
Aku sengaja memilih lagu yang tak terlalu panjang, sekitar 3 atau 4 menit. Dan lagu kedua kini hampir berakhir.
Aku menatap Ares, mengangguk singkat memberi aba-aba. Ares ikut mengangguk. Aku sudah menebaknya sih, tapi Ares memang benar-benar multitalent. Dia dengan cepat bisa beradaptasi dan memberikan siaran yang baik. Aku hanya bisa tersenyum kecil dalam hati.
Sesaat kemudian setelah lagu berakhir, aku kembali meraih microphone.
“Bagaimana? Apa kalian menikmati lagunya? Aku harap kalian semua menikmatinya dengan semangat.” Ucapku riang.
“Queen.. Apa kamu membaca komentar di aplikasi? Mereka bertanya-tanya apa yang sedang kita lakukan.” Ucap Ares, menimpali.
“Hem.. Jadi, apa yang sedang kita lakukan sekarang, Ares?”
“Bukankah kamu bilang ini kencan pertama kita?”
Sejenak aku kembali membeku. Aku sungguh belum terbiasa dengan perlakuan Ares.
“Haha.. Benar! Ini adalah kencan pertama kita. Jadi aku harap kamu tidak lupa kesepakatannya.”
“Tentu. Teman-teman sekalian, ada beberapa hal yang akan kami informasikan kepada kalian. Bahkan jika kami sedang dalam masa skorsing, Queen tetap memiliki banyak tugas sebagai Leader Kings Killer. Dan kami memutuskan menggunakan Academy FM sebagai sarana penyiaran.”
Ares benar-benar menjiwai perannya dengan baik. Sebenarnya aku merasa sedikit sebal. Dia bersikap sangat santai dan natural sedangkan aku ketar-ketir sendiri karena tingkahnya. Tapi sekarang aku harus kembali fokus, abaikan saja semua tentang Ares!
“Benar sekali. Aku memiliki banyak hal yang harus dilakukan. Dan aku tidak berniat untuk bersantai ria. Lalu, aku juga tidak mau menyulitkan anggota Kings Killer yang lain. Lagipula, Ares cukup berperan besar juga dalam membantu, sebagai anggota tidak resmi Kings Killer.” Ucap ku kemudian.
“Kamu salah Queen. Aku membantumu sebagai pacar yang baik.”
Tuh kan! Lagi-lagi..
“Astaga! Aku bersyukur tempat ini kedap suara. Jika tidak, aku akan sangat malu menghadapi tanggapan semua orang.”
__ADS_1
“Haha.. Ku rasa kamu akan tetap baik-baik saja apapun tanggapan orang-orang. Jadi, haruskah kita memulai?”
“Tentu. Harap perhatian kepada seluruh siswa Academy. Pengumuman pertama. Sebagaimana tercantum dalam jadwal, jam pelajaran terakhir pada hari jumat adalah Jumat Bersih. Meski ini minggu pertama kita pada tahun ajaran baru yang penuh drama, bukan berarti Jumat Bersih akan ditiadakan.”
“Benar sekali. Seperti biasa, pembagian lengkapnya akan diatur nanti pada saat istirahat kedua. Para guru yang berkenan ikut dapat mendaftarkan diri, kami akan mengambil daftar namanya nanti.”
“Lalu, pengumuman kedua ditujukan oleh seluruh anggota King yang masih aktif. Harap perhatikan dengan baik.” Ucapku, mengganti nada riang dengan nada serius.
Aku menjeda sejenak.
“Benar. Kalian memang harus mendengarkan dengan baik. Dan juga, bersikap patuh lah!” sambung Ares dengan nada dingin. Aku tersenyum singkat, sembari tetap menggunakan nada serius saat berbicara. Toh hanya Ares yang bisa melihat ku sekarang.
“Pelanggaran berupa abai menjaga ketenangan pada saat sidang dewan. Dengan ini, aku selaku Queen memberikan putusan hukuman untuk seluruh anggota King yang masih aktif!! Segera akhiri kegiatan kalian dan berkumpul di lapangan upacara.”
