
Dalam catur, ada istilah ‘sekak’. Yaitu sebuah keadaan di mana sang Raja sedang dalam keadaan bahaya. Sehingga lawan harus bergerak menyelamatkan diri.
Lalu, semua pion ku telah kugunakan. Aku menempatkan tiap peran pada posisinya. Dan membuat akademi tak punya pilihan.
Aku menggunakan pion pertama, untuk menyerang Mr Madelas. Lalu, pion kedua, menyerang Ibu Pengawas. Dan pion ketiga, menyerang Miss Ruai dan Miss Hayas.
Dari tiga hal tersebut, akademi sudah kehilangan alasan melakukan DO untuk Ares. Tiga pion itu sudah cukup untuk menyelamatkan Ares. Aku telah membuat para Dewan Hakim berada dalam posisi ‘sekak’ tersebut.
Tapi, aku masih punya hal lain. Yaitu ‘aku’ sendiri. Pion utama.
“Jadi anda ingin menggunakan hak imunitas mutlak itu sekarang?” Miss Ruai akhirnya angkat bicara. Dia dengan cepat telah kembali memahami situasi.
“Jika begitu, anda akan diberikan hak imunitas-
“Tidak, Miss..” aku kembali memotong ucapan Miss Ruai, meski sebenarnya hal ini dilarang. Ku pikir Miss Ruai takkan seperhatian itu dengan aturan-aturan Sidang Dewan. Sekali lagi, aku merasa bersyukur karena telah membaca buku panduan yang membosankan itu.
“Saya tidak ingin menggunakan hak imunitas. Saya ingin menggunakan opsi lainnya. Hak permintaan pribadi.”
“Permintaan?”
“Ya.” Ucap ku.
Jika aku menggunakan Hak Imunitas, aku akan selamat dari hukuman. Namun, berbeda halnya dengan Ares. Dewan Hakim masih bisa memaksa menjatuhi hukuman DO atau pindah sekolah. Jadi..
“Dengan Hak Permintaan Pribadi, saya ingin mengajukan hukuman untuk Ares dan saya sendiri. Dengan kata lain, saya juga meminta kepada Dewan Hakim untuk mencabut 2 ajuan sanksi sebelumnya.” Lanjut ku.
SEKAKMAT!
Dalam catur, ada pula sebuah istilah yang disebut ‘sekakmat’. Yaitu sebuah keadaan dimana musuh tidak memiliki opsi lain selain kalah.
Diam, maupun bergerak, sekakmat adalah akhir dari game itu sendiri. Tidak ada pion manapun yang bisa membantu, semua pilihan yang ada hanya mengantarkan sang raja pada kematian.
Dan, tidak ada satu jalan pun yang bisa menyelamatkannya. Dalam istilah lain, sekakmat berarti, tidak ada jalan, menyerah tanpa sarat, akhir, kematian, dan kekalahan.
Dan itulah, yang aku lakukan sekarang.
“Woooohh…”
“Woooooohhh..”
Astaga.. Riuh sekali!
Anak-anak dalam stadion bersorak-sorai. Mereka bertepuk tangan dengan penuh semangat. Kenapa kalian merasa senang secepat ini? Bahkan Dewan Hakim belum memberikan putusan resmi. Namun tentu saja, aku tetap merasa senang mendapat sorakan keras itu. padahal, mereka bisa-bisa ikut mendapat hukuman karena mengacaukan sidang dewan.
Dewan Hakim dan narrator tampak kembali berdiskusi. Lantas, Miss Ruai kembali menatap ke arahku.
__ADS_1
“Jadi.. Nona berprestasi khusus, sekaligus Nona Queen, Leader Kings Killer.. hukuman apa, yang kamu ajukan untuk Ares?” tanya Miss Ruai, penuh dengan sindiran.
Wajah ibu pengawas berkerut dan muram, menunjukkan mood buruknya dengan sangat blak-blakan. Ibu pengawas tahu bahwa sudah tidak ada jalan lain selain mencabut dua sanksi sebelumnya. Dan beliau terlalu lelah jika harus berurusan lagi denganku.
Aku tersenyum. Seisi GOR sudah kembali sepi sekarang.
“Skorsing 10 hari untuk saya dan Ares. Ares juga perlu membuat surat pernyataan dan diberikan hukuman disiplin. Tentu saja, hukuman disiplin Ares akan menjadi tanggung jawab dan wewenang Kings Killer. Saya juga akan menerima hukuman yang sama. Lalu, Ares juga wajib mempertahankan semua nilai raportnya diatas 80. Sebelum saya melanjutkan, saya ingin bertanya pada Ibu Pengawas. Apa anda berniat menurunkan jabatan saya sebagai ketua Kings Killer?” Aku menatap ibu pengawas.
“Apa ini penting sekarang?”
“Sangat. Ini menyangkut hukuman terakhir yang akan saya usulkan. Jadi, apakah anda berniat menurunkan saya dari jabatan?”
Ibu Pengawas menatap ku tajam.
“Aku sungguh sangat ingin melakukannya! Tapi, melihat sikapmu hari ini, aku berubah pikiran. Akan lebih baik jika kamu tetap mengurus semua masalah kings killer. Bukankah dengan begitu kamu akan terus kesulitan? Jika kamu diturunkan setelah membuatku pusing begini, aku hanya akan rugi.
