
...{Ares POV}...
Anjing Gila, maupun Raja Iblis, aku menyukai dua julukan itu.
Rasanya, Julukan itu terasa pas denganku. Aku orang yang bebal dan bebas. Menikmati kebebasan dalam segala hal. Termasuk urusan perempuan. Yah, meski begitu, aku cukup berprinsip.
Jika ada perempuan yang tampak mendekatiku, aku akan merespon selagi dia cukup syarat. Aku akan memperlakukannya dengan baik. Meski begitu, aku akan memperlakukan perempuan lain dengan sama baiknya juga.
Aku mungkin akan memiliki status pacaran dengan satu salah satu orang dan tidak selingkuh. Tapi bukan berarti aku serius dengannya. Aku juga merespon perempuan lain sesukaku. Kenapa aku harus membatasi diri? Toh, dalam pacaran hanya ada satu akhir yang pasti. Putus.
Itulah konsep ku. Aku tak pernah bilang aku serius dengan suatu hubungan tuh. Makannya, kalau pacarku cemburu berlebihan atau terlalu mengatur, maka kita putus saja.
Bajingan??
Yah, itu juga kosakata yang cocok untukku.
omong-omong.. Aku sangat menikmati waktu di akademi ini. peraturannya banyak, tapi cukup simple. Dan, akademi menumbuhkan rasa dimana tiap siswa akan merasa aku bebas, aku penting, aku berpengaruh, aku sang penguasa. Atau mungkin pada intinya, seperti perasaan bahwa, aku yang menanggung sendiri semua akibat dan konsekuensinya.
Jadi, sebagai bajingan, anak nakal, atau berandalan, aku sangat menikmati waktu di akademi ini. Aku bisa membolos kapanpun, dan melakukan hal-hal yang kusukai. Aku mulai mahir mengelak hukuman, dan aku yang hidup dengan keras selama ini menjadi orang terkuat pertama bahkan sejak aku kelas 1.
Tentu saja, dengan semua prestasi itu, aku sangat terkenal dan banyak yang menjadi penggemarku. Karena itulah aku menjadi bajingan. Aku tak pernah benar-benar tertarik pada perempuan. Mungkin, aku belum pernah mencintai orang lain seperti itu. Semua perempuan itu sama. Begitulah kiranya.
Dan di pertengahan tahun kedua, aku tak mengerti apa yang terjadi. Most problem terjadi saat aku kabur keluar sekolah. Aku tak tahu persis kejadiannya. Esoknya, berita itu sangat ramai. Semua orang ribut. Hingga dua hari terakhir, mereka hanya sibuk membahas perkembangan masalah itu.
“Serius.. king, bahkan kings killer?”
“Iya.. Gila.. bisa ya, mengelak hukuman dari mereka. Entah gimana triknya..”
“Eh, sidang dewan digelar loh.. nanti sepulang sekolah.. nonton yuk..”
Ha??
Apa tadi?
Mengelak hukuman king, bahkan kings killer.
Juga, membuka sidang dewan??
Ini sangat jarang terjadi. Aku pun membuka forum dan mencari-cari berita lengkapnya. Aku jadi penasaran. Seorang perempuan yang membuat gempar sekolah. Sangat jarang terjadi. Aku mulai membaca komentar dan melihat video amatir yang tersebar di grup.
Eh..
Yang.. benar..
Gila?!
Seluruh siswa keluar? Ha??
Siswa akademi memang bar-bar.
Me..narik.
Tidak, ini amat.. teramat.. sangat menarik!!
Gadis yang menarik. Ini bukan pertama kalinya sih aku tertarik duluan. Tapi, aku hanya tertarik sekedarnya. Dulu aku pernah menembak orang duluan, jadi itu gak spesial.
Hanya saja, gadis yang menarik seperti dia, kenapa dijuluki kelam? (suram oi yang bener). Sejujurnya, dia cukup cantik saat rambutnya ditepikan. Tubuhnya juga cukup bagus. Yah.. paling juga nanti dia akan dapat masalah di sidang dewan. Atau bisa jadi malah dikeluarkan dari akademi.
Dan aku dibuat lebih tercengang lagi setelahnya, melihat gadis yang dijuluki kelam itu, (pembaca, yang bener itu suram yaa), bahkan berhasil menguasai putusan sidang dewan dengan berakhir hanya mendapat hukuman ringan.
Apaan??!! Aku bahkan tidak menyentuh most problem karena sidang dewan 80% akan mengeluarkan siswa tanpa pandang bulu. Tapi, dia bahkan bukan hanya tidak dikeluarkan. Dia malah diberi hukuman ringan? Bagaimana ceritanya??! Aku menyesal gak lihat langsung.
