
Jae kaget melihat Serly sudah ada di sebelah nya.
" Ser lu kapan pindah kesini."
tanya Jae.
" Satu jam yang lalu."
Jawab Serly.
" Masih mabuk lu Ser."
tanya Jae.
" Gue sudah gak mabuk Jae, Semalem maafin gue ya."
Kata Serly.
" Kirain lu masih mabuk."
kata Jae.
" Gak jae gue sudah sadar, kenapa lu semalam gak ngapa ngapain gue?" tanya Serly.
" Gue gak mau bikin lu sakit sakit hati lagi Ser."
Jawab Jae.
" Kan gue semalam yang minta."
kata Serly.
" Lu kan semalam mintanya dalam keadaan mabuk."
kata Jae.
" Oh jadi Kalau gue minta nya dalam keadaan mabok lu gak mau."
tanya Jae.
" Iya..."
jawab Jae.
" Sekarang gue gak mabuk Jae, gue boleh minta."
kata Serly.
Jae kaget, bingung gak tau harus bagai mana.
" Ser gue sudah punya istri."
kata Jae.
" Gue janji seandainya Gue hamil pun gue gak bakal minta pertanggung jawaban elu.
" Gila lu ser."
kata Jae.
" Sakit gak sih jae."
tanya Serly.
" Sakit banget ser."
Jawab Jae.
Jae mencoba berbagai cara agar serly tidak membicarakan itu lagi.
" Mentari sudah bersinar, kita olah raga yu di depan biar sehat."
Ajak Jae.
" Banyak alesan lu Jae, ..... ayo lah."
kata Serly.
Akhirnya mereka berdua keluar dan olah raga, udara puncak pagi hari yang sangat segar membuat mereka bersemangat olah raga.
" Seger banget ya jae udara nya."
kata Serly.
" Iya lah,,,, dari pada dikamar terus gue bisa stres."
kata Jae.
" Jadi lu stres kalau gue disamping lu."
kata Serly.
" Bukan gitu ser, gue takut gak tahan terus terusan lu goda."
kata Jae.
" Kalau gak tahan ya tinggal langsung aja sih hahahaha...."
kata Serly.
" Gila lu ser." Kata Jae.
" Ser lu dari tadi gak pakai BH?!!"
tanya Jae.
" Iya, emang kenapa."
jawab Serly.
" Gak apa apa sih, punya lu rata ini hahahahahaha...."
__ADS_1
ejek Jae.
" Sial lagi lagi lu ledek gue."
Serly marah.
" Gak usah marah juga kali, kan itu kenyataannya."
Jawab Jae.
" Gini gini juga banyak cowok yang naksir gue tau."
kata Serly.
" Prettt ..... itu sih lu masih jomblo saja."
kata Jae.
" Gue takut jae, nanti gue disakiti kaya dulu lu nyakitin gue ," kata Serly.
Jae tidak bisa menjawab nya.
Satu jam sudah mereka olah raga sambil ngobrol, mereka pun istirahat.
" Gue boleh nanya."
kata Jae.
" Boleh sayang."
Kata Serly.
" Kenapa lu gak takut kalau perawan lu hilang sama gue."
tanya Jae.
" Karena memang gue pengen perawan gue lu yang perawanin."
jawab Serly.
" Ah lu ser, jawaban lu bikin gue salting." kata Jae.
" Biasa aja keles." kata Serly.
" Ser sana pakai BH lu, kita jalan keluar cari sarapan." kata Jae.
" Gak usah pakai lah jae, kata lu kan punya gue rata ini."
jawab Serly.
" Terserah lu lah."
Mereka berdua jalan keluar cari sarapan.
" Kita sarapan toge goreng saja yuk."
ajak Jae.
tanya Serly.
" Norak lu Ser, walaupun namanya Toge Goreng, tapi togenya gak di goreng."
terang Jae.
" Terus diapain...coba lu terangin ke gue jae." pinta serly.
Mereka kemudian berhenti di tempat orang jualan toge goreng, dan membeli toge goreng kemudian Jae menjelaskan ke serly apa itu toge goreng.
" toge bersamaan dengan mie kuning dan tahu direbus di atas wadah rata dan kemudian dicampurin lontong.
Yang bikin makanan ini khas adalah bumbu tauconya yang terbuat dari kacang kedele hasil fermentasi, sehingga ada sensasi asam saat menyantapnya."
Jae menjelaskan.
" Ouh kiarain togenya di goreng, enak enak jae gue suka nih."
kata Serly.
" Ya enak lah."
Jawab Jae.
