ABANG KETEMU GEDHE

ABANG KETEMU GEDHE
TRAGEDI DI PESTA


__ADS_3

Rina begitu tak suka melihat kedekatan Alfa dan Gisel. Rina kemudian menyusun rencana untuk mempermalukan Gisel dihadapan


banyak orang.


"Hi Gisel, Bisakah kamu menemaniku ke toilet sebentar..? Sepertinya aku butuh teman."


"Ah tentu saja. Aku ketoilet dulu ya Alfa."


Kedua gadis itu kemudian berlalu meninggalkan Alfa.


"Ah sial. Padahal aku sudah cukup akrab dengan Gisel, Rina itu pasti sengaja mengajak Gisel karna dia cemburu melihat kami berduaan." Alfa mengumpat dalam hatinya.


"Hey, apakah kamu tau, tadi Alfa memberiku hadiah kalung ini. Cantik bukan..?" Rina memamerkan liontin dengan bandul berbentuk hati berwarna hijau zambrud dihiasi beberapa permata berkilauan yang melingkar di lehernya. Begitu cantik dan sangat cocok di pakai gadis itu."


"Ah benar sangat cantik. Kamu sangat beruntung memiliki Alfa."


"Tentu saja. Hari ini Alfa yang ulang tahun tetapi malah aku yang mendapat hadiah special ini. Bukankah hal itu pasti akan membuat semua gadis iri kepadaku?"


Gisel menunduk, ia sadar jika Rina sedang memamerkan begitu beruntungnya dia.


"Akan banyak gadis yang mengincar posisiku saat ini, tapi aku tidak akan pernah tinggal diam, dan melepaskan Alfa begitu saja. Akan kupastikan hanya aku yang akan menjadi milik Alfa satu-satunya."


Gisel menelan salifanya mendengar penuturan dari Rina.


"Apakah kamu sudah selesai..? Ayo kita kembali ke pesta..!!"


"Ah iya, ayo kita kembali. Pasti teman-teman yang lain sudah menunggu kita untuk acara dansa."


Gisel jadi sedikit merinding saat mengucapkan kata dansa, bukanya ia senang justru Gisel teringat kejadian dirumah Marcel yang membuatnya tak bisa tidur dengan nyenyak semalaman.


Saat mereka melewati kolam renang, Rina memberikan kode kedipan kepada temannya yang sudah bersiap menjalankan rencana yang mereka susun.


Laki-laki itu sengaja menabrak Rina dengan cukup keras, Sedangkan Gisel yang berada disisi dekat dengan kolam tak bisa menyeimbangkan tubuhnya saat Rina dengan sengaja mendorong tubuhnya ke arah kolam.


Byuurrrrr...


Suara Gisel yang tercebur ke dalam kolam terdengar begitu keras dan menyita perhatian semua orang.


"Astaga Gisel. Tolong-tolong..!! Rina bersandiwara ketakutan dan berteriak minta tolong."


"Suara apa itu..? bukankah itu orang minta tolong..?" Orang-orang yang tak berada di dekat kolam kemudian berlari mendekati pusat suara.

__ADS_1


Semua orang berkerumun di tepi kolam, melihat apa yang sebenarnya terjadi.


Tak disangka, ternyata Gisel tak bisa berenang dan malah semakin menuju ke tengah kolam karna Gisel begitu panik dan mengerahkan seluruh tenaganya, berusaha tidak tenggelam.


Gisel melambai-lambaikan tangannya ke atas meminta tolong, sambil sekuat tenaga berteriak minta tolong.


Kini rasa takut Rina menjadi ketakutan yang sebenarnya. Rina takut jika terjadi sesuatu terhadap Gisel. Tadinya ia hanya ingin membuat Gisel malu karna bajunya basah, namun tak disangka ternyata Gisel tak bisa berenang dan mulai tak bersuara lagi karna mungkin kelelahan dan banyak meminum air.


Saat Alfa sampain disana. Ia juga begitu panik. Alfa membuka jasnya untuk menolong Gisel. Namun belum sempat Alfa selesai melepas pakaiannya, seseorang berlari dari dalam rumah dan langsung meluncur ke dalam kolam berusaha menyelamatkan Gisel yang sudah mulai kehabisan tenaga dan tenggelam ke dasar kolam.


Tadinya Marcel memang sedang menyendiri sambil mendengarkan musik dengan Headphone nya di dalam rumah Alfa. Perhatiannya tersita ketika ia melihat orang-orang berlarian ke arah kolam yang terlihat dengan wajah panik.


"Ada apa ya...? Kenapa semua orang berlari ke arah kolam..?"


Marcel kemudian melepas Headphone yang menempel di telinganya. Terdengar suara gadis meminta tolong.


"Bukankah itu suaranya Gisel. Apa yang terjadi dengan gadis itu...?"


Marcel yang begitu khawatir langsung ikut berlari sekencang mungkin dan menerobos kerumunan teman-temannya yang memunuhi bibir kolam.


