Lisa hingga tiba dikediamannya. Setelah tiba di kediamannya barulah Thea menangis penuh penyesalan karena Thea sadar akan semua kesalahannya kepada Naga dan hari ini Naga kembali melihat Thea bersama dengan Ryan sosok pria yang menjadi selingkuhan Thea ketika menjalin hubungan dengan Naga. Keesokan paginya Thea bekerja dengan mata sembab habis menangis semalaman tapi tetap berusaha tegar dan ramah menghadapi para pelanggan yang ada....
“Thea sebaiknya kamu istirahat dulu! Aku mengerti perasaan kamu jadi tidak masalah jika kamu membutuhkan waktu untuk menenangkan diri!” pinta Lisa penuh kelembutan sambil menatap Lisa cemas.
“Tidak apa Lisa, aku akan baik - baik saja!” jawab Thea sambil tersenyum.
“Selamat datang!” sapa Lisa dan Thea kompak ketika ada seorang pelanggan yang baru saja masuk.
... Thea dan Lisa terkejut ketika mengetahui bahwa pelanggan yang baru masuk adalah Naga seorang pria yang membuat Thea memaksakan diri masuk bekerja karena dia berharap Naga akan berkunjung ke cafe miliknya. Lisa langsung memberikan ruang untuk Thea agar bisa melayani Naga dengan penuh senyuman. Naga memesan cappucino reguler dan danish blueberry yang membuat Thea dengan sigap menyiapkan pesanan Naga....
“Berapa?” tanya Naga dingin yang hendak membayar pesanannya sebelum dimakan.
“Tidak perlu Naga.” jawab Thea sambil tersenyum menatap Naga.
... Naga langsung melihat daftar harga pesanannya yang ada di list menu dan langsung membayarnya dengan uang pas tanpa bicara sepatah katapun. Naga langsung membawa pesanannya lalu duduk di meja khusus berdua yang dekat dengan jendela. Lisa langsung memberi kode agar Thea menghampiri Naga dan mengajak Naga untuk mengobrol dengan senyuman penuh semangat....
“Naga bolehkah aku duduk disini?” tanya Thea gugup penuh harap.
“Sejauh yang aku ingat ini adalah cafe milikmu dan Lisa.” jawab Naga dingin yang fokus menikmati sarapan dan kopi pesanannya.
“Sebagai seorang koki bagaimana pendapatmu tentang pastry dan kopi kami?” tanya Thea sambil tersenyum menatap Naga penuh harap.
“Lezat.” jawab Naga ingin yang fokus menikmati sarapan dan kopi pesanannya.
“Naga aku benar - benar tidak memiliki hubungan apapun dengan Ryan dan aku berjanji tidak akan pernah dekat lagi dengan laki - laki lain.” kata Thea yang akhirnya memutuskan untuk langsung ke inti pembicaraan yang ingin dia sampaikan.
__ADS_1
“Itu bukan urusanku.” jawab Naga dingin yang baru selesai menghabiskan danish pesanannya sambil melihat ke arah jendela.
“Aku tahu kata maafku tidak akan mengubah fakta bahwa aku pernah menyakiti kamu, tapi tolong maafkan aku dan beri aku kesempatan satu kali lagi Naga!” kata Thea memohon dengan mata berkaca - kaca sambil menatap Naga penuh harap.
“Setelah putus dari kamu, aku baru sadar bahwa tidak ada yang mencintai aku sebesar kamu mencintai aku Naga. Aku benar - benar menyesal Naga dan aku hanya ingin terus bisa bersama kamu apapun yang terjadi.” lanjut Thea yang menatap Naga sambil meneteskan air mata.
... Tanpa bicara sepatah katapun Naga langsung pergi meninggalkan Thea yang membuat Thea semakin menyesal dan sedih. Thea langsung meminta waktu ke toilet kepada Lisa dan kembali menangis di dalam toilet dengan penuh penyesalan. Tidak lama kemudian Thea berusaha mengendalikan dirinya dan menghapus air matanya agar bisa kembali bekerja dan melayani para pelanggannya....
...Tanpa Thea sadari ada beberapa orang PPBP yang mengawasi cafe mereka sejak jam makan siang. Naga yang tahu bahwa cafe milik Thea tutup jam delapan malam sudah berjaga di arah jalan pulang Thea yang tidak jauh dari cafe Thea sejak jam setengan delapan malam. Sesuai dugaan Naga ketika Thea sedang berjalan pulang orang - orang PPBP yang tersisa langsung menculik Thea....
... Naga mengikuti mobil para penculik Thea dari jarak yang cukup jauh agar tidak disadari oleh para penculik Thea. Setibanya Thea di markas rahasia PPBP Thea berjalan memasuki sebuah gedung dengan keadaan tangan terikat dan mulut di lakban. Melihat hal itu Naga langsung melaporkan hal tersebut kepada Khalid termasuk tentang markas rahasia PPBP yang ada di Surabaya....
... Khalid dengan tegas mengizinkan Naga untuk beraksi dan melakukan semua hal yang perlu dilakukan. Di waktu yang sama Khalid juga meminta anggota BIN yang ada di Surabaya bersiap - siap untuk pergi ke markas rahasia PPBP sambil memberikan alamatnya. Naga langsung turun dari mobilnya dan masuk ke dalam gedung markas PPBP dengan cara mengendap - endap....
“Bagaimana kamu ingin aku memanggilmu? Teta? Thea? Mira? Jane?” tanya seorang petinggi PPBP sambil menatap Thea.
“Kamu telah mengkhianati PPBP dengan memberikan informasi kepada DKM hingga mereka mengirimkan Abaddon untuk membunuh banyak anggota kita!” teriak sang petinggi PPBP kesal sambil menatap Thea tajam.
