Abaddon Skuad Penghancur

Abaddon Skuad Penghancur
Scarlet Bullet


__ADS_3

... Naga, Thea, Ruan, Rizki, serta Anya bertemu pada jam 4 sore dan mulai menikmati waktu bersama mereka sesuai dengan yang mereka rencanakan. Tiba - tiba Rizki mendapat telepon dari pihak rumah sakit tempat dirinya bekerja bahwa ada seorang pasien yang harus segera di operasi dan kehadiran Rizki sangat diperlukan untuk melakukan operasi tersebut. Mau tidak mau Rizki pamit pergi ke rumah sakit meninggalkan Ruan bersama Naga serta yang lainnya dan Ruan yang paham akan hal tersebut meminta Rizki untuk bergegas pergi ke rumah sakit dengan hati - hati....


... Ketika Naga sedang asyik menikmati kebersamaan mereka dan memperhatikan Pakuwan City Mall tiba - tiba Naga teringat sesuatu akan kasus penembakan yang terjadi satu Minggu terakhir. Naga meminta izin untuk menelpon karena ada hal penting yang harus dibicarakan dengan pemilik restoran tempat Naga bekerja. Ruan serta Thea yang tahu Naga seorang Abaddon langsung mengiyakan tanpa banyak tanya dan langsung mengajak Anya pergi bertiga....


“Pak Khalid aku akan pergi ke rumah aman Abaddon di Surabaya.” kata Naga ketika Khalid mengangkat telepon darinya.


“Apa yang terjadi Naga?” tanya Khalid kebingungan.


“Penembak yang terjadi di sekitar Surabaya selama satu Minggu terakhir akan melakukan aksinya kembali dan kali ini dia akan menembak target terakhirnya yang akan pergi ke Pakuwan City Mall.” jawab Naga sambil berlari ke arah parkiran untuk segera pergi ke rumah aman Abaddon.


... Di perjalanan Naga menjelaskan analisanya bahwa pelakunya adalah Kevin Simon yang ingin membalaskan dendam kepada kelima anggota TNI yang telah membuat laporan palsu hingga mencabut gelar Bintang Dharma milik Soetomo Koswara sosok yang menjadi panutannya. Keempat lokasi jejak pelaku penembakan yang telah terjadi sampai saat ini terletak di daerah Sidoarjo, Driyorejo, Grand Pakuwon, serta Batoe Porong dan jika dia melakukan aksinya di Pakuwon City Mall maka akan membentuk bintang simbolik untuk Bintang Dharma milik Soetomo Koswara. Target terakhirnya adalah Timothy Christian yang sepertinya menjadi dalam pencabutan gelar Bintang Dharma milik Soetomo Koswara....


... Mendengar penjelasan Naga, Khalid langsung mengizinkan Naga untuk beraksi sambil dirinya mencari informasi terkait analisa Naga. Di waktu yang sama Naga juga meminta Selena untuk mencari tahu kebenaran dari analisanya dan segera mengirimkannya ke Khalid. Setibanya Naga di rumah aman dia langsung membawa SPR-2 Kal. 12.7mm buatan Pindad untuk bertarung dengan Kevin Simon....


... Naga mengatur strategi sambil melihat peta kota Surabaya untuk menentukan dimana posisi dirinya dalam pertarungan melawan Kevin Simon. Setelah selesai membuat rencanan Naga langsung pergi ke area kampus Institut Sepulun November (ITS) untuk menjalankan rencananya. Khalid yang sudah mendapatkan informasi tentang kasus yang menimpa Soetomo Koswara langsung berkoordinasi dengan kepolisian Surabaya sambil memberikan informasi yang dia dapat....


... Ruan, Thea, dan Anya sedang asyik makan malam bersama ketika Naga sudah berada di area kampus ITS. Naga langsung mencari keberadaan Kevin Simon di area Pakuwon City Mall dari salah satu gedung tertinggi kampus ITS menggunakan teleskop SPR-2 Kal. 12.7mm yang dibawanya. Di waktu yang bersamaan Timothy Christian yang sudah tahu pelaku pembunuhan keempat rekannya adalah Kevin Simon yang menuntut balas beserta rencananya berniat untuk melawan balik....


... Ketika Timothy hendak menyiapkan senapan runduk yang dia bawa tiba - tiba dia terkejut dengan simbol bintang yang ada pada kaca bangunan yang telah dia pilih karena sebelumnya tidak ada simbol tersebut. Sadar Kevin Simon sudah membidiknya dan menembak ke arahnya, Timothy langsung berusaha menghindar sehingga hanya bahu kirinya yang terkena tembakan. Dengan cepat Naga langsung menembak senapa runduk Kevin Simon dari posisinya yang membuat senapan runduk Kevin Simon rusak dan melukai dirinya sendiri....


“Aaarrrggghhh.” teriak Kevin kesakitan ketika kepalanya terluka.

__ADS_1


“Ada penembak jitu ketiga? Tapi siapa? Dari arah tembakannya dia menembak dari arah sekitar kampus ITS?” bisik Kevin dalam hatinya yang tiba - tiba mengingatkannya pada obrolan bersama Soetomo Koswara.


