Abaddon Skuad Penghancur

Abaddon Skuad Penghancur
Harta Berharga


__ADS_3

... Setelah membunuh sang petinggi PPBP Naga menghampiri Thea yang kesadarannya mulai memudah hingga akhirnya pingsan. Naga menggendong Thea membawanya ke dalam mobil untuk segera di larikan ke salah satu rumah sakit yang ada di Surabaya. Setelah mendapatkan perawatan Naga memberitahu kepala perawat untuk menghubungi Lisa karena Lisa satu - satunya kontak yang paling sering Thea hubungan dan berkata bahwa Lisa merupakan satu - satunya keluarga Thea....


... Tidak lama setelah dihubungi oleh salah satu perawat rumah sakit Lisa langsung datang dan menemani Thea yang masih belum sadarkan diri. Dalam hatinya Naga masih begitu peduli kepada Thea sehingga keesokan paginya Naga berniat kembali ke rumah sakit. Ketika Thea terbangun Thea melihat Lisa yang sedang tertidur dengan posisi duduk di samping kasurnya dan Thea langsung mencari - cari keberadaan Naga di ruangan tersebut....


“Apa yang kamu cari Thea?” tanya Lisa cemas yang melihat Thea kebingungan melihat kesana kemari sambil berusaha mencabut infusnya.


“Kemana Naga, Lisa?” tanya Thea sambil menatap Lisa penuh harap.


“Naga? Naga tidak ada disini Thea, tenanglah!” pinta Lisa berusaha menenangkan Thea dan mencegahnya untuk mencabut infusnya.


“Naga yang membawaku ke rumah sakit, tidak mungkin Naga tidak ada disini!” kata Thea yang berhasil melepas infusannya dan langsung berlari keluar kamar untuk mencari keberadaan Naga yang disusul oleh Lisa.


... Thea berusaha mencari Naga di setiap sudut lantai tempat dirinya di rawat tapi tidak kunjung menemukan Naga. Akhirnya Thea berinisiatif untuk menanyakan keberadaan Naga kepada para perawat yang bertugas jaga di lantai tersebut. Namun ketika baru tiba di depan meja para perawat yang bertugas Thea langsung melihat ke arah Naga yang baru saja tiba di lantai tersebut dan langsung berlari ke arahnya untuk memeluk Naga....


...Thea memeluk Naga dengan sangat erat tapi Naga hanya berdiam diri saja tanpa berbicara ataupun bergerak sedikitpun. Tidak berselang lama kondisi Thea yang masih lemas tiba - tiba membuat Thea hampir terjatuh ketika memeluk Naga. Namun dengan sigap Naga menahan tubuh Thea lalu menggendongnya menuju kamar tempat Thea dirawat hingga infusan milik Thea dibenarkan oleh beberapa perawat pengawas....


“Aku pikir kamu belum tiba disini Lisa.” kata Naga sambil melihat ke arah Lisa.


“Aku menginap disini menemani Thea, Naga.” jawab Lisa canggung.


“Baiklah.” jawab Naga yang langsung balik badan hendak pergi tapi Thea langsung berusaha bangkit untuk menahan Naga.


“Tunggu Naga!” pinta Lisa sambil menahan tubuh Thea agar tetap rebahan yang membuat Naga langsung melihat ke arah Lisa dan Thea.


“Sepertinya ada sesuatu yang ingin disampaikan Thea jadi aku mohon berikan sedikit waktu untuk Thea dan aku juga perlu membawa makan pagi untuk Thea.” pinta Lisa sambil menatap Naga penuh harap.


“Baiklah.” jawab Naga dingin yang membuat Thea terduduk di kasurnya sementara Lisa langsung pergi keluar.


“Naga aku tahu alasan kamu datang ke Surabaya kali ini untuk melenyapkan PPBP tapi kenapa kamu melakukannya saat aku masih disiksa oleh mereka? Aku yakin ini bukan sebuah kebetulan karena kamu adalah seseorang yang sangat cermat dalam melakukan sesuatu dan mempertimbangkan segala sesuatunya dengan sangat baik!” kata Thea sambil menatap Naga dengan mata berkaca - kaca.

__ADS_1


“Apakah ketika seseorang melukai kita lalu dia membutuhkan pertolongan, kita harus mengabaikannya begitu saja sekalipun kita tahu bahwa kita bisa menolongnya?” tanya Naga santai sambil melihat ke arah Thea.


“Terima kasih Naga.” jawab Thea sambil meneteskan air matanya yang membuat Naga langsung berjalan ke arah pintu kamar Thea.


“Beristirahatlah!” pinta Naga tanpa membalik badannya yang langsung keluar dari kamar rawat inap Thea.


... Mendengar hal itu Thea terkejut dan langsung melihat ke arah Naga hingga Naga menghilang dari pandangannya. Tidak lama setelah Naga berjalan pergi Lisa datang kembali ke kamar Thea sambil membawa sarapan untuk Thea. Meskipun Naga bersikap dingin kepada Thea tapi dalam hatinya Thea adalah satu - satunya wanita yang Naga cintai bahkan tidak tergantikan sampai saat ini....


