ABANG KETEMU GEDHE

ABANG KETEMU GEDHE
PENGAKUAN RINA


__ADS_3

"Ayo kita pindah di taman belakang saja Gisel, aku juga akan memanggil Nadia untuk ikut bergabung bersama kita. Nanti akan ku ceritakan bagaimana aku melabrak Rina."


"Baiklah kalau begitu. Kamu melabrak Rina? tapi dia itu kan pacarmu Alfa."


"Sudahlah, nanti aku jelasin. Ayo kita ke taman!"


Gisel kemudian mengangguk dan mengikuti langkah Alfa dari belakang.


Setiba di taman. Alfa mengambil ponselnya yang ia saku di celana, Alfa menelfon adiknya Nadia agar segera menyusul ke taman.


Tak butuh waktu lama, batang hidung Nadia sudah terlihat hendak menghampiri Gisel dan Alfa yang sedang duduk di bangku taman.


"Hi ka Gisel, Apa kabar?"


"Hallo Nadia. Puji Tuhan kabar baik. Oh iya. Ini bajumu yang aku pinjam waktu itu ya. Trimakasih banyak kamu sudah meminjamiku baju dan menemaniku waktu itu."


"Sudah lah ka, jangan sungkan. Nadia seneng kok bisa bantu ka Gisel. Oh iya, Ka Alfa udah kasih lihat soal rekaman CCTV itu kan?"


"Iya, Aku baru saja selesai melihatnya."


"Iya ka, Waktu itu Nadia memang sudah merasa janggal mendengar cerita dari ka Gisel, makanya Nadia menceritakan semuanya kepada ka Alfa. Nggak taunya ka Alfa juga begitu penasaran kenapa kaka bisa terjatuh ke dalam kolam. Jadi kami memutuskan untuk melihat rekaman CCTV yang ada. Tak disangka kami menemukan hal yang begitu mengagetkan itu. Jadi kami berdua langsung kerumah Rina dan menanyakan kebenarannya."


"Lalu bagaimana reaksi Rina?"


"Waktu itu sih, Rina awalnya begitu kekeh bilang kalau dia ditabrak orang yang tidak ia kenal dan tak sengaja mendorongmu. Tapi saat ka Alfa bilang sudah melihat rekaman CCTV, Rina langsung menangis dan memohon maaf kepada kami."

__ADS_1


"Tadinya aku juga sudah begitu emosi kepada Rina, kenapa dia bisa begitu nekat dan melakukan perbuatan keji yang bisa mengancam nyawa seseorang. Aku bahkan mengancam Rina akan membawa kasus ini ke jalur hukum." Alfa menimpali dengan ekspresi kemarahan di wajahnya.


"Benarkah? Sebenarnya aku merasa kasian pada Rina, pasti saat itu dia merasa begitu ketakutan."


"Kamu ini, kenapa malah mengasihani gadis jahat sepertinya. Bahkan saat ini aku merasa masih begitu marah dan benci kepadanya," Ucap Alfa dengan nada sedikit meninggi.


"Iya ka Gisel, Nadia juga jadi benci sama Rina, Taukah kaka kalau ka Alfa langsung memutuskan hubungan mereka?"


"Apakah benar itu Alfa? Aku jadi semakin tak enak hati kepada Rina, gara-gara aku, dia jadi putus sama kamu."


"Ya ampun Gisel. Kau ini terlaku baik hati. Kamu tak perlu mengasihani orang yang sudah mencelakaimu. Lagi pula aku memutuskan Rina juga bukan karenamu. Itu karena aku memang tak mau berpacaran dengan cewe yang berhati busuk."


"Huum, tapi kan tetap saja. Mungkin dia melakukan semua itu karena terlalu cemburu dan tak suka saat kita ngobrol kemarin. Lalu bagaimana kelanjutan ceritanya? Apakah kalian jadi melaporkan Rina ke polisi? Kalau sudah cabut saja tuntutannya. Aku sudah memaafkan Rina kok."


Kedua kakak beradik itu beradu pandang. Sepertinya mereka begitu kagum, Gisel sedah memaafkan Rina secepat itu. Karna kenyataanya baik Nadia mauoun Alfa masuh begitu benci kepada gadis bernama Rina itu.


