Academy Zone

Academy Zone
Ah, Ares Sialan


__ADS_3

Begitulah, karena hari itu tanpa diduga pelajaran terganggu, masalah saat itu masuk ke MSP. Dan, untuk pertama kali, ada MSP tanpa bel peringatan alias genderang perang.


Esoknya, orang-orang sibuk bergosip jika pihak berwajib akan turun tangan karena kita megusir orang dengan sangat tidak sopan, dan terutama perbuatanku, melakukan tindak kekerasan.


Sementara itu, aku malah santai dan biasa saja. Aku kembali dengan rambut yang tak tertata,  hanya saja aku berhenti memakai masker sejak itu, dan jarang sekali memakai kacamata.


Anak-anak sempat menaruh perhatian besar pada ku, tapi aku mengabaikannya dan sok tak tahu. Hingga akhirnya mereka menyerah karena sikap tak peduli ku.


Apa aku akan dipenjara atau mendapat tuntutan gubernur? Atau mendapat kecaman masyarakat?


Aku menyeringai.


Haha..  Masa bodoh!!


Tapi, hal itu ternyata tidak terjadi. Pihak sekolah memarahiku dan king memberi surat hukuman. Lalu, setelah debat panjang, aku merobek surat itu tanpa malu dan keluar mengabaikan hukuman. Kings killer juga turun tangan dan secara pribadi menemuiku, tapi aku berhasil lolos dan berdalih. Yah, kalian tebak sendiri caranya. Tentu saja, anak-anak hanya tahu bahwa aku dipanggil oleh King dan Kings Killer, tapi mereka tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi.


Aku akhirnya dipanggil dalam sidang dewan. Kasus yang melibatkan guru dalam penyelesaian. Kasus besar yang mayoritas hasil akhirnya adalah drop out. Dan lagi-lagi, aku tersenyum pada akhirnya. Lebih dari 70% siswa akademi menuntut pada dewan siswa dengan pernyataan bahwa aku tak bersalah. Mereka berbaris seperti semut, dan mendukung keselamatanku.


Melakukan kekerasan, memprovokasi pengusiran, mengganggu jam pelajaran sehingga kasus MSP muncul.. Bukan hanya itu, aku juga menentang otoritas King dan berkelit dari Kings Killer. Dan berakhir lolos hukuman bahkan dalam sidang dewan dengan berhasil menggaet dukungan mayoritas akademi.


Begitulah, masalah itu berakhir dengan aku sebagai pemenangnya. Terutama karena aku berhasil mempertahankan image sebagai siswa penyendiri yang suram.


(Falsback off)


Sekarang, kembali ke kenyataan.


Ares mendekatiku setelah mengalahkan anggota king yang sekarang tersungkur karena ulahnya.


Dia berhenti satu meter di depanku, menyeringai lebar. Lalu..


“Hai.. Kenapa rambutmu selalu saja berantakan?” sapanya dengan santai dan sok manis.


(apakah itu benar sapaan di situasi awkward ini?)


Berantakan.. ya.. itu benar.


Inilah aku. Dan sekarang rambutku memang cukup berantakan


Ha.. baiklah.


Aku memutuskan turun tangan sendiri!


Harus aku.


Aku mengambil ikat rambut yang kugelangkan, lalu mengikat rambutku kebelakang dengan rapih. Aku tersenyum ramah pada Ares.


"Jadi, bisakah kita selesaikan dengan diskusi?" tanyaku.


"Bisa, mudah sekali.." Ares tersenyum, tepatnya menyeringai.


Jujur saja, jika ini situasi normal, dan Ares adalah orang normal, senyumannya cukup untuk membuat semua orang jatuh cinta seketika. Sayangnya, dia adalah orang gila. Dan situasi ini sendiri tidaklah waras.


Aku tebak.. dia akan bilang.. Jadilah pacarku?


"Jadilah pacarku.." ucap Ares dengan santai.


Aku. Sungguh. Ingin. Tertawa..


bahkan tebakanku 100% tepat dengan apa yang dia katakan.


