Academy Zone

Academy Zone
Hik-ke


__ADS_3

Fantastic! Sejarah Baru Academy, Dua Kali Lolos Sidang Dewan!!


Detik-Detik Queen Menyatakan Pacaran Dengan Ares! Saksikan!


Gak Kuat Lihat Ekspresi Ares!!


Best Couple Sepanjang Masa. Queen Fox Feat Crazy Dog.


Pacar Baru Ares, Sang Queen. Kapan Bakal Putus?


Aku mengerutkan wajah. Social media Academy dibanjiri berbagai artikel terkini dengan tajuk yang absurd itu. Mulai dari Forum, mading, sampai selebaran kertas dan foto. Academy benar-benar gempar. Mungkin ini adalah kegemparan terbesar sepanjang 3 tahun aku menjalani masa sekolah di Academy.


Dan lucunya, akulah penyebab kegemparan ini.


“Haa.. Sungguh!! Ternyata kamu sebajingan ini ya! Astaga.. aku rindu masa-masa damai ku.” Mayor menatapku kesal.


Semua anak kings killer duduk dengan wajah bad mood. Aku dan Ares yang baru tiba masih berdiri karena mereka sengaja tak menyisakan tempat untuk kami. Bahkan mereka mengisi kursi yang kosong dengan barang-barang dan dengan sengaja mengacaukan seluruh ruangan.


Apa-apaan dengan ruangan yang sangat berantakan ini? Apa mereka sedang protes sekarang? Tapi sampai pulang kemarin mereka bahkan masih baik-baik saja. Kurasa aku sedikit mengerti alasannya. Karena kegemparan besarnya baru terasa hari ini.


“Lagipula, kenapa orang yang sedang mendapat skors malah ke sekolah?” tanya Teguh.


“Mereka mungkin masih ingin tebar pesona lebih banyak lagi.” Jawab Selena.


“Crazy Dog feat Queen Fox?!” Jero berkerut, membaca artikel di tangannya.


“Oh sungguh kalian pacaran? Atau kalian berniat membuat kegemparan lain dan mengumumkan kalau kalian sudah putus besok?!” tanya Hesa. Dia sangat kesal karena kejadian kemarin tanpa sadar membuat wajah cantiknya sedikit terluka.


“Ah, astaga. Aku memang suka kehebohan. Tapi baru kali ini aku sangat tidak menyukainya.” Sambung Jefri.


“Ini adalah yang terburuk. Dari semua opsi untuk membuat kekuatan, kamu memilih pedang bermata dua. Tapi karena sudah terjadi, mau bagaimana lagi. Aku harus mulai fokus dengan pekerjaan kita selanjutnya.” Ucap Binner, membuat yang lain mendengus kesal.


Secara tidak langsung, sesi protes mereka telah berakhir. Aku melirik ke arah Feli. Dia hanya diam saat semua orang protes. Sudah ku duga, hubungan dengan Ares akan membuat hubunganku dengan Feli canggung dan sangat rentan.


Aku harus membicarakan ini secara pribadi. Aku tahu bahwa aku harus menghargai perasaanya, tapi aku memutuskan bahwa sekarang bukan waktu yang tepat untuk hal itu.


“Baiklah. Bukankah kalian harus ke kelas sekarang? Silahkan kembali ke kelas. Kalian akan bebas tugas khusus hari ini dan besok.” Ucap ku.


Aku menatap mereka yang tampak bergeming.


“Ares..” Panggilku, menoleh. Ares menatap ku dengan satu alis terangkat.


“Bukankah ini waktu yang baik bagi kita untuk menghabiskan waktu berdua? Lagipula kita tak masuk kelas.” Aku tersenyum, lantas kembali menatap Kings Killer.

__ADS_1


“Jadi, apa kalian akan keluar sendiri atau perlu diseret satu-satu oleh pacarku?!” tanya ku kemudian, melipat tangan di depan.


“Haha..” Ares terkekeh kecil.


Namun, tanggapan singkat itu nyatanya membuat suasana seketika mencekam. Ternyata, memang ada alasan mengapa orang ini dijuluki Raja Iblis. Anak-anak benar-benar segan padanya. Bahkan Mayor, yang notabene sebagai peringkat kedua beladiri, hanya terpaut satu tingkat dengan Ares.


“Baiklah-baiklah.. Ayo kita pergi.” Ucap Mayor kemudian, mengajak yang lain.


Mereka berdiri tanpa banyak kata. Mungkin mereka malas, atau takut? Entahlah. Tetap saja, membiarkan mereka pergi seperti ini akan merusak citra ku sebagai Leader.


“Jika bukan karena Kings Killer, aku akan tetap mempertahankan image sebagai Si penyendiri berwajah suram. Jadi, jangan terlalu membenci ku.” Ucap ku.


Itu benar. Aku membuka jati diri ku dari masa lalu karena merasa bertanggung jawab sebagai seorang Leader Kings Killer. Sebuah jabatan paling tinggi di antara siswa. Jabatan yang sangat berat dan merepotkan. Bagi mereka yang ambisius, jabatan ini mungkin terasa keren. Namun, jabatan ini justru diberikan pada ku yang menutup diri selama 2 tahun terakhir.


