Abaddon Skuad Penghancur

Abaddon Skuad Penghancur
Kemerdekaan Uganda


__ADS_3

... Seluruh anggota Abaddon berkumpul di salah satu rumah aman mereka yang berlokasi di Jakarta karena ada sebuah misi yang harus mereka selesaikan. Khalid menjelaskan bahwa ada seorang pria bernama Joseph Kony yang merupakan salah satu petinggi militer dari negara Uganda melakukan kudeta kepada pemimpin negara tersebut dengan bantuan tentara bayaran. Saat ini Uganda dipimpin secara otoriter dan masyarakatnya kehilangan kebebasan...


... Alasan Uni Afrika meminta bantuan dari Abaddon karena Joseph Kony tidak akan puas sampai menguasai Uganda dimana saat ini dia mulai menyebar kekuasannyanya ke negara tetanggan sekitar Uganda. Uni Afrika yakin bahwa Joseph Kony ingin mengambil alih Uni Afrika dan jika itu terjadi kemungkinan akan menyebabkan peperangan skala besar terutama dengan negara - negara adidaya. Ada sekelompok orang yang menamakan diri mereka sebagai kelompok pejuang kemerdekaan yang berusaha mengembalikan kekuasaan kepada masyarakat Uganda....


...Khalid meminta seluruh Abaddon untuk berkoordinasi dengan mereka untuk menghentikan Joseph Kony. Para anggota Abaddon mendengarkan penjelasan dari Khalid sambil membaca beberapa berkas terkait Joseph Kony beserta pasukan dibawah pimpinannya. Setelah selesai mendengar semua penjelasan dari Khalid sebelas anggota Abaddon langsung berkemas dan bersiap terbang menuju Uganda....


... Naga dan skuad Abaddon lainnya pergi ke Uganda dengan pesawat sipil menyamar sebagai orang yang datang ke Uganda karena urusan pekerjaan. Selena yang mendapatkan informasi tersebut juga langsung mencari tahu dan memberikan semua informasi yang diperlukan kepada skuad Abaddon. Setibanya di Uganda Naga bersama skuad Abaddon lainnya pergi ke sebuah hutan belantara sesuai dengan koordinat yang diberikan oleh Selena untuk menemui kelompok pejuang kemerdekaan Uganda....


“Ketua, Abaddon datang kemari! (dalam bahasa Inggris)” kata salah satu pengawas yang bergegas menemui Alice Waller sang pemimpin kelompob pejuang kemerdekaan Uganda setelah melihat Naga dan para Abaddon berjalan di tengah hutan markas rahasia mereka.


“Senang bisa bertemu anda Naga! (dalam bahasa Swahili)” sapa Alice ketika dirinya bertemu dengan Naga sambil menjabat tangan Naga dengan penuh hormat.


“Selamat datang di markas rahasia kami Abaddon! (dalam bahasa Inggris)” lanjut Alice sambil melihat seluruh anggota Abaddon lainnya.


“Terima kasih atas sambutannya! (dalam bahasa Swahili)” jawab Naga sambil tersenyum ramah melihat seluruh kelompok pejuang di hadapannya.

__ADS_1


“Maaf jika terkesan lancang, tapi serahkan semua urusan yang berhubungan dengan Joseph Kony kepada kami! (dalam bahasa Inggris)” pinta Naga tegas sambil melihat seluruh kelompok pejuang kemerdekaan Uganda yang berdiri di hadapannya.


“Kita bisa bekerja sama untuk menggulingkan Joseph Kony tuan Naga! (dalam bahasa Inggris)” protes Alice yang tidak setuju dengan permintaan Naga.


“Kami mengerti, tapi kami membutuhkan orang - orang seperti kalian untuk membangun Uganda kembali setelah kami berhasil menghentikan Joseph Kony. (dalam bahasa Inggir)” jawab Naga tegas sambil menatap Alice.


“Kami semua disini siap mati untuk kemerdekaan Uganda tuan Naga! (dalam bahasa Inggris)” kata salah satu pejuang kemerdekaan Uganda dengan penuh tekad.


“Aku tahu, tapi saat ini yang dibutuhkan dari kalian adalah kalian hidup untuk membangun Uganda kembali! (dalam bahasa Inggris)” jawab Naga tegas sambil melihat seluruh pasukan pejuang kemerdekaan Uganda.


... Meskipun semua anggota kelompok pejuang kemerdekaan Uganda siap berperang dan beberapa dari mereka kecewa terhadap permintaan Naga tapi yang dikatakan Naga juga benar. Uganda membutuhkan masyarakatnya yang peduli kepada Uganda dan kebebasan serta kedamain negara Uganda sebanyak mungkin. Jika banyak dari mereka yang tewas karena penyerangan kepada Joseph Kony maka siapa yang akan membangun Uganda kembali?...


