
... D’Seven langsung menendang kursi yang diduduki oleh Selena hingga membuat Selena terjatuh dan Naga langsung meminta Selena untuk bersembunyi di balik komputer utama. D’Seven dengan penuh percaya diri langsung menekan tombol ‘yes’ untuk menghapus semua database mata - mata yang berada di bawah pimpinannya tanpa mengetahui bahwa Selena sudah memprogram ketika ada seseorang yang menghapus database tersebut maka akan dikirimkan semua datanya kepada Institusi terkait. Pada awalnya D’Seven tersenyum penuh kemenangan hingga akhirnya sadar bahwa database tersebut sedang melakukan pengiriman kepada Institusi terkait yang membuat dirinya panik....
... D’Seven yang panik berusaha menembak komputer utama dan mesin yang terhubung pada komputer tersebut. Namun Naga dengan cepat menembak lutut kiri D’Seven yang sedang panik dan menendang kepalanya hingga pingsan. Tidak lama setelah itu Marco dan Orson tiba di ruangan tersebut sambil membopong Primrose yang terluka akibat sebuah tusukan benda tajam di perutnya....
“Bagaimana keadaan Prim?” tanya Naga sambil menatap Primrose.
“Lukanya tidak mengenai organ vital.” jawab Orson penuh percaya diri.
“Selena apa kamu bisa berjalan?” tanya Naga menatap Selena dengan tatapan fokus yang dijawab anggukan oleh Selena.
“Selena tolong bawa Primrose dari gedung ini, Orson bawa Ryan sedangkan Marco tolong bawa D’Seven. Aku akan menunggu sampai pengiriman datanya selesai lalu meledakan bangunan ini!” intsruksi Naga sambil menatap semuanya satu persatu secara bergiliran penuh percaya diri.
... Tidak lama kemudian mereka langsung menjalankan instruksi dari Naga dan keluar dari gedung tersebut. Setelah memastikan semua mata - mata yang berkhinat dan memilih bekerja di bawah D’Seven berhasil dikirimkan kepada semua institusi terkait Naga langsung berjalan keluar dari ruang tersebut. Setibanya di luar bersama yang lainnya Naga langsung meledakan pabrik tersebut hingga terjadi kebakaran besar yang membuah pihak berwajib datang dan menemukan Ryan beserta D’Seven....
... Naga, Marco, Orson, dan Selena membawa Primrose ke rumah sakit tempat Rizki bekerja untuk mendapatkan perawatan. Naga, Marco, dan Orson begiliran menjaga Primrose setelah mendapatkan perawatan dimana Naga akan menjaga Primrose terlebih dahulu. Setibanya Marco untuk bergiliran jaga Naga bertemu salah satu kenalan dokter bernama Leroy Barnard yang juga mengetahui identitas Naga sebagai seorang Abaddon....
“Permisi sebentar!” pinta Barnard ramah kepada rekan - rekannya yang sedang bersemangat mengobrol dengannya dan langsung bergegas menghampiri Naga.
“Naga!” sapa Barnard sambil tersenyum ramah dan langsung menjabat tangan Naga dengan penuh semangat.
“Dokter Barn!” balas Naga sambil tersenyum ramah menatap Barnard.
... Dokter Leroy Baynard dijuluki sebagai Schweitzernya Indonesia dimana setiap tiga bulan sekali dia akan mengabdikan dirinya sebagai dokter untuk kemanusiaan di belahan dunia manapun selama 1 bulan penuh. Kemampuan dan pengetahuan Dokter Barnard juga sudah diakui oleh seluruh dunia kedokteran serta menjadi panutan dari hampir semua dokter yang ada di dunia. Meskipun Dokter Barnard mengenal Naga sebagai seorang Abaddon dia tidak mengetahui apapun tentang keluarga Naga karena sifatnya sangat rahasia....
“Naga!” sapa Ruan yang terkejut bertemu Naga di rumah sakit tempat Rizki bekerja.
“Dokter Leroy!” lanjut Ruan sambil tersenyum penuh hormat menatap Barnard.
“Dokter Ruan!” sapa Barnard sambil tersenyum ramah yang terkejut ketika mendengar Ruan mengenal Naga.
“Kak Ruan!” sapa Naga sambil tersenyum ramah menatap Ruan yang membuat Barnard semakin terkejut.
__ADS_1
“Tunggu ...” kata Barnard sambil menunjuk Naga dan Ruan silih bergantian.
“Kak Ruan adalah kakakku dokter Barnard.” jelas Naga sambil menatap Barnard yang membuat Barnard semakin terkejut.
“Hoo senang bisa bertemu dengan keluarga Naga, maaf dokter Ruan kalau saya terlihat berlebihan karena saya mengenal Naga cukup dekat jadi saya sangat senang bisa bertemu dengan keluarga Naga.” kata Barnard yang tersenyum menatap Ruan dengan penuh hormat.
“Dokter Leroy mengenal Naga cukup dekat?” tanya Ruan yang terkejut.
“Tentu, masakan buatan Naga sangat luar biasa bukan? Terutama desert buatan Naga itu benar - benar sangat enak sekali. Setiap aku memiliki waktu senggang dan ingin makan enak aku pasti datang ke restoran tempat Naga bekerja.” jawab Barnard sambil tersenyum penuh semangat yang dijawab anggukan penuh senyuman oleh Ruan.
“Ada apa kamu ke rumah sakit Naga?” tanya Ruan memastikan.
“Aku habis menjenguk temanku yang sakit kak.” jawab Naga santai.
