Abaddon Skuad Penghancur

Abaddon Skuad Penghancur
Pengorbanan


__ADS_3

... Lisa yang penasaran akan kemarahan Quince kepada Thea membuat Thea menceritakan bahwa dirinya pernah berusaha menjebak Naga menjadi kambing hitam pada sebuah kasus pembunuhan. Namun Ruan menambahkan bahwa saat itu terjadi Thea juga dijebak sementara Naga yang sudah tahu hal itu sebelum terjadi memanfaatkan Thea untuk menyelamatkan Thea dan menghancurkan organisasi yang berusaha menjebak mereka berdua. Anya, Bunda, Rangga, dan Lisa terharu mendengar cerita tersebut terutama ketika Bunda, Anya, serta Rangga tahu perjalanan cinta Ruan juga cukup sulit seperti Naga....


... Naga dan Hamzah terus membunuh satu persatu pasukan Liga Bayangan dengan kemampuannya, bahkan keluarga Naga sempat melihat betapa mengerikannya kekuatan Naga ketika Naga menghancurkan kepala orang dengan lutut kanan yang dia tambahkan sebilah pisau di depannya sebelum menghantam kepala orang tersebut. Kelompok Quince, Rex, Schatzi, Teguh, dan Anne sudah berhasil mengamankan rute menuju prototipe reaktor nuklir. Sementara itu para polisi, TNI, dan polisi militer sudah mulai baku hantam menggunakan tangan kosong melawan para pemberontak serta pasukan Liga Bayangan. ...


“Kalian pikir aku tidak tahu tentang reaktor nuklir?” kata seorang wanita berbicara sendiri yang langsung menekan sebuah detonator.


... Beberapa saat kemudian bom yang telah dipasang Liga Bayangan di sekitar prototipe reaktor nuklir meledak membuat prototipe reaktor nuklir hancur dan tertimbun reruntuhan bangunan. Beruntung Kelompok Quince, Rex, Schatzi, Teguh, dan Anne tidak berada di dekat bangunan tempat prototipe nuklir yang hancur sehingga mereka tidak terluka akibat ledakan tersebut. Namun mereka hanya bisa terdiam melihat bangunan tersebut hancur tanpa bisa berbuat apapun....


“Reaktor nuklir sudah dihancurkan.” kata Selena memberitahu semua tim yang sedang menjalankan misinya.


“Naga seperti yang kamu bilang mereka benar - benar ingin meledakan Surabaya berasma dengan seluruh skuad Abaddon di dalamnya.” tambah Anne penuh percaya diri sambil terus bergerak bersama timnya.


“Tidak lama lagi mereka juga akan menyadari bahwa kita telah menghalangi sinyal mereka untuk meledakan bomnya. Kelompok Jerax fokus melindungi Orson untuk merebut truknya dan kelompok Quince segera kemari bantu para polisi, TNI, dan polisi militer. Kita belum tahu siapa yang pasti memegang detonator bom nuklir jadi kita harus segera bisa menangkap Drake dan melumpuhkannya.” pinta Naga tegas.


“Baik!” jawab seluruh tim kompak.


“Selena tolong bawa semuanya pergi ke luar Surabaya sejauh yang kamu bisa!” pinta Naga yang membuat Selena dan semua orang di rumah aman terkejut.


“Tidak Naga, aku akan tetap berada disini jika aku pergi sama saja seperti aku tidak percaya kepadamu.” jawab Thea yang menggunakan mic milik Selena.


“Semua keluargamu juga setuju untuk tetap berada di rumah aman kak Naga.” lanjut Selena setelah dirinya melihat semua keluarga Naga yang tidak ingin pergi.


... Tidak memiliki waktu untuk berdebat Naga langsung berlari mencari Drake dan langsung menerjang menyerang ke arahnya. Pertarungan satu lawan satu antara Naga dan Drake pun terjadi dimana mereka saling menyerang menggunakan tangan kosong serta tendangan mereka masing - masing. Kemampuan Naga yang berada di level berbeda dengan Drake dengan mudah memojokan Drake hingga tidak berdaya....

__ADS_1


“Dimana detonatornya?” tanya Naga sambil menatap Drake yang sudah tidak berdaya dengan tatapan tajam dari balik armor kepala Abaddonnya.


“Stab!” suara tusukan pisau yang menancap pinggang kanan bagian bawah tubuh Naga yang menembus tepat bagian armor yang bukan anti peluru.


“Siapa kamu?” tanya Naga terkejut sambil melihat seorang wanita yang menusuk dirinya dari belakang.


“Namaku Talia dan seorang warga sipil, bukankah Drake sudah memberitahumu bahwa detonator bom di pegang oleh salah satu warga sipil yang ada di Surabaya?” tanya Talia sambil tersenyum penuh kemenangan.


“Negara ini telah merenggut segalanya dariku dan aku akan menunjukan kepada semua orang betapa bobroknya negara ini.” lanjut Talia penuh percaya diri.


“Kamu tidak akan menunjukan hal itu kepada siapapun jika kamu mati disini.” jawab Naga sambil menahan rasa sakit.


