
Kehamilan Neni juga membuat mang Kadma dan Mang Kadmi senang.
Ketika Neni sedang periksa kehamilannya di Puskesmas, pulangnya di berhentikan mang Kadmi.
" Nen sini mampir dulu, mamang mau nanya." kata mang Kadmi.
" Nanya apa mang." jawab Neni.
" Katanya Neni hamil ya." tanya mang Kadmi.
" Iya mang Alhamdullillah." jawab Neni.
" Hehehe mamang cuma mau nanya itu saja, ya sudah sana cepat pulang masakin suamimu yang enak." ucap Mang Kadmi.
Kemudian Neni langsung pulang, sekarang Neni mulai aneh.
Mungkin ini yang di namakan ngidam, Neni meminta sesuatu yang aneh ke Jae.
Malam hari ketika mereka sedang asyik bercanda tiba tiba neni meminta sesuatu.
" Aa coba Aa pakai BH Neni." suruh Neni.
" BH!!!!! jangan ngaco kamu Nen." jawab Jae.
" Mamahhhhhhhhhhhh ini Aa gak mau nurutin Neni." teriak Neni.
" Berisik..... ia Nanti Aa pakai BH kamu." ucapa Jae.
Kemudian Jae menuruti kemauan istrinya, Jae memakai BH.
" Ih cantik seksi sekali Aa ya." kata Neni.
" Sudah ya di lepas lagi." pinta Jae.
" Jangan dulu, Aa kesini dulu." kata Neni.
Jae mendekat ke Neni, lalu Neni merias muka Jae.
Mau menolak juga tak bisa, karena takut nanti anak nya ngeces katanya.
Jadi Jae menuruti kemaun Neni.
Selesai merias Jae Neni tertawa terbahak bahak.
" Aa cantik hehehehehehehehehe......" ledek Neni.
Ke asykan mereka terpotong karena di luar ada orang mengetuk pintu.
" Nen ada tamu BH nya tak lepas ya." pinta Jae.
"Jangan kalau di lepas Neni marah ni." jawab Neni.
" Terus masa Aa keluar hanya pakai BH." tanya Jae.
" Sini Neni pakaikan daster." kata Neni sambil memakain kan daster ke Jae.
Ternyata tamunya mang Kadma, mang Kadma sengaja main ke rumah mau memberi Mangga yang tadi siang baru di panen.
" Aa sini keluar, ada mang Kadma." kata Neni.
" Gak ah malu." jawab Jae.
" Dih Aa gak sopan ada tamu kok Aa nya gak keluar." suruh Neni.
Akhirnya Jae keluar denga memakai daster dan BH di dalam nya, tidak lupa muka yang penuh bedak dan bibir ber lipstik.
Mang kadma tertawa terbahak bahak melihat Jae.
__ADS_1
" Hahahahahahahahaha ini perawan dari mana." ledek Mang Kadma.
" Ini kelakuan Neni nih mang, bikin malu." kata Jae.
" Sudah jangan ngomong terus, Neni bikin kopi dulu ya Mang Kadma." ucap Neni.
Kopi hitam spesial buatan Neni sudah jadi.
"Itu bawaan bayi Jae, jangan kamu tolak." jelas Mang Kadma.
" Tapi gak gini juga kali mang." saut Jae.
" Hahahaha,oh ya mana mamah mu ?." tanya mang Kadma.
" Mamah lagi pijat di istrinya mang Tatang." jawab Jae.
" Sama siapa?." tanya mang Kadma.
" Sama Doni mang." jawab Jae
" Mang dulu waktu bibi hamil ada minta yang aneh aneh gak." tanya Neni.
" Banyak, Malah bibi kamu dulu ngidam nya parah banget, waktu itu bibi kamu ngidam mamang untuk nglempar Kadmi ke sungai." kata Mang Kadma.
" Terus mamang turutin?." tanya Jae.
" Ya diturutin lah dari pada anak mamang ngeces, waktu itu ketika Kadmi sedang mancing, Mamang dan bibi menghampirinya, bibimu nyuruh mamang untuk mendorong mang Kadmi ke sungai, mamang pun mendorongnya." kata mang Kadma.
" Terus mang Kadmi marah mang." tanya Jae.
