After 150

After 150
Satu-Satunya


__ADS_3

*Flashback Sudut pandang Karsa*


Bagaimana aku bisa bertemu dengannya… Bagaimana aku bisa bertemu dengan sosok Asmaraloka Kirana, kini hanya dia yang tersisa dari kenangan hidup ku, hanya dirinya yang ku miliki.


Lantas bagaimana aku bisa menggapai nya Kembali?? Bagaimana aku bisa membalas segala perbuatannya?? Caranya yang indah mengubah kehidupan ku dan membuat ku merasa seperti dahulu kala.


Saat aku membuka mata ku perlahan sekejap rasa sakit langsung menyerbu ku, aku tak bisa bergerak dan mulut ku menolak untuk berteriak, aku hanya bisa menangis selagi hujan menghantam ku… “Apa yang baru saja terjadi…?”


Tiba-Tiba aku mendengar suara Langkah yang cepat menginjak-injak genangan air, mereka datang berkelempok sambil menunggangi kuda, aku hanya bisa membuka mata ku dan berharap mereka melihat ku dan segera memberikan pertolongan.


Hingga akhirnya ia lewat di depan ku, wajah tua itu dan janggut yang berantakkan itu kembali mengingatkan ku.


“Kau… kakek beast hunter…” Bisik ku dengan berusaha sekuat tenaga.


“Sepertinya hanya kau yang tersisa dari desa ini… Kau sungguh beruntung nak…”


Kakek tua itu menggendong ku dan pada saat itu aku melihat semuanya, malam yang perih itu tergambar Kembali di dalam pikiran ku, tidak ada satupun bangunan yang tersisa semuanya terlihat hancur terbakar begitupula dengan orang-orang nya tergeletak dimana-mana.


“Pasti sungguh berat bagi mu ya… Maafkan kami… aku terlalu takut untuk melakukan sesuatu.”


Orang-Orang yang tergeletak di antara bangunan-bangunan hancur itu… aku mengenal mereka… aku mengingat mereka… mereka semua adalah orang-orang baik, lantas kenapa… apa yang mereka lakukan hingga menerima hal seperti ini.


“Rara… dimana dia.” Tanya ku dengan sangat pelan


Seketika pemimpin Beast Hunter itu berhenti dan ia menggenggam dengan lebih erat.


“Mereka menculik rara… Seharusnya ia… masih hidup.” Sahut nya dengan lirik kesal


Mendengar jawaban itu hati ku bisa merasa sedikit lebih tenang, masih ada secercah harapan di dalam hidup ku, masih ada sesuatu yang harus ku gapai.


“Tumbuh lah… Berkembang lah… hingga kau sudah cukup kuat untuk merebutnya Kembali… Aku berjanji padamu suatu hari nanti kita bisa Kembali melihat senyum nya itu… Aku tak akan membuat kesalahan lagi…”


Aku dan Rara… hanya kami yang tersisa dari kakuro dan kami hanya memiliki satu sama lain, begitu aku memeluk nya dengan erat sekejap seluruh rasa cemas yang selama ini ku pendam pergi menghilang.


Aku merasa lega, hatiku terasa tenang, suaranya yang memanggil namaku dengan tersedu-sedu sudah lama tak ku dengar, sosok malaikat yang hilang telah kembali ku temukan.


•••


Di sepanjang jalan menuju ruangan putri di penuhi oleh penjaga yang tak sadarkan diri, Alex yang sedang berjaga segera bergegas ke ruangan putri dan sesampainya di sana ia langsung mengayunkan pedang nya ke sosok berjubah hitam yang tak di kenali.


“Logo di balik jubah itu… Black Cult.” Sahut alex yang sedang beradu pedang dengan karsa.


Saat alex hendak kembali menyerang karsa dengan cepat aku berdiri di antara mereka berdua dan menghentikan pertarungan.


“Kakkanda!! Menjauhlah dari sosok itu!! Dia terlalu berbahaya..." Sebut Alex yang menahan pedang nya


"Tidak alex!! Dia tidak akan...-" Saat aku membela karsa, ia berdiri dan mengeluarkan pedang yang satu nya.


“Di rumorkan telah menguasai teknik pedang murni… Putra mahkota Alexander Purva Regulus..." Sebut Karsa di hadapanku dan Alex


Mereka berdua tak memperhatikan ku, karsa kemudian mendorongku menjauh dan mereka berdua mulai beradu pedang.


Alex dengan Teknik berpedang murni yang kuat dan Tangguh melawan karsa yang menggunakan pedang ganda yang cepat dan lincah, keduanya bertarung dengan seimbang tanpa memperhatikanku hingga kemudian terlihat sekelompok penjaga dari kejauhan siap membantu Alex.


