Abaddon Skuad Penghancur

Abaddon Skuad Penghancur
Pesan Terakhir


__ADS_3

... Setibanya skuad Abaddon, Teguh, dan Anne di rumah aman mereka tampak terlihat seperti tidak terjadi apa - apa. Mereka langsung duduk di ruang utama ketika Jerax dan Rex sedang mengambilkan beberapa minuman soda ataupun manis yang tersedia di rumah aman. Pada awalnya Ruan dan Thea tidak menyadari apa yang sedang dilakukan oleh para skuad Abaddon hingga ketika mereka semua hendak bersulang barulah Thea dan Ruan memperhatikan mereka....


... Ruan yang kesal melihat skuad Abaddon bersikap seolah - olah tidak terjadi sesuatu bahkan hendak minum - minum selayaknya merayakan keberhasilan langsung bangkit dan hendak berjalan menghampiri skuad Abaddon. Namun dengan cepat Thea menahan Ruan sambil menunjuk kearah Izdihar, Primrose, dan Quince yang sedang berusaha sekuat tenaga menahan tangisnya. Ruan dan Thea tidak tahu apa yang sedang dilakukan oleh skuad Abaddon tapi Thea meminta Ruan untuk tidak mengambil tindakah sesuatu kepada skuad Abaddon....


“Mari kita rayakan keberhasilan misi kita kali ini!” kata Hamzah yang mengangkat minuman kaleng yang dia pegang sambil gemetar dan membuat Bunda, Anya, Rangga, Rizki, dan Lisa terkejut melihat ke arah mereka.


... Semua skuad Abaddon, Teguh, dan Anne mengangkat minuman kaleng mereka masing - masing lalu meminum minuman tersebut. Tidak lama kemudian mereka semua langsung menangis sudah tidak sanggup lagi menahan rasa sedihnya atas kepergian Naga. Selena yang mengerti apa yang dilakukan oleh skuad Abaddon langsung ikut menangis atas kepergian Naga yang mengorbankan dirinya sendiri....


...


... Keesokan harinya pemerintah pusat, pemerintah provinsi Jawa Timur, dan pemerintah Surabaya berkoordinasi membenahi kota Surabaya setelah insiden teror yang hendak meledakan kota Surabaya. Para kriminal dan masyarakat yang terhasut oleh Liga Bayangan hingga memberontak di adili dengan seadil - adilnya sesuatu dengan prosedur yang ada. Penduduk Surabaya yang tidak terlibat dengan aksi kekerasan saat Liga Bayangan menyerang kembali ke rumah masing - masing sambil saling bahu membahu membangun lingkungan rumahnya kembali....


... Begitupun keluarga Naga, Thea, dan Lisa yang memulai kembali kehidupan mereka sekalipun suasana duka masih menyelimuti mereka semua. Mereka teringat perkataan skuad Abaddon tentang permintaan Naga jika dirinya tewas dalam menjalankan misi. Dimana Naga ingin semua skuad Abaddon tetap merayakan keberhasilan misi sekalipun nyawanya menjadi bayaran kesuksesan misi tersebut. Itulah kenapa skuad Abaddon kemarin tetap menyempatkan waktu untuk merayakan keberhasilan misi mereka walaupun mereka tetap tidak sanggup menahan kesedihan mereka akibat Naga yang telah berkorban....


... Dalam kurun waktu kurang lebih 24 jam kota Surabaya mulai kembali berjalan normal seperti sedia kala dari berbagai aspek. Skuad Abaddon juga sudah meninggalkan kota Surabaya untuk kembali ke Jakarta melaporkan semua hal yang terjadi di Surabaya. Satu hari setelah kota Surabaya kembali beraktivitas seperti sedia kala Khalid mendapatkan sebuah telepon yang membuat dia terkejut dan langsung meminta Quince serta Rex untuk pergi ke Surabaya....


... Ada seorang pasien bernama Naga yang baru dipindahkan ke rumah sakit tempat Ruan bekerja Khalid mengirim Quince dan Rex untuk memastikan apakah itu Naga yang mereka kenal atau hanya orang dengan nama yang sama. Salah satu suster di rumah sakit tempat Ruan bekerja diminta oleh seseorang yang mengantarkan Naga untuk menghubungi Khalid dan memberitahu tentang Naga. Ketika Quince bersama Rex tiba di rumah sakit secara tidak sengaja Ruan melihat hal itu dan mendengar mereka menyebut ruangan pasien bernama Naga....


“Apakah Naga yang kalian cari adalah adikku?” tanya Ruan yang langsung menghampiri Quince dan Rex.


“Kami datang untuk memastikannya dokter Ruan karena ada seorang suster dari rumah sakit ini yang memberi tahu atasan kami bahwa Naga sedang di rawat di rumah sakit ini.” jawab Quince ramah.


“Aku tahu kamar itu, ayo ikut aku!” ajak Ruan dengan mata berkaca - kaca yang bergegas pergi ke kamar Naga.


... Setibanya mereka di kamar tersebut, mereka langsung dibuat terkejut karena pasien yang ada di dalam benar - benar Naga yang mereka kenal. Mereka bertiga langsung meminta izin masuk karena masih ada dokter yang sedang memeriksa keadaan Naga. Mereka bertiga menunggu sambil mengamati keadaan Naga dan mendengarkan penjelasan sang dokter dengan seksama....

__ADS_1


“Apa kamu mengenali dokter wanita ini Naga?” tanya dokter Riu sambil menunjuk ke arah Ruan yang membuat Ruan cukup terkejut.


