
...Bunda yang mendengar berita serangan seseorang bersenjata di Pakuwon City Mall langsung menghubungi Ruan untuk memastikan keadaan mereka semua yang dijawab Ruan bahwa mereka baik - baik saja. Rizki yang mendengar berita itu juga langsung kembali ke Pakuwon City Mall setelah selesai melakukan operasi. Setelah Rizki datang Ruan dan Anya pulang diantar Rizki sementara Naga pulang mengantar Thea terlebih dahulu....
“Bagaimana kamu mengetahui tentang ‘Scarlet Bullet’ Thea?” tanya Naga penasaran sambil fokus menyetir.
“Ketika aku di DKM aku pernah mendengar bahwa ‘Scarlet Bullet’ adalah salah satu penembak jitu terbaik di dunia dan dia merupakan seorang Abadddon. Aku tidak tahu bahwa kamu adalah orang yang dimaksud ‘Scarlet Bullet’ tapi ketika pelaku berkata ‘Scarlet Bullet’ aku cukup yakin tidak ada anggota Abaddon lain selain kamu yang sedang berada di Surabaya.” jawab Thea yang tersenyum penuh percaya diri sambil menatap Naga.
“Hoo iya sepertinya kak Ruan sudah tahu kamu merupakan seorang Abaddon ya Naga?” tanya Thea memastikan.
“Iya kak Ruan sudah tahu saat dia sedang tugas ke Afrika beberapa waktu lalu.” jawab Naga ramah sambil fokus menyetir.
“Apa tidak masalah Naga?” tanya Thea cemas.
“Tidak apa, lagipula cepat atau lambat kak Ruan pasti akan segera tahu karena dia sering bertugas ke Afrika bersama mas Rizki. Terlebih aku juga membutuhkan kak Ruan tahu terlebih dahulu sebelum Bunda, Anya, dan bang Rangga tahu.” jawab Naga santai sambil melihat ke arah Thea sesekali.
“Ngomong - ngomong kita mau kemana Naga?” tanya Thea yang baru sadar bahwa mereka pergi ke jalan yang berbeda dari arah pulang ke rumahnya.
“Kita beli baju dulu, baju kamu terkena noda darah karena ulahku jadi aku harus bertanggung jawab.” jawab Naga sambil tersenyum menatap Thea yang membuat Thea ikut tersenyum bahagia.
... Ketika Naga sudah memarkirkan mobilnya di tempat parkir Plaza Surabaya sementara Thea keluar dari mobil, Naga langsung mengenakan jaket miliknya ke tubuh Thea agar noda darahnya tertutupi. Thea langsung tersenyum tersipu mendapat perlakuan penuh perhatian dari Naga dan kembali berjalan bersama mencari pakaian untuk dirinya. Setelah selesai membeli pakaian karena sudah larut malam mereka berdua memutuskan untuk segera pulang....
__ADS_1
“Terima kasih Naga.” kata Thea sambil tersenyum bahagia membawa beberapa pakaian yang dibelikan oleh Naga.
“Besok aku tunggu di bandara ya!” lanjut Thea lemah lembut sambil menatap Thea.
“Boleh Thea, aku pulang dulu ya!” pamit Naga ramah yang langsung kembali masuk ke dalam mobilnya.
“Hati - hati Naga!” balas Thea sambil melambaikan tangannya ke arah mobil Naga yang sudah berjalan pulang.
... Keesokan paginya Thea mengantarkan Naga yang hendak kembali ke Jakarta ke bandara. Thea mengantarkan kepergian Naga dengan penuh perhatian dan penuh senyuman yang membuat Naga juga ikut tersenyum sambil memandangi Thea sebelum masuk untuk check in. Selama perjalanan kembali ke Jakarta Naga terus memikirkan keputusannya untuk pensiun dari skuad Abaddon dan menjadi koki baik di restoran Sudirman atau di cafe milik Thea....
... Beberapa hari kemudian Naga menghubungi Khalid untuk bertemu dengannya karena ada hal yang ingin dia bicarakan. Malam harinya Naga serta Khalid bertemu di salah satu rumah aman Abaddon yang berlokasi di Jakarta dan tanpa diduga Abaddon sedang dalam permintaan misi genting yang membuat semua skuad Abaddon sudah berkumpul. Meskipun demikian Naga tetap mengutarakan niatnya untuk pensiun dari skuad Abaddon sekalipun dia baru bisa melakukannya setelah misi ini selesai....
... Setelah mengutarakan keinginannya secara pribadi Naga kembali bergabung dengan skuad Abaddon lainnya untuk mendengarkan penjelasan misi kali ini dari Khalid. Khalid menjelaskan bahwa ada sebuah virus mematikan yang dapat membuat seluruh makhluk hidup menguap jika dilepaskan ke udara bebas. Kabarnya virus ini dicuri oleh seorang pengkhianat dari MI6 bernama Diana Spencer setelah membunuh seluruh anggota timnya dan dia kabur ke Indonesia....
