
Keesokan hari nyak bapa dan ibunya Jae pulang, sedangkan Meli dan Ratna masih di kosan Jae.
" Ratna, Meli ibu dan bapa pulang dulu ya, titip Jae kalau ada apa apa kabari ibu"
" Iya bu, ibu dan bapa hati hati di jalan ya." jawab Meli dan Ratna.
Setelah bapa dan ibu nyak Jae pulang barulah Jae bicara, kemarin waktu ada bapa dan ibunya Jae diam saja.
" Kalian berdua pulang gih sana, kalian kan kerja." kata Jae ke Ratna dan Meli.
" Anak mami sekarang bisa ngomong, kemarin diam diam bae." ledek Meli.
" Jangan gitu Mel, kacian cayangku lagi sakit ni." Ratna bikin Meli cemburu.
Melihat mereka berdua Meli panas dan Meli langsung pamit pulang.
" Gue pulang dulu, lu cepat sembuh Jae." Meli pamit.
Saat Meli pulang tidak lama kemudian Ratna ikut pulang.
Keadaan Jae sekarang sudah membaik, dia kembali nongkrong di Terminal, saat Jae sedang asyik ngobrol dengan kawannya Meli lewat.
" Eh anak mamih sudah mulai nongkrong lagi, memang sudah sembuh." tanya Meli ke Jae.
Jae menjawab dengan agak kesel karena disebut anak mami.
" Apaan sih lu Mel, jangan panggil Gue anak mami lagi."
Meli tertawa puas sambil berkata.
" Memang lu anak mami, mana pacar lu yang paling cantik itu."
Tidak lama kemudian Ratna datang.
" Tuh pacar lu datang, gue pergi dulu." ujar Meli sambil berjalan ke arah angkot.
Ratna menghampiri Jae. " Sudah sembuh sayang" kata kata manja Ratna keluar.
"Sudah Rat, lu kerja naik angkot saja dulu ya, Gue belum fit nih." ucap Jae.
" Ok sayang." Sambil cium pipi Jae ratna pergi kerja.
keesokan harinya Meli membawa buah buahan, ke kosan Jae niatnya buat Jae, tapi belum sampai masuk kosan Jae, meli melihat Ratna sedang memeluk Jae, Meli langsung balik kanan dan mau balik lagi, ketika Meli akan balik lagi.
" Mel lu mau ke mana?." Ratna memanggil Meli.
" Gue dari... dari rumah teman." jawab Meli gugup.
" Sini dulu lah mampir." ajak Ratna.
Meli tidak jadi pulang, dia menghampiri Jae dan Ratna.
" Itu buah beli di mana Mel?." tanya Jae.
" Ini tadi gue main ke rumah teman, pulangnya dikasih buah." jawab Meli bohong.
__ADS_1
" Gue boleh minta gak Mel?" tanya Jae.
" Enak aja minta, beli dong sana?." kata Meli.
" Medit lu." Jae kesel.
" Dasar anak mami, nih buat lu semua buahnya Gue juga di rumah banyak, Gue pulang dulu." Meli langsung pulang.
< skip>
Setelah hampir setahun pacaran Jae dan Ratna menghadapi ujian percintaan, Ratna dapat kabar dari kampung kalo bapaknya sakit, Ratna disuruh pulang ke kampungnya.
Ratna : Jae bapa Gue sakit Gue harus pulang.
Jae : Pulang lah, tapi kamu janji kembali ya.
Ratna : Pasti Jae, gue pasti kembali, lu jangan cari cewek lain ya.
Jae : Gua janji.
Mereka pun saling berpelukan, Jae pun menghantar Ratna ke terminal kemudian Ratna naik bis.
Seharian gak ada kabar dari ratna Jae kebingungan, di tlp No. Ratna gak aktif.
Malam hari ketika Jae sedang nongkrong di terminal kebetulan Meli juga sedang di situ HP Jae bunyi.
" Jae Gue udah sampek." SMS dari Ratna.
kemudian Jae tlp ratna tapi tidak diangkat angkat.
" Mungkin dia tidur kecapean." kata Meli le Jae.
Jae pun terlihat lemas.
'" Mel lu mau pulang?, gua anterin yuk." Jae Nawarin diri mengantar Meli.
" Gak usahlah, Gue gak enak sama Ratna." Jawab Meli.
" Apaan sih lu Mel, Ratna pun tau lu teman Gue, bahkan sebelum kenal Ratna Gue lebih dulu kenal lu, Hayyu cepat naik." Jae memaksa Meli.
Meli langsung bonceng, Meli merasa bahagia setelah sekian lama tidak pernah jalan berduaan lagi.
Di perjalanan Jae bertanya ke Meli. " Pacar lu orang mana Mel?."
" Teman kampus Gue aja, tumben lu nannya pacar Gue." Meli berbohong, padahal Meli belum punya pacar.