Kejadian itu di pertengahan tahun kedua sekolahku, dan menjelang ujian. Lalu, waktu kembali berlalu dan aku pun naik ke kelas 3.
Siapa sangka.. aku bertemu lagi dengannya, yang sekarang berperan sebagai leader kings killer.
Jadi, dia yang sekarang menjabat ketua kings killer? Sungguh sangat tak terduga.
Aku melihatnya di kelasku. Sebuah insiden di kelasku mempertemukan kita. Yah, makasih deh Ezril. Dia sekarang dalam masa percobaan, jadi dia bertugas menyelesaikan masalah yang dibuat duo bodoh itu?
__ADS_1
Dan lagi-lagi, aku tertarik dengan caranya menyelesaikan masalah.
Terlebih, fakta bahwa ia menumbangkan Gara dengan bantingan.
Gara memang sedang lengah.
Tapi, ini menarik. Sungguh, menarik sekali. Dia bisa beladiri? Apa karena itu dia seringkali percaya diri saat membuat masalah? Lalu kenapa dua tahun ini dia malah menjadi sosok kelam? (suram oii)
Aku mungkin akan menikmati bermain-main dengannya. Setidaknya, aku takkan cepat bosan. Semoga saja begitu.
Tepatnya, aku berharap begitu.
Esoknya, aku datang ke kelasnya. Aku mengajaknya kencan.
Dan aku, ditolak??
Kupikir dia orang yang agak gampangan atau polos jika masalah seperti ini. Lagipula aku terkenal. Aku tampan dan mempesona. Tapi apaan? Aku ditolak dengan tegas tanpa dipikirkan sama sekali.
Yah, bukan berarti aku sama sekali tak pernah ditolak sih. Manusia kan gak semuanya sama.
Aku pernah pacaran dengan orang yang sangat polos. Aku pernah ditolak orang polos juga. Aku pernah pacaran dengan artis. Dan juga pernah ditolak saat menembak salah satu idola sekolah.
Tapi orang di depanku ini, si kelam, aku jadi ingin menyibak topengnya. Apa panggilan kelam itu hanya sebuah skenario? Atau dia memang orang yang dingin? Gak, kayaknya bukan itu.
Dia yang membiarkan rambut itu menutupi wajah cantiknya. Dia yang tersenyum ramah tapi bisa membanting top 30 petarung sekolah. Dia tampak polos mungkin. Tapi bagiku, dia tampak seperti teka-teki.
Dan aku ingin bermain, memecahkan jawabannya.
Dia bahkan mengungkit soal pacarku dan sifat playboy ku. Astaga, aku baru sadar!! Ini.. pertama kalinya aku nembak orang lain saat aku belum putus??!! Entah kenapa aku jadi sebal. Memang dia siapa?
“Yah.. kalau begitu, tunggu hadiah dariku, sayang..” kataku dingin. Dia menolak ku dengan santai sekali saat aku menembaknya seolah menolak tukang jualan kaki lima. Sebenarnya aku agak sakit hati.
Hadiah ya..
Aku harus memberi hadiah yang luar biasa. Apa ya? Hadiah untuk yang pernah membuat keributan sidang dewan. Yah, hadiah yang super mewah.
Aku pun meretas sistem akademi, padahal keamanannya diganti dan diperkuat secara berkala. Haha.. tunggu saja. Sebelum itu, aku juga harus mengurus masalah lain.
Aku Juga menghentikan hubungan dengan cewek kelas 1 itu. Dia juga tampak kesal karena aku menegaskan garis batas diantara kita.
Masa bodoh.
Sekarang aku tinggal mengurus teka-teki yang sangat ingin ku selesaikan ini.
Aku sudah keluar kelas sejak jam ke-dua. Sampai setengah jam sebelum pulang..
Yes.. berhasil!!
Aku berhasil meretas sistem dengan keamanan tingkat monster. Aku pun menyeringai, menyiapkan konser besar untuk Queen. Membuat banyak langkah agar rencana ku sempurna.
Sampai-sampai aku menghubungi ibu pengawas langsung. Benar-benar tingkah yang gila. Duh, kali ini aku bakal bikin keributan besar. Tapi, nama anjing gila yang kumiliki kan jadi ada artinya.
Bagaimana responnya ya?
Begitulah sisanya berjalan. Semua berjalan dengan baik. Anak-anak heboh dan berkumpul. Aku juga bisa kan membuat seisi sekolah keluar? Bukan hanya kamu, Queen..
Dengan mudah, aku menghajar King. Duh, aku sendiri tak tahu kenapa ya aku kuat, lebih kuat, atau terlalu kuat? Dan kemudian..
