Abaddon Skuad Penghancur

Abaddon Skuad Penghancur
Rumah Aman Surabaya


__ADS_3

... 15 jam berlalu Naga dan skuad Abaddon lainnya sudah tiba di kota Surabaya tanpa diketahui oleh Liga Bayangan. Mereka langsung menjalankan rencana yang disusun Naga sambil menyamar sebagai masyarakan Surabaya. Sementara Naga dan Hamzah datang menemui dua orang terlebih dahulu yang akan membantu mereka lalu memintanya untuk pergi ke sebuah alamat yang diberikan oleh Naga. Naga dan Hamzah melanjutkan perjalanan mereka untuk menjemput Thea dan Lisa yang bersembunyi di kediaman Thea....


“Tuk,tuk,tuk ... tuk!” suara ketukan pintu kediaman Thea.


... Lisa yang mendengar suara ketukan pintu berjalan menghampiri Thea perlahan karena ketakutan. Namun Thea yang mengerti bahwa ketukan pintu tersebut merupakan sebuah morse langsung menyadari kehadiran Naga dan membuka pintunya. Thea langsung memeluk Naga penuh kehangatan yang dibalas oleh Naga dengan pelukan penuh kelembutan sambil masuk ke kediaman Thea lalu Hamzah langsung menutup kembali pintunya....


“Kalian baik - baik saja?” tanya Naga penuh kelembutan sambil menatap Thea dan Lisa bergantian.


“Kami baik - baik saja Naga.” jawab Thea sambil tersenyum lega menatap Naga.


“Aku tidak punya waktu untuk menjelaskan sebaiknya kalian berdua ikut aku!” pinta Naga penuh percaya diri sambil menatap Thea dan Lisa.


... Lisa tampak ketakutan untuk pergi keluar, tapi Thea berhasil meyakinkannya untuk ikut bersama mereka. Naga memimpin jalan menuju kediaman keluarganya diikuti Thea yang saling berpengangan dengan Lisa dan Hamzah yang menjaga bagian belakang. Setibanya di rumah keluarga Naga, Naga langsung mengetuk pintu yang membuat semua keluarganya panik tapi Rizki dan Rangga berusaha mengintip mencari tahu siapa yang mengetuk pintu....


“Itu Naga!” kata Rizki sambil menatap Rangga lalu memberitahu Ruan, Anya serta Bunda dan langsung membukakan pintu untuk Naga.


“Kak Naga!” sapa Anya yang langsung memeluk Naga dengan penuh kehangatan yang diikuti oleh Bunda dan Ruan bergantian.


“Kak Thea!”sapa Anya yang langsung memeluk Naga dengan penuh kehangatan yang diikuti oleh Bunda dan Ruan bergantian.


“Ini Lisa sahabatku Bunda, kak Ruan, Anya, mas Rizki, mas Rangga!” kata Thea memperkenalkan Lisa sambil tersenyum.


“Selamat pagi semuanya!” sapa Lisa sambil tersenyum ramah.


“Ini teman kerjaku Hamzah dan ini keluargaku Hamzah!” kata Naga memperkenalkan Hamzah kepada keluarganya.


“Bunda sebaiknya semuanya ikut aku disini sudah tidak aman!” pinta Naga sambil menatap keluarganya silih bergantian.


“Mau kemana Naga?” tanya Bunda memastikan.


“Kita pergi ke salah satu rumah aman milik BIN.” jawab Naga penuh percaya diri.


“BIN?” tanya Rangga kebingungan.


“Tidak ada waktu untuk menjelaskannya sekarang bang tapi kita harus segera pergi dari sini!” jawab Naga sambil menatap keluarganya bergantian.

__ADS_1


“Sebaiknya kita ikuti perkataan Naga Bunda!” pinta Ruan sambil menatap Bunda diikuti anggukan setuju oleh Rizki.


