
Ratna sekarang sudah di izinkan pulang, rencananya Jae dan Neni mau mengantar ratna pulang sampai rumah, tapi Ratna menolak dia minta di antar sampai terminal saja.
Ratna pamitan ke Dokter Nano, Suster Serly, Mang Kadma dan Mang Kadmi kemudian Ratna pergi ke rumah ibunya Jae dulu untuk pamit.
" Pa Bu terima kasih sudah merawat Ratna selama ini." kata Ratna.
" Iya nak, kamu pulang sama siapa." tanya Ibunya Jae.
" Ratna pulang naik bis saja Bu." jawab Ratna.
" Kalau kamu mau kebetulan bapak ada arah ke desa kamu, bapak bisa anter kamu sampai ke rumah." kata bapa nya Jae.
" Gak usah pa, takut ngerepotin." jawab ratna.
" Gak apa apa kok Rat, mending kamu ikut bapaknya Jae saja." kata Ibunya Jae.
" Ya sudah kalau gak ngerepotin gak apa apa." jawab Ratna.
Jae dan Neni pun datang, Rencananya Jae dan Neni mau mengantar Ratna ke Terminal, tapi karena Ratna pulang dengan bapaknya Jae, mereka tidak jadi mengantar Ratna ke terminal.
" Hati hati di jalan nya ya rat, salam buat keluarga di rumah." kata Neni.
" Ok Nen." Jawab Ratna.
Akhirnya Ratna pulang dengan bapaknya Jae, mereka berangkat menggunakan mobil.
Di perjalanan Ratna banyak cerita, dia cerita kalau sampai saat ini belum bisa melupakan Jae, Ratna menangis di pundak bapa nya Jae, Bapa nya Jae hanya bisa menasehati saja.
Karena hari sudah gelap di tengah perjalanan mereka memutuskan untuk istirahat, mereka istirahat di penginapan melati.
" Mas saya pesan dua kamar," kata bapaknya Jae ke resepsionis.
" Satu kamar saja pak, buat menghemat biaya." kata Ratna.
" Kok satu kamar, kan tiap kamar tempat tidurnya satu Rat." kata bapaknya Jae.
" Gak apa apa pak, anggap saja Ratna ini Anak bapa." jawab Ratna.
" Ok lah kalo itu mau kamu," Kata bapaknya Jae.
Akhirnya bapaknya Jae cuma pesan satu kamar.
Sampai kamar bapaknya Jae tidur di bawah, tapi Ratna merasa gak enak.
" Pa tidur di atas saja, Ratna ga apa apa kok, yang mau satu kamar kan Ratna." kata Ratna.
" Gak apa apa Rat, bapa sudah biasa tidur di bawah." jawab bapa nya Jae.
" Kalau bapa tidur di bawah, Ratna juga tidur di bawah lah." kata Ratna.
" Kok gitu." kata bapanya Jae.
" Bapa sekeluarga terlalu baik ke Ratna, jadi tolong jangan anggap Ratna orang lain." kata Ratna.
Bapa nya Jae kemudia tidur di atas, satu ranjang bersama ratna, saking capek nya mereka berdua langsung tidur pulas.
Pagi hari nya, sesuatu yang tidak diinginkan terjadi, ketika Ratna bangun duluan dia melihat bapak nya Jae adalah Jae.
Ratna langsung mencium bibir bapak nya Jae, bapaknya Jae kaget.
" Rat sadar." kata bapa nya Jae.
" Maaf pak, maaf mungkin Ratna terlalu memikirkan jae, jadi Ratna melihat bapak seolah melihat Jae, sekali lagi Ratna minta maaf." kata Ratna.
Kemudian bapak nya Jae memeluk Ratna.
__ADS_1
" Nak, masa depan kamu masih panjang, kamu jangan terlalu memikirkan Jae." kata bapak nya Jae.
" Iya pak, Sekali lagi maafkan Ratna." sambil menangis di pelukan bapak nya Jae.
Ratna merasa nyaman dengan bapaknya Jae, dia mendapatkan kasih sayang dari seorang lelaki yang lama ia tak dapatkan.
Kemudian Ratna tertidur di lengan bapaknya Jae.
" Rat bangun, kita makan dulu yu." kata bapaknya Jae.
" Maaf pak, Ratna ketiduran." jawab Ratna.
Setelah makan mereka melanjutkan perjalanan, di perjalanan mereka sudah sangat akrab, obrolan mereka sudah tidak canggung Lagi mulai dari obrolan biasa sampai obrolan luar biasa.
Keduanya sudah sangat nyaman seperti seorang kekasih.
Akhirnya mereka sampai ke rumah Ratna dirumah Ratna hanya tinggal bersama ibunya yang seorang Janda.
" Itu pa di yang depan rumah Ratna." kata Ratna.
" Oh itu, berarti dekat dong dengan tempat kerja bapa, bapak kerjanya di pengeboran dekat hutan." kata bapaknya Jae.
" Iya kalau hutan paling setengah jam dari sini pak, ya sudah bapak tinggal disini saja." kata Ratna.
