Adakah Kesempatan Kedua

Adakah Kesempatan Kedua
AKK14 - Pengakuan


__ADS_3

Seolah tidak ada apa apa Neni bergurau dengan ibu mertua nya.


“ Mah Neni tidur dengan mamah ya.” Ucap Neni.


“ Ih...kayak anak kecil saja, bikin dede bayi saja sana biar mamah cepat punya cucu.” Jawab ibu mertuanya.


“ Ih mamah sudah kebelet gendong cucu ya.” Kata Neni.


“ Iya lah nen.... Apa kamu belum pengen punya Anak?” Tanya mertuanya.


“ Pengen lah mah, Neni pengen punya anak.” Jawab Neni.


“ Nak kamu terus kayak gini ya, Anak mamah lelaki semua, untung ada kamu yang selalu bantu mamah.” Kata ibu mertuanya.


“ Iya mah Neni akan selalu seperti ini selamanya, Neni akan selalu sayang mamah.” Ungkap Neni.


“ Makasih ya nak, mamah beruntung punya menantu kamu.” Jawab ibu mertuanya.


“ Tapi izinin Neni tidur sama mamah ya...hehehehe.” rengek Neni.


“ Iya sayang kamu boleh tidur sama mamah.” Jawab mertua nya.


Neni memang menantu yang sangat baik, ibu mertuanya sangat menyayangi Neni.


Neni dari usia 5 tahun sudah kehilangan kedua orang tuanya, sekarang Neni seakan menemukan kasih sayang seorang ibu.


“ Yang kamu tidur dimana?” tanya Jae.


“ Neni tidur sama Mamah A.” Jawab Neni.


“ Aduh ini anak kok malah tidur sama mamah, nanti kapan kita punya dede bayi nya.” Kata Jae.


“ Ih Aa, Nanti besok besok kan bisa, malu ge di denger doni.” Kata Neni.


“ Sudah sana temenin suami mu.” Kata ibu mertuanya.


“ Biarin lah mah, biar Aa tidur sama Doni, Neni pengen tidur sama mamah.” Jawab Neni.


“ Ya sudah Aa tidur sama Doni.” Kata Jae.


Jae dan Neni sebenar nya, sangat bingung, di takut mamahnya tau kalau bapak nya sudah menikah lagi dengan Ratna.


Tidur mereka pun tidak nyenyak, bayangan bapa dan Ratna selalu meng hampiri mereka.


“ A..a ..Aa,” Neni memanggil Jae.


“ Iya nen ada apa” kata Jae.


“ Neni gak bisa tidur A.” Jawab Neni.


“ Sama Aa juga gak bisa tidur, mamah sudah tidur??” tanya Jae


“ Sudah A.” Kata Neni.


Mereka berdua pindah ke depan TV, mereka saling diam karena mereka tidak tau apa yang harus di lakukan saat ini, Neni menyuruh Jae untuk menemui mang Kadma dan mang Kadmi di puskesmas, mungkin mereka belum tidur dan punya solusinya.


“ Assalamualaikum mang Kadma.” Kata Neni.


“ Iya nen ada apa malam malam telepon, Jae gak ada di sini.” Jawab mang Kadma.


“ Gak apa apa mang, Neni Cuma mau tanya mang Kadma sudah tidur belum, itu Aa baru berangkat ke situ.”


“ Ouh....ada perlu kah Nen.” Kata mang Kadma.


“ Biar nanti Aa saja yang ngomong Mang.” Jawab Neni.

__ADS_1


Tidak lama kemudian Jae datang.


“ Mang belum tidur.” Kata Jae.


“ Belum Jae, kata Neni kamu ada perlu sama mamang.” Kata mang Kadma.


“ Iya mang, Mang kadmi kemana mang? “ tanya Jae.


“ Kadmi lagi nganterin suster serly pulang. “ kata mang Kadma.


“ Mang Aku pengen minta pendapat ke mamang.” Kata jae.


Jae menceritakan semua nya ke mang Kadma, tentang bapa nya yang menikah lagi.


“ Waduh kok bisa.” Mang Kadma kaget.


“ Ya itulah mang, awalnya aku pun sangat kaget.” Kata Jae.


“ Terus mamah mu tau?” tanya mang kadma.


“ Mamah belum tau mang, yang tau hanya aku dan Neni.” Kata Jae.


“ Iya lebih baik jangan di kasih tau dulu Jae.” Kata mang Kadma.


“ Aku mau minta tolong ke mamang, mamang kan adik nya bapa tolong mang bilangin bapa.” Jae minta tolong.


“ Iya Jae, nanti biar mamang yang ngomongin bapak mu, kamu sana pulang saja.” Kata mang Kadma.


Jae langsung pulang.......


“ Yang sayang bukain pintu.”