“Ini omong kosong bukan?” tanya Naga memastikan.
“Itu salah satu tugas kita memastikan kebenaran informasi ini dan mengamankan virus yang diambil oleh Diana Spencer. Mengingat kalian cukup kenal keluarga Spencer dengan baik kedua kakaknya akan datang untuk mencari Diana sekaligus membantu kita.” jawab Khalid penuh percaya diri sambil menatap seluruh skuad Abaddon yang berdiri di hadapannya.
... Setelah mendengar penjelasan misi dari Khalid, Naga langsung menghubungi Selena untuk mencari tahu semua informasi tentang Diana Spencer serta keberadaannyad di Indonesia. Sementara Marco ditugaskan Khalid untuk mencari tahu siapa yang menginginkan virus tersebut beserta tujuannya. Naga serta Rex langsung pergi untuk menjemput kedua kakak Diana yakni John dan Oliver Spencer....
__ADS_1
... Ketika Naga, Rex, John, dan Oliver hendak kembali ke rumah aman tiba - tiba Selena mengirmkan informasi serta lokasi keberadaan Diana Spencer di Indonesia yang membuat mereka memutuskan untuk segera pergi menjemputnya. Setibanya mereka berempat di kediaman Diana Spencer selama di Indonesia Naga dan John masuk ke dalam kamarnya sementara Rex bersama Oliver memeriksa lingkungan sekitar. Ketika Naga sedang memeriksa beberapa barang - barang yang ada di kediaman Diana Spencer tiba - tiba muncul 5 orang tidak dikenal sambil menyiapkan senjatanya....
“Jangan bergerak?” tanya Naga yang tetap tenang.
“Perlihatkan tanganmu!” jawab salah satu dari mereka.
“Kamu tidak akan suka mengetahui apa yang aku pegang!” jawab Naga penuh percaya diri.
... Tanpa basa basi Naga langsung mengambil sebuah mini shotgun berisi dua peluru dan menembak salah satu dari mereka hingga tewas lalu menembak satu dari mereka kembali. John yang bersembunyi sejak kedatangan lima orang tadi langsung menendang orang paling belakang lalu memukul salah satu orang yang di depannya sementara Naga menghajar orang satunya lagi. John bersama Naga menghajar ketiga orang yang tersisa hingga tewas menggunakan barang - barang yang ada di kediaman Diana Spencer dan tangan kosong ketika mereka mencoba melawan....
... Naga langsung melapor bahwa Diana sudah tidak ada di alamat yang diberikan oleh Selena lalu Marco langsung mengirim alamat baru kepada Naga dan Rex. Marco menjelaskan bahwa ada aktivitas mencurigakan di gedung tersebut dan belum lama ini terlihat mereka membawa seorang wanita secara paksa sambil di borgol. Mendapat informasi tersebut Naga dan John kembali bertemu Rex bersama Oliver di parkiran yang langsung berangkat menuju alamat gedung yang baru saja diberikan oleh Marco....
... Marco yang sudah meretas kamera CCTV gedung tersebut memberitahu Naga bahwa wanita yang diduga Diana dibawa ke lantai 3 yang membuat mereka berempat langsung pergi menuju lantai 3. Setibanya di lantai tiga mereka berempat langsung menyerang semua orang yang berada dilantai tersebut hingga berhasil menemukan Diana Spencer. Mereka berlima memanfaatkan tali yang tersedia dari kelompok orang tersebut untuk turun dari lantai 3 hingga ke lantai dasar....
... Ketika mereka sudah tiba di lantai dasar dan hendak pergi ke mobil tiba - tiba muncul dua orang yang langsung menyerang mereka bernama Jason dan Latias. Tanpa banyak bicara dua orang tersebut langsung menyerang mereka berlima hingga terjadi perkelahian sengit diantara mereka. Beberapa menit kemudian sepuluh orang rekan Jason dan Latias datang untuk membantu mereka berdua menghajar Naga, Rex, John, serta Oliver sambil berusaha kembali menangkap Diana....
... Pada akhirnya Diana jatuh pingsan setelah menerima beberapa serangan dari Jason ketika Naga dan yang lainnya sibuk menghadapi rekan - rekan Jason. Latias meminta rekan - rekannya untuk segera membawa pergi Diana sementara dirinya beserta Jason akan mengalahkan Naga dan yang lainnya terlebih dahulu. Rupanya Jason dan Latias merupakan manusia yang sudah ditanamkan sebuha teknologi super canggi di dalam tubuhnya sehingga bisa memprediksi semua gerakan Naga, Rex, John dan Oliver yang membuat mereka berempat tidak berkutik sedikitpun....
“Apa kamu pikir hanya Abaddon saja yang bisa memanfaatkan teknologi canggih pada setiap anggotanya?” tanya Jason sambil menatap mereka berempat sombong dan langsung pergi meninggalkan mereka bersama Latias.
__ADS_1