... Soetomo Koswara menjelaskan bahwa ketika pertarungan antar penembak jitu dilakukan di sekitar Pakuwon City maka Pakuwon City Mall adalah posisi terbaik untuk bertarung dan pasti menang. Saat itu Kevin berpendapat bahwa jika ada orang yang mengambil posisi di salah satu gedung tinggi kampus ITS pasti akan sulit untuk melawannya. Soetomo Koswara membantah tidak ada yang bisa menembak dari jarak sejauh itu kecuali satu orang dari BIN yang dikenal dengan nama ‘Scarlet Bullet’ tapi rumor yang diketahui Soetomo Koswara dia bertugas di luar negeri harusnya tidak akan jadi halangan untuk mereka menjalankan rencananya....


“Jangan - jangan dia orangnya, pria yang dikenal dengan nama ‘Scarlet Bullet’ ada di Indonesia dan mengikuti rencanaku.” kata Kevin yang terkejut sambil menunduk dan berjalan merayap agar tidak berada dalam jangkauan tembakan Naga.


... Kevin Simon yang pantang menyerah dan bertekad membalaskan dendam Soetomo Koswara langsung mengambil senjata api miliknya dan berusaha turun ke area mall. Ketika Kevin masuk ke area mall dengan kepala yang terluka sambil membawa senjata api tiba - tiba langsung membuat pengunjung lainnya panik berlarian menyelamatkan diri. Sementara Ruan, Thea, dan Anya yang terlambat melarikan diri hanya bisa terduduk berlindung di balik kursi tempat mereka makan malam bersama yang terlihat oleh Kevin....


“Scarlet Bullet sialan harusnya kamu tidak perlu mengurusi urusanku!” teriak Kevin protes kesal melampiaskan amarahnya yang membuat Thea langsung paham siapa orang yang dimaksud oleh Kevin dan Naga juga sudah mengamati Kevin yang sudah berada di area mall tapi belum mendapatkan kesempatan menembak.


“Kamu kemarilah!” pinta Kevin kepada Anya yang membuat Anya ketakutan dan membuat Naga terkejut karena Ruan, Thea, dan Anya berada di dekat Kevin.


“Tunggu!” pinta Thea memberanikan diri yang langsung berdiri sementara Naga langsung fokus membidik ke arah Kevin.


“Baiklah kemari!” jawab Kevin yang langsung menarik Thea untuk menjadi tameng tubuhnya sambil menodongkan pistol ke dahi sebelah kanan Thea.


“Berjalan mundurlah perlahan!” pinta Kevin sambil menunjukan Thea yang menjadi sandera ke arah Naga dan berjalan ke arah pintu darurat bersama.


“Kamu cukup berani untuk seorang wanita!” puji Kevin sambil terus waspada ke area sekitar dirinya untuk melarikan diri.


“Tidak, aku tidak cukup berani, tapi kamu memberitahuku bahwa kekasihku pasti akan menyelamatkanku apapun yang terjadi.” kata Thea penuh percaya diri.

__ADS_1


... Ucapan Thea seketika membuat Kevin Simon terkejut dan tidak lama kemudian Naga langsung menembak tangan kanan Kevin Simon hingga terputus. Ketika Kevin berteriak kesakitan Thea langsung menghajar perut Kevin dengan sikunya tanpa membalik badannya. Setelah itu Thea langsung menghajar perut Kevin dengan pukulan beruntun lalu menendang Kevin hingga tersungkur jatuh yang membuat tim keamanan Pakuwon City Mall bisa segera meringkus Kevin Simon....


“Thea!” panggil Ruan dan Anya cemas yang langsung berlari ke arah Thea begitupun sebaliknya.


“Kamu gak apa - apa Thea?” tanya Ruan cemas.


“Tidak apa - apa kak, ini darah orang itu!” jawab Thea yang tersenyum santai sambil menunjuk Kevin Simon.


... Beberapa menit kemudian kepolisian Surabaya datang ke Pakuwon City Mall dan langsung menangkap Kevin Simon. Di waktu yang sama Naga dengan santainya pergi dari area kampus ITS menuju Pakuwon City Mall untuk menjemput Thea, Ruan dan Anya. Proses penangkapan Kevin Simon membuat arus lalu lintas dan area Pakuwon City Mall dipadati orang sehingga Naga harus menunggu Thea, Ruan, dan Anya di area loby mall....


“Thea, kak Ruan, Anya kalian tidak apa - apa?” tanya Naga pura - pura cemas.


“Kak Naga harusnya melihat betapa hebatnya kak Thea tadi menghajar orang yang membawa senjata api dan menendangnya. Sebaiknya kak Naga berhati - hati sama kak Thea kalau kakak tidak mau kena pukulan kak Thea!” jawab Anya sambil tersenyum penuh semangat melihat ke arah Naga dan Thea.


“Benarkah? Tapi kamu tidak apa - apa kan?” tanya Naga penuh perhatian yang dijawab Thea dengan anggukan penuh senyuman.


“Tapi aku masih penasaran kak Thea kok begitu berani menawarkan diri untuk menjadi sandera?” tanya Anya penasaran.


“Hmm karena aku tahu bahna Naga akan selalu melindungiku.” jawab Thea sambil tersenyum manis menatap Naga.


“Ah ternyata kak Thea budak cinta akut ya, kak Naga kan sedang tidak bersama kita kak.” jawab Thea sambil tersenyum dengan terpaksa yang membuat Ruan hanya tersenyum bangga melihat ke arah Naga yang tahu bahwa Naga memang benar - benar melindungi Thea.

__ADS_1


“Bagi aku, Naga selalu berada di sampingku yang membuat aku jadi lebih berani.” jawab Thea penuh percaya diri sambil menatap Naga dengan penuh senyuman.


__ADS_2