Abaddon Skuad Penghancur

Abaddon Skuad Penghancur
Skuad Abaddon vs Liga Bayangan


__ADS_3

... Setelah mendengar ucapan Naga sebelumnya Quince langsung terduduk sambil menangis tersedu - sedu. Tidak lama kemudian Quince langsung bangkit sambil menghapus air matanya lalu mempersiapkan senjata H&K MP5. Hanya dengan melihat Quince mempersiapkan H&K MP5 saja skuad Abaddon lainnya sudah paham apa yang ada dipikiran Quince....


“Kamu tidak jadi menggunakan SCAR-L?” tanya Izdihar memastikan karena sebelumnya Quince mempersiapkan senjata SCAR-L.


“Tidak, jika aku menggunakannya itu akan membuatku lamban jika sesuatu terjadi kepada rumah aman.” jawab Quince penuh percaya diri yang membuat semua skuad Abaddon tersenyum bangga melihat kearahnya.


“Mohon bantuannya Quince.” jawab Naga sambil tersenyum bangga.


“Aku mengerti perasaanmu, ayo lakukan bersama!” ajak Teguh sambil mempersiapkan senjata SCAR-L disamping Quince.


“Naga aku tahu kamu membawa sakabato ke rumah aman Surabaya, apakah untuk misi kali ini kamu akan tetap menggunakannya?” tanya Primrose ramah.


“Tidak, aku akan membawa Muramasa.” jawab Naga penuh percaya diri.


“Baiklah.” jawab Primrose sambil mengambilkan salah satu pedang peninggalan Sengo Muramasa yang Naga dapatkan dari Kaisar Jepang saat ini.


“Apa kamu membutuhkan appetizer dan main course?” tanya Rex memastikan.


“Tidak, cukup desert.” jawab Naga sambil fokus mempersiapkan dirinya sendiri.


“Muramasa? Seperti nama pedang terkutuk dari Jepang.” kata Anya ketika melihat salah satu pedang Sengo Muramasa di hadapannya.


“Ini memang salah satu pedang peninggalan Sengo Muramasa yang diberi nama Tenchi Kaijin dalam bahasa Indonesia artinya monster langit dan bumi. Kaisar Jepang berkata bahwa pedang ini bisa memilih sendiri tuannya dan dia ingin Naga yang menjadi tuannya makanya Kaisar Jepang memberikannya kepada Naga ketika kami sedang menjalankan misi di Jepang.” jawab Primrose ramah.


... Tiba - tiba katana Tenchi Kaijin bergetar perlahan yang membuat Naga langsung mengambil dan memeriksa bilah pedang berwarna hitam legam. Naga langsung meletakan Tenchi Kaijin di punggungnya dan mengambil sebuah belati yang Naga letakan di pinggang bagian belakang. Semua skuad Abaddon, Teguh, dan Anne sudah siap dengan senjata serta perlengkapan mereka masing - masing....

__ADS_1


“Komunikasi!” kata Naga mengecek jaringan komunikasi mereka semua.


“Jelas, aku siap kapanpun kalian datang!” jawab Orson penuh percaya diri.


“Baik, kita mulai!” kata Naga yang langsung mengenakan helm armor Abaddon.


... Mereka langsung menjalankan rencana mereka yang telah mereka siapkan ketika keluarga Naga, Thea, dan Lisa sedang sarapan. Teguh, Anne, Quince, Rex, dan Schatzi akan membebaskan para polisi dari penjara untuk ikut serta bertarung melawan para masyarakat yang memberontak dan pasukan dari Liga Bayangan. Setelah itu mereka berlima bertugas mengamankan jalur menuju prototipe reaktor nuklir yang sedang dikembangkan untuk masa depan Indonesia....


... Kelompok Izdihar, Jerax, Lestrade, Marco, dan Primrose akan membantu mengawal para polisi menghadapi para pemberontak serta pasukan Liga Bayangan lalu membantu Orson untuk mengambil alih truk yang membawa bom nuklir. Naga dan Hamzah akan menjadi garda terdepan membuka jalan menghabisi para pasukan Liga Bayangan. Mereka semua langsung berpencar setelah keluar dari rumah aman Abaddon untuk melakukan tugas mereka masing - masing....


“Semua kamera on!” kata Selena memberitahu Naga dan timnya yang membuat keluarga Naga, Thea, serta Lisa menghampiri Selena untuk melihat aksia Naga beserta timnya dari beberapa monitor yang ada.


“Apa kamu sudah lama bekerja bersama Naga Selena?” tanya Lisa penasaran.


“Tapi aku berani bilang bahwa aku lebih tahu tentang kak Naga daripada kak Thea jika berhubungan dengan Abaddon.” lanjut Selena sambil tersenyum penuh percaya diri menatap Thea yang membuat Thea tersenyum sambil menggelengkan kepalanya sendiri.


“Walaupun aku lebih suka mengobrol dengan kak Naga ketika sedang ada kak Thea.” tambah Selena ramah sambil menatap Thea.


“Memangnya kenapa?” tanya Ruan penasaran.


