
Mulai episode 7 muncul tokoh tokoh baru, mereka adalah para pegawai Puskesmas Pelem, puskesmas Pelem tempatnya tidak jauh dari rumah Jae.
Dokter Nano sebagai dokter.
Suster Serly sebagai suster.
Mang Kadma sebagai penjaga Puskesmas.
Mang Kadmi sebagai penjaga Puskesmas.
Lanjut ke cerita.
Ibunya Jae dan Neni datang dari pasar, Jae dan Ratna langsung saling diam.
" Kenalin Rat ini permaisuri Gue." Ucap Jae sambil nunjuk ke Neni.
" Cantik ya, Kenalin Gue Ratna teman nya Jae." Kata Ratna sambil mengulurkan tangan ke Neni.
"Cantikkan juga mbak, Aku mah apa cuma gadis desa." Neni merendah.
" Jangan panggil Mbak dong, Panggil saja Ratna." Kata Ratna
" Ok Ratna, Rat mau bantuin aku masak gak." ajak Neni.
" Boleh, tapi ajarin ya Nen Gue gak bisa masak." sahut Ratna.
"Ok, yu langsung ke dapur." ajak Neni.
" Senang nya dalam hati bila ber istri dua akur." Jae ngomong dalam hati.
Sementara perempuan lagi pada masak, Jae pergi nongkrong di pinggir jalan.
Baru juga sampai tempat tongkrongan tiba tiba bruakkkkkk kkkkkk, ada orang tabrakan.
Jae Langsung lari nolongin orang tabrakan, ada tiga korban satu perempuan dua laki laki.
Yang perempuan pingsan tidak sadarkan diri sementara kedua lelaki masih bisa bangun walau darahnya kemana mana.
Jae langsung lari ke puskesmas.
" Mang Kadma di depan tempat tongkrongan ada orang kecelakaan" tutur Jae sambil ngas nges ngos nafasnya.
"Ok nanti saya ke sana, kamu duluan ke sana." jawab mang Kadma.
" Ok mang, saya kesana dulu." ujar Jae.
" Mi Kadmi, hayu kita tolong." ajak mang Kadma ke mang Kadmi. ajak mang Kadma.
" Tunggu bentar Ma, Gue pake baju dulu." jawab mang Kadmi.
" Barokokok cepat pake bajunya." Mang Kadma ngegas.
Baru juga mang Kadma dan Mang Kadmi mau berangkat, Jae datang bawa korban kecelakaan ke Puskesmas.
" Lu sih kelamaan," Sentak mang Kadma.
" Maaf Ma, sudah jangan marah marah terus yuk kita bantuin." Kadmi merasa bersalah.
Mereka langsung membawa korban ke UGD, kedua korban lelaki di bolehkan pulang sedangkan korban perempuan harus nginep.
Setelah semua beres Jae pamit pulang ke mang Kadma dan Mang Kadmi.
" Mang Gue balik dulu ya, ada tamu di rumah." ucap Jae.
__ADS_1
" Tamu sapa Jae, Cewek apa Cowok?" tanya mang Kadmi.
" Ratna mang, Mantan saya dulu." jawab Jae.
" Waduh awas nanti Neni marah." Cetus mang Kadma.
" Ok aman itu bisa diatur." kata Jae.
Jae langsung pulang sampai rumah masakan sudah matang.
" A kemana aja sih, di tungguin dari tadi." tanya Neni.
" Tadi Aa habis nolongin orang kecelakaan sayang." jawab Jae.
" Sudah sudah jangan pada ngomong terus kasihan tuh tamu nya (Ratna red) sudah lapar." potong ibunya Jae.
" Santai saja Bu, Ratna belum lapar kok." jawab Ratna.
" Gaya lu rat belum lapar, memang lu makan d?." ucap Jae.
" Aa gak boleh kek gitu, hayyu pada makan." kata Neni.
Mereka langsung makan, setelah makan Neni ngobrol berdua dengan Ratna.
" Nen Gue mau cerita boleh," tanya Ratna.
" Boleh Rat, kayak nya serius nih." jawab Neni.
" Hehehehe, Gue mau tanya ke elu, apa Jae pernah cerita ke elu tentang Meli?." tanya Ratna.
" Pernah Rat, Aa pernah cerita ke aku, dulu waktu kita baru kenal, waktu Aa baru ke Malaysia, dia cerita kenapa dia bisa sampai Malaysia, dia sebenarnya masih sayang ke Meli waktu itu, tapi karena dia sudah sangat sakit hati ke ibunya Meli, dia lebih memilih memendam cintanya." jelas Neni.
" Terus?" Ratna penasaran.
" Waktu meli kecelakaan dan kakinya di amputasi, sebenarnya dia sangat ingin di sebelah Meli tapi karena waktu itu situasi nya tidak memungkinkan Aa memilih menjaga Meli dari kejauhan, haus aku bikin minum dulu ya Rat hehe," kata Neni.
