Adakah Kesempatan Kedua

Adakah Kesempatan Kedua
AKK27 - Penyesalan Serly


__ADS_3

Sebelumnya......


Tidak lama kemudian Jae datang, dan dokter Nano langsung menceritakan semunya ke Jae dan Neni, dia meminta bantun ke Neni agar Serly percaya kalau Lisa hanyalah masa lalu.


................ .......... ..........


Dokter Nano sangat berharap agar Jae dan Neni bisa membantunya, Jae dan Neni men jawab akan berusaha sebisanya untuk menasehati Serly.


Keesokan hari nya Neni berkunjung kerumah Serly.


Neni.


" Assalamualaikum."


Serly menjawab.


" Waalaikumsalam, eh Neni masuk Nen."


Kedua sahabat ini memulai obrolan dengan obrolan ringan, sedikit sedikit pertanyaan Neni mulai menjurus ke dokter Nano.


" Ser kayak nya kamu lagi ada masalah." Tanya Neni.


Serly menjawab.


" Iya Nen, sebenarnya aku lagi ada masalah."


Neni.


" Kalau kamu mau cerita , cerita saja, aku siap kok menjadi pendengar yang baik."


Kemudian Serly memeluk Neni sambil menangis, " Sebenarnya aku mulai sayang ke suami ku, aku juga selalu berusaha untuk menjadi yang terbaik, tapi......semenjak Lisa kembali mertuaku berubah, dia lebih menyukai Lisa ketimbang aku dan calon cucunya." cerita Neni.


" Tapi dokter Nano tidak berubah kan?" Tanya Neni.


" Iya suamiku memang tidak berubah tapi....si Lisa terus mengganggu." Jawab Serly.


" Apa kamu masih ingat Ratna?, kamu pasti tau seperti apa kelakuan Ratna ke Aa kan?, Seberapa bencinya kamu sama suamimu, kamu harus tetap mengurusnya." Jelas Neni singkat.


Lalu Serly terdiam dia tahu Neni sebenarnya lebih sakit dari yang dialaminya, bahkan Serly sendiri pernah mengkhianati Neni ketika ia mencoba merayu Jae.


Kedua sahabat ini terus saling menguatkan.


" Kamu memang sahabat ter baik aku Nen." Ucap Serly.


Karena hari mulai sore Neni pamit pulang.


Tidak Lama setelah Neni pulang, dokter Nano datang.


Serly teringat pesan Neni agar mengurusi semua keperluan suaminya, kemudian Serly menyiapkan hidangan untuk suaminya.


Meski masih belum banyak kata yang keluar dari mulut Serly, dokter Nano tetap selalu memperhatikan Serly dan calon anaknya.


Seolah tak pernah lelah, dokter Nano selalu membuktikan kalau dia sangat mencintai dan menyayangi Serly.


Keesokan harinya Neni meminta suaminya untuk mengantar ke pasar.


Sesampainya di pasar Serly menyuruh suaminya untuk pergi bekerja saja dulu, nanti kalau mau pulang dia akan menghubunginya.


Baru setengah jam di pasar Serly merasakan mual, kemudin di menelepon suaminya.


" Bang perut ade mual cepat jemput ade." Chat Serly ke suaminya.

__ADS_1


Tapi suami nya tidak membalasnya, kemudian Serly terus mengirim pesan.


" Kok WA dari ade gak di balas bang."


" Bang."


" P."


" P."


" Apa Jangan jangan kamu sedang sama Lisa ya." Serly mulai kesal.


" Balas WA aku!!!!."


" Kamu sudah gak sayang lagi ya."


Serly mulai sangat kesal, kemudian Serly telepon, tapi tidak diangkat suaminya, Sampai 12 kali telepon tetap tidak di angkat.


Tdak lamat HP Serly bunyi.


" Maaf de tadi abang sedang mengurus pasien kecelakaan." Jelas Dokter Nano.


Karena Serly sudah terbakar api cemburu, Serly tidak percaya dengan setiap perkataan dokter Nano.


" Ade masih di pasar, abang langsung ke pasar ya." Kata Dokter Nano.


" Gak usah kesini, sana saja urus Lisa." Ucap Serly.


" Abang beneran habis ngurus pasien kecelakaan de, kalau gak percaya tanya mang Kadma dan Mang Kadmi." Jelas dokter Nano.


" Ngapain nanya ke mang Kadma dan mang Kadmi." Jawab Neni.


" Kalau ade gak percaya gak apa apa, Abang sekarang kesitu ya." Kata dokter Nano.


Kemudian Serly langsung menutup teleponnya.


" Kenapa langsung di matiin?? tunggu di situ abang akan segera kesana." Wa dari dokter Nano.


Meski marah Neni tetap menunggu dokter Nano, Tapi .....satu jam Serly menunggu, dokter Nano belum juga datang.


Lalu serly menelepon suaminya lagi, tapi dokter Nano tidak mengangkatnya, beberapa kali di telepon dokter Nano tetap tidak mengangkatnya.