Gisel melirik ke arah Alfa yang tampak biasa saja setelah baru saja putus dengan kekasihya. kelihatannya tak ada guratan kesedihan di wajahnya.


"Iya lah, gampang banget bilang putus. Karna bangimu cewe itu putus satu tumbuh seribu. Andai saja Alfa itu berhenti jadi cowo playboy. Ah Gisel-Gisel. Kamu ini jangan sok alim, kau bahkan sudah tau jika Alfa itu playboy tapi masih saja suka padanya. Bagaimana jika kamu bernasip sama dengan mantan-mantannya yang diputuskannya begitu saja saat sudah bosan."


Gisel kemudian mengalihkan kembali fokusnya pada Nadia yang mulai bercerita kembali.


"Tau kah ka, Rina bahkan sampai menangis sejadi-jadinya. Ia bahkan sudah tak memperdulikan penampilannya. Matanya jadi hitam saat air mata membuat eyelinernya jadi luntur terkena air mata. Aku sedikit menahan tawa saat melihat wajahnya yang begitu berantakan"


"Kasian sekali. Rina itu kan terkenal baget kalau dia itu gadis yang modis dan selalu menjaga penampilannya."

__ADS_1


Gisel berulang kali mengucapkan kata kasian kepada Rina, membuat Alfa jadi begitu heran.


"Kenapa gadis ini begitu baik hati. Padahal dia yang jadi korbannya. Malahan dia yang kasian pada pelakunya. Sungguh gadis yang begitu langka."


Diam-diam Alfa mulai mengagumi sosok Gisel yang hatinya begitu baik dan pemaaf.


"Iya ka Gisel, Nadia juga jadi sedikit kasian saat Rina bilang kalau dia melakukan semua itu karna terbakar api cemburu. Katanya dia hanya berniat ingin mempermalukanmu dengan membuat bajumu menjadi basah. Namun tak disangka , ternyata ka Gisel malah tak bisa berenang. Rina juga mengaku dia juga begitu ketakutan melihat kaka yang mulai tenggelam karna tak bisa berenang."


"Mana ada, kasian untuknya. Intinya tetap saja, Rina berusaha untuk mencelakai dan mempermakukan Gisel di depan semua orang. Apa itu namanya bukan jahat?"


Marcel merasa tak terima kedua gadis itu bilang kasian kepada Rina.


"Iya-iya. Terserah kaka saja. yang jelas kan kaka juga tak jadi melaporkan Rina ke polisi. Berarti kaka kan juga kasian kepadanya."


"Siapa bilang aku kasian. Aku cuma mau melimpahkan semua keputusannya kepada Gisel. Aku sudah putus dengan gadis itu, jadi aku tidak mau berurusan lagi dengannya. Kalian jangan sebut-sebut lagi namanya didepanku."


Nadia dan Gisel saling berbalas senyum. Mereka sebenarnya juga menyadari kakau Alfa juga bukan orang yang begitu tega kepada gadis yang sudah mengakui kesalahannya.


"Sudah ah. Aku mau berlatih ngedram saja di kamarku. Kalian lajutkan saja ngobrolnya. Nanti kalau sudah selesai panggil saja aku. Nanti aku akan mengantarmu pulang."


Alfa kemudian berlalu meninggalkan kedua gadis itu dan pergi menuju kamarnya.


Sesampai di kamar, Akfa merebahkan tubuhnya di atas kasur. Ia masih merasa begitu heran keoada Gisel yang begitu baik dan tak suka menyimpan dendam itu.


"Sepertinya Gisel itu memang gadis yang langka. Aku sepertinya menyukainya. Bahkan saat aku bersamanya , kurasakan debaran jantung yang tak seperti biasanya. Apakah ini yang dinamakan cinta yang sesungguhnya? Rasa ini begitu aneh. Aku bahkan belum pernah merasakan hal semacam ini saat bersama mantan-mantan pacarku. Aku harus mendapatkan gadis itu. Akan kupastikan jika ini benar-benar rasa cinta. Rasa yang aku cari selama ini. Sepertinya Gisel juga belum pernah berpacaran. Pasti akan sangat menyenangkan jika aku berhasil mendapatkannya. Ayo Alfa. Mulai sekarang kamu harus fokus untuk mendapatkan hatinya."

__ADS_1


《《 To Be Continued》》


__ADS_2