
Akhirnya Rosaline membulatkan tekad. Oke, aku pasrah jika Grey marah padaku karena aku menanyakan penyakitnya, aku tau Grey selalu menghindar jika ditanyai tentang penyakitnya tanda Grey tak ingin penyakitnya diketahui. Tapi aku juga tak bisa terus – terusan penasaran dan kepikiran masalah ini sepanjang waktu. Semoga ternyata foto itu cuma hoax belaka. Semoga...
Rosaline menggamit Grey, mengajak pemuda itu agar mengikutinya ke belakang bangunan sekolah yang sepi, tempatnya bicara dengan Danni tadi. Mereka duduk di bangku tua yang ada di sana.
“Ini...” Rosaline dengan tangan gemetar memperlihatkan foto yang dikirim Danni ke WA nya pada Grey. “Katakan foto ini cuma hoax...Katakan foto ini cuma bohong, Grey!”
Awalnya Grey tampak terkejut melihat foto itu, lama pemuda itu terpana menatap foto yang ada di dalam HP Rosaline, tapi akhirnya Grey menggeleng.
“No, foto itu bukan hoax...It’s real.” jawab Grey mengejutkan Rosaline. “I don't know how they take my picture...Dan kenapa bisa ada di HP mu?”
Rosaline terlalu shock untuk mengatakan darimana dia mendapatkan foto itu, gadis itu cuma mendekap mulutnya, memandang Grey dengan pandangan tidak terima.
“Foto itu bukan hoax? Jadi...Jadi...Kamu...Kenapa berobat di rumah sakit jiwa?”
“Yeah, aku kemarin memang perlu berobat ke sana...”
“Perlu berobat ke sana?”
“Okey, okey, I will tell you the truth...Toh Kamu sudah tau juga...My doctors diagnosed me with Bipolar Disorder.” sahut Grey tanpa memandang Rosaline seolah begitu berat sebenarnya untuk mengatakan itu.
“Apa Grey?”
“Dokter mendiagnosa aku terkena Bipolar Disorder...”
“Bipolar Disorder? Ya Tuhan...” Rosaline bagai disambar petir mendengar jawaban Grey yang mengejutkan itu. Jadi benar Grey? Ya Tuhan, apa yang terjadi dengan Grey selang sembilan tahun ini? Sehingga dia jadi...Yah seperti yang dibilang bang Danni...Sakit jiwa? Rosaline serasa tak percaya. Apakah karena trauma kematian tragis mamanya? Apakah karena papanya menikah lagi? Grey, Grey....Sahabat masa kecilku...Kenapa semua ini bisa terjadi? Ini pasti sebuah kesalahan besar! Ini pasti cuma sebuah mimpi buruk!
Seketika tidak ada rasa jijik atau takut yang timbul pada gadis itu, justru rasa iba dan sedih yang mendalam menyelimuti hati Rosaline ketika memandang Grey.
“Ketauannya waktu aku SMP...Waktu di Amerika...” lanjut Grey datar.
Rosaline cuma bisa terdiam mendengarnya. Gadis itu tak tau mengapa tiba – tiba pandangan matanya menjadi kabur, penuh membendung air mata.
“Hey, kok kamu menangis? I wasn't dead yet!” Grey terkejut akan sikap Rosaline yang tiba – tiba menangis itu. “Ada apa sih? Kok kamu tiba – tiba jadi begini?“
“Maaf...Maaf...” kata Rosaline sambil berusaha menghapus air matanya yang berlinangan.
“My American doctors said that I am just okey, asal aku rajin minum obat, makanya papa juga memutuskan memasukkanku ke sekolah umum seperti ini, karena aku sudah dinyatakan OK...So kamu nggak perlu menangis kan?!” terang Grey.
“Maaf, Aku...Aku cuma mengkuatirkanmu...” Rosaline tak dapat meneruskan kata – katanya, gadis itu mulai menangis lagi sambil menggenggam tangan Grey erat – erat sebagai luapan perasaannya.
Sesaat Grey tampak terkesima melihat Rosaline menangis, menangis karena mengkuatirkannya! Pemuda itu menatap Rosaline dengan penuh kekaguman, tak pernah ada yang peduli atau kuatir dengan dirinya seperti ini sebelumnya. Tak ada, bahkan keluarganya sekalipun. Sejak kematian mamanya, tak pernah ada yang peduli padanya, dia selalu dibiarkan sendirian bertemankan harta yang melimpah, bodyguard – bodyguard yang seperti robot mematuhi setiap perintahnya, asisten rumah tangga yang seperti boneka barbie menunduk – nunduk memenuhi setiap kebutuhannya. Bullshit!
“Sudahlah, please cry no more, aku tak perlu kamu kuatirkan lagipula aku juga tak minta dikasihani siapa - siapa.... I’m just fine!” kata Grey. Pemuda itu berusaha menutupi perasaan sebenarnya, dia tak mau tampak lemah dimata Rosaline.
