ABANG KETEMU GEDHE

ABANG KETEMU GEDHE
PAGI DI TERMINAL


__ADS_3

Gisel, gadis remaja yang masih begitu polos, jatuh cinta kepada Alfa yang begitu popular dan terkenal dekat dengan banyak gadis.


Alfa, Tentu saja cowo ganteng idaman banyak wanita. Begitu mahir dalam bermain musik, Alfa juga bergabung dalam sebuah Band musik disekolahnya, Alfa juga menonjol di segala bidang, seperti olahraga dan Akademis. Sayangnya Alfa terkenal sebagai cowo playboy yang suka gonta ganti pasangan.


Marcel, Sahabat karip Alfa. Dimana ada Alfa disitu juga ada Marcel. Bedanya Marcel lebih suka dengan kegiatan berbau pecinta Alam, seperti mendaki gunung dan kegiatan Mapala.


Malam itu Gisel sedang mengerjakan PR Matematika, Ponselnya bergetar hingga membuat benda kotak itu bergeser dari tempatnya.


Gisel melihat layar poselnya, penasaran siapa yang menelfonnya malam-malam.


Bang Marcel, Gisel segera mengangkat panggilan itu dan menempelkan ponselnya di telinganya.


"Iya bang, ada apa..?"


"Besok setelah pulang sekolah Alfa bakalan manggung di lapangan taman kota, Besok aku jemput ya..?"


"Ah, Siap. Makasih ya bang. Bang Marcel emang yang paling ngertiin aku."


"Siapa dulu dong, Marcel gitu loh"


"Ya udah bang, Gisel Lanjutin bikin PR dulu ya. Takut nggak keburu."


"Jangan tidur malem-malem. Kalau nggak bisa foto aja soalnya, ntar abang bantuin."


"Hehehe, Tau aja bang soalnya susah. Nanti kalau Gisel udah nyerah. Baru deh minta tolong."


Gisel memang sudah menganggap Marcel sebagai abangnya sendiri, Gisel adalah anak tunggal di kekuarga Hadinata. Pengusaha kaya di kota S.


Marcel adalah laki-laki yang selalu membantunya dalam segala hal. Termasuk keinginan Gisel yang ingin menjadi pacar Alfa. Kebetulan Marcel sahabat Alfa, Hal itu tentu memudahkan Gisel untuk mendekati cowok incarannya itu.


Gisel memohon kepada Marcel untuk membantunya dekat dengan Alfa, Tadinya Marcel menolak permintaan gadis manja yang begitu teropsesi dengan sahabatnya itu.


Walaupun Gisel gadis yang manja, namun ia sangatlah polos. Rajin belajar, taat aturan, pantang bolos sekolah dan yang pasti belum pernah berpacaran.


Gisel sangat penasaran seperti apa itu pacaran. Namun sayangnya cowo yang Gisel sukai sepertinya tak menyukainya sama sekali.

__ADS_1


Mereka bertiga tadinya satu sekolah sewaktu SMP, dan Marcel sudah menaruh hati kepada Gisel sejak kelas satu. Sayangnya gadis itu malah menganggapnya sebagai kakak laki-lakinya.


******


Lagu Ed Sheran Perfect.


Sengaja dipilih Gisel sebagai alarm ponselnya, mungkin karna Gisel menyukai lirik lagunya yang begitu mendalam dan romantis, hingga membuat setiap wanita pasti akan meleleh jika ada laki-laki yang mau menyanyikan lagu ini untuknya. Begitu pikiran Gisel sewaktu sedang halu membayangkan dirinya dinyanyikan lagu itu oleh Alfa yang jago nyanyi dan bermain gitar.


Baby, I'm dancing in the dark with you between my arms


Barefoot on the grass, listening to our favorite song


When you said you looked a mess,


I whispered underneath my breath


But you heard it, darling, you look perfect tonight.


Suara alunan lagu itu memecah keheningan pagi di kamar Gisel.


"Aahh ternyata sudah pagi," Tutur Gisel seraya mencari ponselnya yang semalam dia taruh di atas meja tepat di sebelah ranjannya.


Hooaaah...


Menguap dan berusaha merenggangkan tubuhnya. Berharap rasa kantuknya akan segera hilang.


