After 150

After 150
Dirga dan Pasukan Bentala


__ADS_3

“Rara… ayo waktunya bangun !!” Sahut bibi yang sibuk memasak dari dapur


Saat aku bangkit kepala ku terasa pusing namun aku merasa sangat bahagia, sebuah mimpi yang aneh dimana aku mulai mengenal seorang anak laki-laki di dalam mimpi.


Penampilannya yang lusuh dengan banyak luka di tubuhnya memunculkan ribuan pertanyaan di kepalaku, andai saja aku bisa Kembali bertemu dengan nya.


Dan siapa sangka di malam berikutnya, seakan-akan waktu berputar kembali, lokasi yang sama, kondisi yang sama, situasi yang sama, dan aku kembali melihatnya, ia sedang bersandar di bawah salah satu pohon kembar menatap langit gelap.


“Dirga… kita bertemu lagi ya…” Sahut ku duduk di hadapannya


“Hai rara… apa yang akan kau ceritakan hari ini?” Balas dirga dengan senyuman


Mendengar jawabannya itu seakan memberikan sengatan padaku, di tempat ini hanya kami berdua saja tiada orang lain, sebuah tempat pribadi dimana kami bisa saling menceritakan hari kami masing-masing.


Melihat dirinya mengingatkanku pada seseorang, akan tetapi entah kenapa Dirga memancarkan sesuatu yang berbeda, ia memancarkan sesuatu yang hanya di miliki oleh dirinya.


Saat pertama kali bertemu dengan karsa aku merasa ketakutan begitu menerima tatapan dinginnya akan tetapi berbeda dengan dirga, aku tak sedikitpun merasa takut melihat penampilannya yang penuh luka, rasanya... dia adalah orang yang baik, pastinya ia mendapatkan luka itu bukan dari alasan sepele.


"Apakah kita teman??" tanya Dirga sambil menatapku dengan murung


"Teman? Tentu saja kau temanku !!"


Begitu tanya nya di saat kami pertama kali bertemu, lalu mendengar jawabanku ia tersenyum, sebuah senyum yang sangat hangat dan tulus.


Semua orang yang kutemui selalu berkata bahwa senyumanku adalah senyum terindah dan sesuatu yang harus di jaga… Apakah perasaan ini yang mereka maksud?? Sebuah senyuman yang harus di jaga.



Musim panas telah tiba dan di waktu-waktu seperti inilah saat yang tepat untuk memulai sebuah petualangan, aku bersama pasukan bentala berencana untuk pergi keluar desa dan yang pastinya ditemani oleh Karsa


“Ayo pergi keluar !!”


“Tidakkah kalian merasa penasaran dengan dunia diluar sana??” Ajak si kembar fauz dan faust


Fauz dan Faust, dua anak laki-laki kembar berambut ikal, meskipun mereka memiliki penampilan yang serupa akan tetapi keduanya dapat dibedakan dengan perilaku mereka yang berbanding terbalik.


Di satu sisi fauz adalah anak yang hiperaktif dan sangat ceroboh, sedangkan faust adalah anak yang lebih tenang dan memiliki pemikiran cerdik dengan rasa penasaran yang tinggi.

__ADS_1


Selain Fauz dan Faust masih ada dua anggota pasukan bentala yaitu angel yang merupakan cucu dari tetua desa elena dan juga Aurora yang juga memiliki perilaku hiperaktif dan ceroboh seperti fauz.


Dengan keberadaan beast hunter seharusnya area hutan di sekitar desa sudah aman dari ancaman binatang buas maka tak perlu takut lagi dan membuat-buat alasan untuk pergi keluar.


Si kembar Fauz dan Faust yang paling bersemangat memimpin pasukan kami menyusuri jalur hutan yang di sinari matahari, suara kicauan burung, hentakan kaki rusa yang jinak, aliran air sungai yang tenang, dan sejuknya angin musim panas menerpa ketika kami sampai di padang rumput yang luas.


Panjang nya petualangan musim panas selalu ku ceritakan di malam harinya ke Dirga, begitu pula dengan Dirga yang terus menceritakan petualangannya Bersama dengan sahabat nya di sana Poppo, cerita yang kami bagikan sungguh berbeda mengingat dimana tempat ku berada dan dimana Dirga berada.


Saat Dirga bercerita tentang tempatnya, ia bilang di sana terdapat banyak bangunan-bangunan tinggi dan sangat ramai dengan orang-orang yang tak ia kenal.


Sungguh berbeda dengan ku yang dimana orang-orang di desa ini semuanya mengenalku, di tambah lagi dengan lokasi desa yang sedikit tersembunyi semenjak perang massa merintangi orang-orang yang ingin datang.


Ingin sekali rasanya menyaksikan secara langsung tempat-tempat yang di ceritakan Dirga , juga suatu hari membawanya ikut berkeliling Bersama Pasukan Bentala.


Malam demi malam aku terus bertemu dengan Dirga dan hari demi hari kami menjelajah semakin jauh keluar desa, hingga kemudian di suatu hari si kembar mengatakan bahwa mereka menemukan sebuah tempat yang sangat menakjubkan dan indah.