... Setelah selesai berbicara dengan kelompok pejuang kemerdekaan Uganda Naga dan skuad Abaddon lainnya langsung pergi ke sebuah rumah untuk mempersiapkan diri mereka dalam peperangan. Setelah semuanya siap mereka langsung pergi mengendap - endap masuk ke dalam markas sekaligus tempat tinggal Joseph Kony. Para skuad Abaddon membunuh tentara Joseph Kony dan tentara bayaran satu persatu tanpa mengeluarkan suara sambil meletakan bom pada titik - titik vital markas Joseph Kony....


... Hamzah dan Izdihar yang hendak keluar setelah memasang beberapa bom tiba - tiba bertemu dengan beberapa orang pasukan Joseph Kony hingga terjadi perkelahian dan kontak senjata. Suara tembakan pertarungan tersebut terdengar oleh skuad Abaddon dan pasukan Joseph Kony lainnya yang membuat kontak senjata mulai terjadi di beberapa tempat. Joseph Kony yang menyadari bahaya mengintai dirinya langsung pergi keluar dari bangunan tersebut di dampingi oleh pengawal sekaligus tangan kanannya....

__ADS_1


... Naga dan Jerax yang melihat hal itu langsung fokus mengejar Joseph Kony beserta tangan kanannya sambil membunuh pasukan Joseph Kony yang mencoba menghadang mereka. Skuad Abaddon lainnya terus membunuh para pasukan Joseph Kony dengan menggunakan pisau, senjata api ataupun tangan kosong sambil terus bergerak menjauh dari radius ledakan bom yang mereka pasang. Quince yang melihat Jerax sedang bertarung melawan tangan kanan Joseph Kony langsung menghampiri mereka untuk membantu Jerax....


... Quince yang baru tiba langsung menendang kepala sang tangan kanan Joseph Kony hingga membuatnya mundur beberapa langkah. Jerax dan Quince bekerja sama menghajar sang tangan kanan Joseph Kony hingga membuat sang tangan kanan tidak mampu memberikan serangan yang tepat sasaran kepada mereka. Quince memukul leher sang tangan kanan hingga membuatnya kesulitan bernapas dan di waktu yang bersamaan Jerax menendang lutut kiri sang tangan kanan hingga membuatnya berlutut dengan satu kaki kirinya....


... Quince langsung memegang tubuh sang tangan kanan yang sudah condong ke belakang agar tidak terjatuh. Dengan cepat Jerax menendang leher sang tangan kanan hingga patah dan tewas di tempat. Setelah berhasil membunuh sang tangan kanan Jerax serta Quince langsung berlari menyusul skuad Abaddon lainnya untuk pergi ke zona aman dan langsung meledakan bom yang mereka pasang....


... Ledakan tersebut membunuh banyak pasukan Joseph Kony dan skuad Abaddon lainnya mulai membunuh pasukan Joseph Kony yang tersisa. Sementara Naga terus berlari mengejar Joseph Kony yang berusaha melarikan diri ke arah hutan belantara yang tidak jauh dari markasnya. Joseph Kony yang bersembunyi di tengah gelapnya malam di dalam hutan belantara membuat Naga sangat waspada dan tiba - tiba Joseph Kony dengan cepat menusuk perut Naga dengan pisau yang dia miliki....


“Sayang sekali, kamu terlalu lamban! (dalam bahasa Inggris)” kata Naga penuh percaya diri sambil menatap Joseph Kony dengan tajam.


... Mendengar hal itu Joseph langsung melihat pisau di tangan kanannya yang ternyata hanya sedikit menusuk perut Naga karena Naga berhasil menahan pisau Joseph dengan tangan kirinya. Tanpa basa basi Naga langsung memukul wajah Joseph dengan tinju kanannya yang membuat Joseph melepaskan pisaunya dengan terpaksa. Naga menggunakan pisau milik Joseph untuk menusuk dada Joseph lalu menurunkan pisau yang sudah tertusuk ke dada Joseph hingga membuat robek dada sampai perut Joseph yang membuat Joseph tewas seketika dengan mata terbelalak....


... Anggota skuad Abaddon lainnya langsung menjemput Naga dan bersama - sama berjalan ke arah keluar dari area markas Joseph Kony. Belum lama mereka berjalan tiba - tiba kelompok pejuang kemerdekaan Uganda muncul di hadapan mereka dengan penuh senyum kebanggan menatap seluruh skuad Abaddon. Rupanya suara ledakan yang skuad Abaddon ciptakan membuat semua kelompok pejuang kemerdekaan Uganda pergi ke markas Joseph Kony....


“Sepertinya kalian semua tidak ingin mengikuti permintaanku! (dalam bahasa Inggris)” kata Naga sambil tersenyum lega menatap semua kelompok pejuang kemerdekaan Uganda yang berdiri di hadapannya.

__ADS_1


“Kami mengikuti permintaanmu tuan Naga, berdiri di ‘belakang’ skuad Abaddon untuk membangun Uganda kembali. Sayangnya kamu tidak menjelaskan seberapa jauh jarak dari kata ‘belakang’ yang kamu maksud. (dalam bahasa Inggris)” jawab Alice sambil tersenyum bangga yang membuat Naga ikut tersenyum.


__ADS_2