ABANG KETEMU GEDHE

ABANG KETEMU GEDHE
MENGHADIRI PESTA


__ADS_3

Sore itu Gisel sedang bersiap-siap untuk menghadiri pesta ulang tahun Alfa.


Gisel mengenakan gaun berwarna merah dengan model kerah shanghai dan aksen pita dibagian pinggang bagian belakang. Sedangkan bagian bawah gaun itu lebih menampakkan kesan berlayer dengan panjang selutut. Begitu pas dan nampak anggun di tubuh Gisel.


Gisel sengaja mencatok rambutnya menjadi model curly gantung. Ia menyematkan anting mutiara simple di telinganya. Gisel nampak begitu sempurna malam itu.


Tadinya Gisel ingin pergi ke pesta itu bersama Marcel, namun karna kejadian kemarin. Ia lebih memilih untuk meminta tolong pak totok supir keluarganya untuk mengantarnya.


Gisel tiba di pesta sedikit terlambat karna ia harus menunggu mobil keluarganya yang dipakai ibunya bekerja lembur.


"Ah sepertinya acaranya sudah mulai, semoga aku bisa lebih dekat dengan Alfa. Tapi mustahil juga sepertinya. Alfa pasti mengundang kekasihnya. Mana mungkin aku bisa punya kesempatan mendekati Alfa. Andai ada bang Marcel, pasti dia akan membantuku." Keluh Gisel dihatinya.


"Tidak-tidak. Mulai sekarang aku tidak boleh begitu menggantungkan diriku pada bang Marcel." Gisel kemudian menguatkan hatinya dan keluar dari mobil dan berjalan mendekati kerumunan para tamu undangan.


Dan benar saja, persis seperti yang dikatakan Marsel sore itu. Baru saja Gisel memasuki ruangan, semua mata tertuju padanya.


Gadis yang biasanya terlihat tak pernah berdandan itu, kini menjelma menjadi bidadari cantik dan telah menyita perhatian semua mata yang ada di ruangan itu.


Tak terkecualai Alfa. Laki-laki itu begitu terpesona dengan kecantikan Gisel yang nampak begitu sempurna malam itu.


Banyak bibir yang berbisik-bisik membicarakan Gadis yang baru saja tiba itu.


"Wah cantik sekali, siapa gadis itu..? dia bagaikan cinderela yang mampu menghipnotis semua tamu yang datang."


"Bukankan dia itu Gisel..? Kenapa bisa berubah jadi secantik itu. Aku jadi iri deh."


"Waah tak kusangka Gisel bisa bermetamorfosis menjadi kupu-kupu yang cantik. Setelah ini pasti akan banyak cowok yang ingin dekat dengannya."


"Ah biasa aja deh, Cantikan juga aku. Awas saja kalau nanti Gadis itu berani caper sama Alfa. Aku pasti tidak akan tinggal diam."


Begitu banyak yang memuji Gisel. Namun tak sedikit juga yang iri dan menggunjing dirinya.


Naluri playboy Alfa mendadak naik menjadi 100%.


"Marcel, bukankah dia itu Gisel yang selalu bersama denganmu itu..?ajaklah kemari aku ingin menyapanya dengan baik."

__ADS_1


"Tidak bisa Alfa. Aku sedang ada sedikit masalah dengannya. Sebaiknya kamu sendiri yang datang menyapanya."


"Ah yang benar saja. Bukankah dia itu sudah menganggapmu sebagai kakak..? Kalau begitu boleh kan aku mendekatinya..?"


"Terserah kau saja, lagi pula Gisel pasti akan senang jika bisa lebih akrab denganmu."


Alfa kemudian datang menyambut Gisel yang masih terlihat kikuk karna begitu banyak pasang mata yang sedang memandanginya.


"Hey, Gisel. Kenapa hanya berdiri saja disini..? Ayo ikut bergabunglah bersama kami. Acara potong kue akan segera dimulai. Maaf ya kalau selama ini mungkin aku tidak bersikap baik sebagai seorang teman. Alfa kemudian mengajak Gisel ikut berkumpul dengan teman-teman dekatnya."


"Ah beruntung sekali dia. Disambut secara langsung oleh Alfa."


"Tentu saja, dia kan cantik, tidak seperti kita."


Orang-orang itu berbisik namun Gisel masih bisa mendengarnya.


"Aku bisa terlihat cantik seperti ini juga berkat bantuan bang Marcel yang memilikan gaun ini dan menyarankanku berdandan seperti ini."


