Adakah Kesempatan Kedua

Adakah Kesempatan Kedua
AKK 1 - Perubahan Karakter


__ADS_3

Namanya Adalah Jae, Jae seorang bocah yang baik dan kemudian tumbuh menjadi anak yang nakal.


Ketika masih duduk di bangku SMP Jae seorang anak pendiam dan berprestasi, Jae selalu mendapatkan rangking terbaik dikelasnya bahkan hampir semua guru menyukainya.


Nilai Jae dari kelas satu SMP sampai Lulus SMP hampir tidak ada nilai yang merah kesopanan nya pun sering dijadikan contoh oleh para guru agar siswa yang lainnya berperilaku seperti Jae.


Dan akhirnya Jae lulus SMP dengan nilai yang sangat baik, Jae pun mendapat tawaran di sekolah favorit di SMK ternama di kota besar, karena tempat SMK Jae cukup jauh dari rumahnya maka Jae pun ngekos.


Jae tinggal bersama teman teman baru di kosankarena Jae orangnya gampang bergaul jadi tidak susah bagi Jae untuk tinggal dilingkungan baru.


Hari pertama dilingkungan baru dilalui Jae dengan normal.


Sampai suatu ketika Jae pergi ke warung makan sendirian pulangnya di palak sama preman tempatan, merasa takut Jae pun kasih dan kemudian Jae dibiarkan pergi.


Hampir setiap pergi mencari makan Jae pasti selalu dipalak, karena Jae tak berani dia pun selalu mberinya.


Suatu hari Jae hanya punya uang pas- pesan untuk membeli makan dan seperti biasa preman kampung yang biasa memalak Jae datang kemudian minta uang, Jae menjelaskan pada mereka kalau lagi tak ada uang, tapi mereka tidak mau tahu dan Jae dipukuli meski Jae sempat melakukan perlawanan Jae tetap kalah mukanya babak belur setelah melihat Jae babak belur para preman kampung itu pergi.


Keesokan harinya ada teman sekolah Jae Namanya Karsid main ke kosan, Karsid adalah teman kelas Jae yang disegani disekolah, karsid baik ke Jae karena Jae sering mengerjakan PR Karsid, Perut Karsid tiba tiba berbunyi dia kemudian mengajak Jae makan.


" Jae makan yuk, lapar nih.” Kata Karsid sambil memegang perutnya.


" Saya gak punya uang kamu aja makan sendiri.” Jawab Jae.


Karsid memaksa Jae untuk ikut, " Hayu biar aku traktir."


Kemudian mereka pergi mencari makan, setelah selesai makan mereka dihadang dua preman kampung yang biasa memalak Jae, ketika Jae mau mengasih uang pada kedua preman itu Karsid melarang nyak.

__ADS_1


"Jangan kasih Jae." Kata karsid dengan nada tinggi.


Dengan gagah Karsid bilang ke kedua preman itu " Kalian siapa minta duit seenaknya.”


Kedua preman itu tidak menjawabnya tapi kedua preman itu langsung menyerang Karsid, dengan sigap Karsid menangkisnya serangan mereka dan Karsid balik menyerang, mereka berdua kabur padahal Karsid hanya melayangkan beberapa pukulan.


Sesampainya dikontrakan Karsid bilang ke Jae. " Kenapa sih lu cemen banget, kalo terus- terusan lu kasih nanti mereka akan terus memalak lu."


Sejak saat itu ketika di palak Jae belajar untuk melawan, suatu hari saat Jae ke warung mencari makan para preman itu datang lagi menghampiri Jae, kali ini mereka bertiga bau minuman keras, Jae mencoba tetap tenang dan Jae melawan dan gak disangka mereka bertiga tumbang, tapi tiba- tiba dari belakan ada sekitar tiga orang lagi berlari menuju arah Jae lalu memukuli Jae, sudah bisa ditebak Jae kalah dan babak belur.


Setiap hari Jae mencoba untuk semakin kuat dari mulai berlari, latihan fisik sampek ikut belajar bela diri tujuan tidak lain untuk menjaga diri.


