
Jae sekarang sering mengantar meli, bahkan saat hujan sekalipun jika meli memerlukan Jae, Jae langsung datang.
Ketika itu hari sedang hujan, Meli menelepon Jae.
" Jae lu bisa gak antar Gue tengok nenek Gue, nenek Gue lagi sakit." ajak Meli.
" Kalo lu mau kena hujan Gue mah Hayu aja." jawan Jae.
Meli pun nannya lagi, " Tapi rumah nenek Gue jauh loh."
Dengan santai Jae menjawab " Gue mah Hayu aja kalo lu nyak gak takut kehujanan."
Mereka berdua pun pergi dalam ke rumah neneknya Meli dalam cuaca hujan, dua jam kemudian mereka sampai ke rumah neneknya Meli, sampai sana Jae diajak masuk kedalaman, Jae ikut masuk sampai di dalam meli langsung menuju kamar neneknya dan Jae menunggu diruang tamu.
Salah satu keluarga Meli namanya mang Narto datang menghampiri Jae dan bertanya.
" De namanya siapa?." tanya mang Narto
" Nama saya Jae pak, kalau bapa siapa?." jawab Jae.
Mang Narto menjawab dan kembali bertanya ke Jae. " Saya pamannya Meli, panggil saja saya mang Narto, Kamu pacarnya meli Jae?."
" Bukan mang, saya temannya meli." Jae menjawab sambil garuk kepala.
Dari dalam kamar Meli menatap Jae seolah Meli kecewa dengan jawabannya Jae, tapi memang benar adanya mereka hanya berteman, ternyata diam diam meli mencintai Jae namun Meli tidak mau mengatakannya.
hari semakin malam mang Narto menyuruh Meli dan Jae menginap.
Akhirnya Meli dan Jae menginap, Meli tidur dikamar bersama neneknya sedangkan Jae tidur diruang tamu bersama mang Narto.
Kukuruyukkkkkkk hari sudah pagi, karena ini hari minggu Meli dan Jae memutuskan untuk pulang agak siangan.
Meli mengajak Jae keliling desa, mereka sangat senang dan terlihat seperti seorang kekasih, ketika hari sudah siang Meli pamit ke neneknya untuk pulang.
Meli dan Jae pulang, sesampainya di rumah Meli, Jae langsung pamit pulang dan Meli berterima kasih ke Jae karena telah mengantarnya.
" Makasih Jae sudah menemani hari ku." Ucap Meli.
sebenarnya itu kode dari Meli, tapi Jae tidak respons dan langsung pulang, Meli jadi berpikir kalau Jae tidak menyukainya.
Hari ini Jae tidak nongkrong ke terminal mungkin Jae capek dan Meli pun tidak kerja.
Hari Senin telah tiba, Jae pergi sekolah pagi karna hari ini ijian semester, Jae tampak tidak kesulitan mengerjakan soal soalnya.
__ADS_1
meski Jae anak nakal prestasi disekolahnya lumayan bagus tapi sayang kenakalannya banyak guru yang sangat menyayangkan, anak sepintar Jae nakal, bahkan wali murid Jae pernah ngomong ke bapaknya Jae kalo bisa Jae diawasi lebih ketat lagi, sayang anak se pintar Jae kalo nanti salah pergaulan takut sia sia kepintarannya, dan bapaknya Jae selalu menasihati Jae agar tidak nakal, Jae cuma jawab " Iya."
Seperti biasa mesti sedang ujian semester sore harinya Jae tetap nongkrong di terminal, ketika Jae sedang menikmati kopi, Meli datang menghampiri Jae.
" Hai Jae anterin Gue yuk." ucap Meli.
Karna Jae sudah ada janji dengan seseorang Jae menolak ajakan Meli.
" Sory Mel gua sudah janji sama Ratna kalau Gue mau anterin dia." ucap Jae.
Ratna adalah teman kerja meli di tempat bilyar. Ratna se usia Jae tapi dia tidak sekolah dan Ratna seperti Jae sama sama pendatang.
" Ya sudah Gue naik angkot." Meli pergi naik angkot sambil marah dan kecewa.
" Jangan jangan Jae naksir Ratna" Meli menggerumut dalam hati.
Malam harinya Meli pulang dan lewat di depan Jae.
" Mel yuk gue anterin pulang." ajak Jae.
" Gak usah, anterin saja tuh ratna." kata Meli sambil naik motor tukang ojeg.
Jae merasa heran dengan perubahan Meli.
Jae langsung ambil motor dan boncengin Ratna, di perjalanan mereka saling mengobrol dan ternyata mereka berdua saling cinta, mereka akhirnya pacaran.
Semenjak Jae dan Ratna pacaran, Meli selalu menghindari Jae, tapi Jae merasa biasa saja seolah tidak terjadi apa apa.
Sekarang ke mana mana Jae dan Ratna selalu bersama, mereka terlihat serasi sedangkan Meli?!!!, Meli sangat cemburu tapi Meli tidak bisa berbuat apa apa, pada suatu hari meli menghubungi Jae.