“Hmm sepertinya Thea sedang tidak sakit kali ini.” kata Ruan sambil tersenyum jahil menatap Naga.
“Temanku bukan hanya Thea saja kak.” jawab Naga sambil tersenyum penuh kemenangan menatap Ruan.
“Iya aku menjenguk temanku sepulang bekerja.” jawab Naga santai.
“Baiklah kalau begitu silahkan nikmati kebersamaan kalian dokter Ruan, Naga!” kata Barnard sambil tersenyum ramah menatap Ruan dan Naga silih bergantian.
“Senang bertemu kembali dengan anda, Naga!” lanjut Barnard sambil tersenyum penuh hormat lalu pergi meninggalkan Ruan bersama Naga.
“Dari hari apa kamu ada pekerjaan di Surabaya?” tanya Ruan memastikan.
“Dari tiga hari yang lalu kak, tapi aku tidak bisa berkunjung ke rumah tolong sampaikan salamku kepada Bunda, Anya, dan bang Rangga ya kak Ruan!” jawab Naga sambil menatap Ruan penuh harap.
“Tentu Naga, kamu hati - hati ya dan jaga kesehatanmu jangan sampai kecapekan!” kata Ruan sambil menatap Naga penuh perhatian.
“Baik kak!” jawab Naga yang langsung pergi ke rumah aman milik Abaddon.
__ADS_1
... Berita tentang Ryan dan D’Seven beserta seluruh mata - mata di bawah pimpinannya viral di seluruh Asia. Ryan dan D’Seven juga diamankan oleh BIN Indonesia yang membuat seluruh negara di Asia bekerja sama untuk membersihkan orang - orang yang bekerja di bawah pimpinan D’Seven. Ryan yang merupakan putra penerus Abadi Grup juga langsung menjatuhkan nama baik dan nama besar Abadi Grup hingga ke pasar modal....
... Sebelum jam makan siang Marco dan Primrose diberitahu bahwa Primrose sudah diizinkan untuk pulang jika mereka memang ingin pulang. Tanpa pikir panjang Marco dan Primrose langsung pergi keluar dari rumah sakit untuk kembali ke rumah aman milik Abaddon di Surabaya. Setibanya mereka di rumah aman mereka langsung makan siang bersama dengan Naga, Orson beserta Selena....
... Tidak lama setelah selesai makan siang Khalid langsung menghubungi mereka semua dan mengapresiasi kinerja mereka yang telah berhasil membuka mata - mata pengkhianat dari berbagai negara Asia. Pada saat itu Naga juga merekomendasikan Selena untuk bekerja membantu Abaddon karena kemampuan dan pengetahuan Selena di bidang teknologi. Khalid yang kebetulan sudah memikirkan hal tersebut langsung menyetujui permintaan Naga setelah Selena juga bersedia untuk bekerja membantu Abaddon skuad penghancur....
“Prim istirahatlah disini, Marco dan Orson tolong persiapkan tempat tinggal untuk Selena di Surabaya, aku akan mencarikan Selena pekerjaan sampingan!” pinta Naga sambil menatap semuanya satu persatu.
“Apakah pekerjaan sampingan ini akan ada hubungannya dengan wanita pemilik Cafe tempat kita melakukan rencana kemarin?” tanya Selena penuh semangat.
“Untuk saat ini itu yang terbaik.” jawab Naga santai.
“Aku setuju!” jawab Selena sambil tersenyum penuh semangat yang membuat Marco, Orson, dan Primrose saling bertukar pandangan keheranan.
... Sekitar jam 7 malam Naga pergi ke monumen tugu pahlawan di Surabaya seorang diri dan duduk di salah satu kursi yang tersedia di area tersebut. Tidak lama kemudian Thea juga datang ke tempat tersebut sambil mencari - cari keberadaan Naga. Ketika Thea sudah melihat Naga Thea langsung pergi menghampiri Naga dengan penuh senyuman dan langsung duduk di samping kiri Naga....
“Naga aku selalu menyesali kehidupanku saat aku bergabung ke dalam PPBP ataupun DKM tapi hari ini aku bisa bersyukur karena pernah melalui semua itu.” kata Thea sambil tersenyum bahagia menatap Naga.
“Aku percaya kamu akan menyadari dan mengerti kode yang aku maksud ketika datang ke cafe milikmu kemarin malam.” jawab Naga santai sambil menatap lurus ke depan menikmati indahnya malam.
“Iya ketika kamu memesan sesuatu yang tidak seperti biasanya aku menyadari kamu ingin mengucapkan sesuatu kepadaku. Apa yang ingin kamu bicarakan denganku Naga?” tanya Thea sambil menatap Naga penasaran.
“Bisakah kamu menerima Selena sebagai karyawan paruh waktu di cafe milikmu?” tanya Naga sambil menatap Thea penuh harap.
“Aku pribadi tidak masalah Naga, tapi aku tetap harus mendiskusikannya terlebih dahulu dengan Lisa.” jawab Thea sambil menatap Naga.
“Tidak masalah Thea, mungkin sebaiknya kalian berdua juga melakukan interview terlebih dahulu kepada Selena.” kata Naga sambil menatap Thea penuh keyakinan.
“Baik Naga.” jawab Thea sambil tersenyum manis.
“Naga, mulai sekarang biarkan aku untuk terus mencintaimu, melindungimu, menjagamu, dan menjadi tempatmu untuk kembali!” pinta Thea yang tersenyum manis sambil menatap Naga dan memegang tangan kiri Naga.
__ADS_1