" Ya pengen nannya aja, perasaan Gue gak pernah liat lu jalan sama pacar lu." Jae bertanya lagi.
"Memang Gue kaya lu sama Ratna yang selalu mengumbar kemesraan di depan umum." sindir Meli.
" Karepmu lah, dah sampai sana turun, gue langsung pulang ya." kata Jae
" Ok hati hati dijalan-Nya Jae." Ungkap Meli riang karena bisa jalan berdua lagi dengan Jae.
Seminggu sudah tidak ada kabar dari Ratna, Jae semakin bingung, selama seminggu ini no. Ratna gak pernah aktif.
__ADS_1
keesokan harinya Meli datang ke rumah Jae bawa makanan.
" Nih Jae, tadi Gue beli ketoprak pesan satu malah dibikin in dua." Meli berbohong ke Jae.
" Yaudah kita makan yuk, kebetulan Gue juga lapar." Jae semangat.
mereka berdua pun makan ketoprak, selesai makan Meli langsung pulang.
Setelah Meli pulang, Hp Jae bunyi.
" Maaf Jae Gue gak pernah menghubungi lu, maaf juga Gue melanggar janji Gue, mulai sekarang lu jangan menghubungi gue, kartu Gue mau Gue ganti, Gue besok mau menikah Jae, gue di jodohin kedua orang tua gue, maaf Jae gue mengecewai lu, sebenarnya gue sayang banget sama lu, tapi gue gak mau mengecewakan kedua orang tua gue, maaf Jae,,,,,, oh ya jae ada yang mau gue omongin ke elu, sebenarnya sebelum lu kenal gue, Meli pernah curhat ke gue kalo dia suka sama lu, tapi karna gue juga suka sama elu gue ngomong cinta duluan sama lu biar gak ke duluan Meli, itu saja yang bisa gue omong in, gue sayang banget sama lu Jae. Jangan hubungi gua lagi."
Jae pun bingung + sedih bercampur jadi satu, dia tlp ratna berkali kali tapi tidak aktif, sekarang Jae tahu kalau sebenarnya Meli cinta.
keesokan harinya saat Jae sedang nongkrong di terminal, Meli lewat dan menghampiri Jae.
" Hai Jae sudah mengopi?." basa basi Meli
Jae jadi salah tingkah. " Sudah Mel."
" Lu gak mau anterin gue kerja?, tumben lu sekarang diam saja, apa belum ada kabar dari Ratna?." tanya Meli panjang.
" Gak papa mel, gue lagi suntuk aja, Yaudah cepat gue anterin." jawab Jae.
sepanjang perjalanan mereka tidak saling ngobrol, Meli bertanya tanya sebenarnya ini ada apa?.
setelah beberapa hari saling diam akhirnya Jae ngajak Meli jalan makan malam.
"Mel kalo gak sibuk nanti malam traktir gue makan napa.'" kata Jae
" Ok, gue pulang kerja nanti gue tunggu lu jemput, jangan sampai telat." kata Meli.
" ok."
Karna cuaca hujan Jae gak nongkrong di terminal, Jae pulang ke kosan, sampai kosan Jae baring baring dan ketiduran.
Hari sudah malam, waktunya meli pulang, tapi Jae masih tertidur.. Meli menunggu di depan tempat kerja, dia tlp Jae tapi tidak di angkat angkat, satu jam dua jam berlalu tapi Meli masih menunggu Jae, hujan pun bertambah lebat, kendaraan sudah tidak ada lagi, Hp Meli habis batre.
Jae terbangun lihat Hp sudah jam 2 pagi, Jae kaget dan melihat banyak panggilan tak terjawab dari Meli, Jae langsung tlp Meli tapi gak aktif, di luar masih hujan tapi Jae langsung ambil motor dan berangkat ke tempat kerja Meli. Jae merasa sangat bersalah.
sesampainya disana Meli sudah tidak ada, di tengah hujan lebat Jae berteriak ..Meli. Meli...Meli...Meli... tapi tak ada jawaban Jae tertunduk lesu pakaian Jae basah kuyup, ketika Jae sedang merasa sangat bersalah dari belakang terdengar suara.
" Jangan hujan hujanan anak mami, nanti kamu sakit."
" ini suara Meli." kata Jae dalam hati.
kemudian Jae menengok kebelakang dan ternyata ia, itu suara Meli, Jae langsung menghampiri Meli dan langsung memeluk Meli sambil meminta maaf.
" Lepasin gue Jae, jangan lebay lu nanti Ratna marah." kata Meli.
Tapi Jae tak peduli.
" Ratna sudah menikah." kata Jae.
Meli kaget.
__ADS_1
" Dan Ratna sudah cerita semuanya ke gue, kenapa dulu lu gak langsung ngomong!!!."
Meli tahu apa maksud ucapan Jae, Meli langsung memeluk erat Jae.