Academy Zone

Academy Zone
Apakah Saya Salah?


__ADS_3

Salah satu alasan mengapa GOR tampak sangat ramai adalah karena Sidang Dewan tidak boleh disiarkan secara langsung. Video hanya boleh direkam secara resmi oleh sekolah untuk disimpan sebagai dokumentasi data. Mereka yang ingin melihat sidang harus datang langsung ke tempat diadakannya sidang. Dan bagi yang lainnya, mereka akan mendapat kabar mengenai hasil sidang yang pastinya menjadi hot topic segera setelahnya.


Karena itulah, bagi Ara yang memiliki jiwa jurnalistik, mengikuti langsung jalannya sidang adalah perkara ‘wajib’. Namun, karena mendadak ia merasakan sesuatu yang tak nyaman, dengan terpaksa ia harus keluar dan bergegas menuju toilet wanita. Padahal, Queen baru memulai pernyataan.


‘Apakah Queen juga mengajukan Dropout untuk Ares? Entahlah, sial!’


Beruntungnya, Rimas yang lebih tertarik dengan pelajaran mau menemani, meninggalkan sidang yang sedang panas-panasnya. Benar saja, periode bulanannya datang di waktu yang sangat tidak tepat. Membuat gadis itu dongkol setengah mati.


“Ha! Sialaan!! Aku pasti ketinggalan banyak.” Gerutu Ara sambil mengajak Rimas bergegas kembali ke GOR.


“By the way, menurut kamu, Ares akan DO atau pindah?” sambung Ara, mencari topic obrolan. Toh mereka sekrang di toilet dekat ACC karena Ara tak membawa persiapan untuk tamu bulanannya. Dan tempat itu cukup jauh dari GOR.


“Hm.. entahlah. Jawaban Queen adalah penentu besar, tapi kita melewatkannya.” Jawab Rimas santai. Ara mengerutkan dahi.


“Apa menurutmu tak ada peluang bagi Ares untuk bertahan di sini? Hikss aku gak mau pisah sama idola akademii!! Lagipula kan dia selalu jadi bintang utama klub jurnalistik. Berita tentang dia selalu diminati banyak orang. Dia adalah air kehidupan kami. Nanti kalo klub jurnalistik mati gimana..” Ara mulai merengek. Tentu saja dia juga salah satu penggemar Ares. Karena berkat Ares, klub jurnalistik kegemarannya ramai peminat dan mendapat banyak fasilitas tambahan selama 2 tahun terakhir.


“Hm.. ada kemungkinan sih.”


“Apa?!!!” Ara menatap Rimas yang tampak berpikir.


“Serius dua rius tiga riuss??” tanya Ara penuh antusias. Bahkan ia mengguncang tubuh Rimas, membuat gadis itu merasa kesal.


“Lepasin!!”


“Ups, sorry.. tapi kamu serius??” Ara mengulangi pertanyaannya yang belum terjawab.


“Hm.. mungkin. Kalau Ares memiliki prestasi khusus.”


“Prestasi khusus? Apa itu?”


“Sebuah prestasi besar atas nama pribadi yang menjadi titik penting perjalanan SMA Academy. Dan sayangnya, ku pikir itu hal mustahil.”


...***...


Para Dewan Sidang pasti sangat ingin membungkam ku, tapi mereka tak bisa. Mereka menampakkan rasa tak suka yang jelas di wajahnya. Maaf saja, tapi aku adalah Sang Leader Kings Killer.


Aku memiliki hak bersuara sebagai satu dari tiga kesaksian utama untuk bahan pertimbangan. Dan mereka tidak boleh menginterupsi atau mengabaikan pendapat ku.


Yah.. jika tidak suka, silahkan turunkan saja aku dari posisi Leader Kings Killer dan ganti dengan orang lain. Tapi, hal itu pun hanya bisa dilakukan setelah sidang dewan ini selesai. Mereka tidak bisa mengusikku sama sekali sekarang.


Kesimpulannya.. Mereka berada dalam jalan buntu.

__ADS_1


“Tiga pelanggaran berat telah dilakukan oleh Ares. Namun, masih ada hal paling penting, yang belum saya sampaikan.” aku melanjutkan kalimat ku.


Aula tampak semakin tegang. Sebagian orang mulai lelah dan bosan dengan alur lambat yang terus berputar. Namu mau bagaimana lagi, mereka penasaran dengan kelanjutan kisahnya.


“Tiga pelanggaran berat Ares tersebut, semua orang tahu, bahwa..” Aku tersenyum, menghela nafas sejenak.


“Alasan, sekaligus penyebab utama dari tiga pelanggaran berat tersebut adalah.. Saya sendiri, Sang Leader Kings Killer!!”


Sekarang, seluruh GOR sudah dilanda kekacauan dan bisik-bisik. Wajah masam para Dewan Sidang semakin gelap. Pasalnya, mana ada leader Kings Killer justru menjadi tersangka MSP.


Aku melirik Ares untuk kedua kalinya dengan senyuman kecil. Kali ini, dia tampak menatap ku dengan sebuah senyuman kecil canggung yang penuh tanda tanya.


“Tidak ada yang bisa menyangkalnya. Dan tidak ada yang bisa menolak fakta-fakta yang saya berikan barusan. Jika Ares harus mendapat sanksi dropout atau kepindahan sekolah. Maka, saya sebagai penyebab utama juga harus mendapatkan sanksi yang sama!!”


