
“Apakah semua yang diceritakan dokter Leroy benar Naga?” tanya Ruan memastikan sambil menatap Naga dengan mata berkaca - kaca.
“Benar kak.” jawab Naga sambil tertunduk merasa bersalah.
“Apakah Thea tahu tentang hal ini?” tanya Ruan memastikan yang mulai meneteskan air matanya.
“Sudah tahu kak.” jawab Naga yang masih tertunduk merasa bersalah.
“Lalu kamu menganggap aku apa? Memberitahu Thea tentang hal ini tapi tidak memberitahu aku? Apa kamu tidak menganggapku sebagai kakakmu?” tanya Ruan sambil meneteskan air mata yang membuat Rizki berusaha menenangkannya.
“Aku tidak ingin membuat kak Ruan, Bunda, Anya, dan bang Rangga khawatir. Terlebih aku tidak bisa seenaknya menceritakan semua tentang pekerjaanku kepada orang lain kak, maaf.” jawab Naga sambil tertunduk merasa bersalah.
“Lalu kenapa kamu bisa menceritakannya kepada Thea?” teriak Ruan kesal yang mulai berhenti menangis dan langsung mencubit perut Naga .
“Aaarrrggghhh!” kata Naga yang berlutut sambil menahan rasa sakit dan tidak lama kemudian luka tusukan dari Joseph Kony mulai terbuka kembali.
“Ini bukan waktunya bercanda Naga, kamu pikir dengan pura - pura kesakitan kamu bisa membuat kakak berhenti marah!” kata Ruan kesal sambil menghapus air matanya sendiri dan membuat Naga langsung berdiri sigap kembali.
“Wah serangan Ruan benar - benar hebat sampai Naga tidak bisa menghindarinya dan jahitan Naga langsung terbuka.” kata Quince sambil melihat ke arah perut Naga yang membuat Ruan terkejut.
“Perut kamu dijahit?” tanya Ruan cemas sambil berusaha memeriksa keadaan perut Naga tapi Naga tahan.
“Tidak apa kak.” jawab Naga santai sambil menatap Ruan.
“Kamu masih ingin menutupi semuanya dari kakak?” bentak Ruan kesal yang membuat Naga pasrah.
“Saudara - saudaraku bisakah kalian membantu kami menurunkan persediaan dan perlengkapan medis untuk rumah sakit ini? (dalam bahasa Inggris)” tanya Hamzah sambil melihat ke tim medis yang berdiri disekitar mereka.
“Tentu. (dalam bahasa Inggris)” jawab mereka sambil mengangguk paham.
“Ayo kita pindahkan barang - barangnya!” ajak Naga yang berusaha menghindari Ruan tapi Ruan langsung memegangi tangan kiri Naga untuk menahannya.
__ADS_1
“Ikut kakak!” pinta Ruan tegas sambil menatap Naga serius.
“Setuju, sebaiknya kamu perbaiki dulu jahitanmu Naga!” jawab Primrose sambil menatap Naga ramah.
... Naga langsung ditarik oleh Ruan untuk pergi ke ruang perawatan guna memeriksan sekaligus merawat luka di perut Naga. Skuad Abaddon lainnya tersenyum jahil melihat Naga yang tidak mampu melawan Ruan dan hanya mampu berjalan mengikutinya tanpa bisa berbuat apa - apa. Setelah puas melihat Naga yang tidak berdaya mereka dan beberapa tim medis langsung memindahkan peralatan medis beserta obat - obatan yang mereka bawa ke gudang persediaan rumah sakit....
“Buka bajumu!” pinta Ruan tegas yang membuat Naga menunjukan perutnya yang terluka akibat tusukan Joseph Kony.
“Kakak bilang buka semua bajumu!” pinta Ruan sambil menatap Naga tegas yang membuat Naga membuka bajunya.
... Seketika Ruan terkejut hingga menutup mulutnya sendiri ketika melihat beberapa bekas luka di tubuh Naga. Naga hanya terdiam membisu mengetahu Ruan yang melihat bekas luka ditubuhnya dengan mata berkaca - kaca. Tanpa banyak bicara Ruan langsung mengobati luka di perut Naga dengan mata berkaca - kaca hingga tanpa sadar air mata menetes di pipinya....
“Bisakah kamu memberitahu kakak jika kamu terluka?” pinta Ruan sambil menatap Naga dengan mata berkaca kaca penuh harap.
“Kami memiliki dokter militer juga kak.” jawab Naga santai sambil mengenakan bajunya kembali.
“Aku mengungakapkan identitasku sebagai Abaddon karena aku yakin cepat atau lambat kak Ruan akan segera tahu karena beberapa kali bekerja ke Afrika. Namun tolong rahasiakan hal ini untuk sementara dari Bunda, Anya, dan bang Rangga ya kak, aku mohon!” lanjut Naga sambil menatap Ruan dengan penuh harap.
“Baik, tapi kamu harus janji jika kamu terluka sekecil apapun itu kamu harus bilang sama kakak!” pinta Ruan lemah lembut nan tegas.