Aku tersenyum sangat lebar hingga kedua mataku menyipit. Sebesar rasa kesal ku padanya


"Tidak mau.." jawabku kemudian, dengan santai.


Wajahku serius. Serius aku jenuh dan mendadak sangat lelah. Soal fisika yang ku kerjakan terakhir kali bahkan terasa bukan apa-apa. Ini jauh lebih memusingkan buatku.


"He~eem..."


Raja iblis menunjukkan ekspresi yang aneh.


Sialan.


Alam bawah sadarku menggetarkan sinyal bahaya.


Aku merasakannya dengan pasti. Apa yang akan dilakukan oleh Anjing gila ini pasti sama sekali tak terduga dan..

__ADS_1


Bugh.. Buuakh..


"Aaah.."


Seruan tertahan itu membuat fokus ku beralih.


Pukulan, tendangan, sudah melayang..


Ares dengan liciknya menyerang Jefri yang saat itu paling dekat dengannya, tanpa aba-aba.


Ha?


???


Tunggu.. Jadi dia membantai orang lain gitu? Karena aku??


Tunggu-tunggu..


Raja iblis itu barusan melewatiku begitu saja lantas tahu-tahu sudah menyerang kings killer?


Dalam sekejap mata?


Gila!!


Ba.. badass banget!!


Eh, ehem, fokuslah..


Maksudku, aku ternyata kecolongan.


Entah bagaimana, sekarang situasinya sudah menjadi Ares lawan Kings Killer.


Aku hanya bisa menyaksikan pertarungan. 5 lawan 1.


Gila sumpah.. raja iblis mengayunkan satu serangan siku kebelakang, kakinya menghindari serangan lawan lain, tangan satunya menangkis serangan yang lain lagi. Menyerang, berkelit, dan menghindar dalam satu susunan gerakan.


Sraak..


Tubuhnya berkelit kesamping, merunduk, molompat, jungkir balik, atau masuk sisi buta serangan. Tangannya sigap menangkis serangan. Kakinya lincah bergerak dan menendang. Gerakannya tampak sederhana dan sangat minimalis, sekaligus sangat mematikan.


Dan.. Raja Iblis menyeringai lebar.


Anggota kings killer, laki-laki di dalamnya sangat pandai berkelahi. Setidaknya untuk tahun ini, mereka masuk 20 besar semua di akademi. Terutama Mayor, Ia terbaik kedua di akademi, dan Raja Iblis yang pertama. Meski mayor terbaik kedua pun, masih jauh dibawah raja iblis.


Bahkan 5 kings killer lawan 1, Raja Iblis masih terlihat memimpin. Rentang tingkatan mereka cukup jauh. Para anggota King yang lain mencoba mengamankan kerumunan dibanding turun lapangan. Yah, ini sudah masuk perkara tugas kings killer.


Tidak.. ini masalahku sih sebenarnya, bukan kings killer ataupun king.


Kerena itulah aku amat sangat frustasi!! Hampir 10 menit berlalu. Keadaan masih sama. Ares masih unggul meski tentu saja dia juga menerima satu dua serangan. Binner, Jefri, Teguh, dan Jero tampak mulai kesulitan. Sedang Mayor juga mulai jengah.


Haa.. baiklah..


Aku akan turun tangan saja.


"HENTIKAANN..!!" Teriakku kencang dan lantang.


(Ugh, rasanya serak.)


Haa.. haa.. ha..


Aku, Ares, maupun Mayor dan 4 lainnya sama-sama tersengal rendah. Pertarungan mereda.


Ares menatapku, menyeringai kecil.


Ah.. Sebelum ia mengatakan omong kosong tak masuk akal lagi, aku lebih dulu harus memotongnya!!


"TARUHAN.. Ayo kita taruhan!!" ucapku kemudian, menatap Ares tajam.


Inilah keputusanku, entah akan menyelesaikan masalah dengan baik atau tidak. Aku hanya mengikuti kata hati dan apa yang kupikirkan. Itu saja.