__ADS_1
“Maaf...Maaf..Aku bukannya mengasihani...Aku cuma kuatir karena kamu sahabatku sejak dulu, sahabat yang paling kusayangi dan sampai sekarang pun perasaan itu tidak akan berubah, Grey. Makanya aku selalu peduli apapun yang terjadi denganmu.” Rosaline buru – buru meralat kata – kata Grey supaya tidak terjadi kesalahpahaman yang membuat Grey tersinggung.
“Sahabat yang paling disayangi?”
“Ya, Grey...”
“Sahabat yang sudah sakit jiwa! Apakah setelah tau aku terkena bipolar disorder, kamu masih menyayangiku? Tidak malu bersahabat denganku?”
“Kenapa aku harus malu? Nggak ada yang perlu dipermalukan, Grey...”
“Keluargaku saja sepertinya malu punya anak sepertiku, makanya aku disuruh tinggal di apartemen, perempuan bule itu takut aku mencekik Monica anaknya kalau aku serumah dengan mereka. Dan papa menuruti saja kemauan perempuan bule sialan itu!” kata Grey sambil tertawa pahit.
Rosaline cuma tertegun mendengarnya, tak tau harus berkomentar apa, sebegitukah sikap keluarga Grey? Mengucilkan Grey ke apartemen? Memang penyakit jiwa untuk sebagian orang adalah penyakit yang menakutkan atau menjijikkan. Tapi kita tidak bisa begitu saja membuang atau mengucilkan keluarga kita yang terkena penyakit itu, tak ada yang ingin menderita sakit jiwa, bipolar disorder atau apa lah namanya, batin gadis itu prihatin.
Sebuah notifikasi WA yang masuk ke HP Rosaline, membuat gadis itu terjengah. WA dari Sheila yang mengingatkan Rosaline akan janjinya menyusul ke kantin.
“Grey...Seperti nya aku harus ke kantin? Aku lupa dengan janjiku dengan Sheila. Kamu ikut?” tanya Rosaline serba salah, karena sebenarnya belum ingin meninggalkan Grey.
“Nope...Aku disini saja...” jawab Grey.
“Kamu yakin?”
“Sure...”
“OK...”
**********
Malam itu Rosaline tak bisa tidur karena memikirkan Grey. Gadis itu bolak – balik membuka – buka album foto lamanya di tempat tidurnya, memperhatikan foto – foto Grey kecil yang sedang tersenyum bahagia bersamanya, berlari – lari bebas, bermain ayunan di taman. Rosaline menghela nafas panjang seolah sedang mencoba melepaskan kesedihan dihatinya. Grey sahabatnya, yang dulu selalu penuh kebahagiaan, keceriaan, selang sembilan tahun ternyata membuatnya jadi seperti ini. Aku tak menyangka...Hidup mewah serba berkecukupan ternyata tidak menjamin seseorang untuk bahagia. Batin Rosaline getir.
Bipolar Disorder? Terus terang nama itu masih asing ditelinga Rosaline. Sepanjang pengetahuan gadis itu, yang namanya sakit jiwa adalah orang yang tidak connect dengan sekitarnya dan harus masuk rumah sakit jiwa.
Tapi sepertinya ini berbeda, toh Grey tampaknya normal – normal saja, tak ada yang aneh, batin Rosaline sambil mengerutkan kening.
Rosaline lalu memutuskan untuk browsing internet dari HP androidnya, gadis itu tau pengetahuannya tentang bipolar disorder yang diderita Grey masih sangat minim.
“Bipolar Disorder...” gumam Rosaline sambil menekan tulisan ‘Search’ di situs Google. Berbagai tulisan tentang Bipolar Disorder dari berbagai sumber langsung muncul di layar HP-nya. Rosaline membacanya satu – satu.
Bipolar Disorder adalah penyakit kejiwaan yang ditandai dengan perubahan suasana hati yang ekstrem. Orang dengan kondisi ini memiliki suasana hati yang tidak stabil, yaitu sangat cepat berubah dan bertolak belakang. Terkadang, ia akan merasa sangat aktif dan bersemangat. Di lain sisi, ia akan merasakan tertekan dan depresi. Sering kali, di antara perubahan keduanya, pasien tetap mengalami kondisi mood yang normal.
- sumber : hellosehat.com -
Rosaline pelan – pelan berusaha memahami pengertiannya, jadi Bipolar Disorder itu bukan sakit jiwa yang tidak connect akan sekelilingnya seperti ‘orang gila’ yang di jalan – jalan itu...Bipolar Disorder adalah penyakit kejiwaan yang ditandai dengan perubahan mood atau suasana hati yang ekstrem dan tidak stabil, tapi si penderita masih bisa mengalami kondisi normal diantara perubahan mood itu, hmm...Tapi apa penyebabnya? Mengapa seseorang bisa menderita Bipolar Disorder? Rasa penasaran membuat gadis itu tidak puas dan melanjutkan browsing lagi, mencari informasi lebih detail tentang Bipolar Disorder.
