
Sementara itu, Kings Killer telah berkumpul tepi lapangan, berteduh di bawah pohon kelengkeng yang rimbun. Hesa dan Selena sudah kembali dengan aneka makanan dan minuman. Meski baru beberapa kali bertemu, mereka sudah sedikit hafal dengan snack dan camilan yang disukai satu sama lainnya.
“Apa menurutmu mereka akan datang?” tanya Hesa setelah ia mendengar keseluruhan penjelasan.
“Jika perkiraanku tidak salah, maka mereka pasti akan datang. Semuanya.” Jawab Binner.
“Lalu, hukuman apa yang akan kita berikan?” tanya Selena.
“Entahlah. Bolehkah aku yang menentukan hukumannya?” Mayor balik bertanya, menatap yang lain.
“Tentu.” Jawab Binner, di ikuti dengan anggukan yang lainnya.
“Sepertinya mereka sudah mulai datang.” Ucap Jero, membuat Mayor dan yang lain menatap anak-anak yang mulai mendekati mereka.
“Benar-benar deh! Kerena Queen bilang ini tontonan untuk kita, aku akan menikmatinya sembari duduk.” Ucap Hesa, mengambil beberapa cemilan dan duduk begitu saja di teras.
“Itu benar. Ini urusan para anak laki-laki.” Ucap Feli. Selena hanya mengangguk dan ikut bergabung.
“Baiklah, karena aku malas, aku juga akan ikut di sini saja.” Ucap Teguh, ikut duduk.
“Jero, Jefri! Ini lebih pas untuk kalian, jadi kalian saja yang membantu Mayor.” Ucap Binner, ikut duduk.
“Astaga!! Kenapa jadi begini..” Keluh Jero, menatap kelima orang yang sudah asik dengan makanan.
“Jero, Jefri, Jika kalian ikut duduk, aku akan membuat kalian berdua ikut mendapat hukuman King!” Ancam mayor, membuat Jero dan Jefri menatapnya tidak percaya, merasa tengah dibully.
Tapi Mayor mengabaikannya, malah menatap anak-anak King yang mulai berkumpul, dan satu dua yang tengah berlari mendekat. Sejujurnya, Mayor memang sengaja, entah kenapa dia ikut ingin menjahili Jero dan Jefri.
Mayor menatap anggota King di depannya dengan tatapan yang sangat galak. Bahkan tatapan itu saja sudah mengintimidasi.
“Berkumpul Dengan Benar!!” Teriaknya, membuat anak-anak itu sedikit ketakutan. Mulai berkumpul di satu tempat. Bagaimanapun, Mayor adalah mantan ketua keamanan King.
“Yang Masih Berlari, Cepat!!” Teriak Mayor lagi, mengancam anak-anak yang masih di sisi lain lapangan, membuat mereka lari lebih cepat.
Jero dan Jefri yang melihatnya merasa tertarik. Sepertinya akan asik. Jero pun berjalan ke samping perkumpulan anak itu.
__ADS_1
“Apa yang kalian lakukan?! Berhenti Mengobrol!” Teriak Jero, ikut memarahi anak-anak.
“Mana Yang Lain, Heh?! Apa kalian punya disiplin?!” Mayor kembali memarahi anak-anak.
Sementara Jefri mengambil salah satu cemilan dan membukanya, lantas dengan santai mendekati Jero, berdiri di sebelahnya. Dia mulai memakan cemilan itu, begitu pula Jero.
“Heh! Sedang apa gerombol gak jelas di sana! Baris yang rapi!!” Teriak Jefri, menatap tajam anak-anak perempuan yang bergerombol. Lantas kembali memakan cemilannya.
“Gak dengar hah?! Baris Yang Rapi!!” Teriak Jero, sambil ikut menikmati cemilan yang dibawa Jefri.
