ABANG KETEMU GEDHE

ABANG KETEMU GEDHE
GENGSI


__ADS_3

Setelah selesai mengeringkan rambutnya, Gisel meminum coklat panas yang dibuatkan Nadia untuk menghangatkan tubuhnya.


"Terimakasih banyak ya Nadia. Kamu baik sekali padaku."


"Ah kaka, itu sudah jadi kewajibanku membantu kaka. Tunggu disini sebentar ya. Aku akan mencari ka Alfa untuk mengantarmu pulang."


Gisel menganggukan kepalanya. Ia masih disibukan dengan meniup coklat panas dalam cangkir itu, dan sesekali menyeruputnya.


Acara ulang tahun Alfa terpaksa ditunda sementara karna kejadian itu. Marcel yang sudah selesai berganti baju, kemudian kembali berkumpul bersama teman-teman yang lain.


Mereka sedang membicarakan kejadian itu, kenapa Gisel bisa sampai tercebur ke kolam.


"Rina, bukankah tadi itu Gisel bersamamu pergi ke toilet..?" Alfa mulai mengitrogasi Rina, orang terakhir yang bersama Gisel.


"I... Iya... Tadi Gisel memang menemaniku pergi ke Toilet." Rina menjawab dengan begitu gugup.


"Lalu bagaimana Gisel bisa sampai terjatuh..?"


"Emmm itu. Entah lah aku juga tak begitu ingat. Tiba-tiba ada yang menabrakku dari belakang. Aku jadi kehilangan keseimbangan, waktu itu aku mencoba berpegangan pada Gisel. Namun, karna mungkin Gisel terlalu berada di tepi kolam jadi terjatuh saat aku tak sengaja sedikit mendorongnya." Tangan Rina gemetar, ia begitu takut jika ulahnya sampai terbongkar.


Nadia berjalan mendekati kakaknya Alfa.


"Ka bisakah kamu mengantar Gisel pulang..? aku kasian padanya, kelihatannya Gisel masih begitu trauma dan butuh istirahat."


"Baiklah kalau begitu, aku akan mengantarnya."


"Tapi Alfa, disini kan masih begitu banyak tamu dan teman-teman kita. Lagi pula ini kan acara ulang tahunmu. Sebaiknya Marcel saja yang mengantar Gisel, kamu tetap disini saja. Lagipula Marcel pasti juga butuh istirahat. Iya kan Marcel..?" Rina mencoba meyakinkan Alfa agar tak jadi mengantar Gisel.


"Benar juga apa yang dikatakan Rina, kamu tetap disini saja menemui setiap tamu yang datang. Biar aku saja yang mengantar Gisel, Aku juga akan pulang sekarang. Maafkan aku tak bisa disini sampai acaranya selesai." Marcel memeluk sahabatnya itu dan mengucapkan selamat ulang tahun.


"Nadia, tolong panggilkan Gisel ya..!! aku akan menunggu di mobil."


"Baiklah kalau begitu, ka Marcel. Aku akan segera memanggil Gisel."


Nadia kemudian kembali kekamarnya mememui Gisel yang terlihat sudah menghabiskan coklat panasnya.


"Sepertinya ka Alfa tak bisa mengantarmu pulang karna masih harus menemani tamu-tamu undangan Gisel. Sebagai gantinya ka Marcel yang akan mengantarmu pulang."

__ADS_1


"Ma... Marcel..?"


"Iya ka Marcel, tadi kan dia yang menolongmu, dia pasti juga ingin segera pulang untuk beristirahat. Ka Marcel sudah menunggu di mobil, ayo Gisel..!! Aku akan mengantarmu kesana."


"Baiklah kalau begitu, ijinkan aku menemui Alfa dulu ya..!!"


Gisel kemudian menemui Alfa terlebih dulu. Gisel mengucapkan selamat ulang tahun, dan memberikan kado yang sudah Gisel siapkan.


Gisel juga meminta maaf karna telah menimbulkan kegaduhan dan membuat acara pestanya jadi berantakan.


Setelah berpamitan, Gisel kemudian diantar Nadia menuju mobil Marcel yang sudah menunggu di halaman.


Gisel berpamitan kepada Nadia, Gisel berterima kasih sekali lagi oada gadis itu kaena sudah begitu baik kepadanya.


Marcel membukakan pintu belakang untuk Gisel. Setelah Gisel masuk ia kemudian membuka jendela san melambaikan tangan kepada Nadia.


Mobil melaju meninggakkan pekarangan rumah Alfa. Suasana di dalam mobil menjadi sedikit canggung.


