Academy Zone

Academy Zone
Kings killer


__ADS_3

Jas khusus yang berkibar, dengan logo resmi di lengan kanan. Dua orang itu berjalan ditengah hiruk pikuk. Pemilik jas itu dikenal dengan sebutan Kings Killer. Siswa kelas 3 yang memiliki kewenangan lebih tinggi daripada OSIS.


...Teng teng teng teng teng teng teng.....


Eh, ada apa?


Itu bel peringatan. 


Menurutku, lebih tepat disebut genderang perang sih. Guru dan siswa secara bebas membunyikannya jika ada masalah yang cukup pelik terjadi. Tawuran antar siswa yang ganas, perusakan properti yang melebihi batas, atau hal lain. Sebuah tontonan menarik bagi siswa yang overactive. Dan sebuah masalah menyebalkan bagi OSIS atau King.


Academy memang sekolah yang unik. Namun, aku sama sekali tak pernah menyangka bahwa sebuah masalah yang cukup besar terjadi pada hari kedua tahun ajaran baru. Saat para anggota King cuti dari tugas untuk menyiapkan pemilihan ketua baru. Dan pada masa ini, seluruh tugas King diserahkan pada anggota percobaan faksi Kings Killer.


"Oiii.. nyalakan siaran langsung member." teriak seorang siswa di bangku tengah.


Ha.. seperti biasa, semua ramai dan bergegas mencari siaran. Siaran langsung, untuk informasi, hanya beberapa yang berlisensi yang boleh mengunggah siaran langsung dalam forum sekolah. Semua siswa disini selalu begitu, sangat antusias saat genderang perang dinyalakan


"Buka forum, cepat.."


Grup Forum, terdiri dari grup kelas, angkatan, jurusan, dan forum sekolah. Tentu memuat info terpanas yang diupload secara berkala. Orang yang berbakat dalam mencari keributan lewat skandal sosial dalam lingkungan akademi dapat bebas dalam forum ini.


"Eh, kelas lastest loh, kelas 12 yang terburuk.."


"Waah.. siapa siapa?"


"Wow, lawannya Ezril cuy, sinting!!"


"Areeeeeee.. siapa yang buat masalah?? Orang ituu?!"


"Cari di grup.."


"Ah, siaran langsungnya belom mulai.. Forum, cepatlah beraksiii.."


Aku menghela nafas. Sebagai siswi dengan image rambut berantakan yang menutupi sebagian wajahku. Penampilan suram dan pakaian sederhana tanpa aksesori. Tak ada yang menarik dariku. Satu dari sekian banyak siswi disini. Hanya satu dari siswa tanpa kesan apapun. Mungkin, nilai plus ku adalah karena aku berada si kelas Nest.


The Nest, first favorite class Akademi, atau kelas 12 terfavorit di satu sekolah. Sebagian besar kelas 3 yang pintar ada di kelas ini. Kelas paling tertib dan teratur. Dan aku bagian dari kelas ini. 


Orang di sini saling mengenal satu sama lain bergantung pada kepopuleran mereka di sekolah. Karena itu pula banyak hal selalu menjadi pusat perhatian. Baik orang dengan bakat, atau siswa perusuh. Bahkan aku, yang dikenal sebagai orang suram penyendiri.


Dan berkat kepala sekolah sialan, aku terlibat hal merepotkan.


Haa.. Aku sudah lupa esensi menjadi perhatian publik.


...Praaaang......


Suara itu membuat keributan makin menjadi. Bagaimana tidak, perkelahian kali ini sampai menyebabkan suara segaduh itu.


"Oi kaca, itu kaca pecah.. ikut kesana dong"

__ADS_1


"Bangsat, gua ikut juga."


"Busettt rame banget.. sesak.."


"Oii.. ini lawannya Gara oii!! Wah.. seru nih kayaknya.."


Cih.. aku mendecakkan lidah.


"Queen.." aku menengok ke arah orang yang memanggilku.