" Ya pasti marah lah." jawab mang Kadma.
Jae dan Neni tertawa terbahak bahak mendengar cerita mang Kadma.
" Tapi itu belum seberapa, ada yang lebih parah lagi." kata mang Kadma.
" Apa tuh mang." tanya Neni.
" Hhahahahahahhahahahaha hebat juga ya mamang." kata Jae.
" Iya kamu mah belum seberapa cuma make BH dan daster saja." ucapang Kadma.
" Tuh dengerin A." kata Neni.
" Ya sudah mamang pulang ya, mamang mau jaga." pamit mang Kadma.
" Iya mang, makasih mangga nya ya mang." kata Neni.
Keosokan hari nya cuaca begitu cerah, karena ini hari minggu Jae masih tertidur.
" Suami mu masih tidur Nen." tanya mertuanya.
" Iya mah." jawab Neni.
" Bangunin, nanti sana ajak jalan, jalan pagi bagus untuk ibu hamil." kata mertuanya.
Neni langsung membangunkan Jae dan mengajak nya jalan pagi.
Mereka jalan pagi di sekitar rumahnya saja.
Ketika mereka sedang jalan Neni melihat pohon kelapa.
" A Neni pengen kelapa." pinta Neni.
" Nanti kita beli yang." jawab Jae.
" Neni pengen kelapa yang langsung dari pohonnya." kata Neni sambil nunjuk pohon kelapa.
__ADS_1
" Maksudmu Aa suruh naik???." tanya Jae.
" Iya, kenapa gak mau?!!!." ancam Neni.
Jae langsung memberanikan diri memanjat pohon kelapa, sesampainya di atas Jae menjatuhkan 3 buah kelapa, kemudian......
" Nen Aa gak bisa turun." teriak Jae.
" Hahahahahahaha." Neni hanya tertawa.
" Kok tertawa Aa beneran gak bisa turun nih." kata Jae.
Neni langsung minta tolong ke mang Kadmi.
" Mang tolongin Aa, Aa di atas pohon kelapa dia gak bisa turun." kata Neni.
Mang kadmi langsung bergegas ke menuju lokasi, sasampai disana.
" Mana Nen Jae nya." tanya Mang Kadmi.
" Tadi di pohon ini mang." jawab Neni.
Jae sudah tidak ada lagi di pohon, Neni dan Mang Kadmi mencari Jae di sekeliling pohon, tiba tiba....
" Tolong...tolong." Jae meminta tolong.
Jae terjatuh di parit, Neni dan Mang Kadmi bukannya langsung nolongin tapi malah tertawa dulu.
Lalu Jae di bawa pulang oleh mang Kadmi ke rumah nya.
" Tadi kenapa kamu bisa jatuh???." tanya mang Kadmi.
" Tadi aku turun mang, tak kira sudah dekat aku langsung lompat, ternyata saat aku lompat posisinya masih tinggi."
Neni dan mang Kadmi tertawa.
Mang Kadmi pamit balik lagi ke Puskesmas.
Kemudian Neni meminta maaf ke Jae.
" Maafin Neni A." ucap Neni.
" Tapi jangan nyuruh Aa manjat lagi ya." jawab Jae.
" Iya, Neni gak bakal nyuru Aa manjat lagi." kata Neni.
" Ya sudah pijitin kaki Aa, sakit nih." suruh Jae.
Orang ngidam memang ada ada saja, meski tadi siang Jae sudah terjatuh malam harinya Neni masih minta yang aneh aneh ke Jae.
" Aa." rayu Neni.
" Apa lagi." jawab Jae.
" Neni pengen." kata Neni.
" Pengen apa lagi sayang." Jawab Jae.
" Neni pengen gituan." kata Neni.
" Ya hayu kita langsung." kata Jae semangat dan langsung buka baju.
" Tapi Neni pengen gituannya di dalam mobil." kata Neni.
" Aduhhhhhhhhhh emaaaaaaaaaaaaaaak." teriak Jae.
Saat hamil Neni memang selalu minta yang aneh aneh.
__ADS_1
Saran dan Kritiknya di tunggu di kolom komentar.
kalau tidak keberatan minta like dan ikuti terimakasih.