
Jae hanya bisa tertunduk lesu melihat ibu nya, Jae tidak berani masuk Jae hanya duduk di luar menahan emosi yang sudah memuncak, kemudian Doni menghampiri Jae.
“ A mamah kenapa?” Tanya Doni.
“ Kamu gak usah tau, kamu cukup belajar yang rajin.” Jawab Jae.
“ Aku sudah besar a, aku lelaki aku harus tau mamah kenapa.” Kata Doni.
“ Bapa nikah lagi don.” Jawab Jae.
Kemudian doni langsung marah marah, dia langsung telepon bapak nya.
Belasan kali Doni telepon, tapi tak diangkat sekalipun.
“ Lu telepon siapa Don.” Tanya Jae.
“ Gue telepon bapak, tapi gak di angkat angkat.” Jawab Doni.
“ Lu telepon bapa seratus kali pun gak bakal di angkat don, percuma lu telepon bapa lebih baik lu hibur mamah.” Kata Jae.
“ A gue gak mau melihat mamah menangis.” Kata Doni.
“ Gue sama Mbak mu juga sama, gak mau lihat mama nangis.” Kata Jae.
“ A sini a.” Panggil Neni.
“ Iya bentar, lu gak usah telepon bapak lagi don, biarin kalau dia peduli dia pasti telepon duluan.” Kata Jae.
Jae masuk kedalam, Jae pura pura tegar.
“ Ada apa sih, ganggu saja.” Kata Jae.
“ Sini lah temenin mamah.” Kata Neni.
“ Kamu nya mau kemana?” tanya Jae.
“ Masak lah, kalau gak masak nanti mau pada makan apa.” Kata Neni.
“ Hari ini gak usah masak lah, nanti biar Doni beli makan.” Kata Jae.
“ Nen sana bikinin suami mu kopi dulu.” Kata ibunya Jae sambil sesenggukan.
“ Gak usah, biar Jae bikin sendiri.” Kata Jae.
“ A mana duit nya.” Tanya Doni.
“ Duit apa?” jawab jae.
“ Katanya tadi makannya suruh beli saja, Gue lapar nih.” Kata Doni.
“ Brengsek lu Don.” Kata Jae.
“ Ha.,ha..ha..ha .. Neni tertawa, Aa mu mana pegang uang don, itu ambilin dompet mbak di jok motor.” Kata Ratna.
" Nih mbak dompetnya." kata Doni.
" Nih uangnya sana beli makan." kata Neni.
" Beli apa nih mbak." kata Doni.
" Apa saja terserah Doni." Jawab Neni.
Doni langsung membeli makan, tidak lama kemudian Doni datang dengan nafas tak beraturan.
“ Kenapa kamu don.” Tanya Neni.
“ Ini mbak makan nya, Aa mana mbak.” Kata Doni.
“ Katanya Doni lapar, ya makan lah,,,, ada apa sih tuh Aa di wc.” Kata Neni.
“ A... A..aa, cepat keluar.” Doni tergesah gesah.
“ Ada apa sih don.” Kata Jae.
“ Kita ngobrol di depan.” Kata Doni.
Kemudian mereka keluar kedepan, doni bercerita kalau di depan puskesmas di serang sekelompok geng motor.
“ Lu tunggu mamah dan mbak mu saja.” Kata Jae.
__ADS_1
“ Gue ikut lah.” Kata Doni.
“ Terus yang jaga mamah sama mbak mu siapa?” kata Jae.
Jae langsung ambil motor dan pergi ke depan.
Sesampai nya di depan Puskesmas segerombolan anak motor sedang rusuh, mang Kadmi dan mang Kadmi sedang di kelilingi anak motor.
Jae datang dan turun dari motor.
“ Mang Kadma mang Kadmi gue datang” Kata Jae.
“ Woi kalaian anak mana ? “ tanya Jae.
Salah satu dari mereka bicara “Lu Jangan banyak omong.”
“ Ok gue gak banyak omong.” Kata Jae.
Jae ambil balok kayu kemudian berlari ke arah mereka, Jae langsung memukul salah satu dari mereka, Mereka turun dari motor dan langsung menyerang Jae mang Kadma dan Mang Kadmi.
Mereka berjumlah 20 orang, tapi mereka seakan gak punya nyali, ketika senjata tajam yang mereka arah kan ke Jae di tangkis dengan tangan kosong oleh mang Kadma.
“ Hayu siap lagi yang mau maju.” Kata mang Kadma sambil mencekik leher salah satu dari mereka.
Temen temen Jae pada datang kemudian menyerang para geng motor.
Para geng motor pun pada lari berhamburan.
“ Kamu gak apa apa Jae” tanya mang Kadma.
“ Gak apa apa mang.” Jawab Jae.
“ Lu sih mi..mi.. kadmi ...mana Kadmi Jae” kata mang Kadma.
