ABANG KETEMU GEDHE

ABANG KETEMU GEDHE
BIS SEKOLAH


__ADS_3

Setelah vidio call berakhir, Gisel segera sikat gigi dan bersiap untuk tidur. Gadis itu berulang kali tersenyum mengingat percakapannya dengan Marcel.


Entah kenapa sepertinya sekarang Gisel begitu nyaman dengan Marcel. Bahkan gadis itu sering memimpikan Marcel dalam tidurnya. Padahal cowo yang selama ini ia kagumi adalah Alfa. Namun, sepertinya Gisel belum menyadari bahwa sebenarnya sosok yang ia cintai adalah Marcel.


Pagi itu Gisel sengaja bangun lebih awal. Ia sudah jajian dengan bi Inah untuk mengajarinya membuat nasi uduk. Tentu saja Gisel begitu bersemangat belajar memasak untuk membawakan bekal Marcel.


Setiba di terminal Gisel melihat Marcel dan Alfa sudah tiba terlebih dulu. Mereka sedang duduk di salah satu bangku untuk menunggu bis datang.


"Selamat pagi Gisel." Alfa yang melihat Gisel langsung menyapanya.


"Hi Alfa. Selamat pagi juga. Tumben kalian datang lebih awal dariku?"


"Bukan Kami yang datang lebih awal. Tapi kamu yang datangnya kelamaan Gisel. Tumben banget kamu berangkatnya agak molor," Saut Marcel sambil mengacak-acak rambut Gisel.


"Ih abang, rambutnya jangan diberantakin. Gisel kan sudah menyisirnya dengan rapi. Lagi pula Gisel sedikit lebih lambat berangkatnya juga karna pengen bawain bekal buat abang."


"Benarkah? Mana bekalnya?"


Alfa yang melihat keakrapan mereka mendadak jadi cemburu. Padahal dulu Alfa begitu cuek dan tak memandang Gisel yang sering terlihat bersama dengan sahabatnya itu.


"Ini dia." Gisek mwngekuarkan kotak bekal dari tasnya dan memberikannya pada Marcel.


"Mana kotak bekal yang semalam bang? Abang membawakannya kan?"


"Astaga Gisel. Aku lupa membawanya. Nanti sore aku atar saja merumahmu ya. Maaf aku benar-benar lupa."


"Huft... Ya sudah kah. Ini bekalnya bang. Kali ini Gisel nyobain bikin nasi uduk. Semoga Abang suka ya."


"Heem enak banget tuh kayaknya. Wanginya sampek kecium kesini. Aku mau juga dong dimasakin." Alfa menyaut pembicaraan Gisel dan Marcel.


"Heem gimana ya.. Gimana kalau nanti sore kamu juga ikut kerumahku saja Alfa. Aku akan bikinin kalian sup buah dan pan cake. Semalam Gisel sudah googling resepnya. Nanti kita bisa bikin bareng-bareng tuh, pasti seru. Nanti aku juga akan ajak Hanna agar dia bisa ikut."


"Ide bagus tuh." Alfa terlihat begitu bersemangat bisa dapat kesempatan untuk bisa lebih dekat dengan Gisel.

__ADS_1


"Kenapa sepertinya Alfa mulai simpatik kepada Gisel ya. Dulu kan Alfa tak melirik sedikitpun kepada Gisel. Atau jangan-jangan Alfa mulai suka lagi. Semoga saja Alfa nggak akan nyakitin Gisel. Awas aja kalau Alfa cuma berniat untuk mempermainkan Gisel."


Bis yang mereka tunggu akhirnya datang. Mereka naik bis bersama-sama. Karna ada acara bazar buku murah di pusat kota. Hari itu banyak sekali warga yang naik bis untuk mengunjungi bazar itu.


Karna saking banyaknya penumpang, mereka bertiga sampai tidak kebagian tempat duduk dan harus berdiri. Tak seperti biasanya yang cukup lengang dan tak harus memaksa mereka berdiri.


Gisel yang tak biasa berdiri, terlihat begitu kesulitan saat bis itu melaju dengan kencang dan sesekali sering berhenti mendadak mengangkut penumpang atau menurunkan penumpang.


Beberapa kali Gisel tak bisa menyeimbangkan tubuhnya dan nyaris terjerembab.


Marcel dan Alfa tersenyum melihat Gisel yang terlihat begitu imut dan lucu saat gadis itu kebingungan karena tak bisa berpegangan pada holder yang terlalu tinggi baginya.