Neni langsung buka pintu, sampai di dalam Jae menceritakan ke Neni, nanti mang Kadma yang mau ngomong ke bapa.


“ Bangun sudah pagi, kamu gak kerja Jae.” Ibunya membangunkan.


“ Eh mamah, maaf mah Neni bangun kesianga.” Kata Neni.


" Katanya mau tidur sama mamah." kata ibu mertuanya.


Neni hanya tersenyum.


“ A ..a..aa..a..aa bangun sudah jam setengah tujuh.” Neni membangunkan Jae.


“ Iya iya, Aa mandi dulu lah.” Kata Jae.


“ Di kamar mandi ada Doni.” Kata ibunya.


“ Neni bikin kopi dulu mah.” Kata Neni.


“ Ituh mamah sudah bikinin kopi buat Jae dan susu buat menantu kesayangan mamah.” Kata mertuanya.


“ Makasih mamah.” Kata Neni sambil memeluk ibu mertuanya.


Sementara itu mang Kadma telepon bapak nya Jae, mang Kadma menanyakan apakah benar bapaknya Jae sudah menikah lagi dengan Ratna.


Awalnya bapaknya Jae tidak ngaku, tapi lama lama ngaku juga, mang kadma bilang ke bapa nya Jae kalau memang sudah menikah lagi alangkah baiknya kamu ngomong ke istri, dari pada nanti dia tau sendiri malah tambah rumit urusannya.


“ Iya.... nanti tunggu waktu yang tepat aku pasti akan ngomong.” Kata bapak nya Jae.


Bapak nya jae sekarang sedang bingung, dengan Ratna dia lagi sayang sayang nya sedangkan dengan ibu nya Jae dia sudah menjalin pernikahan cukup lama .


Bapak nya jae tidak menceritakan ke Ratna kalau Jae sudah tau mereka sudah menikah.


Bapak nya Jae menghubungi Jae, dia minta tolong ke Jae agar pernikahannya dengan ratna jangan sampai ada yang tau dulu, Jae pun diminta agar tidak menghubungi ratna, biar bapaknya Jae sendiri yang ngomong ke Ratna, Jae hanya jawab Iya, karena Jae sangat kecewa dengan bapak nya.

__ADS_1


Beberapa hari kemudian...


Bapaknya Jae ngomong ke ratna bahwa Jae dan Neni sudah mengetahui pernikahannya.


" Terus papah mau ninggalin Ratna? tanya Ratna.


" Tidak mah, papah gak bakal ninggalin mamah." jawab bapaknya Jae.


" Terus rencana papah gimana? " Ratna kembali bertanya.


" Papah akan bilang ke ibu nya Jae, kalau papah sudah menikah lagi." Kata bapaknya Jae.


" Terus." tanya Ratna.


" Terus kalau ibunya Jae terima papah nikah lagi ya papah gak bakal nyerai ibu nya Jae." kata bapaknya Jae.


" Kalau ibu nanti gak terima gimana." kata Ratna.


" Kalau dia gak terima papah akan ceraikan." kata bapaknya Jae.


" Yakin." ucap Ratna.


" Yakin sayang." Jawab bapak nya Jae.


Bapak nya Jae pun telepon ibunya Jae, dia bilang kalau sekarang dia sudah menikah lagi.


" Aku sudah menikah lagi, kalau kamu bisa menerimanya aku gak bakal ceraikan kamu." kata bapaknya Jae.


Kemudian bapaknya Jae langsung matikan teleponnya.


Ibu nya Jae shok, dia pingsan.


Untung dirumah ada Doni, Doni langsung telepon Neni.


" Mbak mamah pingsan cepat kerumah." kata Doni.


Neni langsung pergi ke rumah mertua nya, sampai sana dia lihat mertuanya masih pingsan, Neni langsung telepon Jae.


" A mamah pingsan." kata Neni.


" Kenapa?" kata Jae.


" Gak tau A, cepat Aa pulang." kata Neni.


" Iya Aa pulang, kamu suruh Doni untuk Jemput dokter Nano." kata Jae.


Doni langsung Jemput dokter Nano.


Dokter nano pun bergegas kerumahnya Jae.


Setelah beberapa menit di periksa ibunya Jae langsung sadar.


Ibu nya Jae langsung menangis dan Memeluk Neni.


" Nak bapa mu menghianati ibu." kata ibunya Jae.


Jae sudah sampai, langsung menemui dokter Nano.


" Gimana dok keadaan mamah." kata Jae.


" Mamah mu sudah sadar, dia lagi sama Neni, Saya balik ke Puskesmas dulu ya Jae lagi banyak pasien." kata dokter Sono.


" Iya dok makasih ya." Jawab Jae.


Jae langsung masuk, melihat ibunya menangis di pelukan Neni Jae sudah tau kenapa ibu nya pingsan.

__ADS_1


__ADS_2