
“Apa sudah siap?” tanyaku, menatap Ares.
“Of course” jawabnya singkat, tersenyum simpul.
“Oke. Lets do it! Our first Date.”
...*...
Tepat setelah bel istirahat pertama selesai dibunyikan, pukul 10.02, suara riang dari speaker sekolah menyapa seluruh siswa.
“Academy’s Senior High School. Selamat menikmati waktu istirahat pertama! Kembali lagi bersama Academy FM. Berhubung Siaran Radio belum mulai dijalankan oleh klub, saya akan mengisi acara khusus untuk beberapa hari ini. Nyalakan aplikasi kalian sekarang juga, dan bergabunglah bersama kami.”
Suara itu tampak menggema di seluruh academy. Sebagian anak mulai mendengarkan. Ini adalah pertama kalinya siaran kembali diadakan setelah tahun ajaran baru.
Dan anak klub penyiaran justru bingung. Pasalnya, siaran seharusnya mulai dibuka minggu depan. Dengan cepat, mereka menyalakan aplikasi.
Academy FM, aplikasi khusus yang dibuat sekolah untuk klub penyiaran. Di mana orang yang bisa mendaftar dan masuk hanyalah staff sekolah, siswa, atau para alumni.
“Selamat datang untuk seluruh siswa baru, adik-adik kelas kami yang lucu dan imut. Ini pasti pertama kalinya kalian mendengar siaran bukan? Silahkan download aplikasi Academy FM. Kalian bisa masuk menggunakan user ID yang kalian gunakan saat mendaftarkan nama. Jangan khawatir, aku jamin ini takkan membosankan.”
“Oh, Queen! Itu suara Queen!!”
Seruan itu membuat beberapa anak di sekitarnya menoleh, bertanya-tanya. Lantas mereka ikut terperanjat. Benar! Itu suara Queen.
Sejak beberapa kejadian gempar di sekolah ini, mereka secara tak langsung menghafal suara Queen di luar kepala. Seorang Leader Kings Killer yang membuat sensasi luar biasa. Terutama bagi para murid baru. Mereka yang sebelumnya hanya mendengar rumor dan cerita tentang kehidupan di Academy, kini merasakannya langsung.
Dan sosok Queen adalah berita besar yang melejit sejak hari pertama mereka masuk Akademi. Karena itulah, bagi anak baru, Queen adalah ‘ratu sosialita’ mereka.
“Hem.. kalian pasti bertanya-tanya, hal menarik apa lagi yang akan terjadi hari ini bukan? Sebelum aku membahasnya, aku akan memperkenalkan dulu nih. Rekan yang akan menemani kalian dan menjadi second mc. Ares dari kelas Last. Kalian mengenalnya?”
“Oh.. haruskah aku memperkenalkan diri? Tapi, foto dan selebaran tentangku sudah menyebar di seluruh social media akademi.”
“Benar sekali. Bahkan anak baru sekalipun pasti sangat mengenalimu. Jadi, haruskah kita langsung mulai saja acara hari ini?”
“Tentu. Mari kita mulai sebagaimana biasanya. Sebelum memasuki sesi utama, silahkan nikmati lagu yang akan kami putar terlebih dahulu.”
__ADS_1
Suara music pun mulai mengalun. Namun tidak ada yang bisa benar-benar menikmatinya. Mereka bertanya-tanya tentang apa yang akan terjadi.
“Astaga!! Aku yakin dua orang gila itu akan kembali membuat masalah!” Rutuk Mayor, memijit kepalanya ringan. Ia bahkan urung pergi ke kantin.
Ting
Ting
Ting
Suara itu terus berdatangan. Mayor akhirnya mengambil ponselnya, melihat notifikasi yang gencar berbunyi. Ternyata grup chat Kings Killer. Belum sempat ia membukanya, beberapa anak kelasnya sudah berkerumun mencari tahu informasi.
“Mayor, apa yang terjadi?”
“Kenapa Queen mengadakan siaran?”
“Kenapa kamu tampak tak senang? Apa ada kabar buruk?”
“Mayor!”
“Mayor!”
“Queen sialan! Apa aku bahkan tak bisa menikmati makan saat istirahat ini?” Ucap Mayor. Lagi-lagi merutuk. Ia merasakan ponselnya kembali bergetar, memberikan beberapa notifikasi pesan. Mayor hanya menghela nafas, semakin mempercepat langkahnya.
“Ouh.. Kamu sudah datang? Apa sudah membaca pesan?” Tanya Feli begitu ia tiba. Ada 5 orang yang sudah berkumpul. Hanya Hesa dan Selena yang belum hadir.
“Belum sempat.” Jawab Mayor, membuka ponselnya.
“Queen memberikan perintah. Kita disuruh berkumpul di lapangan. Hesa dan Selena sedang membeli makanan, mereka baru saja keluar.” Jelas Binner.
“Apa kamu tahu apa yang akan terjadi?” Tanya Mayor.
“Kami yang harusnya bertanya. Bukankah kamu sebagai wakil yang harusnya tahu?” Jefri bertanya balik, membuat Mayor menghembuskan nafasnya dengan kasar.
“Apa Queen tak memberikan pesan apapun?” tanya Teguh.
__ADS_1
“Benar. Queen cukup perhitungan.” Sambung Jero.
Mayor kembali melihat pesan yang masuk. Ternyata memang ada pesan dari Queen untuknya. Terkirim 20 menit yang lalu.
_Aku sudah selesai menyiapkan seluruhnya. Istirahat nanti kalian akan memberikan hukuman untuk King. Terserah hukuman apapun, intinya lakukanlah dengan meriah di tengah lapangan.
_Ada uang di atas meja, mintalah pada Hesa dan Selena untuk membelikan cemilan dan minuman. Kalian akan menikmatinya sembari makan. Jangan lupa suruh mereka tetap berkumpul. Siaran ku akan selesai dalam 30 menit.
_Aku juga akan mendikte orang-orang yang terdata membuat kerusuhan setelah sidang dewan kemarin. Bukankah ini kesempatan yang sangat bagus untuk menghukum mereka? ^^
“Queen ternyata memang memberi ku pesan. Kita akan menghukum para anggota King. Dan dia juga akan mendikte anak-anak yang dicatat Feli kemarin.” Ucap Mayor singkat.
Feli membelalakkan matanya, lantas melirik sekilas berkas yang tergeletak di atas meja. Kini ia tahu kenapa ada berkas nama anggota Kings Killer tergeletak di sana.
“Wow!! Menghukum King? Apakah hal itu diperbolehkan?” Tanya Jero antusias.
“Hem. Jika menurut aturan, itu memang diperbolehkan.” Jawab Binner.
“Benarkah? Apakah selama ini hal seperti itu memang ada?” Tanya Jefri.
“Mungkin karena selama ini King selalu memberikan performa yang baik.” Ucap Feli.
“Ku pikir itu juga karena Kings Killer sebelumnya tidak benar-benar mengetahui semua aturan yang ada. Bukankah Queen kita sangat menakutkan?” ucap Teguh, membuat yang lain ternganga.
Benar!!
Mereka kini satu langkah lebih tahu betapa menakutkannya Queen.
“Sudah. Ayo cepat berkumpul di lapangan.” Ucap Mayor, membuat mereka mengangguk dan segera beranjak. Begitu pula Feli, mengambil berkas dan mengikuti keempat laki-laki itu di belakang.
...**...
......Wkwk.. Dasar!!......
......Gak Ares, gak Queen. Gak ada yang waras!......
__ADS_1
...Kasihan semua orang jadi korban...