“Aku tidak membutuhkan pengakuan siapapun dan aku juga tidak memiliki alasan lagi untuk hidup. Aku hanya ingin mati dengan menghancurkan negara ini sebesar yang aku bisa untuk menunjukan betapa besar rasa sakitku kepada negara ini.” jawab Talia penuh percaya diri yang langsung menekan detonatornya.


“Nikmatilah waktu terakhirmu bersama keluargamu yang akan terbakar bersama karena kamu tidak akan pernah bisa menyelamatkan mereka.” tambah Talia yang langsung mencabut pisau yang dia tusukan.


“Dag!” suara tendangan Hamzah yang membuat Talia terpental membentur dinding.


“Quince!” teriak Hamzah yang membuat Quince langsung mendekati Naga untuk memeriksa luka Naga.


“Aku baik - baik saja, tangkap semua anggota Liga Bayangan yang tersisa beserta para penduduk yang memberontak terhasut oleh mereka. Aku punya rencana untuk menghentikan bomnya!” pinta Naga yang langsung bangkit dan berlari keluar.


... Kelompok Izdihar, Jerax, Lestrade, Marco, Orson, dan Primrose sudah berhasil mengamankan truk berisi bom nuklir. Di waktu yang bersamaan Naga pergi ke rumah sakit tempat Rizki bekerja untuk mengendarai helikopter medis yang ada di rumah sakit tersebut. Sedikit demi sedikit para pasukan Liga Bayanga dan penduduk yang memberontak mulai menyerah kepada para pihak berwenang hingga mereka mulai dikumpulkan di satu area dengan kondisi tangan memegangi kepala mereka masing - masing....

__ADS_1


“Naga aku tahu apa yang kamu pikirkan, pasti ada cara lain Naga!” kata Thea yang panik dengan mata berkaca - kaca.


“Mungkin kita punya cara lain, tapi kita tidak memiliki waktu yang cukup untuk itu. Kamu juga sudah mendengar dan melihatnya sendiri bukan prototipe reaktor nuklir yang seharusnya digunakan untuk menstabilkan bom ini sudah hancur dan bom ini akan tetap meledak sekalipun detonatornya berhasil kami amankan.” jawab Naga santai sambil mengendarai helikopter menuju truk berisi bom nuklir.


“Kenapa para Abaddon hanya terdiam ketika tahu Naga hendak mengorbankan nyawanya sendiri?” teriak Thea sambil menangis yang membuat semua orang di rumah aman terkejut.


“Apa maksudnya Thea?” tanya Bunda dengan mata berkaca - kaca.


“Kamu tidak perlu menyalahkan Abaddon Thea, hanya saja saat ini aku memiliki situasi dan kondisi yang paling cocok untuk melakukan hal ini.” jawab Naga santai sambil menurunkan sebuah tali ke arah bom nuklir yang ada di bawahnya.


“Thea, kak Ruan, bang Rangga, Anya, dan Bunda terima kasih atas segalanya aku akan mematikan komunikasiku!” lanjut Naga sambil tersenyum lega yang langsung mematikan alat komunikasinya diikuti oleh semua anggota timnya.


“Naga! Naga! Naga!” teriak Thea berusaha memanggil Naga tapi tidak ada jawaban satupun yang membuat Ruan, Anya, dan Bunda mulai menangis.


... Selena yang tahu bahwa pemerintah pusat mengirimkan drone untuk mengamati situasi di Surabaya langsung membuka transmisi videonya ke monitor utama di rumah aman Abaddon. Terlihat Naga yang sudah membawa bom nukir bersamanya mulai terbang pergi menjauh dari kota Surabaya menuju Madura. Waktu terus berjalan dan bom nuklir tersebut akhirnya meledak di tengah laut jawa di antara Pulau Madura, Pulau Masalembu dan Pulau Bawean....


... Video ledakan tersebut seketika membuat tangi Anya pecah dalam pelukan Bunda yang juga ikut menangis. Sementara Ruan menangis dalam pelukan Rizki ketika Thea menangis bersama dengan Lisa sambil saling memeluk satu sama lain. Suara ledakan tersebut disambut teriakan suka cita oleh pasukan gabungan TNI, polisi, dan polisi militer karena mereka telah berhasil melumpuhkan semua pasukan Liga Bayangan beserta masyarakan yang memberontak tanpa mengetahui ada seseorang yang berkorban nyawa agar bom tersebut tidak meledak di Surabaya....


“Pak bomnya meledak di tengah lautan!” kata seorang yang mengamati transisi video drone pengintai di markas pusat.


“Skuad Abaddon telah berhasil Khalid, terima kasih!” kata Panglima TNI bangga sambil menjabat tangan Khalid.


“Terima kasih kembali atas kerjasamanya.” jawab Khalid sambil tersenyum bangga.

__ADS_1


... Tidak lama kemudian handphone Khalid bergetar ada sebuah pesan masuk yang dikirim oleh Selena dalam tangisnya memberitahu bahwa Naga mengorbankan dirinya membawa bom nuklir agar meledak di laut terbuka. Seketika Khalid langusng pergi ke ruanganya untuk mengkonfirmasi hal itu dan langsung terdiam ketika mendapat jawaban dari Hamzah. Skuad Abaddon lainnya bersama dengan Teguh dan Anee berjalan kembali ke rumah aman tanpa berbicara sepatah katapun....


__ADS_2