Si kembar memimpin perjalanan seperti biasanya, melewati sungai tempat biasa kami bermain, melewati padang rumput luas tempat biasa kami beristirahat, dan sedikit perjalanan ke atas, butuh waktu sampai tengah hari hingga akhirnya si Kembar bilang bahwa kami hampir sampai di tempat tujuan dan akhirnya yang kami saksikan benar-benar sesuatu yang menakjubkan.


Dari atas ketinggian aku menyaksikan keindahan tempat yang selalu kulihat di malam hari, dua buah gunung kembar dengan sebuah danau raksasa di antaranya.


“Aku… aku tahu tempat ini.”


“Benar-Benar… lagipula kalau kau tahu tempat ini seharusnya memberi tahu kami semua lebih cepat.” Keluh si kembar Fauz dan Faust


“Tidak, aku tahu tempat ini tapi aku belum pernah ke sini.”


Aku sangat yakin karena aku selalu melihat nya di setiap malam, aku selalu mengelilingi tempat ini Bersama Dirga, tubuh ku bergerak sendirinya berlari meninggalkan anak-anak lainnya.


“Rara!! Mau kemana!!” Teriak karsa


“Ada sesuatu yang harus kupastikan!!”


Karsa pun ikut berlari mengejar ku begitupula dengan anak-anak lainnya, melewati pohon mati, batu raksasa berbentuk kepala orang tua, dan juga pohon raksasa dengan sarang burung di atasnya, akhirnya sampai di pohon kembar tempat ku bertemu dengan Dirga.


“Ini dia… tempat di dalam mimpiku, tempatku dan Dirga.”


Karsa dan lainnya yang tergesa-gesa akhirnya dapat mengejarku, Angel, Aurora, dan si kembar langsung terbaring kelelahan dan mencoba untuk mengatur Kembali nafas mereka.

__ADS_1


“Jadi ini tempat dimana kau dan dan Dirga yang sering kau ceritakan itu bisa bertemu??” Tanya Karsa dengan penasaran


“Benar… aku selalu melihatnya di setiap malam, aku sangat ingat tempat ini… lagipula baru tadi malam juga aku bertemu dengan Dirga di sini dan mungkin malam ini juga.”


“Kira-Kira sudah beberapa bulan ya sejak pertama kali kau bertemu dengan anak itu di mimpimu?” Tanya aurora yang masih kelelahan mengusap kepalanya


“Ya, benar… hari-hari yang sangat indah tidak akan pernah ku lupakan, petualangan Bersama Karsa dan lainnya di pagi hingga sore hari, lalu petualangan Bersama Dirga di malam harinya hingga terbangun di pagi hari… aku berharap ini tidak akan berakhir.”


Sementara itu Fauz sudah membuka bajunya dan ia berlari melewati kami lalu melompat ke danau.


“Fauz apa yang kau lakukan!? Kau tidak bisa berenang, cepat segera kesini.” Teriak faust


“Tak perlu khawatir, bisa kau lihat sendiri kan? Air nya sangat dangkal aku saja bisa berjalan disini.”


“Fauz bukannya semakin jauh kau berjalan dari kami airnya kelihatan semakin dalam?” Tanya angela


“Tidak apa-apa mungkin itu Cuma ima-” tiba-tiba fauz seakan terjatuh di danau


“Dasar Bodoh !!” Faust kemudian ikut membuka bajunya dan segera berenang menyelamatkan Fauz.


Setelah berhasil membawa fauz Kembali ke permukaan, dengan cepat faust melakukan pertolongan pertama untuk menyadarkan fauz Kembali, dan begitu ia sadar faust tak henti-henti mengomelinya.


“Itu dia, kalau adiknya bertindak ceroboh sifat nya yang tenang langsung tertelan amarah…” Keluh angela sambil menghela nafasnya.


“Angela !! Rara !! kalau sampai sini air nya masih dangkal, lagipula air nya juga sangat segar kalian harus mencobanya.” Teriak aurora yang sudah berada di danau.


“Benarkah? Tunggu aku !!” Tanpa pikir Panjang aku ikut menuruni bukit dan mencoba air danau.


Air nya sangat jernih dan di tambah dengan suasana musim panas akan terasa sempurna bila di iringi dengan mandi di danau, pada akhirnya kami semua bermain di sekitar danau itu.


Selang beberapa saat, tak terasa langit sudah tak lagi cerah dan kami segera bergegas Kembali pulang, seharusnya kami pulang lebih cepat karena jalan yang harus dilalui agar bisa sampai Kembali di desa cukup panjang.


Akhirnya kami terpaksa melalui jalanan yang cukup gelap, di saat paginya si kembar memimpin perjalanan dengan penuh semangat kini mereka berada di tengah barisan karena terlalu takut untuk berada di paling depan dan terlalu takut berada di paling belakang pula.


“Heeh kemana hilang nya si kembar pemberani Fauz dan Faust tadi.” Ledek Angela yang berada di belakang fauz


“Bersembunyi di antara perempuan, tidak bisakah lebih jantan sedikit seperti Karsa?? Iya kan Karsaaa…” sebut aurora yang berada di depan faust.

__ADS_1


“Jangan berisik, di waktu yang mulai gelap ini lebih baik kita diam, lagipula bagaimana dengan Rara yang di belakang sana…?? Rara..??”


RARA!!!!


__ADS_2