Kemarin Marcel memang sempat memperlihatkan Gisel tutorial make up simple untuk acara pesta. Dan Gisel mempraktekkan semua yang ada dalam vidio itu. Termasuk dalam penataan rambutnya.


Tema ulang tahun Alfa kali ini mengusung konsep Out Door dengan latar ditepi kolam renang dengan hiasan lampu-lampu tumbler warna-warni serta beberapa lampion menggantung menghiasi langit-langit yang menambah kesan elegan dan romantis.


"Hi semua. kenalkan, gadis cantik ini adalah temanku, bagi yang belum mengenalnya kalian nanti boleh berkenalan secara pribadi." Alfa mengenalkan Gisel dihadapan semua teman-temannya.


Pacar Alfa terlihat begitu cemburu dan langsung tidak suka dengan kehadiran Gisel yang menjadi pusat perhatian. Bahkan sedari tadi Alfa tidak memperkenalkan dirinya sebagai kesasih Alfa.


"Hi Gisel. Kenalkan aku Rina pacarnya Alfa. Kuharap kita bisa berteman baik."


Rina Sengaja mengeraskan suaranya saat menyebutkan kata pacar Alfa agar yang lain juga bisa mendengarnya. Dengan begitu dia sudah tidak memberi kesempatan untuk Gisel jika mencoba untuk mendekati Alfa.


Sayangnya tidak begitu dengan Alfa. Dia terus saja mencari kesempatan agar bisa lebih dekat dengan Gisel.


Sementara Gisel. Sepertinya kini ia malah menyimpang dari tujuan utamanya datang kepesta itu. Dari tadi perhatiannya terpusat pada Marcel yang mendadak pergi saat dirinya datang bersama Alfa.


Mata Gisel mengarah kesembarang arah berharap menemukan sosok yang ia cari. Namun hasilnya Nihil.

__ADS_1


"Pergi kemana bang Marcel..? Kenapa batang hidungnya jadi tak terlihat. Sudahlah, mungkin dia sedang ke toilet. Pasti nanti dia juga kembali kesini. Ini kan pesta ulang tahun sahabatnya."


Gisel kemudian mencoba kembali fokus di acara ulang tahun Alfa.


Alfa sedang memotong kue, kemudian ia memberikan kue itu kepada mama dan papanya. Kemidian Alfa memotong sepotong kue lagi dan hendak diberikan kepada Gisel.


Gerak gerik Alfa sudah dibaca Rina kekasihnya. Kemudian dengan sigap Rina mengambil kue itu sebekum Alfa berikan kepada Gisel.


Alfa tak bisa berbuat banyak dan terpaksa memberikan kue itu kepada Rina. Akfa tak keberatan karna dia memang melupakan sosok gadis yang dia sebut sebagai kekasihnya saat ini.


Suara tepuk tangan dan suitan memenuhi tempat itu.


Acara ulang tahun itu berlangsung begitu meriah. Kini Gisel sedang menikmati Eskrim, sajian yang sedari tadi sudah jadi pusat perhatiannya pertama kali. Sesekali Gisel masih menyusuri setiap sudut tempat itu berharap menemukan keberadaan Marcel.


Alfa yang melihat Gisel sedang menyendiri kemudian datang menghampirinya.


"Hei, Lagi ngapain..? Aku temani ya."


"Eh Alfa. Iya ini lagi nyobain eskrim." Tetap saja mata Gisel tak bisa fokus dengan sosok yang sedang mengajaknya bicara saat ini.


"Lagi nyariin Marcel ya..? Palingan dia sekarang lagi di dalem rumah sambil dengerin musik dengan Headphone nya. Kamu kan tau sendiri kalau dia itu tidak begitu suka dengan keramaian."


"Ahh benar juga. Pasti bang Marcel lebil memilih mencari tempat yang lebih tenang." Gisel kemudian tersenyum kepada Alfa.


"Ya ampun Gisel. Ini kan kesempatan yang sangat langka. Harusnya kamu memanfaatkannya dengan baik. Ayo semangat..!!"


"Oh iya Gis, selama ini kan aku belum menyimpan nomormu. Apakah aku boleh sesekali menghubungimu..?


"Ah iya, benar juga. Kita sudah berteman sejak lama tapi kita belum saling mengenal dengan baik."


"Maafkan aku ya Gisel, Mungkin selama ini aku yang terlalu sombong."


"Tidak juga kok. Sini berikan ponselmu. Aku akan menuliskan nomor ponselku."


Alfa kemudian memberikan ponselnya dan saling bertukar nomor telefon dengan Gisel.

__ADS_1


《《To Be Continued》》


__ADS_2