Bug..


Gisel tersungkur dan jatuh di pelukan Marcel. Marcel dengan begitu sigap memegangi Gisel dengan satu tangannya.


Bibir mereka Nyaris saling menempel. Namun karna Gisel bisa mengelaknya. Gisel justru membuat dirinya jatuh dipelukan Marcel.


"Iya nggak papa. Aku ngerti kok. Kalau kamu kesulitan untuk menyeimbangkan tubuhmu. Mendingan kamu berpegangan pada lenganku saja Gisel. Aku cukup kuat kok."


Gisel yang tak mau dibuat malu lagi karna tersungkur, kemudian berpegangan pada lengan Marcel.


Untungnya Gisel tak harus menunggu lama lagi untuk berdiri. Bis itu sudah sampai di depan sekolah Gisel. Dan akhirnya ia turun terlebih dulu. Sedangkan Marcel dan Alfa masih berada di dalam bis karena sekolah mereka letaknya lebih jauh dari sekolah Gisel.


"Hi Gisel. Akhirnya kamu dateng juga. Aku sudah tak sabar menunggumu." Hanna menyabut kedatangan Gisel dengan memeluknya.


"Humm tumben banget nih. Ada apa?" Tanya Gisel penasaran.


"Hehehe. Aku ada kabar baik untuk kita."


"Kabar baik. Apa itu Hanna? Ayo cepat katakan."


"Heem tuh kan, kamu pasti penasaran. Lihat ini, tadi bu Indah menyerahkan surat ini untuk kita."

__ADS_1


Gisel kemudian membaca selembar surat yang diberikan Hanna. Tertulis disana sekolahan mereka diminta untuk mengirimkan lima orang siswi mewakili acara kemah bersama tingkat Penggalang.


"Lalu apa hubungannya dengan kita?"


"Bu Indah menunjuk kita berdua untuk ikut acara itu. Bu Indah juga meminta kita untuk merekrut tiga orang lagi untuk bergabung di tim kita."


"Huum acaranya tinggal tiga hari lagi. Sebaiknya kita mengajak dari anggota inti DKA dan PMR saja."


"Iya aku setuju. Lagi pula mereka pasti juga sudah terbiasa jika harus berurusan dengan mendirikan tenda, mencari jejak, pertolongan pertama dan kegiatan kemah lainya."


"Baiklah sekarang sudah beres masalahnya. Ayo kita ke kelas."


Mereka berdua menuju kelas dengan bergandengan tangan.


"Oh iya Hana. Nanti sore kamu bisa kan datang kerumahku. Soalnya bang Marcel dan Alfa juga berencana untuk datang kerumah. Temani aku ya!"


"Heem pasti ini rencana kamu agar bisa lebih deket dengan Alfa kan? Aku pasti tidak salah menebaknya."


"Hehehe kok kamu tau sih. Tapi Kali ini aku tidak ingin terlalu maniak mengejarnya kok. Aku tau kalau kamu juga tidak akan setuju jika aku berpacaran dengan cowo playboy seperti Alfa. Aku hanya ingin berteman dengannya saja kok. Kelihatannya Alfa juga bukan orang yang jahat. Aku tak harus menjauhinya kan. Aku hanya perlu waspada dan tidak boleh terlalu percaya dengan ucapan manisnya."


"Huum tumben kamu pinter. Aku hanya tidak ingin kamu tersakiti Gisel. Aku dengar Alfa baru saja memutuskan pacarnya. Sekarang dia pasti sedang mencari mangsa barunya."


"Kamu ini ada-ada saja. Alfa itu tak seburuk yang kamu pikirkan kok."


"Tuh kan kamu sudah mulai terbuai dengan tipu muslihatnya."


"Gisel tersenyum medengar perkataan sahabatnya itu."


Dari kecil Hanna memang sudah tumbuh di keluarga broken heart. Ayahnya meninggalkan Ibunya saat dirinya masih begitu kecil dan laki-laki itu justru menikah lagi dengan wanita muda pilihannya.


Mungkin hal itulah yang membuat Hanna begitu benci dan tidak suka dengan cowo playboy dan suka mempermainkan wanita. Dan karna itu juga Hanna sering melarang Gisel agar tidak dekat-dekat dengan Alfa. Apalagi sahabatnya itu begitu maniak ingin menjadi pacar Alfa yang sudah dicap sebagai cowo yang suka gonta-ganti pasangan.


《《To Be Continued》》

__ADS_1


__ADS_2