Adakah Kesempatan Kedua

Adakah Kesempatan Kedua
AKK5 - Keluarga Bahagia


__ADS_3

Setelah meli menikah dengan Pa Saiful, kehidupan meli kini lebih baik.


Meli tinggal satu rumah bersama pa Saiful dan ibu Nina, ibu Nina tidak menganggap meli saingan, ibu Nina lebih menganggap meli seorang adik.


Meli yang sekarang duduk di kursi roda karena kedua kakinya telah diamputasi, meski tidak mempunyai kaki meli terlihat bahagia, kasih sayang tulus yang di berikan Pa Saiful dan istrinya membuat meli sangat nyaman.


sementara meli sudah hidup bahagia, Jae sampai kini belum pulang, pernah sekali Jae menghubungi kedua orang tuanya bahwa dia sekarang sudah lulus kuliah dan sedang merantau di negeri tetangga.


Jae pun sebenarnya tahu dengan apa yang di alami meli, tapi Jae terlanjur kecewa pada kedua orang tua meli, dan Jae memilih untuk tidak ikut campur lagi urusan meli.


Dalam hidup meli kini nama Jae sudah mulai menghilang, menurut meli cinta memang tak harus memiliki itu benar adanya.


Meski pernah mencintai Jae, kini meli memilih untuk melupakan semua tentang Jae dan lebih memilih hidup bahagia bersama keluarga barunya, keluarga yang menerima meli apa adanya, keluarga yang membingbing meli lebih baik.


Setelah tiga bulan menikah, sekarang meli hamil, pak Saiful dan ibu Nina pun sangat senang mendengar kabar meli hamil.


ibu nina.


" Alhamdullilah akhirnya abi punya keturunan."


Pa Saiful.


" Umi benaran bahagiakan??."


Ibu Nina.


" Insya Allah umi benaran bahagia bi.'


Meli kini semakin di manja oleh ibu Nina, yang nota Benya 'maru' nyak meli.


bertambah bulan perut meli bertambah besar, kini meli sudah tidak bisa lagi duduk di kursi roda, terkadang meli menangis jika ingat sudah tidak memiliki kaki lagi, tapi ibu Nina selalu menasihati meli.


Sudah sembilan bulan usia kandungan meli, tinggal menunggu waktu untuk lahirkan.


Dan waktunya pun tiba, meli dibawa ke Rumah sakit, setelah beberapa jam di ruang persalinan, akhirnya suara tangis bayi terdengar, Pa Saiful dan ibu Nina langsung sujud syukur.


" Selamat Pa Saiful, anak bapa laki laki, dan lahir dengan normal." kata dokter yang membantu persalinan meli.


" Terima kasih dok" ucap Pa Saiful.


Pa Saiful memberi nama anaknya Miqra.


Ibu Nina sangat sayang ke Miqra dan menganggap Miqra adalah anak kandungnya.


Kebahagiaan keluarga Pa Saiful tak berhenti sampai di sini, Pa Saiful yang dulu kerjanya sebagai mandor lapangan, kini Pa Saiful dipromosikan sebagai asisten direktur.


Pa Saiful Orangnya sangat disiplin, meski sangat disiplin dan galak saat bekerja, tapi di luar kerja Pa Saiful menganggap dirinya sejajar dengan bawahannya.

__ADS_1


Diangkatnya pak Saiful menjadi asisten direktur membuat para anak buahnya sangat gembira, karena mereka berpikir selain Pa Saiful orang nyak bertanggung jawab, pa Saiful pun tahu keadaan lapangan seperti apa.


Tapi tidak semua bahagia, mantan asisten direktur yang dipecat kini menyimpan dendam ke pak Saiful.


Pa Rizal namanya, dia dipecat karena terlalu banyak makan uang perusahaan.


Pa Rizal sangat dendam dengan pa direktur dan Pa Saiful, Pa Rizal berencana untuk menghancurkan perusahaan yang dulu membesarkannya.


Tapi pak Saiful menanggapi semuanya dengan sangat bijak.


Tapi sekarang Pa Saiful agak berubah, saat bekerja Pa Saeful selalu ingin cepat pulang, ingin menggendong buah hatinya, buah hati yang telah ditunggu selama bertahun tahun.


Jika libur kerja, Pa Saiful menghabiskan waktu seharian bersama Miqra.


Pa Saiful dan Umy Nina, Meli istri mudanya dan Miqra jagoan kecilnya, Kini mereka sudah lengkap menjadi keluarga Bahagia.