"hai.. Elang.." aku tersenyum. (Nama teman ku ini memang elang)


"Misi pertamamu sebagai ketua kings killer kan? Yah, aku penasaran kenapa orang seperti kamu malah jadi ketua kings killer.. kuharap kamu gak mberesin kaca pecah itu sendiri sambil menangis ketakutan." aku hanya menanggapi dengan senyum sekilas.


Kings killer, organisasi sekolah yang paling tinggi, lebih tinggi dari King. Isinya merupakan anak kelas 3 yang dipilih langsung oleh para dewan guru. Tugas utamanya adalah mengevaluasi King bersama anak Kings Killer lain. 


Dan aku adalah ketua kings killer. Aku bahkan memiliki wewenang mengajukan skorsing dan dropout terhadap siswa.


Sebenarnya, masalah perkelahian dan perusakan property seperti saat ini diurus oleh King, tapi ini adalah tahun ajaran baru. Sebagaimana kalian tahu, King sedang evaluasi dan persiapan pemilihan ketua baru, mereka sibuk karena akan melibatkan seluruh SMA. 


Jadi, kings killer yang dipilih langsung oleh guru  menjalankan masa percobaan selama dua bulan untuk menyelesaikan masalah King.


Jika Aku tidak layak memiliki jabatan dan kehormatan untuk mengajukan skorsing dan dropout sesuai ketentuan sekolah, maka aku akan diturunkan dan leader baru akan ditunjuk oleh dewan. 


Jadi, bagaimana aku menyelesaikan masalah ini?


Omong-omong.. Bisa dibilang, ini adalah misi pertamaku sebagai pimpinan kings killer. Sekaligus pertama kalinya aku akan menemui anggota lain kings killer. Jangan bercanda, ini baru hari ke-2 tahun ajaran baru. Dan hari pertama tugas resmi ku sebagai ketua Kings Killer. Dan aku harus berurusan dengan masalah yang melibatkan genderang perang?!


Sialan!


Tuut.. terdengar nada sambung dari seberang, anak buah yang bahkan baru akan ku temui. Rapat kepengurusan belum sempat digelar, masalah sudah datang.


Klik..


"Sepertinya gak bagus, cepat ke kelasku!!" Ucapku tanpa sapa dan basa-basi


"Okee bos, aku dah di depan kelasmu kok, keluar aja."


Eh? Aku melihat mayor di ambang pintu, lalu tersenyum. Ah, misi pertama, sepertinya aku dapat rekan yang menakjubkan. Setidaknya, ia jelas tahu situasi dan cekatan. Aku mendatanginya, mengambil jas Leader Kings Killer resmi dan mengenakannya.


"Salam kenal.. Mohon bantuannya, Mayor.. Ini misi pertama kita dalam kelompok. Ngomong-ngomong, harusnya kamu kenal aku kan?" Yah, ini adalah pertemuan pertamaku dengan mayor. Maksudku, dalam tugas.


"Siap, bos.."


"Yah.. aku kenal dong. Setidaknya setelah nama kamu diumumkan sebagai leader, aku mencari tahu." Ucap mayor, melanjutkan kalimatnya.


Mayor tersenyum manis tak bersalah. Aku menatapnya, kulit sawo matang, rambut yang bergelombang dengan tatapan mata sepanas matahari dan senyum semanis madu itu menegaskan bahwa dia tampan. Tapi semua orang disini tahu sifat garangnya dapat meledak kapanpun.

__ADS_1


Aku memilih tak menanggapi. Kami mulai berjalan bersama melewati koridor lantai dua gedung B, menuju ke lastest. Kelas 12 yang dikenal sebagai kelas terburuk. Tempat bencana ini sedang terjadi.


Kelas 12 terletak di lantai 2 gedung B dan lantai 2 gedung C. di gedung B lantai 2 terdiri dari kelas Midea, Sica, Nest, Force, dan Latest. Setelah kelas Lastest, di sampingnya ada tangga turun yang terletak berdampingan dengan ruang rapat Kings killer. Di tempat lainnya, gedung C lantai 2 ada kelas Vera, Roan, dan kelas Agis. Dan aku sekarang berjalan di depan kelas Force. Dari sini, suara bising, teriakan tak penting dan perdebatan terdengar dari murid-murid yang menonton. Mereka bahkan berkerumun di depan kelas.