“Kalian memiliki waktu 5 menit dari sekarang untuk berkumpul!! Tidak masalah jika kalian menolaknya. Kings Killer akan mengajukan pengurangan nilai poin kepada sekolah.”
“Haha.. Itu benar. Itulah alasan aku tidak memasuki King pada saat tahun kedua. Karena aku tidak memiliki kebanggaan semacam itu.”
“Apakah itu juga alasan kamu tak masuk Kings Killer? Apakah kamu mendapat panggilan ibu pengawas sebelumnya?”
“Tidak. Aku tidak mendapat panggilan apapun. Lagipula, mana ada yang memiliki pemikiran membuat seorang anjing gila menjadi Kings Killer.”
“Jangan merendah, Ares! Aku tahu kamu juga pasti menyadarinya. Kamu adalah kandidat yang paling memungkinkan.”
“Jangan merendah, Queen! Leader Kings Killer saat ini adalah kandidat yang sebelumnya paling tidak memungkinkan.”
...**...
Sementara itu....
__ADS_1
Di kantin lantai 1, ada pojok tersendiri yang digunakan khusus oleh para guru. Miss Ruai, Miss Hayas, dan Miss Mona tampak duduk di salah satu meja di pojok itu.
Mereka memang sudah dekat sejak lama, meski kepribadian mereka dinilai jauh berbeda. Dan kejadian dalam sidang dewan kemarin membuat mereka memiliki lebih banyak mood untuk berbagi cerita.
Lalu kejadian hari ini, di mana Queen melakukan siaran. Suara itu terdengar sangat jelas, karena di sana juga terdapat speaker. Dan kabar bahwa Queen yang melakukan siaran juga sudah menyebar, membuat lebih daru separuh anak membuka ponsel mereka.
“Oh, Itu memang terdengar seperti suara Queen.” Ucap Miss Mona, mengaduk minumannya. Miss Mona adalah pecinta minuman manis. Ia memesan Strawshake Float, salah satu minuman manis Favorite di kantin.
“Sejak kejadian kemarin, ku rasa aku juga mulai hafal suaranya.” Sambung Miss Hayas. Dia lantas menyesap Lemontea yang selalu menjadi andalannya hingga tersisa setengah.
“Jangan berdusta. Kamu pasti memutar video kemarin semalaman sampai hafal suara gadis itu.” Ucap Miss Ruai dengan elegan, namun penuh sindiran. Dia menyesap kopi pesanannya.
Di antara ketiga guru itu, Miss Ruai adalah orang yang hampir tidak pernah absen memesan kopi kantin pada istirahat pertama. Dan jenis yang ia pesan juga hanya itu-itu saja, Americano dengan 2 atau 3 shot.
“Haha. Itu benar.” Miss Hayas terkekeh pelan, yang disambut dengan senyum kecil,
“Mereka pasti akan membuat ulah lagi bukan? Meski begitu, entah kenapa aku tak membencinya. ” ucap Miss Mona.
“Sejujurnya, aku juga bersyukur karena Ares masih di sini. Laki-laki itu, dia adalah pemuda paling berkesan yang pernah ku temui.” Miss Ruai tersenyum tipis, kembali menyesap kopi pahit yang paling disukainya.
“Menurut kalian, bagaimana tanggapan Ibu Pengawas tentang ini?” tanya Miss Mona.
“Ibu Pengawas? Beliau membenci sesuatu yang merepotkan karena beliau sangat menyukainya. Semakin beliau membenci Queen, semakin beliau akan menyukainya.” Jawab Miss Hayas.
“Benar. Bagi Ibu Pengawas, cara menunjukkan kebencian yang sesungguhnya adalah dengan sikap dingin dan acuh. Jika beliau menunjukkan kemarahan dengan gamblang seperti sekarang, artinya beliau justru tengah sangat antusias dan bahagia.” Ucap Miss Ruai, menimpali.
...**...
Duh para guru suka gosip juga ternyata
__ADS_1