... Akhirnya keluarga Naga, Hamzah, Thea, dan Lisa pergi dari rumah keluarga Naga untuk menuju rumah aman skuad Abaddon di Surabaya. Mereka semua berjalan dengan sangat hati - hati mencegah bertemu dengan kelompok Liga Bayangan yang mungkin akan mengancam keselamatan mereka. Setibanya di rumah aman skuad Abaddon Bunda, Anya, dan Rangga kebingungan karena sudah banyak orang disana yang tampak sangat sibuk dengan kegiatan mereka masing - masing....


“Laporan!” pinta Naga ramah.


“Kelompok 2 berhasil menemukan truk berisi bom nuklir dan Orson berada di dalam truk tersebut sambil meletakan alat penghalang sinyal.” jawab Selena sambil menatap Naga yang membuat Lisa terkejut.


“Selena?” tanya Lisa memastikan.


“Pagi kak Lisa!” sapa Selena ramah.


“Selamat datang keluarga Naga, Thea, dan Lisa!” sapa Primrose sambil tersenyum ramah menatap semuanya.


“Apakah kalian semua sudah sarapan?” lanjut Primrose memastikan.


“Apakah ini waktunya yang tepat untuk kami memikirkan sarapan sementara kalian bersiap untuk melawan kelompok *******?” tanya Ruan yang mengerti keadaan.


“Dokter Ruan dan semuanya anggap saja ini seperti rumah sendiri, aku akan menemani kalian semua selama disini sebelum aku ikut menjalankan misi.” jawab Primrose sambil tersenyum ramah.


“Apakah rumah aman kita berhasil dibobol?” tanya Schatzi yang menodongkan senjatanya ke arah dua orang yang berdiri di tangga paling bawah sambil menatap mereka dengan tatapan tajam.


“Turunkan senjata kalian, aku yang meminta bantuan mereka dan mengajak mereka kesini.” jawab Naga santai.


“Kamu meminta bantuan pembunuh berantai dan pencuri untuk membantu kita?” tanya Quince memastikan.


“Inilah alasan orang - orang seperti kami menghormati, mensegani, sekaligus takut kepada Naga karena Naga memandang negatif kesalahan kami bukan kami sebagai individu.” jawab Anne sambil menatap Quince tajam.


“Aku memanggil Anne Robin Hood wanita sayangnya setelah aksi terakhirnya dia dikhianati dan dijebak oleh salah satu orang yang pernah dia tolong sehingga dia berhasil ditangkap dan dimasukan ke dalam penjara.” kata Naga menjelaskan sambil melihat semua orang yang ada di ruangan tersebut.


“Pengkhianat memang seharusnya dimusnahkan!” kata Quince kesal yang meletakan kembali pistolnya ke samping pinggangnya sambil menatap Thea sinis.


“Teguh bukan seorang pemnbunuh berantai, dia rela melepaskan kehormatannya sebagai militer untuk menggantikan seorang pembunuh berantai masuk penjara demi mengobati penyakit ibunya dan mensekolahkan kedua adiknya.” jelas Hamzah sambil melihat ke arah semua orang.


“Aku tidak peduli kalian percaya atau tidak, tapi jika Naga memintaku untuk mengorbankan nyawaku demi melindungi keluarga Naga maka akan aku lakukan selayaknya Naga melindungi keluargaku.” jawab Teguh penuh tekad.

__ADS_1


“Naga siapa kamu sebenarnya? Bunda berdiri disini beberapa menit tapi seolah - olah Bunda tidak mengetahui apapun tentang diri kamu.” tanya Bunda kebingungan.


“Bunda izinkan aku menjelaskannya sambil kita sarapan!” ajak Primrose ramah.


“Sebaiknya kita sarapan dulu yuk!” ajak Ruan yang membuat Bunda, Anya, Rangga, Rizki, Thea, dan Lisa ikut ke ruang makan.


“Maaf kalau sarapannya seadanya karena kami perlu mempersiapkan misi jadi tidak bisa mempersiapkan sarapan terbaik.” kata Primrose sambil menyajikan sarapan yang mebuat Thea dan Ruan reflek bangkit membantu Primrose menyajikan sarapan.


“Bunda masih penasaran siapa kalian dan apa yang kalian bicarakan tentang Naga?” tanya Bunda yang masih gundah.


