
Meli akhirnya berkata jujur.
" Gue dari dulu sangat mencintai lu Jae, tapi lu gak pernah peka." Ungkap Meli jujur
Mereka berdua kini menjadi sepasang kekasih, setelah melalui perjalanan berliku.
Beberapa tahun kemudian Jae lulus dan melanjutkan kuliah, Sedangkan Meli sudah di penghujung semester.
kisah cinta mereka terbilang langgeng, keluarga mereka setuju, bahkan keluarga Meli mengusulkan setelah Meli lulus kuliah mereka disuruh menikah, tapi Jae menolak dengan halus dengan alasan pengeng kerja dulu.
Usia percintaan mereka kini sudah berumur tiga tahun, Meli sudah lulus kuliah dan sekarang bekerja di salah satu perusahaan swasta, sedangkan Jae masih sibuk kuliah dan kenakalannya.
Saat Meli akan bekerja, Jae mengantar Meli, begitu pun saat Meli pulang Jae menjemputnya.
Karena Meli terlalu sayang ke Jae, Meli selalu menuruti apa kemauan nyak Jae, Jae sekarang pergaulannya bertambah parah, dia kini menjadi anggota gank motor, kehidupan Jae bahkan sudah susah diatur, meli sering menasihati Jae, tapi semua itu terasa sia sia.
Suatu hari ketika Jae menjemput Meli di tempat kerjanya, Meli sudah tidak ada, kata security Meli sudah pulang diantar Anwar, rekan kerja Meli dan Jae langsung naik darah.
Jae dan kawan kawan nya berencana untuk memberi pelajaran ke Anwar dan rencana sudah tersusun.
Jae : Mel nanti sore gue gak bisa jemput lu, gue ada acara.
Meli : Acara apa sih jae?.
Jae : Acara penting di kampus.
Tanpa curiga meli langsung percaya,
Jae tahu kalau dia tidak jemput pasti nanti Meli pulangnya diantar Anwar.
Hari sudah sore, waktunya Meli pulang, Jae dan kawan kawan nya memantau dari kejauhan dan ternyata benar saja Meli pulang dengan Anwar, Jae dan kawan kawan sudah siap beraksi sesuai rencana, ketika meli sudah dihantar pulang, Anwar langsung cabut pulang, di jalan Anwar dikejar beberapa motor dan di tempat sepi dia diberhentikan kemudian Anwar turun dari motor.
" Siapa kalian, ada apa kalian mengejar saya." kata Anwar.
" Sudah jangan banyak bacot lu." kata salah satu kawan Jae yang kemuduian langsung mukul Anwar.
" Cukup!!!." teriak Jae.
Sambil mendekat ke arah Anwar.
Jae berkata. " Ini belum seberapa, kalo lu berani deketin Meli lagi, lu tanggung akibatnya."
Kemudian Jae dan kawan kawannya pergi.
Tapi Anwar tidak mau menyerah karena memang dia mencintai meli, Anwar meminta bantuan salah satu gank motor.
Akhirnya Meli tahu kalau kemarin Jae mengeroyok Anwar.
" Jae lu apa apa sih, kemarin maksud lu apa mengeroyok Anwar?."
dengan santai Jae menjawab. " Kalo lu mo marah, marahlah."
Meli diam saja karna meli tahu kalau di jawab jae marah, Meli memilih diam.
__ADS_1
" Gue lapar nih, lu lapar gak?." kata Jae.
" Gak punya duit gue." jawab Meli.
" Biar gue yang traktir, ayuh naik."
Mereka langsung pergi mencari makan.
Mereka berdua kini sudah tidak marahan lagi, tapi masalah belum selesai sampai di sini.
Anwar yang memang benar benar mencintai Meli tidak diam saja, Anwar masih terus mendekati Meli, Jae yang tahu hal itu, langsung buat perhitungan dengan Anwar.
Kali ini Anwar sudah siap, Anwar sudah menghubungi salah satu gank motor untuk melukai Jae.
ketika Jae pulang kuliah tiba tiba Jae di hadang beberapa orang, tanpa basa basi mereka langsung menyerang Jae, Jae tidak lari Jae maju , ketika Jae sedang dikeroyok datang teman teman Jae, mereka yang mengeroyok jae langsung pada kabur.
" Gak apa apa lu Jae." kata salah satu teman jae.
" Gak papa untung kalian datang, Makasih ya." kata Jae.
Perjalanan cinta Meli dan Jae sekarang sudah tidak seperti dulu lagi, sekarang sudah ada orang ketiga.
Jae hannyalah seorang mahasiswa, sedangkan Anwar sebentar lagi dipromosikan naik jabatan dikantornya.
Anwar sekarang sering main ke rumah Meli hanya untuk menemui orang tua Meli, orang tua Meli yang dulunya ngebet supaya Jae dan Meli menikah, sekarang lebih setuju Meli menikah dengan Anwar.
Orang tua Meli terang terangan ngomong ke Jae untuk ninggalin Meli.
" Jae biarkan meli hidup bahagia, tinggalkan lah meli." kata ibu Meli.