" Ok Rat." Jawab Neni.
Neni dan Ratna pun pergi ke dapur membuat teh hangat, setelah teh siap mereka kembali melanjut kan obrolan tadi.
" Kayak nya kamu penasaran banget Rat." tanya Neni.
" Heheheh." Ratna hanya tersenyum.
" Nih gue lanjutin, katanya setiap malam Aa selalu tidur di rumah sakit tempat Meli dirawat, tapi Aa tidak berani masuk dalam, Aa hanya melihat dari kaca dan sesekali kalau lagi sepi dia masuk." kata Neni
" Terus terus." Ratna semakin penasaran.
" Terus ketika Meli sudah diizinkan pulang, Aa masih mengikuti meli dari kejauhan, dia berhenti mengikuti Meli ketika dia tahu Meli dinikahi sama orang yang baik, setelah Meli menikah dengan suaminya Aa langsung pergi ke Malaysia, dia mencoba melupakan Meli karena Meli sudah menikah dengan orang yang tepat." Kata Neni.
" Dan kemudian Jae ketemu lu dan nikah sama lu kan, hehehe." kata Ratna.
" Iya hehehehe, alasan itulah yang membuat aku yakin nikah sama Aa, cinta nya dia begitu setia." Jawab Neni
" Terus ada cerita lagi gak Nen." Ratna masih penasaran.
" Ada tapi aku gak enak ceritanya." jawab Neni.
" Cerita aja, pasti tentang gue ya," kata Ratna dengan nada pelan.
" Iya Rat, gak apa apa tah." jawab Neni.
" Gak apa apa Nen cerita saja." paksa Ratna.
__ADS_1
" Aa juga cerita, sebelum Aa pacaran dengan Meli sebenar nya di hati Aa ada wanita yang kata Aa dia wanita yang spesial, wanita itu kamu Rat, tapi Aa kecewa karena kamu menghilang tanpa kabar, saat itu Aa merasa sangat kehilangan kamu sebelum nama Meli tertulis di hati Aa." terang Neni.
' Jadi lu tahu nen kalau gue mantan nya Jae, Gue jadi gak enak sama elu Nen." kata Ratna.
" Santai saja rat, itu semua kan masa lalu, Jangan merusak masa depan hanya karena masa lalu." kata Neni.
" Lu baik banget Nen, lu pantas jadi istrinya Jae."
Saat mereka sedang asyik cerita, Jae datang.
" Woi kalian lagi ngobrolin apa?" tanya Jae.
" Kepo kamu mah A." jawab Neni.
"Bikinin gue kopi yang." Jae nyuruh Neni.
" Nen biar gue aja yang bikini, gak apa apa kan." kata Ratna.
" Gak apa apa Rat" jawab Neni.
Ratna pun mem bikinkan kopi untuk Jae, malam nya Ratna tidur dirumah ibunya Jae, Jae dan Neni juag nginep di rumah ibunya, Pagi hari nya Ratna pamit pulang.
" Ibu, Jae , Neni terima kasih ya atas semuanya, Ratna pamit pulang." kata Ratna.
" Iya Rat, dijalan nya hati hati ya nak." jawab ibunya Jae.
" Iya bu, salam buat bapak ya bu." kata Ratna.
" Iya rat." jawab Ibunya Jae.
" Nen jagain jae ya, gue gak bakal ganggu hidup kalian, gue janji." bisik Ratna ke Neni.
" Ih ngomong apa kamu Rat, kamu sudah kami anggap saudara." Jelas Neni.
" Udah udah cepet ayo tak anter ke terminal." potong Jae.
Akhirnya Jae dan Neni meng hantar Ratna ke terminal.
" Makasih ya sudah nganterin, semoga kalian cepet dapat mongmongan." kata Ratna.
" Amin, lain kali kesini lagi ya Rat." kata Neni.
" Ok Nen, kalau kalian gak keberatan nanti kalo anak kalian cewek namanya pakai nama gue yak." pinta Ratna.
" Eh emang lu sapa." jawab Jae.
" Aa gak boleh gitu, Insya ALLAH Rat." potong Neni.
Bis sudah mau berangkat, Ratna langsung masuk ke bis dan langsung berangkat, bis yang dinaiki ratna ber pelat no. ABC 6969 DE.
Di perjalanan Jae merasa takut jikalau Neni marah.
" Yang kamu marah gak." tanya Jae cemas.
" Santai aja Aa, aku gak marah kok." jawab Neni.
Jae merasa tenang dan langsung mencium kening Neni, mereka sudah sampai rumah tiba tiba ....
" Jae tadi ibu lihat di TV, ada mobil bis tabrakan." kata ibunya Jae.
" Dimana bu." tanya Jae.
" Tidak Jauh dari terminal," jawab ibunya Jae.
__ADS_1
" Plat no. nya berapa bu." tanya Neni.
" Kalau tidak salah ABC 6969 DE." jawab ibunya Jae.