__ADS_1
Apa penyebab gangguan bipolar?
Sampai tulisan ini dimuat, masih belum teridentifikasi secara jelas apa penyebab spesifik dari kondisi jiwa bipolar disorder, tetapi ada beberapa faktor yang telah diketahui dapat menimbulkan gejala bipolar disorder. Faktor-faktor yang menjadi penyebab gangguan bipolar adalah:
1. Kondisi otak. Otak dapat melewati berbagai perubahan fisik yang memengaruhi tingkat bahan kimia otak (neurotransmitter) yang ada di dalamnya. Transmiter tersebut merupakan zat-zat yang memengaruhi mood.
2. Turunan genetik. Orangtua Anda atau anggota keluarga lain dapat memiliki kemungkinan memiliki bibit bipolar disorder yang diwariskan kepada anda.
3. Pengaruh lingkungan sosial. Para peneliti telah menemukan bahwa mungkin terdapat beberapa faktor sosial yang dapat menyebabkan timbulnya bipolar disorder. Faktor-faktor tersebut dapat berupa perasaan stres akan suatu kejadian trauma di masa kecil, rendahnya kepercayaan diri, atau mengalami suatu kehilangan yang tragis.
-sumber : hellosehat.com-
Trauma di masa kecil, mengalami kehilangan yang tragis? Ini persis seperti yang dialami Grey...Batin Rosaline tertegun. Kalau begitu pastilah traumatik kematian mamanya yang tidak wajar itu yang menyebabkan Grey terkena penyakit kejiwaan Bipolar Disorder...Kasihan Grey...Oh Tuhan, apa penyakit ini bisa sembuh?
Tak terasa jemari Rosaline menggulir layar HP- nya lagi melihat – lihat informasi lain. Jemari gadis itu terhenti pada sebuah artikel tentang artis Marshanda.
Kisah Artis Marshanda Menaklukkan Bipolar dan Akhirnya Sukses
KOMPAS.com - Marshanda mengaku membutuhkan waktu 3 tahun untuk menerima kenyataan bahwa dirinya memiliki gangguan bipolar. Selama itu, Marshanda tidak pernah berhenti untuk mengenali bipolar yang ada dimilikinya.
"Pada tahun 2009 saya divonis memiliki gangguan bipolar, dan kenyataan itu sangat sulit saya terima begitu saja, karena sepertinya merasa tidak memiliki masalah," kata Marshanda kepada Kompas.com, Kamis (29/3/2018).
Menurut Chacha, panggilan akrab Marshanda, sikap menolak kenyataan tersebut ternyata hanya menjadi hambatan baginya untuk bangkit dan melanjutkan hidup.
"Terima saja kenyataan bahwa ada bipolar dalam diri kita. Setelah itu, kita belajar mengenali gejalanya dan mengantisipasinya dengan bantuan dokter. Apabila kita masih menolak kenyataan, hidup kita tidak akan produktif," katanya.
Namun demikian, Marshanda mengakui hal tersebut tidak mudah dan setiap penderita memiliki kondisi berbeda-beda dan terapi yang menyesuaikan tipe bipolar yang dimiliki.
Bagi Marshanda, salah satu cara dirinya untuk tetap bisa mengendalikan emosinya adalah dengan menulis lima hal positif di buka hariannya.
"Setiap malam menjelang tidur, saya selalu menulis lima hal positif yang sudah saya syukuri selama seharian saya beraktivitas, dan ini membantu saya untuk berpikir positif,"katanya.
Marshanda juga menyayangkan masih adanya stigma negatif di masyarakat terkait gangguan bipolar. Dirinya mendorong para penderita untuk tidak terpengaruh dengan stigma tersebut.
"Pilihannya, hidup Anda ingin dikuasai bipolar atau Anda yang mengendalikannya? Apabila memilih yang kedua, maka Anda tidak akan malu untuk datang ke ahli untuk memecahkan masalah Anda. Bangunlah relasi sebanyak mungkin dengan masyarakat dan mencoba untuk produktif," katanya artis cantik yang menyukai membuat puisi tersebut.
-sumber : kompas.com-
Apakah Grey juga bisa sembuh atau paling tidak mengendalikan penyakitnya? Rosaline bertanya – tanya didalam hati. Seperti artis Marshanda...
Entah kenapa Rosaline tiba – tiba seperti merasa ada secercah harapan terlintas dibenaknya, Eh benar juga...Jika artis Marshanda saja berhasil menaklukkan penyakit Bipolar Disorder nya, kenapa Grey tidak? Tentu, aku harus membantunya! Ya, aku sahabatnya, yang akan membantunya, siapa lagi?
__ADS_1