“Kak Ruan?” sapa Naga yang terkejut melihat kakak angkatnya sedang ada di rumah sakit tersebut.


“Naga!” sapa Ruan ramah sambil menatap Naga.


“Kenapa kak Ruan ada di rumah sakit ini bersama mas Rizki?” tanya Naga memastikan sambil melihat ke arah Ruan dan Rizki silih bergantian.


“Kakak diminta ke rumah sakit ini untuk belajar bersama mas Rizki.” jawab Ruan sambil tersenyum ramah menatap Naga.


“Belajar?” tanya Naga sambil tersenyum jahil.


“Tidak masalah jika ada makna lain juga.” jawab Naga santai sambil tersenyum jahil.


“Kapan kamu tiba di Surabaya Naga?” tanya Rizki penasaran.


“Minggu sore mas.” jawab Naga santai.


“Minggu sore?” tanya Ruan terkejut karena baru bertemu setelah Naga dua hari berada di Surabaya.


“Iya kak karena kesibukan mempersiapkan konferensi antar koki disini jadi aku baru bisa ketemu bunda hari ini.” jawab Naga santai yang membuat Ruan dan Rizki mengangguk mengerti.


“Kamu mau ke rumah?” tanya Ruan memastikan.

__ADS_1


“Iya kak.” jawab Naga singkat.


“Bunda ada di kamar 419.” jawab Ruan sambil menunjuk arah kamar tersebut.


“Bunda sakit?” tanya Naga terkejut.


“Bukan, Anya tertabrak mobil ketika dia melihat seorang pembunuh hendak melakukan aksinya sehingga dia dikejar oleh pembunuh tersebut. Dalam usahanya melarikan diri Anya tertabrak mobil dan beberapa hari yang lalu dia baru saja siuman.” jelas Ruan sambil menatap Naga.


“Terima kasih kak, aku akan segera kesana!” jawab Naga cemas.


“Mari mas Rizki.” lanjut Naga yang langsung bergegas menemui Bunda dan Anya.


... Ketika kelas 1 SMP kedua orang tua Naga mengalami kecelakaan yang mengakibatkan keduanya tewas. Keluarga Ruan merupakan kerabat dekat dari keluarga Naga sehingga Bunda dan Ayah Ruan meminta Naga untuk hidup bersama mereka selayaknya keluarga. Ketika Naga kelas 2 SMA orang tua Anya menitipkan Anya kepada Bunda dan Ayah Ruan karena ibunya harus bekerja sebagai TKW (Tenaga Kerja Wanita) di Taiwan sehingga keluarga tersebut semakin ramai....


... Saat ini Naga memiliki dua kakak yakni Ruan dan Rangga anak kandung dari Ayah dan Bunda serta memiliki seorang adik perempuan bernama Anya. Ayah Ruan meninggal dunia akibat penyakit kanker hati yang kebetulan pada saat itu Naga sudah menjadi seorang koki di restoran milik Sudirman. Hal itu membuat Bunda, Ruan, Rangga, dan Anya hanya mengetahui Naga sudah selesai kuliah di Ion Cullinary College dan menjadi koki bukan lulusan dari STIN yang menjadi mata - mata negara....


... Ruan dan Rizki merupakan sepasang dokter suami istri yang berhasil rujuk setelah bercerai ketika Naga baru memulai kuliah di STIN. Ruan dan Rizki kembali rujuk beberapa bulan setelah Ayah Ruan meninggal dunia dan Rizki yang kembali mengingat semuanya setelah sempat amnesia beberapa minggu akibat kecelakaan. Meskipun berprofesi sama tapi Ruan dan Rizki bekerja di rumah sakit yang berbeda hal itu lah yang membuat Naga sempat terkejut ketika bertemu kakak perempuannya di rumah sakit Rizki bekerja....


“Kak Naga!” sapa Anya yang terkejut ketika melihat Naga masuk ke kamar rawat inapnya dan membuat Bunda langsung melihat ke arah Naga.


“Naga!” sapa Bunda yang tersenyum menatap Naga.


“Bunda!” jawab Naga yang langsung menghampiri Bunda dan memeluknya dengan penuh kehangatan serta senyuman.


“Kak Naga kapan ke Surabaya?” tanya Anya memastikan sambil tersenyum penuh semangat.


“Sejak hari Minggu sore, tapi karena kakak harus mempersiapkan acara konferensi antar koki di hari Senin jadi kakak baru bisa kesini hari ini.” jawab Naga sambil tersenyum menatap adiknya.


“Kamu tadi ke rumah?” tanya Bunda memastikan.

__ADS_1


“Tidak Bunda, aku habis menjenguk temanku lalu bertemu kak Ruan dan kak Ruan cerita tentang hal yang dialami oleh Anya.” jawab Naga sambil membelai tangan kanan Anya dengan penuh kelembutan.


“Aku merindukan kakak.” kata Anya manja sambil menatap Naga dengan penuh senyuman yang dibalas Naga dengan senyuman.


__ADS_2