"Taruhan?" Raja iblis mengangkat satu alisnya.


"1 lawan 1.. jika aku bisa bertahan selama 10 menit, maka kau harus mengikuti keputusanku.. bagaimana?" aku menatapnya serius.


"Ha..??" Raja Iblis menyisir rambutnya dengan tangan. Jujur, gerakannya itu sangat seksi sekali.

__ADS_1


"Ayolah, itu tidak adil.. aku takkan tega melukai wanita, apalagi orang yang kusuka.." lanjutnya.


Aku menelan ludah. Dasar sialan, sempat-sempatnya dia menggombal.


"Ha.. Ini adalah.. penyelesaian paling baik dariku.. Baik kamu menolak atau menerimanya, aku mungkin akan tetap kalah di sini. tapi aku takkan ragu dan tinggal diam. Lalu, aku tidak akan menahan diri.. Juga, jika kamu menerimanya, aku akan memastikan akhir yang tidak terlalu buruk karena masalah ini. Aku tidak ingin menjadi musuh dari Anjing Gila, Sang Raja Iblis..


Kita masih bisa berteman.. mungkin??" ucapku..


"Jika aku menang?" Ares mengangkat satu alisnya. Dia masih belum terlalu puas.


"Jelas.. aku akan mengikuti keinginanmu.. Tentu saja, setelah semua diselesaikan."


Srek..


Aku melepas jas kings killer, juga rok panjangku.


Aku selalu memakai celana panjang tiap kali kemanapun. Ini sudah seperti kebiasaan. Atau mungkin persiapan jikalau ada hal tak terduga diluar.


Syukurlah aku selalu siap.


Aku menyerahkan pakaianku pada nona.


Jadi, jika dia menolak, aku harus menyiapkan strategi lain, atau langsung menyerangnya saja ya?


"Baiklah.." Ares menyeringai kecil.


Aku pun mulai melakukan pemanasan ringan tanpa menjawabnya. Sembari tubuh ku bersiap dengan ancang-ancang. Lalu..


Pertandingan dimulai.


Dengan cepat, aku melayangkan serangan pertama. Gerakan yang lincah, dan kecepatan adalah keunggulan ku untuk segera menyingkir dan menghindar dari titik serang Ares.


Koordinasi gerakan, titik serang yang akurat, pertahanan yang fleksibel..


Buk buak.. tak.. pak.. sret..


Ugh..


Aku harus sangat serius sejak awal. Aku memulai dengan menyerang intens ke titik lemahnya. Tapi dia selalu bisa menangkis dan menghindar.


Aku menaikkan kecepatan dan kelincahan seiring waktu. Ares tampak mulai kewalahan.


Sret.. sreek.. tak..


Eh.. apa ini? Apakah Ares baru mulai serius? Yah, sudah ku duga dia menahan serangannya karena aku perempuan. Sial. Gerakannya..


Tak... tak.. pak..


Sret.. sreek.. srekk.. tak..


Ugh.. menghindar, menghindar, berkelit, menangkis..


Sialan!! Gerakannya makin cepat dan tangkas, juga keras karena dia laki-laki. Dan kenapa sih dia menyerang ku terus begini?!


Tak tak..


Dengan sigap aku berkelit dan mengambil langkah baru, mulai kembali menyerang balik. Aku mengganti skill. Gaya bertarung lincah cepat dan menusuk.


Melelahkan.. aku harus benar-benar fokus..


Aku kalah dalam stamina dan kekuatan.


Maka, hanya tinggal bagaimana aku mampu melawan.


Pedang bisa memberi luka dalam yang besar, dan jarum bisa memberi luka fatal jika penggunaannya tepat.


Sejak awal aku tahu aku akan kalah. Raja iblis adalah pedang dan aku adalah jarum.


Tapi, aku pikir aku cukup baik.


Lebih daripada dugaanku.


Lebih daripada dugaan raja iblis.


Lebih daripada dugaan kings killer.

__ADS_1


Dan juga, tidak disangka-sangka oleh semua orang di sini.


...***...


__ADS_2