“Jika tidak ada kak Thea sikap dan cara bicara kak Naga sangat dingin lebih terkesan menyeramkan. Bahkan waktu pertama kali kami bertemu untuk pertama kalinya aku merasakan ketakutan ketika sedang berjalan bersama seseorang sekaligus merasa aman karena tahu tidak ada hal yang lebih menakutkan selain berjalan di dekat kak Naga.” jawab Selena ramah sambil melihat ke arah Ruan.


“Ahhh!” teriak Anya terkejut yang langsung menutup mulutnya sendiri ketika melihat Naga membunuh salah satu pasukan Liga Bayangan dengan menedang kepalanya hingga hancur ketika sudah terpental dan terduduk di salah satu dinding bangunan.


“Tim! Kak Naga dan kak Hamzah sudah bertemu dengan para pasukan dari Liga Bayangan!” kata Selena menginformasikan apa yang dia lihat dari layar kamera Naga yang ditranmisikan ke layar monitor rumah aman Abaddon.

__ADS_1


... Di waktu yang bersamaan kelompok Quince, Rex, Schatzi, Teguh, dan Anne sudah mulai bertarung melawan para pasukan Liga Bayangan yang menjaga penjara para polisi, TNI, dan polisi militer. Kemampuan serta pengalaman mereka berlima tidak perlu diragukan lagi sehingga mereka berlima dapat membunuh para pasukan Liga Bayangan dengan sangat efektif dan efisien. Para polisi, TNI, serta polisi militer yang sudah bebas langsung berjalan ke arah markas pasukan Liga Bayangan dan para penduduk yang memberontak terhasut ucapan Drake....


... Para polisi, TNI, dan polisi militer pergi tanpa membawa senjata apapun karena mereka bermaksud melumpuhkan serta menangkap para kriminal untuk di adili seadil - adilnya. Kelompok Quince, Rex, Schatzo, Teguh, dan Anne langsung melanjutkan misi mereka untuk mengamankan jalur menuju prototipe reaktor nuklir. Di sisi lain kelompok Izdihar, Jerax, Lestrade, Marco, dan Primrose mengamankan jalan para polisi, TNI, beserta polisi militer dari para pasukan Liga Bayangan yang memegang senjata api....


“Ini semua bukan film kan? Dimana Naga menangkis semua peluru yang ditembakan ke arahnya dengan menggunakan katana yang dia bawa atau dia hindari?” tanya Rangga yang terkejut dengan kemampuan Naga.


“Tentu, kak Naga memiliki reflek di atas rata - rata manusia normal ditambah dengan kemampuan pengamatannya kak Naga bisa menghindari peluru yang mengarah kepadanya dan menangkisnya. Kemampuan itulah yang membuat kak Naga lebih suka menggunakan senjata tajam atau bahkan tangan kosong ketika sedang dalam misi.” jawab Selena sambil fokus mengamati semua monitor di hadapannya.


“Kenapa?” tanya Rangga penasaran.


“Karena kak Naga dapat melihat secara langsung tatapan para kriminal yang ketakutan ketika kematian sudah berada di depan mata mereka. Walaupun kemampuan menembak kak Naga juga tidak kalah hebat terbukti ketika menyelamatkan kak Thea, dokter Ruan bersama Anya beberapa waktu lalu.” jawab Selena santai sambil melihat ke arah Rangga.


“Menyelamatkan aku, kak Thea, dan kak Ruan?” tanya Anya kebingungan.


“Pakuwon City Mall ketika Kevin Simon pelaku penembakan melakukan aksi balas dendamnya dari atas mall tersebut. Kak Naga berhasil mengalahkannya ketika terjadi duel antar penembak jitu hingga Kevin Simon kehilangan tangan kanan bagian bawahnya.” jawab Selena sambil melihat ke arah Anya yang membuat Anya terkejut.


“Jadi saat kak Thea bilang bahwa kak Naga selalu bersama kak Thea dan selalu melindungi kak Naga itu bukan sebuah kalimat kiasan?” tanya Anya memastikan.


“Iya ketika orang yang berusaha menyadera kamu berteriak ‘Scarlet Bullet’ aku langsung menyadarinya. Jika kamu yang dia ambil mungkin Naga akan ragu untuk menembak, tapi ketika aku yang dia bawa aku tahu untuk membuat ruang agar Naga tidak ragu untuk menembak pelaku.” jawab Thea sambil tersenyum menatap Anya.


“Wah ikatan batin kalian benar - benar luar biasa seolah - olah kak Thea benar - benar terlahir untuk kak Naga begitupun sebaliknya.” puji Selena sambil tersenyum bangga menatap Thea.


“Itu hanya karena pengalamanku saja Selena.” jawab Thea sambil tersenyum.


“Iya tapi pengalaman pahit kak Thea membuat kak Thea bisa memiliki ikatan batin yang kuat dengan kak Naga. Walaupun sepertinya membuat kak Quince sangat marah tapi aku yakin saat ini kak Quince akan lebih memilih melindungi kak Thea daripada sebaliknya.” jawab Selena sambil tersenyum penuh percaya diri menatap Thea.

__ADS_1


__ADS_2