“Kami adalah skuad Abaddon pasukan khusus di bawah BIN Indonesia dan Naga adalah salah satu bagian dari kami Bunda. Kami disini ditugaskan untuk menghentikan Liga Bayangan dan menyelamatkan masyarakat Surabaya.” jawab Primrose yang langsung membut Bunda, Anya, Rangga, dan Lisa terkejut.


“Apa kak Ruan, kak Thea, dan mas Rizki tahu tentang kak Naga yang menjadi skuad Abaddon? Tampaknya kalian tidak terkejut sama sekali.” tanya Anya penasaran setelah melihat ketiga orang tersebut yang menyimak dengan santai.


“Iya kami bertiga sudah tahu tentang identitas Naga sebagai skuad Abaddon Dek.” jawab Ruan lemah lembut.


“Naga juga belum sarapan sebelum menjalankan misi sebaiknya Naga dan kalian juga sarapan terlebih dahulu!” pinta Bunda penuh perhatian.


“Tidak perlu mengkhawatirkan kami Bunda, menjaga keadaan Bunda dan semuanya tetap aman sudah cukup untuk membuat Naga tenang dalam menjalankan misi. Itu jauh lebih baik daripada sarapan tapi perasaan tidak tenang karena waktu yang terbatas dan keselamat keluarga Naga belum terjamin.” jawab Primrose sambil tersenyum ramah menatap Bunda.


... Ketika Bunda dan yang lainnya sedang sarapan Naga beserta timnya sedang mempersiapkan semua peralatan untuk misi melawan Liga Bayangan. Armor skuad Abaddon yang ada di rumah aman Surabaya hanya ada dua sehingga hanya Naga dan Hamzah yang mengenakan armor tersebut. Setelah selesai makan Bunda dan yang lainnya meminta agar bisa menemui Naga sebelum mereka semua pergi menjalankan misi dan Primrose dengan senang hati mengabulkannya....


“Apakah kamu mengingat sesuatu ketika melihat Naga menggunakan armor Abaddon?” tanya Quince sinis sambil menatap Thea yang tertunduk malu.


“Quince jangan terjebak di masa lalu!” pinta Hamzah tegas.


“Sampai kapanpun aku tidak akan pernah mempercayai seorang pengkhianat egois.” jawab Quince kesal yang tiba - tiba Naga meletakan tangannya tepat di kepala Quince.


“Quince aku mengerti akan sikapmu, tapi aku sangat berterima kasih kepadamu atas apa yang kamu lakukan kepada Thea.” jawab Naga sambil tersenyum menatap Quince.


“Apa maksudmu?” tanya Quince kebingungan.


“Aku tahu ketika aku mengantarkan Thea ke rumahnya aku sudah bersiap untuk menembak Thea tapi tidak kamu lakukan. Aku juga tahu setelah PPBP musnah seluruhnya sesekali kamu pergi ke Surabaya untuk membunuh Thea atau berharap melihat Thea berselingkuh dan menjadikan hal tersebut untukmu membunuhnya. Namun sampai saat ini kamu tidak pernah melukai Thea sedikitpun hingga aku bisa terus bersama Thea sampai saat ini. Itulah alasan kenapa aku sangat berterima kasih kepadamu karena kamu tidak melukai Thea di setiap kesempatan yang kamu miliki.” jawab Naga sambil tersenyum yang membuat semua orang terkejut dan membuat Quince tertunduk merasa bersalah dengan mata berkaca - kaca.


“Jika kamu sudah tahu itu semua kenapa kamu tidak menegurku? Kenapa kamu tidak marah kepadaku? Kenapa kamu tidak menghukumku?” tanya Quince keheranan sambil meneteskan air mata.

__ADS_1


“Aku tidak akan mencampakan keluargaku ketika keluargaku mencampakan aku dan aku tidak akan menyakiti keluargaku sekalipun keluargaku menyakitiku. Terlebih kamu tidak meluka Thea sedikitpun, jadi kenapa aku harus menegurmu atau bahkan menghukummu.” jawab Naga sambil tersenyum bangga menatap Quince.


__ADS_2