Gisel adalah gadis remaja yang cantik, berkulit kuning langsat, rambutnya hitam lurus dan panjang. Perawakannya tinggi dan langsing wajahnya mirip gita gutawa dengan gigi gingsulnya yang membuat dirinya semakin manis jika tersenyum. Saat ini Gisel kelas 1 SMA di salah satu SMA Negeri di Kota S.


"Aku harus segera mandi jika nanti mau satu bis dengan Alfa," Ucap Gisel dalam hati yang saat itu masih terkulai di kasurnya ogah-ogahan karna masih mengantuk. Tapi saat mengingat Alfa, Gisel jadi begitu bersemangat untuk berangkat sekolah.


Ya memang Alfa yang menjadi alasan kenapa Gisel memilih untuk bersekolah di kota yang sama dengan Alfa. Sayangnya Alfa bersekolah di Sekolahan yang hanya menerima murid khusus pria saja. Jadi mau tidak mau Gisel harus mencari sekolahan berbeda yang masih satu kota dengan sekolah Alfa.


Mereka memang bukan sepasang kekasih, tetapi mereka sudah kenal satu sama lain sejak SMP. Mulai dari kelas satu SMP Gisel sudah begitu mengagumi sosok Alfa. Pemuda yang tampan pintar dan mahir di segala bidang. Terutama akademis olahraga dan bermain musik. Hal itulah yang membuat Gisel menjadi fans beratnya. Sosok Alfa memang begitu sempurna dimata Gisel.


Alfa memang memiliki kharisma tersendiri hingga membuat dirinya disukai banyak teman wanita. Postur tubuh yang tinggi dan kekar dengan kulit sawo matang dan rambut cepak hitam dan rapi.

__ADS_1


Pagi itu menunjukkan pukul 06.00 dan Gisel sudah selesai bersiap siap untuk berangkat ke sekolah.


"Buk.. nanti Gisel pulang agak sore ya, soalnya mau belajar kelompok di rumah Hanna," Ucap Gisel setelah menghabiskan sarapan paginya.


"Iya nak.. Nanti telfon ya kalau sudah selesai biar nanti dijemput sama bapak."


Kemudian Gisel membawa bekas piring dan gelas kotor ke dapur untuk mencucinya.


"Sudah diminum susunya nak..?" Ucap Lia, ibunya Gisel dengan nada lembut.


"Sudah buk," saut Gisel yang saat itu sudah selesai cuci piring dan langsung mengambil tas dan mendatangi Ibunya untuk berpamitan.


"Gisel berangkat dulu ya buk." Mencium tangan ibunya dan tersenyum memandang wajah Ibunya yang saat ini berada di hadapannya.


"Hati-hati ya sayang."


"Iya buk.. tenang saja," Saut Gisel dengan berlalu pergi meninggalkan Ibunya. Sambil menoleh ke belakang dan melambai-lambaikan tangannya. Gisel harus berjalan kurang lebih sepuluh menit untuk menuju ke Terminal .


Kemudian butuh perjalanan setengah jam untuk bisa sampai ke Sekolahan dengan menaiki bus. Begitulah perjalanan Gisel setiap harinya untuk bisa bersekolah.


Setiba di terminal Gisel melihat ke sekeliling namun ternyata yang dia cari tidak ada.


"Ah ternyata mereka belum datang," gumam Gisel dalam hati. "Lebih baik aku duduk dulu sambil baca materi semalam." Menarik napas panjang.


Hari itu adalah hari Rabu, jadi Gisel mengenakan seragam Identitas sekolahnya.. Bajunya berwarna putih polos dengan aksen batik berwarna biru di ujung lengan dan di ujung saku depan di sebelah kiri. Rok dan dasinya juga motif batik dengan panjang menutupi setengah lututnya. Rambut Gisel di kucir kuda dengan poni samping dan dihiasi jepit pita di sebelah kanan rambutnya.


"Dooooorrr"


Suara itu mengagetkan Gisel yang tengah serius membaca.


Bang Marcel.


Tutur Gisel dengan segera. Ternyata itu adalah Marcel yang sengaja mengagetkan Gisel dari belakang dengan berteriak sambil menepuk bahu Gisel dengan kedua tangannya.


Gisel melirik cowo disebelah Marcel, Dia adalah Alfa. Cowo ganteng pujaan hatinya.

__ADS_1


"Ouh kenapa sih Alfa kayaknya nggak pernah melihat keberadaanku," Gerutu Gisel dalam hatinya.


《《To Be Continued》》


__ADS_2