Academy Zone

Academy Zone
Pride


__ADS_3

“Erlan.. Bukankah kamu salah satu petinggi di King? Kamu ikut King sejak kelas 1, dan sangat bangga dengan semua itu. Tapi, bagaimana bisa kamu, dan semua anggota King di sana..” Ares kembali melirik sekilas ke arah anggota King.


“Kalian semua baru saja mengabaikan dan mengacuhkan Leader Kings Killer. Apa kalian sebodoh itu? Queen adalah atasan kalian. Dan Queen juga pacar ku. Kalian pikir aku akan diam saja setelah melihatnya?”


Erlan menelan ludahnya dengan wajah pias. Ares benar-benar menakutkan.


Di sisi lain, aku yang meihatnya juga menelan ludah. Ares benar-benar bersikap sesukanya. Tapi kenapa dia tampak keren ya?


“Ma-maaf ka-


“Kenapa maaf pada ku?” potong Ares.


“Minta maaf lah pada Queen. Dan jangan berani-beraninya kamu bersikap seperti tadi. Ingatkan juga mereka yang di belakang!” sambungnya dengan nada mengancam.


“Cukup!!” seru ku.


“Ares, berhenti. Dan King, silahkan kembali.” Aku melipat tangan.


“Tapi Queen-


“Ares, kemari!!” Aku menatap Ares tajam, membuat laki-laki itu menghembuskan nafasnya dengan kasar dan beranjak mendekat. Sedangkan King pun beranjak pergi begitu aku melambaikan tangan.


“Sekarang, mulai scout jump dan push up! Itu hukuman karena membuat ku malu di tengah lapangan.” Perintahku, membuat Ares menganga.


“A-apa? Aku bahkan membela-


“Apa kamu pikir aku tuli dan buta? Tetap saja, aku menghukum kamu karena terus membuat masalah.” Ujar ku ringan. Ares hanya mendengus kesal.


“Apa yang kamu tunggu?!” tanya ku.


“Oi Ares, mana tadi kebanggaan yang kamu bilang? Queen itu atasan kamu!!” ucap Mayor, berkacak pinggang dan menyeringai lebar.


Jero dan Jefri ikut menyeringai lebar. Adalah sebuah tontonan langka melihat Ares dihukum Laki-laki ini kan sangat pandai mengelak hukuman.


“Ayolah!! Segila apa pun seekor anjing, dia harus patuh pada majikannya..” ucap Jero meledek.


“Apa Kamu Bilang?-

__ADS_1


“Ares!!” Lagi-lagi aku menatapnya dengan dingin. Membuat Ares mengacak rambutnya dengan kasar.


“Ah, sial!!” gerutu Ares.


Dia sangat kesal, namun dengan enggan ia pun mulai melakukan scout jump.


“Haha!! Mana suaranya?!” ujar Jefri, tertawa.


“Berhitunglah! Mana suaranya!!”


Ares hanya mendengus kesal.


“Apa yang kalian lakukan? Ayo makan dan habiskan cemilannya..” ucapku mengalihkan perhatian. Bahkan sebuah senyum kecil tersungging.


Dengan tanpa aba-aba, Mayor merangkul pundak ku dengan santai dan akrab. Sontak saja aku terkejut.


“Hey Queen.. aku bekerja dengan baik bukan? Aku harus mendapat tambahan cemilan untuk istira-


“Mayor!! JAuhkan Tanganmu!!” Teriak Ares, beranjak mendekat.


“Ah ah ah!! Queen sakit!!” rintih Mayor pias.


“Enak saja kamu main sentuh.” Ujar ku dengan santai, melepaskan tangan Mayor.


Ares yang melihatnya tersenyum puas, mendekat dan merangkul pundak ku.


“Dengar Mayor!! Sadar diri, kamu bukan siapa-


“Ehem ehem!!” seru Hesa.


“Ciyee!!”


“Hem hemm..” balas yang lain.


Aku hanya balik menatap Ares tajam.


“Push up!!” ucapku dingin. Dengan canggung, Ares pun mulai push up.