Setelah makan Toge Goreng, mereka mencari minuman khas puncak lainnya.
" Kita cari minum yuk ser."
ajak Jae.
" Ayu." saut Serly.
Mereka berdua berhenti di kedai bir kocok,
Jae langsung pesen bir kocok.
" Kita minum bir kocok saja Ser.
kata Jae.
" Bir kocok??? nanti gue mabuk kaya semalam."
kata Serly.
" Bir kocok tidak bikin mabuk Serly."
kata Jae.
" Coba jelasin ke gue, biar gue paham."
kata Serly.
" Bir Kocok merupakan minuman yang sudah ada sejak tahun 1965. Resep utama minuman tradisional ini terdiri dari jahe merah, kayu manis, cengkeh, gula pasir dan aren.
__ADS_1
Bahan-bahan tersebut lalu direbus jadi satu dan diambil sarinya hingga berwarna coklat. Dalam penyajiannya, sari dari rempah-rempah tadi di masukan ke dalam gelas alumunium besar yang dicampur dengan es batu.
Kemudian dikocok beberapa kali, hingga menimbulkan buih seperti bir, jadi ini tidak bikin mabuk, cobain aja sama lu."
terang Jae.
" Iya Jae seger."
Setelah kenyang keduanya pun kembali ke vila.
Sesampainya di villa Serly mengajak jae renang.
" Kita renang dulu yu jae."
ajak Serly.
" Boleh."
kata Jae.
Lagi lagi serly membuat Jae gagal fokus, serly berenang hanya menggunakan CD.
" Ser lu apa apa an sih."
tegur Jae.
" Terserah gue lah."
kata Serly.
Mereka kemudian langsung berenang, di dalam air Serly mendekat ke Jae dan memeluk Jae.
Kemudian Serly langsung mencium Jae, naluri pria Jae pun bergejolak, Jae langsung membalas ciuman serly.
Tangan mereka berdua sudah kemana mana.
> sensor ajalah <
setelah itu mereka keluar dari kolam renang.
" Sudah Ser jangan di lanjut, lebih baik kita bergegas mandi kemudian kita pulang." kata Jae.
Mereka berdua akhirnya langsung mandi, kemudian langsung pulang.
Di tengah perjalanan Serly meminta maaf ke Jae.
" Jae maafin gue waktu di kolam renang tadi ya." kata Serly.
" Ok lupakan saja ser, lu gak marah kan tadi gue nolak lu." tanya Jae.
" Enggak Jae, gue gak marah, malah gue salut sama elu, elu begitu menjaga kesucian rumah tangga lu, gue gak nyesel pernah pacaran sama lu." kata Serly.
Meski dulu Jae anak nakal,ketua geng motor pemakai sabu tapi setelah menikah dengan Neni sepertinya Jae sudah berubah.
Istri yang baik akan membuat suaminya baik.
" Jae terima kasih ya lu telah nurutin permintaan gue."
kata Serly.
" Berarti lu sekarang sudah memaafkan gue." kata Jae.
" Pasti sudah Jae, gue janji gue gak bakal ganggu rumah tangga lu Jae."
kata Serly.
" Tapi lu jangan menjauh juga kali."
kata Jae.
" Enggak lah Jae, gue gak bakal menjauh, gue akan anggap kalian saudara gue." terang Serly.
" Nah gitu dong." kata Jae.
" Jae cium gue untuk terakhir kalinya Jae." pinta Serly.
Kemudian jae langsung mencium Serly.
Dipinggir jalan banyak orang jual buah buahan, Serly meminta Jae untuk menepi.
" Jae lu tunggu disini saja ya, gue mau beli buah buahan." kata Neni.
Neni membeli banyak buah buahan, kemuduan dia kembali masuk mobil.
" Banyak amat lu Ser beli nya."
tanya Jae.
" Ini buat Neni dan ini buat ibu lu sama doni." kata Serly.
" Ouh makasih ya Ser."
kata Jae.
" Tapi jangan bilang dari gue, nanti kita ketahuan." jelas Serly.
" Aman itu."
kata Jae.
Sore hari mereka sudah sampai rumah, setelah menghantar Serly Jae langsung kerumah ibunya.
" Nen suami mu nih datang." kata ibunya Jae.
Neni langsung keluar dan mencium tangan suaminya dan jae pun mencium kening Neni.
Kekasih Satu Hari cukup sampai disini. . .
Episode selanjutnya tentang pernikahan Serly...
mau tau dengan siapa serly akan menikah....
__ADS_1
pantengin terus : Adakah Kesempatan Kedua.