
Ibunya Jae bertanya tanya kenapa bapak nyak Jae sekarang berubah, tidak pernah telepon sama sekali membuat ibunya mulai curiga.
Neni bercerita ke Jae tentang ke gundahan ibu mertuanya.
“ A tadi siang mamah kesini, katanya bapa enggak pernah kasih kabar ke mamah semenjak pergi.” Kata Neni.
“ Kenapa gak di telepon.” Kata Jae.
“ Sudah Aa tadi Neni telepon bapa, terus mamah yang ngomong.” Kata Neni.
“ Kata bapa, bapa lagi sibuk, nanti bapa telepon lagi terus di matiin.” Kata Neni.
“Cuma itu saja?!!” Kata Jae.
“ Ia Aa, coba Aa telepon bapa sekarang.” Kata Neni.
Jae pun coba telepon bapa, saat Jae telepon yang mengangkat Ratna, kemudian Jae matikan lagi takut Jae salah pencet.
“ Yang kok yang ngangkat ratna sih, perasaan ini benar no. bapa.” Kata Jae.
“ Coba a telepon lagi.” Kata Neni.
Jae coba telepon lagi yang angkat lagi lagi Ratna.
“ Halo.” Kata Jae.
“ Iya Jae, ada apa.” Jawab Ratna.
“ Kok Hp nya bapa yang ngangkat elu rat.” Tanya Jae.
Ratna lupa kalau yang di pakai no. bapak nya Jae.
Ratna pun bingung mencari alasan.
“ Eh ini Jae, tadi bapa main kesini terus Hp nya ketinggalan.” Alasan Ratna.
“ Oh, emang tempat kerja bapak dekat rumah Lu rat.” Tanya Jae.
“ Lumayan dekat Jae, sini lah main.” Kata Ratna.
“ Iya kapan kapan, sudah dulu ya Rat, nanti kalo ada bapa bilang Gue telepon.” Kata Jae.
“ Ok.” Jawab Ratna.
Awalnya Jae percaya, kalau Hp nya bapa memang benar ketinggalan di rumah Ratna.
Kemudian besok nya Jae coba telepon lagi tapi tidak di angkat, Jae coba telepon dengan no. Lain, kemudian di angkat, tapi lagi lagi yang mengangkat Ratna, Jae langsung matikan telepon nya.
Sampai Rumah Jae bilang ke Neni, kalau setiap telepon selalu ratna yang angkat.
“ Yang kok setiap telepon bapa yang ngangkat selalu ratna.” Kata Jae.
“ Masa A, apa mungkin Hp nya belum di ambil sama bapa A.” Kata Neni.
“ Mungkin Juga.” Jawab Jae.
Jae merasa ini ada yang tidak beres, Jae keluar main ke Puskesmas rencananya Jae mau minta tolong ke mang Kadma atau Mang Kadmi untuk telepon bapa, tapi sampai puskesmas ternyata mang Kadma dan Mang Kadmi sedang ikut dokter Nano mengambil peralatan Puskesmas yang baru di kasih pemerintah.
Di puskesmas hanya ada dokter Serly yang sedang merawat pasien demam, awal nya Jae akan balik lagi tapi..
“ Eh lu mau ke mana, Gue boleh minta tolong.” Kata suster Serly.
“ Gue mau pulang, mau minta tolong apa?.” Jawab Jae.
“ Baru datang kok langsung balik lagi.” Kata suster Serly.
“ Enggak ada orang ya Gue balik lagi.” Kata Jae.
__ADS_1
“ Lah emang Gue bukan orang?.” Tanya suster Serly.
“ Bukannya lu sudah gak mau liat muka Gue lagi?” jawab Jae.
“ Sebenarnya iya, sebenernya gue pengen muntah liat muka lu.” Kata suster Serly.
“ Ya sudah Gue balik.” Jawab Jae.
“ Tapi Gue mau minta tolong sama lu, kali ini saja.” Pinta suster Serly.
“ Mau minta tolong apa? Nanti lu gak muntah lihat muka gue.” Kata Jae.
“ Tolong temenin Gue sampai dokter, mang Kadma dan Mang Kadmi datang, Gue agak takut sekarang kan malam Jum’at.” Kata Suster Serly.
“ Nanti lu muntah gak lihat gue.” Kata Jae.
“ Untuk kali ini enggak.” Kata Suster Serly.
“ Gue telepon Neni dulu, biar dia gak nungguin gue.” Kata jae.
Jae telepon Neni, Jae bilang kalau Jae sedang ada urusan.
Lama Jae dan Suster Serly saling diam, kemudian suster Serly membuka pembicaraan.
“ Makasih sudah mau nemenin gue.” Kata Suster Serly.
“ Santai Saja, anggap saja gue nyicil bayar kesalahan Gue dulu.” Kata Jae.
“ Oh iya bener, lu kan dulu janji nya selamanya sayang sama gue.” Kata Suster Serly.
“ Maafiin gue ser, jangan terus terusan benci gue.” Kata Jae.