BRAAK..


“HEI..!!” Ares berdiri sambil menggebrak meja, menatap ku tajam. Aku membalas dengan tatapan yang tenang.


“Aku belum selesai.. Duduk dan tenanglah!!” lirih ku. Ares masih menatap ku tajam.


Aku akhirnya mendekatkan bibirku ke telinganya, lalu berbisik,


Dua mata kami bertemu. Tatapan tajamnya dan tatapanku yang penuh keyakinan. Ares akhirnya hanya menghembuskan nafasnya dengan kasar, lantas kembali duduk. Aku pun kembali menghadap ke depan, melanjutkan kalimat ku.


“Dewan Hakim yang terhormat, saya adalah.. Penyebab utama semua pelanggaran berat ini. Sebagai Leader Kings Killer, Memicu Most Serious Problem Akan Mendapat Sanksi Sebagaimana Sanksi Pelaku Most Serious Problem Tersebut.


Jika Ares mendapat DO. Maka Saya Secara Pribadi Juga Akan Keluar Dari Akademi!!


Saya akan melakukannya dengan suka rela sebagai bentuk tanggung jawab pemimpin. Dan hal itu, juga merupakan bagian dari aturan Akademi.”


Aku tersenyum sejenak sebelum melanjutkan.


“Namun..”


Aku memotong kalimat ku, merasakan atmosfir di sekitar.


Lihatlah sejenak, suasana di sini sekarang sangat tenang. Mereka menanti, tiap kata dalam ucapan ku selanjutnya. Mereka bahkan takut bersuara. Takut jika melewatkan satu kata saja dari ku. Aku kembali tersenyum.


“Anda tidak bisa melakukan itu pada saya bukan?” ucapku, menatap Ibu Pengawas.


Orang-orang mengerutkan dahi, mulai bertanya tentang identitas apa yang sebenarnya ku miliki. Fakta bahwa aku tak dikenal pada 2 tahun terakhir. Fakta bahwa aku tiba-tiba menjadi leader Kings Killer. Semua menjadi semakin teka-teki.

__ADS_1


“Apa maksudmu, Queen? Tidak ada yang bisa lolos dari hukuman Sidang Dewan terlepas dari status seseorang.” Ucap Miss Ruai kemudian. Seolah ia sedang mengingatkan agar aku tak terlalu arogan.


“Apakah yang dikatakan Miss Ruai benar, Mr Madelas?” aku beralih menatap Mr Madelas, bertanya.


“Benar. Bahkan jika kamu anak sorang presiden atau putri dari Negara lain, tak ada yang bisa lolos dari hukuman sidang akademi. Kecuali-“


Tak!


Mr Madelas membulatkan matanya, menatapku penuh keterkejutan dan tak percaya.


“Kecuali apa, Mr Madelas?” tanyaku dengan santai. Mr Madelas balas menatapku sangsi. Penuh rasa tak percaya.


“Kecuali seseorang yang memiliki ‘prestasi khusus’. Sebuah prestasi yang bersinggungan sangat penting dengan keberlangsungan akademi.” Ucap Mr Madelas kemudian.


“Anda benar, Mr Madelas. Dan saya adalah orang yang memiliki ‘prestasi khusus’ atas nama saya sendiri terhadap SMA Academy. Pemilik ‘prestasi khusus’ memiliki satu kesempatan. Yaitu untuk mengajukan satu kali hak imunitas mutlak, atau satu kali hak permintaan pribadi. Dan saya meminta untuk menggunakan hak itu sekarang.”


Ibu pengawas menatapku lekat, saat seluruh audiens termasuk para dewan hakim kini menatapnya meminta konfirmasi.


‘Apakah yang ku katakan benar?’


Namun, beliau hanya diam. Dan tampaknya Miss Ruai sebagai narrator juga sedang bingung, mencoba mencerna keadaan.


“Mayor, apa itu hak imunitas mutlak?” Jero bertanya.


“Feli, apa itu?” Mayor melempar pertanyaan pada Feli.


“Intinya, kamu bisa terbebas dari hukuman, entah apapun pelanggaran yang kamu lakukan.” Jawab Feli.


“Lalu, apa maksudnya hak permintaan pribadi?” Jefri ikut bertanya.


“Mungkin maksudnya Queen dapat meminta sebuah permintaan pribadi terhadap akademi.” Kali ini Hesa yang menjawab.


“Lalu, apa itu ‘prestasi khusus’?” kali ini giliran Teguh.


“Benar, aku juga baru mendengarnya.” Selena ikut bicara. Entah kenapa, semua orang menatap Feli, meminta jawaban.


“Entahlah, kita tanyakan pada orangnya langsung saja nanti.” Jawab Feli. Menghindari pertanyaan lain yang akan semakin merepotkan.


Sementara aku masih terus berputar dengan ulasan ku. Yang tentu saja membuat Dewan Hakim pusing dan kehilangan pijakan.


“Singkatnya, saya adalah pelaku utama insiden ini. Sehingga saya harus mendapat hukuman yang sama dengan Ares. Tapi, anda tidak bisa melakukannya. Apakah saya salah?” ucapku, menunjukkan senyuman paling manis sedunia.

__ADS_1


__ADS_2