Dia yang datang dengan wajah tertekuk itu membuatku senang. Aku tak sadar kapan dia sampai bawah. Dia pasti melihat kerennya aku saat bertarung kan? Agak sulit untukku melawan keroyokan. Tapi terlalu sulit bagi keroyokan itu jika ingin mengalahkan ku.
Kamu ingin menyelesaikan masalah kita baik-baik?
"Gampang, jadilah pacarku!!"
"Nggak mau."
Aku kembali tersenyum. Benar-benar, bahkan kamu tampak sangat santai ya.
Dengan kilat aku menyerang kings killer yang di sekelilingnya. Yah, aneh kalo dia yang ku serang, bukan?
__ADS_1
Kira-kira, apa yang akan dia lakukan?
“TARUHAN..” teriaknya.
Dia masih saja, mengejutkan ya.
Dia ingin mengajakku berkelahi? Yang benar saja? Tapi, aku juga penasaran. Gak papa kalo aku menahan kekuatan asli ku dan melihat beladiri yang dikuasai olehnya.
Aku pun berakhir dengan menyicipi beladiri Queen yang manis itu. Namun..
Ugh.. a..paan?
Aku terpukul mundur. Ku pikir aku hanya ingin melihat tingkat beladiri nya. Tapi sepertinya dia lebih unggul dari perkiraan ku.
Haruskah aku meladeni dengan benar?
Rasanya dia sekuat Mayor?
Tidak, dia lebih tangkas. Meski kekuatannya sedikit berbeda. Gerakannya sangat lincah. Ibaratnya, seperti orang yang memakai debu mengecoh lawan. Maksudku, dia sulit dihadapi. Dia bahkan mulai memojokkan ku??
Padahal aku enggan jika bertarung dengan perempuan. Karena laki-laki yang seumuran belum pernah ada yang bisa menumbangkan ku. Meski aki tahu banyak orang yang lebih kuat, belum ada yang bisa membuatku sampai jatuh tersungkur.
Tapi, aku lebih enggan jika harus terlihat lemah atau kalah dari perempuan. Apalagi aku mungkin lebih tua darinya meski hanya beberapa bulan.
Sialan..
Aku harus.. serius!!! Dengan satu tangkisan, aku mulai melancarkan serangan balasan.
Tentu saja aku langsung unggul. Sebenarnya, aku jarang bertarung serius. Dan malah aku terpancing oleh perempuan ini? Bahkan lebih serius dibanding saat melawan king tadi. Atau mayor. Aku keterlaluan kah?
Aku bisa tahu dia akan segera tumbang. Sebaik apapun gerakan dan tusukannya, kekuatan dan kecepatan yang ku keluarkan sebagai laki-laki tetap membebani tubuhnya.
Lalu..
Dia.. masih bisa mengganti mode tarung?
Serangannya terfokus pada titik lemah ku. Dan gerakan tangkas lincahnya mampu mengimbangi serangan serius ku?
Aku sudah lelah setelah melawan banyak orang, tapi.. bukan berarti aku akan kalah kan?
Ugh..serangannya merepotkan. Kami sempat berhenti di tengah serangan. Ini diluar ekspektasi.
Aku menyeringai..
Tampaknya, dia juga sama. Sama-sama sangat menikmati pertarungan ini.
“Anjing Gila sialan..!! ha.. ha..” katanya lirih, hampir seperti berbisik.
Dia mengatakan itu sambil tersenyum, apa dia sadar hal itu?
“Ha.. ha.. Kamu.. Sungguh, cantik.. dan mempesona, kau tahu?” kata ku.
Sreek..
Queen yang hampir tumbang segera mengambil langkah mundur. Tampaknya dia kehilangan keseimbangan. Keren sekali dia masih bisa mundur menghindar. Nafasnya sudah sangat menderu. Dan sepertinya dia sudah kehabisan stamina.
Sudahlah, aku tahu jika di teruskan aku bakal menang. Tapi toh aku sudah mengingkari kata-kata yang bilang takkan tega serius bertarung dengannya.
Aku malah menikmatinya.
Mungkin tak buruk jika aku mengalah.
“Aku menyerah..” ucapku akhirnya. Mengangkat kedua tangan.
Aku menyerah sekarang. Tapi aku belum menyerah soal mendapatkannya. Aku malah semakin ingin mencoba. Akan jadi kenangan jika aku berpacaran dengannya meski cuma beberapa hari.
Semuanya selesai. Dia dengan cekatan memberi perintah pada anggota kings killer.
Ck, sampai akhir kamu masih berniat mengabaikan ku ya.
__ADS_1
Hem.. kalau aku yang berada dalam posisinya sebagai leader kings killer, bagaimana ya? Meski kelihatan agak kaku dan kurang terlihat, mungkin dia adalah kandidat terbaik ketua kings killer.
......(POV END)......