Lebih menguntungkan bagiku melihatmu terus direpotkan mengurus semua masalah sampai tahun berakhir. Lagipula, aku berniat berbaik hati menambahkan beberapa hal untuk tugas khusus kings killer tahun ini. Kamu tidak bisa menolaknya, karena kamu telah menjadi dalang semua masalah ini bukan?”
Aku tersenyum pahit. Sialan..
Lihatlah wajah ibu pengawas yang penuh dendam itu. Tugas khusus katanya? Beliau hanya ingin mempersulitku kan? Iya kan?! Kings Killer tahun ini pasti akan dibuat tak mengenal kata damai. Aku menatap Ibu pengawas.
“Anda sungguh baik hati sekali.. Kalau begitu, untuk sanksi terakhir, Ares akan ikut bertugas menyelesaikan semua masalah bersama saya dan Kings Killer, sebagai anggota tidak langsung Kings Killer. Semua orang juga berpendapat seharusnya dialah yang lebih pantas untuk-”
“Duduklah!!” lanjutnya, menatap ke arahku.
Eh.. apa ini?
“Maaf Miss..”
“Kubilang, duduk!” Ibu pengawas mengulang perintahnya.
“Queen, anda dipersilahkan duduk.” Ucap Miss Ruai kemudian.
Aku menelan ludah.
Yah.. Baiklah. Aku pun duduk. sepertinya aku membuat Ibu pengawas terlalu marah sehingga beliau sampai menyuruhku duduk dengan paksa. Toh semuanya sudah ku utarakan. Sekarang, hanya soal keputusan beliau.
“Baiklah, hak berbicara Queen sebagai leader Kings Killer telah diberhentikan. Sekarang, sidang akan memasuki tahap akhir. Kepada Ibu Pengawas, dipersilahkan untuk memutuskan hasil akhir sidang hari ini.” Ucap Miss Ruai kemudian, yang dengan sigap mengerti situasi.
“Dengan ini, saya akan mengumumkan putusan hukuman untuk Ares dan Queen.” Seru Ibu Pengawas.
Ah. Sudah jadi seperti ini. Baiklah, ayo dengarkan.
“Pertama, Skorsing 10 hari untuk kedua orang tersebut. Kedua, hukuman disiplin dan surat pernyataan untuk kedua orang tersebut. Ketiga, Ares wajib memiliki nilai di atas 80 mulai sekarang dan seterusnya. Terakhir, Ares akan diikutsertakan dalam anggota kings killer dan memiliki peran sebagaimana disebutkan.
__ADS_1
Sekian keputusan saya. Jika dewan hakim lain memiliki ketidakpuasan, silahkan anda utarakan!!”
Dewan hakim tampak berdiskusi sejenak, lalu menyampaikan sesuatu pada narrator.
TENG TENG TENG..
“Dengan ini, hasil sidang telah resmi diputuskan!!”
Sorakan dan tepuk tangan kembali riuh mengisi seluruh GOR. Aku menghembuskan nafas dengan lega. Akhirnya selesai, bahkan sesuai dengan ekspektasiku. Para Dewan Hakim dan guru-guru yang hadir berdiri, beranjak keluar. Sedang aku mulai merapikan berkas di atas meja, memasukkannya ke dalam tas.
“Aku tak pernah menyangka. Kamu sungguh sangat luar biasa, nona berprestasi khusus..” ucap Ares, tampak menatapku dengan wajah berseri. Aku menatapnya dengan senyuman angkuh.
“Aku menepati janji ku dengan sangat baik bukan?” ucap ku kemudian.
“Haha.. sangat. Bahkan aku takkan bisa melakukannya.”
“Tentu saja! Aku-
“Wooow!! Bravoo, My Queeen.” Seru Mayor, ia dengan antusias memelukku dari belakang.
“Astaga!! Aku sangat kaget kau tahu?” Aku menatap Mayor tajam, segera melepaskan diri dari pelukan itu.
Si sialan ini!
Bak!
“Auw!” Mayor mengaduh pelan, merasakan sakit di perutnya yang terkena bogem mentah ku.
“Jika kamu sembarangan lagi lain kali, aku gak akan mengakhirinya hanya dengan pukulan ringan!” Ancamku, melotot padanya.
“Ups, sorry! Aku memang kadang terlalu antusias.” Mayor terkekeh ringan, meski dalam hatinya ia merasa sedikit takut. Baru kali ini dia melihat Queen sangat kesal. Bahkan Queen tetap bersikap tenang dan dingin saat Ares membuat masalah.
‘Astaga.. aku harus hati-hati atau aku akan masuk rumah sakit tanpa sengaja.’ Batin Mayor.
“Selamat Queen..” Ucap Feli kemudian, dia memelukku, disambung dengan pelukan dan ucapan selamat dari anggota Kings Killer lain.
“Kamu sungguh hebat, selamat karena telah selamat dari hukuman berat.”
Aku hanya tersenyum, menerima uluran tangan mereka.
Tapi, apa itu hanya khayalanku? Aku merasa senyuman Feli sangat terpaksa. Oh, apa dia merasa cemburu karena Ares?
Duh, bagaimana ini?
Bagaimana jika nanti suasana di dalam Kings Killer jadi terlalu canggung karena masalah ini?
__ADS_1