“Sekarang DKM telah dibubarkan karena BIN berhasil membuka kebusukan mereka. Namun Abaddon masih ada diluar sana dan aku yakin kamu tahu siapa saja anggota Abaddon!” lanjut sang petinggi PPBP kesal sambil menatap Thea tajam.
“Katakan apakah orang ini seorang Abaddon?” tanya sang petinggi PPBP sambil menunjukan foto dirinya bersama Naga ketika sedang berjalan di Grand Indonesia.
“Bukan, dia bukan seorang Abaddon, dia hanya seseorang yang aku cintai!” jawab Thea lirih sambil tertunduk lesu.
“Jangan berbohong!” teriak sang petinggi PPBP sambil menjambak rambut Thea memaksanya mendongak ke atas.
__ADS_1
“Tidak mungkin seorang mata - mata DKM bisa memiliki seorang kekasih dan menikmati akhir pekan bersama selayaknya manusia pada umumnya!” kata sang petinggi PPBP kesal sambil menatap Thea.
“Kamu memiliki foto itu seharusnya kamu benar - benar tahu bahwa kami memang sedang menikmati malam Minggu bersama.” bela Thea lirih lesu.
... Thea bertekad untuk tidak mengkhianati Naga lagi sekalipun nyawa dirinya sendiri yang menjadi taruhannya. Terlebih Thea cukup yakin orang - orang PPBP yang tersisa tidak tahu aksi Naga selanjutnya ketika bersama dirinya di Grand Indonesia Mall karena anggota PPBP pasti akan ditangkap oleh DKM jika terlihat oleh DKM. Jawaban Thea membuat sang petinggi PPBP semakin keras menyiksanya dengan cara menekankan pegangan handgun yang dia bawa ke pelipis Thea....
... Orang - orang PPBP yang mengamati kamera keamanan markas mereka tidak sadar akan kehadiran Naga karena fokus mengamati interogasi Thea. Sementara Naga yang sedang menyelinap masuk mulai membunuh satu persatu anggota PPBP dengan sangat cepat. Ketika tiba di ruang kamera pengawas barulah orang - orang yang mengawasi kamera CCTV menyadari kehadiran Naga dan langsung berusaha membunuh Naga dengan cara menembaknya....
... Namun Naga dengan mudah menghindari semua tembakan yang mengarah kepadanya sambil berlari ke arah orang - orang PPBP yang sedang mengawasi kamera CCTV. Naga membunuh mereka dengan cara menyayat atau menusuk leher masing - masing dari mereka. Suara tembakan yang terdengar hingga ruang interogasi Thea membuat sang petinggi PPBP berhenti menyiksa Thea dan memerintahkan seorang anggota PPBP yang bersamanya untuk memeriksa keadaan....
... Ketika orang tersebut baru saja membuka pinta, Naga langsung menusuk lehernya sebelah kanannya hingga orang tersebut tidak mampu berbuat apapun lalu tewas seketika. Melihat hal itu sang petinggi PPBP langsung mengunci leher Thea sambil mengarahkan handgun miliknya ke dahi sebelah kanan Thea. Naga masuk ke ruang interogasi tersebut dengan santai sambil menatap sang petinggi PPBP dengan tatapan dingin....
“Rupanya kamu benar - benar seorang Abaddon!” kata sang petinggi PPBP sambil terus mengarahkan senjata api yang dia pegang ke dahi Thea.
“Jangan bergerak atau aku tembak wanita ini!” ancam sang petinggi PPBP ketika melihat Naga yang berjalan perlahan menghampirinya.
“Misiku adalah melenyapkan kalian semua bukan menyelamatkan sandera! Jika kamu ingin membunuhnya, bunuhlah! Itu Akan meringankan pekerjaanku.” jawab Naga yang terus berjalan menghampiri sang petinggi PPBP dengan tatapan dingin.
... Sang petinggi PPBP yang tahu bahwa ucapan Naga bukan gertakan semata langsung melemparkan Thea ke sisi kirinya hingga Thea tersungkur lemas. Sang petinggi PPBP langsung berusaha membunuh Naga dengan cara menembaknya, tapi berhasil Naga hindari sambil megnambil jarum yang ada pada gelang pergelangan tangan kiri Naga dengan gigitan. Kemudian Naga menusukan jarum tersebut di belakang leher sang petinggi PPBP yang mengakibatkan dia tidak bisa bergerak sama sekali dari posisi terakhirnya....
“Apa yang kamu lakukan kepadaku?” tanya sang petinggi PPBP berusaha menggerakkan tubuhnya namun tidak bisa.
“Aku hanya menusukan jarum di lehermu tepat pada bagian penting yang sangat terlarang yang dikenal dengan sebutan ‘kiss of the dragon’. Semua darah yang ada pada tubuhmu akan naik ke kepalamu lalu berhenti dan segera akan keluar melalui hidungmu, telingamu, matamu, dan kamu akan mati dengan sangat kesakitan.” jawab Naga sambil menatap sang petinggi PPBP dingin.
... Setelah yakin semua darah sang petinggi sudah berada di kepalanya Naga langsung mencabut jarum yang dia gunakan lalu membuangnya. Sang petinggi PPBP terus berusaha menggerakan tubuhnya, tapi tidak lama kemudian darah keluar dari mulut dan hidungnya tanpa henti. Beberapa saat kemudian tubuh sang petinggi PPBP kejang - kejang hebat lalu tewas seketika dengan keadaan kaku dan darahnya mengalir dari hidung, mata, telinga, serta mulutnya....
__ADS_1