“Dia dokter yang bekerja disini.” jawab Naga santai.


“Bukan maksudku apakah kamu mengenal dia sebelum melihatnya disini?” tanya Riu ramah sambil melihat ke arah Naga.


“Hmm tidak, apakah dia orang yang aku kenal?” tanya Naga balik sambil menatap dokter Riu yang berdiri di hadapannya.


“Baik tidak apa jika kamu belum mengingatnya, dokter Ruan bisakah kita berbicara!” pinta Riu sambil melihat ke arah Ruan yang membuat mereka langsung pergi keluar dan berdiri di depan ruangan Naga.


“Apa yang terjadi kepada adikku dokter Riu?” tanya Ruan cemas.


“Berdasarkan informasi yang aku dapat ada seseorang yang menemuka adikmu di tepi pantai utara Madura. Pada awalnya dia di rawat disana karena Surabaya sedang dalam masa pemulihan, setelah semua aktivitas berjalan kembali normal disini mereka memutuskan untuk membawanya kesini. Sepertinya adikmu mengalami hilang ingatan walaupun aku masih belum mengerti apa yang terjadi padanya hingga membuat dirinya kehilangan ingatannya.” jawab Riu ramah.


“Aku permisi dulu ya, mungkin kamu bisa sesekali menemani adikmu atau menghubungi keluargamu untuk menemuinya. Siapa tahu dengan begitu ingatan adikmu bisa segera pulih!” saran Riu sambil tersenyum ramah lalu pergi.


“Kamu mengingat mereka?” tanya Ruan yang langsung berlari menghampiri Naga ketika melihat Naga sedang asyik mengobrol dengan Quince dan Rex.


“Tentu dokter dia adalah rekan kerjaku.” jawab Naga santai.


“Hoo begitu, baik kalau begitu aku tinggal dulu ya!” pamit Ruan sambil menutupi kesedihannya dengan senyuman.


... Ruan langsung menghubungi keluarganya dan juga Thea menceritakan keadaan Naga saat ini yang ternyata masih hidup tapi mengalami hilang ingatan. Meskipun demikian mereka bersikukuh untuk datang ke rumah sakit menemui Naga untuk memastikan sekaligus membantu Naga memulihkan ingatannya. Quince dan Rex juga melaporkan hal tersebut kepada Khalid yang membuat Khalid langsung menugaskan mereka berdua merawat Naga sementara karena kondisi Naga yang masih hilang ingatan....


... Setibanya Bunda, Anya, dan Thea di rumah sakit mereka langsung berbicara dengan Quince bersama Rec ditemani oleh Ruan. Mereka sepakat untuk bertemu dengan Naga dan menjaga Naga secara bergiliran sampai ingatannya pulih, tapi Quince dan Rex meminta pengertian keluarga Naga jiga Naga masih asing atas kehadiran mereka. Ketika mereka semua masuk ke kamar rawat inap Naga, mereka semua tersenyum lega ketika melihat Naga baik - baik saja dan Thea reflek langsung menghampiri Naga untuk memeluknya ketika Naga tersenyum kepadanya....

__ADS_1


“Tunggu mba, apa yang ingin anda lakukan?” tanya Naga sambil mengangkat tangannya memberi kode berhenti kepada Thea yang membuat senyuman di wajah Thea seketika hilang.


“Ah maaf.” jawab Thea canggung.


“Kak Naga perkenalkan aku Anya, adik perempuan kakak.” kata Anya memperkenalkan diri sambil melihat ke arah Naga.


“Adik? Bagaimana mungkin seorang anak tunggal memiliki adik?” tanya Naga keheranan yang membuat keluarga Naga terkejut dan menduga bahwa ingatan Naga masih berada ketika kedua orang tuanya belum meninggal.


“Dokter sepertinya aku terlalu lama duduk dan berbaring, bolehkah aku berjalan - jalan sebentar keluar?” tanya Naga sambil melihat ke arah Ruan.


“Iya tentu tidak masalah.” jawab Ruan sambil tersenyum ramah.


“Mana mungkin aku melupakan keluargaku dan Thea.” kata Naga yang langsung memeluk Thea dengan tangan kirinya sementara Anya dengan tangan kanannya ketika Naga hendak pergi keluar kamarnya yang membuat semua orang terkejut.


“Kamu dalam keadaan begini masih bisanya jahil sama yang lain!” kata Bunda kesal sambil memukul tangan kanan Naga penuh kelembutan.


“Aduh!” jawab Naga yang melepaskan pelukan dari Thea dan Anya.


“Kamu benar - benar tidak amnesia Naga?” tanya Ruan yang langsung mendekati Naga untuk memastikan.


“Iya.” jawab Naga santai sambil mengangguk yang langsung Ruan cubit.


“Ahh ... ahh ... ahh maaf kak, maaf.” kata Naga sambil tersenyum jahil menahan sakit dari cubitan Ruan.


... Seketika Thea dan Anya langsung memeluk Naga yang membuat Naga tersenyum lega. Bunda dan Ruan langsung menangis haru karena Naga baik - baik saja sambil menghapus air matanya. Quince dan Rex langsung menghubungi Khalid bahwa Naga sudah baik - baik saja serta ingatannya sudah pulih sepenuhnya walaupun Khalid merasa aneh, tapi Khalid sepertinya mengerti yang Naga pikirkan....

__ADS_1


__ADS_2