" Enggak enak, bapak soalnya lama Rat tiga bulan." jawab bapaknya Jae.
" Gak apa apa pa, anggap saja rumah sendiri." jelas Ratna.
Selama bekerja di desanya Ratna bapaknya Jae tinggal di rumah Ratna, semakin hari bapak nya Jae semakin akrab dengan Ratna dan keluarga.
Karena bapak nya Jae sangat baik ke Ratna dan keluarga Ratna, Ratna kini mempunyai rasa pada Bapak nya Jae.
Suatu malam ketika bapak nya Jae mengajak ratna makan di luar, ratna terang terangan kalau ratna ingin memiliki bapaknya Jae.
" Pa, Ratna mau ngomong." kata Ratna.
" Tapi bapak jangan marah ya." kata Ratna.
" Ngomong aja Rat." kata bapaknya Jae.
" Sekarang Ratna sudah mulai melupakan Jae pak." kata Ratna.
" Ya syukurlah." kata bapaknya Jae.
" Tapi ......" ucap Ratna.
" Tapi kenapa lagi Rat." tanya bapaknya Jae.
" Ratna mulai sayang ke bapa?" kata ratna.
" Apa????!!" bapaknya Jae kaget.
" Maaf ya pak, Maafin Ratna." Ratna meminta maaf.
" Bapak kan sudah punya istri Rat, lagian bapa juga sudah tua." kata bapak nya Jae.
" Iya pa maafkan Ratna, anggap saja Ratna gak pernah ngomong pa." kata Ratna." kata Ratna.
" Kalau boleh jujur sebenernya bapak juga sayang saya kamu, cuma bapak ngerasa minder karena bapak sudah tua." kata bapaknya Jae.
Mendengar jawaban bapak Nya Jae Ratna senyum dan langsung memeluk bapaknya Jae.
Ratna memang keterlaluan dia lupa dengan kebaikan keluarganya Jae.
" Kalo bapak sayang Ratna, kita nikah saja yuk." kata Ratna.
__ADS_1
" Tapi bapak gak bisa bisa lepasin ibunya Jae." kata bapaknya Jae.
" Gak apa apa Ratna jadi yang ke dua juga pak." jawab Ratna.
Akhirnya Ratna dan bapaknya Jae menikah tanpa sepengetahuan Ibunya Jae dan Jae.
Meski ibunya Jae tidak tau tapi ibunya Jae mempunyai filling tidak enak.
Ibunya Jae maen ke rumahnya jae, dirumah-Nya Jae ada Neni sedang nglipet baju.
" Nen teleponin bapak mu, dari kemarin gak ada kabar." kata ibunya Jae.
" Ia mah bentar ya." kata Neni.
Neni langsung telepon bapak mertuanya.
" Assalamualaikum pak," kata Neni.
" Waalaikum salam Nen, ada apa Nen?" tanya bapak nya Jae.
" Ini pa mamah mau ngomong katanya." Jawab Neni.
" Assalamualaikum pa, pa apa kabar, kok gak pernah kasih kabar." tanya ibunya Jae.
" Baik bu, bapak disini lagi sibuk nanti kalo gak sibuk bapa telepon lagi ya." kata bapaknya Jae.
" Oh ya sudah pa." kata ibunya Jae.
Bapa nya Jae langsung matiin teleponnya.
" Nen mamah kemarin mimpi gak enak tentang bapamu." kata ibunya Jae.
" Mimpi apa mah." Tanya Neni.
" Mamah mimpi bapamu nikah lagi." jawab ibunya Jae.
" Itu hanya bunga tidur mah, bapa gak bakal mengkhianati mamah." kata Neni.
" Semoga aja Nen, kamu masak apa nen?" tanya mamah mertuanya.
" Masak semur jengkol mah, mamah mau makan biar Neni ambilkan." ucap Neni.
" Gak usah biar mamah ambil sendiri." jawab ibunya Jae.
" Mah ade belum pulang sekolah?" tanya Neni.
" Belum, paling adek mu main dulu." jawab ibunya Jae.
" Mau tak masakin telor mata sapi gak mah? tanya Neni.
" Gak usah, sini Nen temenin mamah makan." kata ibunya Jae.
" Iya mah." jawab Neni.
Sejak bapa pergi ibunya Jae kesepian, adik nya Jae ( Doni ) masih kelas 2 SMP tapi nakalnya minta ampun.
" Mah doni suruh makan disini saja." kata Neni.
" Biarin Nen, dirumah juga mamah masak telor balado." kata ibunya Jae.
" Bapa kerja ke luarnya berapa bulan mah." tanya Neni.
" Kemarin ngomongnya tiga bulan Nen, mamah kepikiran terus biasanya bapamu kalau kerja di luar selalu ngabarin, sekarang sama sekali gak ngabarin." kata ibunya Jae.
" Mungkin bapa sibuk mah." kata Neni.
__ADS_1
Ibunya Jae setiap hari selalu mempunyai perasaan tidak enak, takut terjadi apa apa sama bapaknya Jae, kenyataannya memang bapak nya Jae meng -khianati istrinya.
Episode selanjutnya masih tentang Pengkhianatan