Begitu Karsa menyadari keberadaan para penjaga, ia dengan cepat melompat mendekati jendela ruangan dan mengeluarkan beberapa bom asap yang menutupi kedua penglihatan dan penciuman orang-orang di sekitarnya.


“Sungguh sebuah malam yang meriah!! aku akan kembali kesini bersama yang lainnya mengambil apa yang seharusnya milik kami dan yang seharusnya menjadi hak kami.”


Teriak karsa yang bersembunyi di balik asap


Beberapa saat kemudian asap di sekitar ruangan mulai pudar dan karsa tak terlihat di manapun di sekitar, menyadari Karsa yang telah mennghilang itu Alex tampak sangat kesal dan dengan segera meninggalkan ruangan, akan tetapi sebelum pergi ia sempat bilang.

__ADS_1


"Aku tidak tahu kenapa kakanda terlihat dekat dengan pria itu, akan tetapi percayalah ia tak dapat di percaya... Karena ia adalah bagian dari perkumpulan yang paling berbahaya bagi kerajaan." Sebut Alex dengan raut nya muka nya yang di penuhi amarah


Bagian dari perkumpulan yang paling berbahaya bagi kerajaan, dengan visi yang mereka banggakan untuk mengungkap memutar balikkan istana dan membangun negri baru.


Aku tak dapat berkata-kata setelah mendengar latar belakang dari karsa kini,


ia yang dulunya ku kenal sebagai anak yang baik kini kembali padaku, namun tadi ia tak terlihat seperti yang di ceritakan... Untuk sesaat, ia terjatuh tak berdaya sebelum Alex datang menghampiri.


Hari demi hari terus berlalu dan aku tak kunjung berhenti memikirikan Karsa, dirinya yang tiba-tiba muncul di hadapanku memberiku harapan masih ada lagi yang tersisa dari Kakuro, dirinya yang sekarang memang terlihat berbeda akan tetapi jauh di dalam aku masih melihat Karsa yang dulu selalu ku temui.


Penjagaan di dalam istana menjadi semakin ketat semenjak kedatangan Karsa, logo Black Cult yang berada di punggung nya menghebohkan seluruh istana dan hubungan Karsa dengan Black Cult masih menjadi tanda tanya besar di dalam pikiranku, namun aku yakin bila Karsa merupakan bagian mereka maka kelompok itu sesungguhnya tidak lah seburuk yang orang-orang pikirkan.


Tujuh hari belakangan ini kondisi kerajaan semakin buruk, banyak rakyat yang kelaparan karena hasil panen yang tak memuaskan di sertai dengan bencana alam di berbagai daerah, kondisi ini membuat orang-orang kerajaan menjadi gelisah dan menimbulkan keributan di ibukota.


Orang-Orang dari pelosok terus berdatangan meminta bantuan dan mencari pekerjaan karena krisis yang menimpa, akan tetapi produktivitas ibukota tak dapat menanggung krisis yang menimpa seluruh kerajaan.


Kondisi buruk dan Krisis ini menimbulkan ketidakpercayaan beberapa rakyat terhadap kerajaan sehingga mereka membuat kelompok revolusioner yang bertujuan untuk memutar-balikkan istana, dengan Black Cult sebagai pendukung utama mereka kelompok revolusioner ini semakin kuat hingga tiba harinya mereka memutuskan untuk terjun langsung ke istana kerajaan.


Dengan beranggotakan orang-orang dari desa terpencil, kelompok revolusioner berusaha untuk menembus gerbang istana, banyak penjaga di utus untuk bersedia di sekitar gerbang sementara itu pertahanan di dalam menjadi semakin renggang, kesempatan ini lah yang selalu di tunggu-tunggu oleh Black Cult.


Saat para penjaga istana sedang sibuk di depan, Black Cult perlahan menyusup memasuki istana, pergerakkan mereka yang rapih menghabisi para penjaga di dalam istana tanpa di sadari Alex dan yang lainnya yang siaga di luar.


Di karenakan pergerakkan revolusi ini para anggota kerajaan di arahkan untuk segera bersembunyi di rubanah, namun saat aku sedang di arak ke rubanah salah satu dari Black Cult muncul di hadapanku dan di saat ia membuka kerudung nya.


“Karsa…!!?” teriakku dengan terkejut


Para penjaga yang mengarak-ku maju dan mengeluarkan pedang mereka begitu pula karsa yang menarik pedang kembar di punggung nya.


“Maafkan aku tapi aku akan merebut kembali yang kalian curi dari kami…”


Empat penjaga itu tak berkutik di hadapan Karsa yang mampu bergerak dengan lincah,


mereka semua jatuh di hadapan ku dengan darah perlahan keluar dari kuduk mereka.