" Mel nanti sore kita makan di tempat biasa, ada yang gue mau omongin." tanya Jae.
Kemudian mereka bertemu, Meli baru saja duduk Jae langsung berkata.
" Kita putus, jangan hubungi gue lagi." kemudian Jae langsung pergi.
Meli bingung dan menangis, dia memanggil Jae sambil mengejarnya, tapi Jae terus jalan dan pergi.
Hubungan panjang mereka pun berakhir sampai di disni, hubungan yang butuh perjuangan untuk menyatukannya, kini sudah berakhir.
Meli datang ke kosan Jae, kata ibu kos nyak Jae sudah tidak ngekos di sini lagi, kemudian Meli mencari Jae di kampusnya, kata teman temannya Jae sudah pindah kuliahnya, teman temannya tidak tahu Jae pindah ke mana.
Meli hanya bisa menangis, dia selalu dikamar dan dia berhenti kerja, Meli kemudian pergi ke kampungnya Jae, sampai rumahnya Jae di kampung, Meli bertemu dengan bapa dan ibunya Jae.
Ternyata bapak dan ibunya Jae juga tidak tahu Jae dimana.
Meli menangis di pangkuan ibunya Jae, ibunya Jae menyuruh Meli untuk menginap beberapa hari sambil menunggu kabar dari Jae.
Seminggu Meli di rumah Jae, tetap tidak ada kabar dari Jae, Meli kemudian pamit ke orang tuanya Jae.
kemudian Meli pulang ke rumah sesampainya di rumah ada Anwar dan orang tuanya bermaksud melamar Meli, tanpa persetujuan Meli, kedua orang tua Meli sudah memerima lamaran Anwar dan keluarganya.
Kini hari pernikahan sudah ditentukan dan undangan sudah disebar, tapi Meli tidak sedikit pun merasa bahagia, bahkan Meli sekarang banyak melamun.
Ketika itu Meli akan ke pasar untuk membeli sayuran, sepanjang jalan sambil mengendarai motor Meli melamun, lampu merah Meli terobos dan tiba tiba .....bruakkkkkk Meli menabrak sebuah mobil, Meli terpental jauh dan darah Meli dimana mana, kemudian sang pengendara mobil langsung turun menolong Meli dan membawa Meli rumah sakit terdekat, si pengendara mobil itu Mengantar Meli sampai Rumah Sakit.
__ADS_1
Meski dari segi apa pun tidak bersalah si pengendara mobil tetap siap untuk membiayai perawatan Meli sampai sehat.
Tidak lama orang tua Meli datang dengan Anwar, mereka panik.
" Bapak Tamzid (nama bapaknya meli.) ini anak bapa?." tanya si pengendara mobil.
" Iya pak Saiful, ini anak kami kami satu satu nya." jelas pak Tamzid.
" Ini pak Saiful bu, dia mandor di tempat bapak kerja." kata pa Tamzid ke istrinya.
Pak Saiful adalah seorang mandor besar disalah satu perusahaan kontraktor ternama, Pa Saiful sudah menikah delapan belas tahun tapi belum di karuniai anak.
Tidak lama Dokter keluar dari ruangan Meli, Anwar yang dari tadi diam saja, langsung menghampiri dokter.
" Bagaimana keadaan Meli dok." tanya Anwar.
dokter menjawab dengan nada pelan. " Pasien sudah siuman tapi..."
" Tapi apa dok." Anwar memotong omongan dokter.
dokter melanjutkan pembicaraan yang tadi ter potong Anwar. " Tapi kedua kaki pasien harus diamputasi."
mendengar itu Anwar langsung pergi, saat Anwar pergi, istri Pa Saiful datang, namanya ibu Nina.
Tidak lama berselang Hp Pa Tamzid bunyi.
" Pa kita batalkan saja pernikahannya." kata Anwar langsung tutup tlp'nya.
mendengar kabar ini ibunya Meli pingsan, Pa Saeful bingung, sebenarnya ini ada apa, setelah ibunya Meli siuman, Pa Tamzid menceritakan semuanya ke Pa Saiful.
istri Pa Saiful seorang istri yang taat agama, merasa tersentuh mendengar cerita sedih Pa Tamzid.
" Abi kita ngobrol dulu di luar yu." ajak istri pak Saiful."
sesampainya di luar
" ada apa umy." kata Pa Saiful.
" Mungkin ini jalannya untuk kita, agar abi bisa punya keturunan." kata istri Pa Saiful.
" Maksudnya." pak Saiful bingung.
" Umy minta tolong kabulkan keinginan umy." pinta Umy Nina.
" Keinginan apa umy." kata pak Saiful.
"Tolong nikahi Meli." kata Umy Nina.
Pa Saiful pun bingung.
Singkat cerita semua setuju Meli menikah dengan pak Saiful.
Setelah kedua kaki Meli diamputasi Meli masih dirawat di Rumah Sakit.
Setelah beberapa hari dirawat Meli sudah diizinkan pulang, pa Saiful dan Meli akhirnya sah menikah.
__ADS_1