"Apakah sekarang kamu sudah baik-baik saja Gisel..?" Akhirnya Marcel tak tahan dan membuka percakapan.


"Syukurlah kalau begitu."


"Trimakasih ya bang, tadi sudah menolongku. Aku berhutang budi utukmu."


"Tidak Gisel, justru aku yang berhutang maaf kepadamu. Anggap saja tadi itu merupakan salah satu upayaku untuk meminta maaf padamu."


Gisel jadi terdiam. Tak tau harus membalas percakapan itu bagaimana. Sebenarnya dalam hati Gisel sudah memaafkan Marcel. Namun, ia masih begitu gengsi untuk mengutarakannya.


Tadinya Gisel ingin duduk di kursi depan. Menemani Marcel seperri biasanya, tapi karna Marcel membuka pintu belakang, Gisel juga hanya bisa menurut saja. Mungkin rasa bersalah Marcel masih begitu besar. Jadi dia tak mau membuat Gisel jadi tak nyaman karenanya.


Marcel mengantar Gisel sampai depan rumahnya. Marcel kemudian


turun dan membukakan pintu untuk Gisel.


"Aku langsung pulang ya Gisel. Sebaiknya kamu lasung istirahat saja."


"Baiklah kalau begitu bang, hati-hati dijalan."

__ADS_1


Gisel langsung beranjak melangkah ingin segera masuk ke dalam rumah karna entah kenapa sejak kejadian itu,dadanya selalu berdebar saat berada di dekat Marcel.


"Astaga, aku lupa berterimakasih."


Saat Gisel berbalik ingin berterimakasih, Marcel Malah sudah berpaling darinya hendak masuk ke dalam mobil lagi.


Begitu juga dengan Marcel, saat ia ingin mengucapkan selamat malam dan have a nice dream, sayangnya Gisel membelakanginya dan hendak masuk kedalam rumah.


Jadi mereka sama-sama mengurungkan niatnya. Gisel masuk ke dalam rumah dan Marcel berlalu meninggalkan halaman rumah Gisel.


Gisel menyapa ibunya yang masih menonton TV sambil menunggu kepulangan anaknya. Gisel menceritakan semua kejadian si pesta itu. Ibu Lia begitu terkejut mendengar cerita dari putri kesayangannya itu.


Berulang kali Liliana memeluk dan menciumi Giselm Ia memeriksa setiap jengkal tubuh putrinya itu kalau kalau ada yang terluka.


"Apakah kamu yakin baik-baik saja sayang..? Bagaimana kalau kita ke dokter untuk memastikannya," Ucap Liliana yang merasa begitu khawatir keoada Gisel.


"Gisel baik-baik saja Ibuku sayang, saat ini Gisel cuma butuh istirahat. Gisel yakin besok juga akan kembaki seperti sediakala. Gisel cuma capek buk, tenang saja."


"Baiklah kalau begitu, ayo ibu antar kekamar..!!"


Gisel diatar ibunya kekamar. Ia segera membaringkan tubuhnya di atas kasur. Ibu lia menyelimuti Gisel dan kemudian mencium kening pitrinya itu.


"Istirahat yang nyenyak ya sayang." Liliana kemudian menyalakan lampu tidur, danematikan lampu utama kamar Gisel.


"Have a nice dream sayang." Liliana keluar dan menutup kembali kamar Gisel.


Gisel yang belum bisa langsung tidur, kemudian membayangkan kejadian yadi yang masih membuat bulu kuduknya berdiri saat mengingatnya.


Kenapa aku tadi tak berterimakasih dengan benar kepada bang Marcel. Padalah kan dia yang begitu berjasa menyelamatkan aku. Ayolah Gisel, buang gengsimu. Besok kamu harus berterimakasih dengan sungguh-sungguh kepada bang Marcel.


"Sebaiknya aku telefon Hanna dan menceritakan semuanya padanya. Andai tadi Hana juga ada disana. Aku pasti tidak akan kesepian, dan mungkin tragedi tadi juga tidak akan terjadi. Hanna kan orangnya begitu gesit. Pasti dia sudah menyelamatkanku swbekum aku terjatuh."


Hanna adalah seorang atlet pencak silat. Geeakannya mwmang begitu gesit. tak jarang Hanna mendapat piala juara saat ikut dalam kompetisi.


Gisel kemudian mengambil ponselnya yang masih berada di dalam tas. Ia juga menceritakan seluruh kejadian tadi kepada Hanna.


《《 To Be Continued》》

__ADS_1


__ADS_2