Byurr..


Semua orang terlihat begitu panik dan suasana pesta yang tadinya gembira berubah menjadi menegangkan.


Banyak laki-laki yang tadinya ingin menolong Gisel. Namun mereķa terlalu banyak berpikir. Ada yang takut ikut tenggelam. Ada yang takut setelan jasnya nanti basah. Ada pula yang hanya menonton karena ikut panik dan bingung mau berbuat apa.


"Gisel.. Gisel.. Sadarlah...!!"


Marcel menempelkan kupingnya di dada Gisel. Marcel begitu lega masih mendengar detak jantung Gisel.


Marcel mencoba menyadarkan Gisel dengan menggoyangkan tubuhnya. Namun tak ada hasil. Marcel kemudian menekan beberapa kali dada Gisel dengan kedua tangannya. Namun Gisel tak kunjung sadar juga.


Cup..!! Mulut Marcel mendarat di bibir Gisel memberikan nafas Buatan. Marcel menutup cuping hidung Gisel, sedikit mendongakkan kepala gadis itu dan beberapa kali memberikan nafas buatan.


Marcel memang seorang pecinta alam dan menjadi ketua di organisasi Mapala sekolahnya. Tentu Marcel tau betul bagaimana cara memberikan nafas buatan dan pertolongan pertama ketika ada orang yang tenggelam dan membutuhkan pertolongan. Semua itu ia dapatkan dari pelajaran ekstrakulikular Pencinta Alam.


Marcel kembali menekan dada Gisel di dekat ulu hati. Berharap air yang masuk ke tubuh Gisel bisa keluar.


Uhuk Uhuk... Uhuk Uhuk


Gisel tersedak saat memuntahkan air dari mulutnya.

__ADS_1


Semua orang begitu tampak lega melihat Gisel sadar dari pinsannya.


Gisel perlahan membuka matanya dan melihat kesekeliling.


"Dimana aku..?"


Sepertinya Gisel jadi lupa dengan apa yang terjadi sebelumnya setelah tak sadarkan diri.


Gisel menatap wajah laki-laki yang bersimpuh dihadapannya. Laki-laki itu tersenyum kepadanya. Dia tampak begitu berantakan dengan rambut dan bajunya yang basah.


"Bang Marcel. Apa yang terjadi..? Kenapa abang ada disini...? Gisel mencoba untuk bangun. Namun kepalanya terasa begitu pusing."


Marcel membantu Gisel untuk duduk dengan menyangga tubuh Gisel.


Gisel yang begitu heran dengan keadaan sekitar kemudian berusaha memikirkan apa yang terjadi dengannya. Gisel hanya mengingat dirinya terjatuh ke dalam kolam dan berusaha untuk menyelamatkan diri.


Alfa juga mendekat kepada Gisel. Ia memberikan Jasnya dan memakaikannya kepada Gisel yang terlihat menggigil kedinginan.


"Kamu tidak apa-apa Gisel..? Ayo kubantu berdiri. Aku akan membawamu ke kamar adikku. Dia pasti mempunyai baju yang bisa dipakai untukmu."


"Iya ka Gisel ayo ku antar ke kamarku." Nadia adik Alfa juga ikut membatu Gisel berdiri.


Alfa kemudian juga membantu Sahabatnya berdiri.


"Bajumu juga basah Marcel. Ayo ikut denganku ke kamar. Kau harus mengeringkan tubuhmu dan berganti pakaian. Akan kupinjamkan bajuku untukmu. Biar Gisel bersama Nadia saja."


Marcel menurut dan mengikuti Alfa dari belakang.


Setelah Gisel mengeringkan tubuhnya dan berganti baju. Giliran Gisel mengeringkan rambutnya yang basah dengan hair dryer dibantu oleh Nadia.


"Sebenarnya apa yang terjadi tadi ka Gisel..? kenapa kamu bisa sampai tercebur ke kolam..?" Tanya Nadia yang begitu penasaran.


"Entahlah, Aku juga tidak begitu ingat. Semuanya terjadi begitu cepat. Yang ku ingat aku dan Rina sedang kembali dari toilet. Dan sepertinya ada laki-laki yang menabrak Rina dan Rina yang perpegangan padaku sepertinya tak sengaja mendorongku dan membuat aku terjatuh ke kolam."


Gisel berusaha mengingat kembali detail tragedi yang hampir merenggut nyawanya itu jika tak segera ditolong oleh Marcel.


"Benarkah..? Pasti itu sangat membuatmu trauma. Sebaiknya setelah ini kaka pulang saja dan istirahat. Aku akan meminta kak Alfa untuk mengantarmu."


Gisel hanya terdiam. Jantungnya masih terasa berdebar ketika mengingat dirinya yang mulai kehabisan nafas saat berusaha menyelamatkan diri dari air yang seperti menyeretnya ke dasar kolam.


《《 To Be Continued》》

__ADS_1


__ADS_2