Selena, Hesa, Binner, Teguh, dan Feli yang melihatnya dari tempat mereka hanya menggeleng pelan. Sungguh keputusan tepat menyerahkannya pada Jero dan Jefri. Duo orang itu kini sangat menikmati bersikap sok di depan anggota King.
Anak-anak King mulai berbaris, namun barisan mereka hanya sekedarnya. Mayor menatap mereka semua tajam, bahkan kini Jero dan Jefri ikut diam dan merasa terintimidasi. Hanya dia yang benar-benar bersikap serius. Namun karena itu pula, kharismatiknya kini sangat terasa. Sebagai mantan ketua keamanan King sekaligus wakil ketua Kings Killer.
Mayor melipat tangannya.
“Jalan jongkok memutari lapangan! Bentuk dua barisan ke belakang!” perintah Mayor, anak-anak merasa bingung dan saling berpandangan.
“CEPAT!!” Teriak Mayor lagi, membuat anak-anak mulai jongkok dengan gugup.
Jero dan Jefri juga berjalan ke sebelah kanan, karena anak-anak akan membuat barisan dan jalan jongkok ke arah sana.
“Apa yang kalian lakukan heh!! Dua baris ke belakang!!” Perintah Jero.
“Dua baris!! Berbaris yang benar!!” Ucap Jero lagi.
“Kalian Masih Berdiri? Jongkok sekarang!!” Teriak Jefri, menatap galak anggota King yang masih berdiri. Bahkan beberapa anak juga baru datang, langsung ikut jongkok.
“Mulai Berjalan!!” Ucap Binner dengan tegas, ikut membantu menertibkan.
“Jalan dua baris ke belakang! Apa telinga kalian tuli!!” Selena ikut menatap mereka tajam dan galak.
“Ck! Mana Disiplin Kalian Heh?” Sindir Hesa dengan dingin.
“Baris yang rapi! Yang di belakang, perhatikan barisan!!” Ucap Teguh, tampak santai namun juga tegas.
__ADS_1
“Baris ke empat! Jangan melenceng!” Ucap Teguh lagi.
“Baris ke tujuh, cepat jalan!”
“Baris ke dua! Fokus!! Jangan cengengesan!!”
“Baris ke sebelas!” Teguh masih saja memberi perintah. Jero dan Jefri menatapnya sedikit tak percaya.
Bukankah Teguh cukup pendiam? Tapi dia ternyata teliti dan telaten sekali.
“Jangan hanya diam, mulai berhitung!” Perintah Jero.
“Ayo berhitung!! Satu!! Dua!! Satu!! Dua!!” Jefri ikut berteriak.
“Mana Suara Kalian Heh!!” Teriak Mayor.
“Satu! Dua! Satu! Dua!” Beberapa anak mulai berteriak.
“SUARA KALIAN!!” Bentak Mayor.
Feli yang berdiri agak jauh dan memperhatikan anak-anak yang berjalan jongkok pun menoleh singkat kea rah Mayor. Ia lantas mengangkat pena dan kertas di tangannya.
“Aku akan mencatat siapa yang tidak bersuara dengan baik, tidak melakukan dengan baik. Dan kalian akan mendapat hukuman tambahan.” Ucap Feli dingin, tangannya mulai bergerak.
“Satu! Dua! Satu! Dua!” Anak-anak itu mulai berteriak semakin kompak.
“Perhatikan punggung kalian! Jangan terlalu tinggi! Jangan terlalu rendah!” Teriak Jero.
Kini para anggota Kings Killer mulai kembali mundur, mengambil sisa cemilan. Hanya Mayor dan Feli yang masih tampak garang mengawasi. Jero dan Jefri juga kini ikut mundur.
Kehebohan hukuman King itu disaksikan oleh para siswa dan beberapa guru yang berlalu lalang. Sedang suara siaran Queen masih terdengar, diisi dengan obrolan ringan yang singkat dan diselingi berbagai genre lagu.
...**...
...Ayo ikut kasih suara kalian lewat like dan komen, biar gak kena amukan Mayor wkwk...
__ADS_1