“tuk ... tuk ... tuk.” suara ketukan pintu.
“Permisi, apa kamu sudah selesai diobati Naga?” tanya Barnard memastikan.
“Sudah dokter Barnard.” jawab Naga santai.
“Kalian harus menginap semalam disini!” pinta Barnard sambil tersenyum ramah.
“Iya tidak masalah.” jawab Naga santai sambil mengangguk.
“Dokter Leroy!” panggil Ruan yang menahan Barnard pergi.
__ADS_1
“Ada apa dokter Ruan?” tanya Barnard ramah.
“Bolehkah aku bertanya sesuatu?” tanya Ruan penuh harap.
“Tentu, silahkan!” jawab Barnard santai.
“Apakah orang yang kamu ceritakan tempo hari ketika kita sedang makan siang itu adalah adikku?” tanya Ruan sambil menatap Barnard penuh harap.
“Cerita apa?” tanya Naga penasaran sambil melihat ke arah Ruan dan Barnard silih begantian.
“Iya itu salah satu cerita tentang Naga.” jawab Barnard sambil mengangguk.
“Cerita tentang apa kak?” tanya Naga penasaran sambil menatap Ruan penuh harap.
“Kamu istirahat saja dulu!” pinta Ruan tegas.
“Aku akan membantu yang lain dulu kak!” pinta Naga yang langsung berdiri tapi kembali terduduk ketika Ruan menatap Naga tegas.
“Baik kak, aku akan istirahat dulu.” lanjut Naga menurut.
... Setelah selesai meletakan semua barang - barang medis yang mereka bawa skuad Abaddon lainnya berjalan untuk melihat Naga sambil tersenyum meledek Naga. Ketika Naga hendak pergi keluar semua skuad Abaddon lainnya kompak memberi kode akan memberitahu Ruan jika Naga berusaha keluar dari tempat istirahatnya yang membuat Naga kembali duduk sambil menatap skuad Abaddon lainnya kesal. Di malam harinya banyak tim medis dari rumah sakit tersebut termasuk Ruan, Rizki, Barnard dan Seymour mengadakan pesta makan malam bersama skuad Abaddon. Lagu bahasa swahili dinyanyikan oleh para tenaga medis yang berasa dari daratan Afrika ketika mereka semua sedang berkumpul di tengah api unggu....
“Mereka menyanyikan tentang apa dokter Leroy?” tanya Ruan penasaran sambil melihat ke arah dokter Leroy di samping kirinya.
“Mereka menyanyikan lagu legenda tentang Naga sang iblis yang tersenyum. Perjuangan Naga memberikan kembali harapan yang telah hilang beserta kebebasan, rasa takut yang mereka lihat hingga akhirnya hilang. Hingga bagaimana banyak masyarakat Afrika menghormati dan berterima kasih kepada Naga khususnya dan skuad Abaddon lainnya.” jawab Barnard sambil tersenyum bangga menatap Naga yang sedang asyik mengobrol bersama skuad Abaddon.
“Melihat sisi manusia Naga juga merupakan suatu hal yang langka makannya ketika aku tahu kamu adalah kakak Naga itu benar - benar membuatku gembira. Setelah mengetahui kemampuan Naga lalu melihat Naga hanya tertunduk merasa bersalah dan mengikuti semua yang kamu katakan juga merupakan hal yang menarik. Makanya beberapa kali skuad Abaddon meledek Naga yang duduk di ruang perawatan sebelum mereka datang kesini.” lanjut Barnard sambil tersenyum melihat ke arah Ruan.
“Itulah kenapa aku terkejut bahwa Naga merupakan seorang Abaddon karena selama ini Naga yang aku kenal adalah seorang pria yang menyanyangi keluarganya dan menurut kepada keluarganya terutama Bunda dan Ruan.” jawab Rizki sambil tersenyum melihat ke arah Naga.
“Apakah Naga akan baik - baik saja ketika aku dan banyak orang mengetahui identitasnya sebagai seorang Abaddon?” tanya Ruan cemas.
__ADS_1
“Secara teknis sudah banyak orang yang mengetahui identitas Naga sebagai seorang Abaddon terutama masyarakat di daratan Afrika. Alasan terbesar kenapa identitas mereka harus di rahasiakan termasuk dari keluarga mereka agar orang - orang yang mereka cintai tetap aman.” jawab Barnard.
“Mungkin Naga berpikir tidak apa kamu mengetahui identitasnya sebagai seorang Abaddon karena kamu beberapa kali tugas ke Afrika dan tidak menutup kemungkinan kamu akan kembali kesini di masa yang akan datang terutama karena Rizki. Alasan lainnya mungkin Naga perlu kamu dan Rizki mengetahui identitasnya sebagai seorang Abaddon untuk misinya yang akan datang. Jadi harusnya tidak akan ada masalah dan kamu tidak perlu mengkhawatirkan Naga, dokter Ruan.” lanjut Barnard sambil tersenyum ramah melihat ke arah Ruan.