Ternyata mang kadmi ngumpet di balik pohon pisang.
“ Setan Kadmiiiiiiiiiiiii , ko malah ngumpet.” Kata Mang Kadma.
“ Bukan ngumpet ma, gue habis kencing.” Alasan mang Kadmi.
Jae tertawa terbahak bahak melihat mang Kadmi.
“ Ya sudah anak ini sana bawa ke polsek.” Kata mang kadma.
“ Ok ma, kalo ini gue berani he he he .” mang Kadmi tertawa.
Satu anak motor tertangkap dan di bawa mang Kadmi ke polsek.
“ Mang aku pulang dulu ya, lagi ada urusan.” Kata Jae.
“ Iya kamu urus mamah mu saja dulu, biar mamang sama Kadmi yang urus ini bocah.
Jae langsung kembali ke rumah ibunya.
“ Heh kamu A sok jago banget sih.” Kata Neni sambil memeriksa badan Jae.
“ Sok jago apa an sih yang, orang tadi Aa kesitu sudah di beresin sama mamg Kadma dan mang Kadmi.” Jae berbohong.
“ Kalau ini darah apa?” Sambil menunjuk kehidung Jae.”
“ Hehehehehehe Cuma dikit yang.” Jae ngeles.
Neni langsung membersihkan lukanya Jae.
“ Mamah mana Yang.” Tanya Jae.
“ Lagi sholat a.” Jawab Neni.
“ Doni sih kemana?” tanya Jae lagi.
“ Bukannya Doni tadi ikut Aa.” Jawab neni.
“ Aduh itu anak suruh diam dirumah.” Kata Jae.
Tidak lama kemudian Doni datang,.
“ Lu don diomongin gak nurut.” Jae marah.
“ Gue juga lelaki A, slow saja lah.” Jawab doni.
__ADS_1
“ Sana ganti baju, baju lu kotor banget jangan sampai mamah lihat.” Suruh Jae.
“ Ia a.” Jawab Doni.
Ibunya Jae selesai sholat, dia kaget melihat bajunya doni kotor dengan tanah.
“ Kamu kenapa don?” tanya Ibu.
“ Gak apa apa mah,” jawab doni.
“ Sudah mah biar neni yang urus doni, mamah masuk saja ke dalam.” Kata Neni.
Kemudian mereka masuk ke dalam sampai kedalam, ibunya Jae kembali menangis ingat bapa.
“ Sudah lah mah, gak perlu di tangisi, ada Jae, Neni dan Doni yang akan selalu ada buat mamah, kalau bapa balik lagi kita terima, kalau gak balik lagi ya biarain lah.” Kata Jae.
“ Tapi ....”
“ Gak usah tapi tapi an mah, bener kata Aa.” Potong Doni.
“ Mah mending kita makan dulu, tadi doni sudah beli sate." kata Neni.
Mereka pun langsung makan.
ketika selesai makan tiba tiba dokter Nano dan suster serly datang.
" Masuk dok,sus." Kata Nina.
" Bagaimana bu sudah sehat." tanya Dokter Nano.
" Sudah mendingan dok." jawab Ibunya Jae.
" Ini bu buah buahan," kata suster Serly.
" Makasih sus, jadi ngerepotin." Saut ibunya Jae.
" Cuma ini saja kok bu gak repot hehe." kata suster serly.
" Ini minumnya dok,sus." kata Neni.
" Gak usah repot repot mbak." Kata dokter Nano.
" Gak repot kok dok, cuma minum doang." Jawab Neni.
" De kenapa muka kamu." tanya suster ke Doni.
" Tadi dia berantem sus." kata Neni.
Doni hanya tertawa.
" Ouh yang tadi siang itu, kamu jangan ikut ikutan Aa kamu don." kata suster Neni.
" Iya doni bandel gak bisa diomongin." kata Ibu nya Jae.
" Gue lagi yang disalahin." cetus Jae.
" Sudah sudah sini don, om priksa dulu." Kata Doktet Nano.
Dokter Nano memeriksa doni, kemudian doni suruh beli obat nya di Apotik.
" Lu nya Jae gak apa apa?" tanya dokter Nano.
" Uih gue mah jangan ditanya dok, tenang jangan khawatir gue gak apa apa." jawab Jae.
" Sombong amat Lu." kata suster Serly.
" Iya sombong banget sih a." ucap Neni.
" Hehehehehehehe...... Iya ya maaf." Jawab Jae.
" Dek sana beli obat dulu, nanti apotik nya tutup, nih uangnya." Kata Neni.
" Pakai uang ini saja don, nanti pulangannya beli Martabak ya." kata doktet Nano.
" Duh lu dok gak usah repot repot, yang sering saja hahahaha." kata Jae.
" Dasarrrrrrrr" serempak Neni dan Serly.
Next episode \=> Satu hari Menjadi Kekasih.
__ADS_1