Siswa yang mengerumuni lastest tergolong dalam kategori cukup banyak. Biasanya anak-anak hanya saling ribut di medsos, forum sekolah. Namun, mereka mungkin tertarik datang saat mendengar suara kaca pecah.


Begitulah suasana kelas lastest sekarang. Riuh, berisik, tak beraturan, dan-


"MINGGIIR!!!"


Ah, teriakan membahana sang Mayor yang tegas, keras, dan mengintimidasi. Membuat kerumunan mundur serempak dan bergidik. 


Jas yang berkibar, logo timbangan dengan mahkota diatasnya yang tertempel di lengan kanan, semua mengenalnya. Kings killer.


"Thanks, Mayor." Aku tersenyum, senyum yang samar karena tertutupi rambutku.


"Ah, tak masalah." Mayor juga tersenyum ramah, sekejap setelah teriakan membahana tadi.


Kegaduhan sedikit teratasi. Dan orang-orang serempak memberi jalan. Persis adegan raja yang datang diantara para rakyat jelata. Para kerumunan itu memberiku ruang untuk lewat. Aku tersenyum ramah, memasuki area lastest. Yah, maksudku, memasuki kelas 12 terburuk lewat pintu satu-satunya, melewati jendela yang pecah kacanya, dan melewati pintu depan.


"Maaf, apa yang terjadi?" tanyaku dengan senyum ramah pada salah satu orang yang menonton. Tentu saja diantara hiruk pikuk pertikaian dua pembuat onar.


"Ah, Gara dan Ezril bertengkar."siswa itu menjawab ragu. Merasa asing dengan kehadiranku


"Iya, maksudku, apa alasannya?" tanyaku masih dengan senyum ramah.


"Kurasa, soal ma.. mantan.?"


"Terimakasih." Ucapku lagi-lagi dengan senyum ramah.


Aku mendekati dua orang yang menjadi pokok masalah. Menyebalkan sekali. Aku semakin kesal setelah tahu mereka membuat masalah untuk alasan yang tak berguna begitu. Mereka saling memegang kerah dan wajahnya tampak sedikit lebam. Ruangan kelas tampak sangat berantakan. Dan pecahan kaca berserakan.


Sial. Baik Gara atau Ezril sama-sama terkenal berandalnya. Biasanya tahun ajaran baru selalu tenang tanpa banyak masalah. Karena itu juga OSIS alias King dapat bersantai dengan tenang. Dan leader Kings killer akan bertindak sebagai pengawas sekaligus menaikkan pamornya. Namun agaknya dewi fortuna tak berpihak padaku sama sekali. Bukan hanya keributan, perkelahian, menyebabkan genderang perang dibunyikan, bahkan pelakunya berandal yang so pasti dikenal baik oleh siswa.


Gara dan Ezril. Sama-sama pembuat onar yang masuk dalam top 30 siswa dengan kemampuan beladiri terbaik se sekolah.


Dan, mereka sangat mengabaikan ku meski tahu sang leader Kings killer telah datang. Tentu saja, ini adalah Academy. Mereka menghormati orang yang pantas dihormati. Mereka memberi tugas pada orang yang mampu mengembannya. Dan bagi para siswa yang hanya mengenalku sebagai penyendiri berwajah suram, bagaimana mereka akan memberi sedikit wajah?


"Kings Killer tahun ini, dia ketuanya? kelihatan gak guna banget.."


"Iya, yang ada dia pasti masuk rumah sakit nantinya kalo melawan.."


Bisikan para siswa yang berkumpul membuatku semakin pusing.


Haha.. Gracias. Untuk kalian yang menertawakanku dan meremehkan ku.


Saatnya aku bergerak, sebagai Sang Leader baru Kings Killer.

__ADS_1


__ADS_2