“Tiada waktu untuk bicara waktu kita tidak banyak.” Dengan segera Karsa mengangkat ku pergi


Di perjalanan aku dapat melihat kondisi di sekitar gerbang istana, dari kejauhan aku melihat Alex yang kemudian menyadari ku sedang di bawa oleh Karsa, dengan segera ia berlari memasuki istana Bersama dengan penjaga lainnya.


Saat kami mulai turun dari lantai teratas terlihat di sepanjang jalan semuanya hancur berantakkan dengan para penjaga yang terjatuh, di sepanjang jalan itu juga kami menemui beberapa anggota Black Cult lainnya yang sedang berhadapan dengan penjaga.


Saat aku mulai memikirkannya ia muncul di hadapanku, sang raja tunduk sambil di kelilingi anggota Black Cult, sang raja yang biasanya terlihat kuat dan angkuh kini tak bisa berbuat apa-apa setelah di ikat dan di hadapkan sebilah pedang tajam.


Kami akhirnya sampai di pintu rubanah, Karsa mendobrak pintu itu dan berlari menuruni tangga yang mengarah jauh ke bawah, di sepanjang rubanah itu aku melihat banyak hal, aku melihat orang-orang yang mencoba untuk bertahan hidup dan sudah tak lagi bernyawa.


Setiap kali ada penjaga yang menghalangi jalan kami, Karsa dengan cepat mengeluarkan pedang nya dan hanya dengan beberapa Gerakan para penjaga itu jatuh.


Aku masih bertanya-tanya tentang situasi yang kini di hadapi istana sungguh kacau seluruhnya, aku sudah tak tahan lagi dengan perasaan takut yang terus ku pendam dan melepaskan genggaman karsa yang mengangkat ku.


“Ada apa rara?? Sedikit lagi kita sampai.” Sahut karsa yang menarik tangan ku.


“Ada apa dengan semua ini?? Apa yang sebenarnya terjadi?? Dari tadi aku menahan diri, Aku takut… aku khawatir padamu… apa yang terjadi padamu?? Bagaimana ini bisa tiba-tiba terjadi begitu saja…” Teriak ku mengeluarkan semuanya.


“Aku ingin menyelamatkan mu selama ini… Dan itulah yang sedang ku lakukan sekarang…”


“Lalu apa itu tadi?? Apa kau benar-benar membunuh para penjaga itu?? Lalu ada apa dengan orang-orang yang berpakaian sama dengan mu?? Bagaimana mereka bisa menguasai istana ini?? Apa yang sebenar nya yang ingin kalian capai!!” Sekali lagi teriak ku dengan kencang.


Melihat ku yang terus mengeluh Karsa hanya diam, terlihat raut wajah nya yang berubah menunjukkan amarah, dengan sekejap aku merasa takut di hadapan Karsa yang tiba-tiba berubah.


Pada saat itu pula beberapa penjaga rubanah menemukan kami, mereka semua berlari sambil berteriak ingin menyelamatkanku.


“Rara… kau tidak mengerti…” Bisik karsa dengan pelan sambil mengeluarkan kedua pedang nya dan menghadap para penjaga yang berlari ke arah kami

__ADS_1


“UNTUK TUAN PUTRI!! UNTUK KERAJAAN PURVA” Teriak penjaga yang maju paling depan yang kemudian langsung di tusuk tepat di perutnya dan di tebas terus menerus tanpa ampun.


Darah menetes turun dari pedang Karsa dan kulihat dirinya yang di penuhi percikan darah mengeluarkan nafas dingin dengan tatapan seorang pembunuh… Siapa pria ini… Siapa dia…


Penjaga yang lain maju bersamaan menghadapi Karsa, kemampuan bertarung mereka yang tidak setara itu membuat Karsa memimpin dengan mudah, ia mencabik-cabik tubuh para penjaga itu sambil tertawa dengan mengerikannya.


Aku tak bisa berkata-kata melihat dirinya yang sekarang, Karsa dari Kakuro yang lama tak ku temui kini telah tiada


Setelah puas menghabisi lawan nya, Karsa Kembali menarik tangan ku lalu instingku bergerak dengan sendirinya menolak genggaman tangan Karsa yang berlumuran darah


“Ada apa rara?? Apakah ada sesuatu yang salah?? Hanya beberapa Langkah lagi dan kitab bisa Kembali.” Sebut karsa dengan senyum


“Kita… Kembali… Siapa kau..?? Aku tidak mengenalmu.”


“Hahh?? Ayolah ini bukan saat yang tepat untuk bersikap seperti itu… waktu kita sempit…” Jawab Karsa dengan santai selagi mencoba untuk kembali meggenggam tangan ku.