__ADS_1


Dan anggota Kings Killer tertawa renyah, bahkan Mayor. Aku juga akhirnya ikut terkekeh. Memang menghukum Ares sungguh lu-


Eh??


Astaga.. Feli menatapku sangat tajam!


...***...


Kegiatan Jumat Bersih


Kings Killer membuat jadwal, tugas itu dikerjakan oleh angggota perempuan. Kings Killer meng-handle sebagian besar siswa. Lantas, King meng-handle anak-anak yang masuk list perusuh Sidang Dewan. Yaitu anak Jurnalistik dan perusuh lain yang kemarin dicatat namanya. Mereka mendapat hukuman khusus. Membersihkan daerah kamar mandi.


Guru-guru juga mayoritas ikut. Maklum. Ini adalah pertama kali jumat bersih diadakan pada tahun ajaran baru. Sudah gengsi tersendiri bagi para guru untuk unjuk muka dihadapan anak-anak, terutama siswa baru.


Biasanya, Jumat bersih pertama dan kegiatan lain diadakan pada minggu kedua. Namun, minggu pertama tahun ini benar-benar sibuk. Itu adalah poin plus tersendiri untuk menunjukkan bahwa kinerja Kings Killer cukup baik. Setidaknya itulah yang dipikirkan sebagian siswa dan guru Akademi.


Dan di perpustakaan, di mana setengah anggota kelas Nest tengah menata buku, ada pula yang memikirkan dengan sedikit berbeda.


“Aku bertanya-tanya, mungkinkah Queen menyiksa anggota Kings Killer dengan tugas mereka yang gila?” bisik Verrel pada Rimas. Tangannya sibuk merapikan buku di rak. Elang yang tengah berada di situ pun ikut tertarik dan nimbrung. Entah sejak kapan mereka mulai akur.


“Memang kenapa?” tanya Elang, otaknya sulit memahami maksud perkataan anak cerdas.


“Ck! Coba pikirkan. Hari pertama Queen dilantik, dia harus membuat surat pernyataan Kings Killer. Hari kedua ada masalah Gara dan Ezril, hari ketiga masalah Ares sampai MSP, hari keempat Sidang Dewan, hari ini kita Jumat bersih, sabtu minggu besok juga seharusnya parade penyambutan siswa baru. Semua itu kan harus membuat laporannya. Belum lagi surat hukuman, surat pengajuan sidang dewan, surat pengajuan narrator, laporan hasil sidang dewan, laporan jumat bersih pertama, juga persiapan dan laporan untuk parade besok.” Jelas Rimas panjang, namun Elang masih mengernyit bingung.


“Elang, semua laporan itu harus diketik dan di print. Surat pengajuan harus di serahkan sebelum acara. Dan laporan diserahkan paling lambat pada hari minggu. Menurutmu, seberapa sibuk Kings Killer pada masa ini?” Sambung Verrel, ikut menjelaskan.


“Ah!! Karena Kings Killer masa percobaan, dan King sedang tidak bertugas?” tanya Elang, mulai mengerti.


“Benar! Seminggu ini sangat banyak hal yang terjadi, padahal tahun-tahun biasanya Kings Killer hanya perlu membuat laporan untuk parade. Menurutmu, seberapa sibuknya mereka?” ujar Rimas dengan wajah horror.


Seketika itu pula bulu kuduk Elang berdiri.


“Astaga!! Aku baru merasakan kengeriannya.” Ucap Elang sangsi.


“Pride mereka pasti sangat tinggi. Sampai-sampai mereka menjalankan semuanya pada minggu pertama. Itu menunjukkan bahwa mereka mampu terbang meski mereka baru menetas. Artinya, minggu-minggu ke depan juga jadwal kita kan sangat ketat. Karena mereka sangat disiplin. Aku sedikit penasaran. Sebanyak apa siswa yang menyadari betapa kompeten dan berbakatnya Kings Killer tahun ini.” Verrel menatap tajam ke depan.


Rimas dan Elang yang melihatnya pun ikut bergidik ngeri.

__ADS_1


__ADS_2