Jae di sekolah sekarang selalu bergaul dengan Karsid seorang anak yang disegani disekolah meski baru kelas 1 SMK, sekarang Jae belajar merokok, minuman keras dan semacamnya, Jae sering nongkrong di tongkrongan Anak nakal sampai Jae kenal satu persatu dari mereka, mereka pun sebagian jadi mengenal Jae karena sering nongkrong bareng.


Suatu hari saat Jae sedang nongkrong bersama teman- temannya tiba- tiba ada orang sedang di pukuli sampai darahnya berceceran, Jae dan teman- teman langsung lari dan melihatnya, setelah Jae lihat ternyata yang digebuki ketua preman yang biasa malakin Jae, namanya Dama ya Dama adalah ketua preman di lingkungan tempat Jae ngekos, meski sering dipalakin dan dipukuli anak buah Dama Jae tetap menolong Dama, tapi ketika menolong Dama Jae malah ikut digebuki sama mereka, lalu teman teman Jae membatu Jae, tawuran pun terjadi,, tidak lama kemudian suara sirene polisi berbunyi dan semua berhamburan lari.


" Aku juga gak tahu, kasihan aja liatnya." jawab Jae, dan kemudian mereka pulang ke rumah masing masing.


Setelah kejadian itu ketika Jae ke warung dan seperti biasa pulangnya Jae dipalak dua preman kampung, karena merasa sekarang lebih kuat Jae melawan, kedua preman itu tumbang dan lagi lagi kawan- kawannya dari belakang berlarian menyerang Jae, saat mereka mau mengeroyok Jae tiba- tiba Dama yang jae tolongin kemarin datang dan berteriak " BERHENTI, KALIAN BUBAR!!."


Mereka lngsyng berhenti dan tidak jadi mengeroyok Jae, tanpa satu kata pun para preman itu langsung bubar mengikuti perintah Dama, kemudian Dama mengajak Jae ngopi.


" Jae kita ngopi dulu yu, biar Gue yang traktir." Ajak Dama.


Dama memulai pembicaraan, " Terima kasih kemarin nolongin Gue, kalo gak ada lou Gue entah jadi apa." Ungkap Dama.


Jae menjawab dengan santai. " Slow aja bos itu hanya naluri."

__ADS_1


Kami mengobrol panjang lebar, inti dari obrolannya adalah "KALAU ADA PREMAN SINI YANG MALAK LOE, BILANG JA KE GUE." kata Dama.


Sejak saat itu para preman kampung tidak berani malak jae lagi, malah kadang mereka kasih rokok, mengajak minum dan kasih makan pada Jae, mulai dari sinilah kehidupan Jae benar- benar berubah.


Sekarang tongkrongan Jae di terminal, setiap pulang sekolah Jae selalu ke terminal dari terminal Jae dapat makan, rokok dan minum, kalau malam Jae antar jemput cewek nakal, lumayan lah dapat uang buat beli pakaian.


Kehidupan jae benar benar berubah, kerajinannya kesopanannya tiba tiba hilang, jae semakin betah nongkrong di terminal apalagi sejak kenal salah satu cewek malam, namanya Meli umur tiga tahun lebih tua dari Jae, Meli seorang mahasiswi dia siang kuliah tapi kalau malam Meli kerja di tempat bilyar.


Suatu malam ketika meli pulang kerja dia panggil Jae.


" Jae anterin Gue pulang." Ucap meli.


Jae pun semangat langsung ambil sepeda motor.


" Hayu naik." kata Jae.


Di tengah perjalanan mereka mengobrol.


" Mel sebelumnya maaf, kamu kan mahasiswi tapi kenapa kamu kerja kek gini?." Tanya Jae.


Meli menjawab, " Gue kerja karena Gue anak orang gak mampu, Gue kerja untuk biaya kuliah Gue, lah lu sendiri masih sekolah kenapa nongkrongnya di terminal?."


Jae hanya bisa tertawa, mereka tiba di rumah Meli, lalu meli ambil dompet ngeluarin uang.


" Nih buat beli bensin sama rokok." ucap Meli sambil kasih uang.


" Makasih mel, jangan bosan bonceng Gue ya." Jawab Jae, lalu Jae langsung Pulang.

__ADS_1


__ADS_2