Meli merasa sangat beruntung bisa menjadi bagian keluarga Saiful.



Usia Miqra sekarang sudah satu tahun, Miqra sudah mulai belajar jalan.


Meli sangat bersyukur, ketika dirinya tidak bisa menjadi seorang istri dan ibu yang sempurna ada seorang bidadari yang menutupi segala kekurangan Meli, Bidadari itu bernama Umy Nina.


Umy Nina mengajarkan meli untuk lebih dekat ke agama, Meli yang masa mudanya akrab dengan dunia malam, kini sudah menjadi wanita yang religius.


Ketika Meli, Ibu Nina dan Miqra sedang bermain,,,tiba tiba..tok..tok. Tok...tokk ada orang mengetuk pintu


" Assalamualaikum." Suara seorang wanita.


" Waalaikumsalam". Jawab Umy Nina sambil berjalan ke arah pintu.


" Maaf bu apa benar ini rumah Pa Saiful?."


" Iya, ade siapa ya?” tanya Umy Nina.


" Saya Ratna Bu, temannya Meli."


dan ternyata tamunya adalah ratna.


" Oh temannya Meli, yuk masuk Rat." Ajak umi Nina.


Ratna masuk, ketika melihat Meli duduk di kursi roda, Ratna menangis dan langsung berlari memeluk Meli.


Umy Nina ke dapur mengambil minuman untuk Tatna.


" Ini rat diminum dulu, Ummy keluar dulu ya Miqra kayaknya pingin jalan jalan." ucap Umy Nina

__ADS_1


Sambil sesenggukan Ratna menjawab " Iya Bu Makasih."


" Umy Nina keluar dulu ya, Miqra mau jalan jalan." kata Umy Nina


Karna Ummy tidak mau mengganggu mereka, Umy dan Miqra langsung pergi.


Ratna kembali memeluk Meli.


Ratna


" Maafin gue Mel, gue baru bisa mengunjungi lu sekarang."


" Gak apa apa Rat, Gimana kabar kamu." tanya Meli.


Sambil melepaskan pelukannya Ratna menjawab " Gue baik Mel."


Pipi mereka basah oleh air mata, Ratna tidak bisa berkata apa apa kecuali menangis, temannya yang dulu sangat cantik dan mandiri kini duduk di kursi roda.


"Sudah Rat jangan nangis, ini sudah jalan hidup gue, awalnya Gue juga merasa frustrasi tapi pak Saiful dan Umy Nina selalu menguatkan gue." kata Meli.


"Iya Mel." jawab Ratna.


Meli bercerita kenapa dia bisa seperti sekarang, Mulai dari ditinggalkan Jae, kecelakaan, gagal nikah dan kemudian menjadi bagian dari keluarga bahagia Pa Saiful hingga dikaruniai Miqra, si jagoan kecilnya.


" Kamu sendiri ke mana saja, menghilang seperti ditelan bumi." tanya Meli.


Ratna langsung bercerita.


Dulu waktu gue pulang, bapa gue masuk rumah sakit, ketika bapa gue sudah di bolehkan pulang, gue bingung, gue harus bayar biaya Rumah Sakit dari mana!??


Di desa gue ada duda kaya dia naksir ke gue, dia datang ke Rumah Sakit dan siap membayar semua biaya rumah sakit, asal gue mau menikah dengan dia, karena gak ada pilihan gue terima tawarannya.


"Terus." tanya Meli penasaran.


" Gue haus Mel, boleh gue minum dulu." canda Ratna.


" Eh maaf Rat, sampai lupa gue, diminum dulu gi." jawab Meli.


Ratna melanjutkan ceritanya,


gue sebenarnya ingin kembali dan bersatu kembali dengan Jae, tapi keadaan waktu itu tidak memungkinkan, gue buang semua apa apa yang mengingatkan gue ke Jae, Sekarang bapa gue sudah meninggal, dan suami gue menikah lagi, gue lebih memilih mundur dan bercerai dg suami gue."


"Ternyata hidup kita hampir sama ya Rat, terus lu punya anak?." tanya Meli.


" Belum mel, gue belum punya anak, oh ya sekarang kamu tahu gak kabarnya Jae??." Ucap Ratna.


" Sejak saat itu, saat ibu gue bikin Jae sakit hati kemudian Jae pergi ninggalin gue, dan sejak saat itu sampai sekarang sudah 5 tahun gue tidak pernah bertemu dengan Jae lagi." Terang Meli.

__ADS_1


__ADS_2