“Jangan sentuh aku!!” Kata-Kata itu keluar begitu saja dari mulut ku Ketika ia mencoba untuk menggenggam ku


“Kenapa kau seperti itu… Rara… Apa yang telah mereka lakukan padamu… Apa yang mereka lakukan… Apa yang mereka lakukan padamu!!?” Suara Karsa yang sebelumnya mencoba untuk tenang itu kemudian berubah menjadi teriakan yang tak stabil.


“Apa yang terjadi padamu… Mana Karsa yang kukenal dari Kakuro…”


“ITU DIA!! SELAMATKAN TUAN PUTRI!!!” Teriak para penjaga yang mulai datang dari atas.


“PERGI KALIAN SEMUA!! JANGAN GANGGU KAMI!!” Tanpa pikir Panjang karsa dengan pedang kembar nya menghancurkan tubuh para penjaga yang datang dari atas, tanpa ampun dengan cepat dan sangat sadis caranya menghabisi para penjaga yang datang.


Melihat nya mencabik-cabik para penjaga layak nya makhluk liar yang menghabisi mangsanya memberikan perasaan takut yang menusuk, tubuhku merinding melihat nya dengan tertawa bermain dengan tubuh seorang manusia, percikan darah mengotori wajah ku aku hanya bisa diam di dalam hati aku ingin berteriak mencari pertolongan sekencang-kencang nya.


Setelah sekali lagi selesai dengan lawan nya ia berlari kearah ku dan mencoba untuk membawa ku pergi namun aku menolaknya, Ia terus mencoba membawa ku memaksaku ikut dengan nya, aku merasa sangat takut dan berteriak mengeluarkan segala yang kutahan.


Kemudian dia datang bergerak dengan kecepatan tinggi mencoba untuk menghabisi Karsa sekali serang dengan pedang Panjang nya, namun karsa menyadari hal itu dan dengan segera menangkis dengan pedang nya.


“Akhirnya kau muncul juga… Putra mahkota…"


“Makhluk macam apa kau ini… Apa yang telah kau lakukan pada kakanda…” Sebut Alex dengan amarah menghadap Karsa.


“Yang ku lakukan?? LEBIH TEPAT NYA APA YANG KALIAN LAKUKAN PADA RARA KAMI!!? PADA ASMARALOKA KIRANA KAMI!! Aku… sedang mencoba untuk menyelamatkannya dari…-“


“Alex!! Kumohon… jangan bunuh dia… biarkan saja dia bebas…” Teriak ku sambil menatap alex


“Kenapa?? … Dimengerti kakanda, andai saja kau tidak menjadi seperti ini aku yakin kau bisa terus mengukir senyum untuk kakanda.”


Karsa yang merasa jengkel menyingkirkanku dan segera maju ke arah Alex dengan terburu-buru, sekali lagi terdengar suara dentisan pedang antara Alex dan Karsa, adu seni pedang kerajaan yang elegan dan Tangguh dengan Teknik pedang Karsa yang cepat dan lincah.


Akan tetapi kali ini berbeda dengan sebelumnya, Alex dapat mengungguli pertarungan dengan lebih cepat karena Gerakan Karsa yang mulai ceroboh dan terburu-buru.


Satu per satu serangan mengenai Karsa melukai tubuh nya hingga Karsa mulai di pojokkan oleh Alex, salah satu pedang nya mulai patah, lengan kanan nya berhenti bergerak karena banyak nya luka, dan badan nya terus mengeluarkan darah yang melambatkan pergerakannya.


“Kenapa… Kenapa ini terjadi padaku… apa yang mereka lakukan padamu rara…” Sebut karsa sambil mecoba bergerak mendekatiku dengan banyak luka di badan nya.


“Alex, sudah cukup... jangan lebih jauh lagi…” (Sahut rara)


Aku melihat Karsa berdiri di hadapan ku, kulihat tubuhnya yang penuh luka hancur babak belur di habisi Alex… Melihat nya seperti ini mengingatkan ku saat pertama kali bertemu dengan nya, tubuh nya yang di penuhi luka, entah apa yang terjadi padamu Karsa.


“Kau mengkhianatiku rara… Padahal… hanya kau yang kumiliki… hanya kau… Rara… mari kembali bersama yang lainnya…” Sebut karsa sambil menangis di hadapan ku.


Ia kemudian mengangkat pedang nya dan mencoba untuk menebasku, aku tak sempat bergerak, lebih tepat nya tubuh ku menolak untuk bergerak… Dalam benakku terpikir ia mencoba untuk membawaku benar-benar pergi dari sini bersamanya dan Kembali Bersama yang lainnya dari Kakuro…


lalu…


Alex dengan cepat menikam Karsa dengan pedang nya

__ADS_1


- Continue


__ADS_2