“Benar. Jangan menjadi orang yang terlalu egois. Bagaimanapun, Queen melakukannya juga karena kita.” Ucap Feli, untuk pertama kalinya dia bersuara.


Aku menatapnya heran, sedikit terharu. Karena dialah orang pertama yang membantu ku, di antara semua anak Kings Killer. Padahal, Feli pasti tengah merasa tak nyaman dan tak suka karena hubungan ku dengan Ares.


“Benar. Kamu menunjukkan pesona yang sangat besar karena Kings Killer. Baiklah, kalau begitu, aku akan kembali.” ucap Mayor, dia mulai beranjak keluar.


Tak.


Eh, aku menoleh ke belakang.


Aku menatapnya heran, mencoba mengerti situasi. Apa ini? Apa Ares sedang cosplay sebagai kekasih yang cemburu?


“Ares! Jangan menambah masalah.” Tegas ku kemudian. Ares menatap ku sekilas, lantas melepaskan tangan Mayor.


Astaga, bahkan aku sedikit bergidik melihat tatapan matanya yang sangat dingin.


“Haha.. Kamu mungkin terbiasa berminat dengan pacar orang lain, tapi aku tidak.” Ucap Mayor, terkekeh ringan. Membuat suasana antara dia dengan Ares semakin intens. Syukurnya mereka hanya saling abai, dan Mayor pergi begitu saja.


Aku menghembuskan nafas dengan kasar. Teguh, Jero, Hesa, dan yang lain keluar satu per satu sembari pamit. Lalu, tersisa Feli. Dia menatap ku datar, namun terasa sangat menusuk. Aku menelan ludah. Masalah dengan Mayor berlalu, masih ada dengan Feli.


“Aku pergi.” Ucap Feli singkat.


“Tentu.” Jawabku, tak kalah singkat.


Feli pun menaruh berkas di atas meja.


“Aku sudah menyelesaikan daftar nama yang perlu dicatat kemarin.”


“Ah, terimakasih banyak, Feli.”

__ADS_1


Feli tak lagi menjawab, hanya berlalu pergi. Aku pun mengambil berkas itu, menghembuskan nafas. Ugh.. rasanya berat sekali menghadapi situasi semacam ini. Semua ini gara-gara Ares. Dia yang membawa semua masalah merepotkan ini ke dalam hidup ku.


Sebenarnya aku ingin bertanya pendapat Ares mengenai Feli. Apakah orang ini masih mengingat Feli? Atau sudah lupa? Sudahlah, sekarang belum saatnya.


Aku menghempaskan diri di sofa, mengambil laptop dan membukanya.


“Ares! Bereskan ruangan ini. Tata dan atur semua berkas dengan baik berdasarkan isinya. Baca baik-baik dan ingatlah dimana kamu meletakannya. Pisah dan bedakan tiap berkas. Sortir yang tidak perlu. Dan juga..”


Aku mendongak, menatap Ares dengan dingin dan tajam. Lantas menyangga wajah ku dengan satu tangan.


“Aku ingin ruangan yang bersih, rapi, dan kondusif. Kamu bisa melakukannya bukan?” tanyaku.


Ares tampak bingung.


“Apa aku sedang dijadikan objek balas dendam?” ucap nya kemudian.


“Kamu tahu? Baguslah, ternyata kamu orang yang sangat peka.” Jawabku.


“Bagaimana jika aku tak mau?”


“Terserah. Aku sibuk. Ada banyak sekali hal yang harus ku selesaikan dalam sehari ini. Aku tak memiliki waktu mengurus-


Cup!


“Baiklah baiklah.. Kenapa kesal pada ku tanpa alasan hem?” Ucap Ares, menaikkan satu alisnya dan tersenyum manis.


Aku membeku sesaat setelah merasakan sentuhan lembut saat Ares mengecup dahi ku singkat. Membuat seluruh tubuh ku bergeming. Kecuali jantung ku yang rasanya rusak, dan bulu kuduk yang berdiri. Dan tangan ku ikut gemetar tanpa alasan.


Ares beranjak dengan santai. Mulai mengambil berkas-berkas yang tergeletak, yang sengaja dikacaukan oleh anak-anak. Meninggalkan ku yang masih speechless.


“Hik-ke..”


Aku refleks menutup mulut. Wajah ku dengan cepat memerah. Sayangnya, cegukan itu justru terus berlanjut. Membuat ku semakin malu dan salah tingkah. Ares kembali menatap ku dengan satu alis terangkat dan mata yang seolah bertanya. Lantas tawanya membahana memenuhi seluruh ruangan. Membuat ku semakin merah padam.


Sialan!! Memalukan sekali!!!


...***...


......Wkwk Queen udah nge-blush aja......


...Salting sampe cegukan segala pula...


...Tapi Ares jangan ke-pede-an dulu loh, si Queen cuma bereaksi normal sebagai cewek...

__ADS_1


__ADS_2