" Jae bisa antar gua ke rumah nenek gak?" tanya Meli
Karna Jae sedang sama Ratana, Jae menolak ajakan Meli.
" Sory mel Gue lagi jalan sama Ratna." Terang jae.
Kini yang ada di pikiran Jae hannyalah Ratna, sampai dia melupakan kalau dia punya teman Meli, Meli sudah tak dianggap Jae lagi, meski sakit Meli sekarang sudah terbiasa melihat Ratna dan Jae bersama.
Libur semester telah tiba Jae dan Ratna jalan jalan ke tempat wisata, ketika sebentar lagi sampai tujuan Jae dan Ratna dihadang dua pemuda, mereka menghentikan Jae dan meminta uang, Jae tidak ambil pusing langsung dia keluarin uang goceng dan kasih ke kedua pemuda itu, tapi mereka menolaknya mereka meminta uang 50ribu, tapi Jae tidak kasih, kedua pemuda itu menyerang Jae, Jae dan Ratna terjatuh dari motor, Jae langsung bangun dan berkelahi dengan kedua pemuda itu, ke dua pemuda itu tersungkur, Jae dan Ratna pmmelanjutkan kembali perjalanannya.
Sesampainya tempat wisata Jae bertanya ke ratna.
" Lu gak apa apa Rat." tanya Jae.
__ADS_1
Sambil memegang lengannya Ratna menjawab. " Gak apa apa Jae, cuma lecet dikit, lu sih gak papa?."
dengan gagah Jae menjawab. " Gue ga papa Gue kan laki, kek gitu doang mah cemen."
Hari sudah sore mereka pulang, di tempat tadi siang berkelahi Jae dan Ratna kembali dihadang sekarang ada 5 pemuda
" Itu anaknya yang tadi menghajar saya." kata slah satu pemuda yang tadi pagi dihajar Jae.
Jae langsung turun dari motor dan menyuruh Ratna menjauh.
" Rat lu sana ke pinggir dulu." suruh Jae.
Ketika Ratna sudah menjauh Jae langsung menyerang kelima pemuda itu 1 lawan 5, jual beli pukulan terjadi, meski Jae dikeroyok Jae tidak sedikit pun mundur, ketika mereka sedang berkelahi ada beberapa warga datang dan memisahkan, di antara kelima pemuda itu ada yang sampai tidak bisa berdiri, bibir dan hidung jae pun mengeluarkan darah, para pemuda itu pergi karna warga semakin banyak yang datang, ratna menangis menghampiri Jae, Jae duduk ke pinggir dan salah satu warga memberi Jae minum.
" Memang para pengangguran itu kerajaannya bikin ribut saja." kata salah satu warga.
ketika sudah mendingan Jae berterima kasih ke warga dan melanjutkan perjalanan pulang.
Sesampainya di kosan Jae, Ratna langsung tlp Meli.
" Halo Mel tadi Jae berantem di jalan, sekarang lagi di kosan dan mau dibawa ke puskesmas." ucap Ratna
dengan panik Meli menjawab. " Mau dibawa ke puskesmas mana??"
Ratna menjawab, "Ke Puskesmas A saja yang dekat."
Meli langsung mematikan Hape nya dan berangkat ke Puskesmas.
Jae langsung dibawa ratna ke Puskesmas, tidak lama kemudian Meli datang sambil berlari menghampiri Ratna dan Jae.
" Gimana Rat keadaannya Jae??." tanya Meli.
Ratna pun menjawab." Kata dokter gak apa apa, suruh istirahat aja katanya.
" Meli menghampiri Jae sambil berkata. " Sok jago lu Jae."
Sambil kesakitan Jae menjawab. " Gue kan lelaki sejati, eh lu tumben ngajak ngobrol Gue, biasanya lu menjauh terus mel."
Ketika Meli dan Jae sedang ngobrol, ratna keluar beli air minum, dari balik pintu ratna melihat begitu khawatirnya Meli ke Jae, sebenarnya Ratna tahu kalo Meli cinta ke Jae, tapi karena Ratna juga cinta Ratna tidak mau mengalah ke Meli.
Ketika sudah dibolehkan pulang Ratna dan Meli mengantar pulang Jae ke kosan, ratna dan meli ngerawat Jae di kosan nya, banyak temen2 Jae yang juga menengok jae, tidak lama kemudian bapa dan ibunya Jae datang, teman teman Jae pada pamit pulang tinggal ratna dan meli yang belum pulang, Ibunya Jae bilang ke Ratna dan Meli hari sudah malam kalian tidur saja di sini.
Akhirnya Meli dan Ratna menginap di kosan Jae, Meli dan Ratna ngobrol dengan ibunya Jae, ibunya Jae jadi tahu siapa Ratna dan siapa Meli, ibunya Jae bilang ke mereka berdua supaya menasihati Jae agar tidak nakal lagi.
__ADS_1