“ Susah Jae, terlalu sakit untuk di maafkan.” Kata suster Serly.
“ Ok lah terserah lu saja.” Jawab Jae.
“ Lu sekarang kerja dimana?." tanya suster Serly.
“ Oh, lu kenapa belum punya anak saja?” Tanya Suster Serly.
“ Ah ya gak tau, mungkin belum saatnya di kasih.” Jawab Jae.
“ Hehehehe mungkin lu kurang rajin bikin nya.” Kata suster Serly sambil tertawa.
“ Eh lu kalo ngomong kaya orang sudah nikah, lu sendiri kapan nikah?.” tanya Jae.
“ Nanti lah.” Jawab Suster Serly.
“ Memang calon nya sudah ada?, Perasaan Gue gak pernah lihat lu jalan sama cowo.” kata Jae.
“ Memang belum ada calon nya, terus masalah buat elu.” Kata Suster Serly.
“ Yeah muka cantik kerja sudah enak, nunggu apa lagi lu, nanti jadi perawan tua," kata Jae.
“Biarin lah jadi perawan tua juga, Nunggu kekasih masa kecil Gue kembali.” Jawab Suster Serly.
‘” Ser, lu harus menatap masa depan.” Kata Jae.
“ Asal lu tau Jae, semenjak lu buat gue sakit, hati gue ter tutup untuk cowok, sampai saat ini.” Kata Suster Serly.
Jae bingung mau jawab apa, karena Jae memang salah.
“ Ser biar lu bisa maafin gue, gue harus apa.” Kata Jae.
“ Tiga hari Lagi temui gue di Cafe Jou, Cafe di mana Lu buang gue dulu.” Kata Serly.
“ Kalau itu bisa membuat lu bisa maafin gue, ok gue pasti datang.” Jawab Jae.
__ADS_1
Tidak lama kemudian Mobil dokter Nano Datang, Jae langsung pamit ke Suster Serly , Jae gak enak kalau dilihat mereka sedang berduan dengan Serly.
" Gue pulang dulu ser, gak enak gue dilihat mereka sedang ber dua sama lu, nanti mereka mikir macam macam." kata Jae.
Jae langsung pulang, sesampai nya dirumah Neni masih menunggu di depan tv.
" Kok belum tidur yang," sapa Jae.
" Belum Ngantuk A, sudah beres A urusannya." kata Neni.
" Sudah Yang, yang coba kamu telepon lagi no. bapa, ini Aa ada tadi beli kartu baru, kalau yang ngangkat Ratna Lagi bilang saja kamu sales yang mau nawarin kaca mata." kata Jae.
Neni langsung telepon Bapa nya Jae dan yang angkat Ratna, Jae menyuruh neni agar suaranya di loudspeaker.
" Halo bu, saya marketing kaca Mata, mau menawarkan promo kaca mata." kata Neni.
" Oh promo ya, diskon berapa persen ?" tanya Ratna.
" Yang lagi diskon kaca mata Lelaki bu." kata Neni.
" Gak apa apa buat suami saya." Kata Ratna.
" Kalo ibu minat ibu bisa kirim data suami ibu via WA bu." kata Neni.
" Ok, oh ini kebetulan suami saya baru pulang kerja, pah mau kaca mata gak lagi diskon nih," kata Ratna.
" Papah banyak kaca mata mah." kata suaminya Ratna.
" Oh maaf mbak, suami saya belum minat katanya." kata Ratna.
" Iya bu, maaf ya bu sudah mengganggu waktu ibu." Neni langsung menutup telepon nya sambil menangis.
Neni kenal suara lelaki tadi, suara yang sangat tidak asing, suara itu adalah suara mertuanya.
Neni dan Jae kaget, Jae langsung emosi Jae mau telepon lagi tapi Neni larang.
" Jangan A, jangan sekarang." kata Neni.
" Kenapa?!!!" kata Jae.
" Sekarang bukan waktu yang tepat, lebih baik sekarang kita memikirkan mamah." kata Neni.
" Kamu punya rencana apa?" tanya Jae.
" Neni belum punya rencana a, yang ada dipikiran Neni hanya Mamah A," kata Neni.
" Aa gak habis pikir kenapa bapak sama Ratna bisa ngelakuin ini." kata Jae.
" A kita nginep di rumah mamah yu." ajak Neni.
Jae dan Neni langsung berangkat kerumah Jae.
" De .. mamah ada,?" tanya Neni.
" Ada mbak, masuk aja mbak." Jawab Doni.
" Nge game mulu lu don, belajar sanah.." kata Jae.
" Elleh lu bang ganggu aja, sana gi masuk jangan ganggu gue." kata Doni.
Jae dan Neni langsung masuk.
" Mah masak apa?" tanya Neni.
" Tumis kangkung sama goreng ayam, makan sanah." kata ibunya Jae.
" Baru habis makan mah, ini Aa katanya pengen nginep disini."
__ADS_1
Jae dan Neni berusaha untuk membuat ibu nya tidak kesepian....
.............