" Kata nya mau jemput." WA dari Neni.


" Bang, kamu membohongi ade ya?!."


" Kalau kamu sedang dengan Lisa kamu gak usah kesini."


" Bang."


" Bang."


" Bang."


" Kamu sudah gak sayang lagi ya ke ade."


" Tolong balas chat ade bang, ade mualnya semakin bertambah.


Karena sudah terlalu lama menunggu akhirnya Serly menelepon mang Kadmi.


" Assalamualaikum mang Kadmi, apa abang ada disitu?"

__ADS_1


" Katanya dokter Nano mau menjemput kamu, sudah dua jam yang lalu dokter Nano berangkat." Jawab mang Kadmi.


" Tapi sampai sekarang belum sampai saja mang, ya sudah mang makasih ya, biar Neni meneleponnya lagi." Serly mulai cemas.


Kemudian Serly menutup teleponnya, baru saja Serly menutup teleponnya Nomor dokter Nano menelepon Serly.


" Abang kemana saja sih kok belum nyampai saja, abang sudah gak peduli sama ade ya." kata Serly.


" Maaf bu, saya Deni Security Rumah Sakit, Ibu benar istrinya dokter Nano."


Ternyata yang telepon bukanlah suaminya, Serly bertambah cemas saja.


" Iya pa, saya istrinya dokter Nano, sekarang suami saya dimana?" Tanya Serly cemas.


" Mobil dokter Nano tadi tabrakan dengan truk, sekarang dokter Nano berada dirumah sakit, kalau bisa ibu cepat kesini." Kata Security.


Setelah mematikan telepon Serly langsung meminta tolong ke orang di sekitarnya untuk mengantar ke Rumah Sakit.


Sampai Rumah sakit Serly langsung berlari menuju ruang dimana dokter Nano dirawat.


" Bang abang baik baik saja kan, bang maafkan Serly." Ucap Serly sambil menangis.


" Ma- ma ma afin abang de." Suara dokter Nano tidak teratur.


" Abang harus sembuh, Ade janji ade gak bakal marah lagi ade janji bang, tapi abang harus sembuh, ade janji ade akan selalu sayang abang." ucap Neni terus Menangis.


" Ma...a...aa...afin a..b..a..ng d..e..............." Suara terakhir dari dokter Nano.


" Abang!!!!!! abang bangun bang....bang bangun nanti anak kita membutuhkan abang....abang!!!!!!!!!!!!!!!."


Serly langsung pingsan, janji Dokter Nano yang akan selalu mencitai, menyayangi dan tak akan meninggalkan Serly sampai ajal menjemputnya memang tertepati.


Tidak lama keluarga dokter Nano dan keluarga Serly datang, lalu Jae dan keluaga juga datang disusul mang Kadma dan Mang Kadmi.


Mereka semua menangis, lalu jenazah dokter Nano di mandikan kemudian di bawa ke Ambulance untuk di bawa pulang kerumah.


Sampai dirumah Serly mulai sadar, saat jenazah dokter Nano akan dipakaikan kain kafan Serly langsung memeluknya dan menangis tanpa henti, Serly menyesal bahkan sangat menyesal karena sebelum kepergian dokter Nano dia terus marah.


Penyesalan yang mungkin hanya terdengar oleh angin malam, penyeslan yang mengantarkan Serly merasakan panas nya embun pagi dan dingin nya sinar mentari.


"Tuhan punya rencana lain, tuhan lebih sayang dokter Nano, ikhlaskan jangan terus kau iringi kepergiannya wahai sahabatku." Ucap Neni.


Serly langsung memeluk sahabat nya, " Nen ini semua gara gara gue." Serly menyesal.


" Bukan....ini bukan salahmu, ini kehendak dari sang pencipta, tolong iringi kepergian suamimu dengan do'a terindah." Neni menasehati Serly.


Lalu Serly berdoa dalam tangis nya.


" Jika kau memang lebih menyayangi nya maka ku ikhlaskan suamiku, jika memang ini terbaik untuk nya maka aku juga akan mengikhlaskanya, tapi tolong jaga selalu suami ku tuhan berilah dia kasih sayang seperti dia menyayangiku dan tolong sampaikan penyesalanku ini padanya, sampaikan pada suamiku dia akan terus menjadi suamiki sampai ajal menjemputku dan aku, aku tak akan menggantikannya dengan siapapun tolong sampaikan ini padanya tuhan." doa Serly dalam hati.


Setelah selesai di pakai kan kain kafan dan di sholatkan jenazah dokter Nano langsung di bawa ke per-istirahatan terakhirnya.


Neni terus berada di sebelah sahabatnya, kini Serly sudah terlihat lebih tegar walau hatinya terus menangis.


Gambar jempolnya di pencet ya.


klik profil kemudian +ikuti.


Kalau gak keberatan sekalian rate bintang 5 nya ,,


Terima kasih.

__ADS_1


Next episode kita mulai canda candaan lagi.


__ADS_2