After 150

After 150
Fera


__ADS_3

Di antara masa lalu dirga dan poppo, ada sosok perempuan yang berdiri di antara mereka berdua, berlagak paling kuat selalu mengendalikan dirga dan poppo, dia lah fera, kakak perempuan poppo.


Di antara dirga dan poppo, fera selalu berperan sebagai penengah, saat dirga dan poppo bertengkar akan ada fera yang menyelesaikannya, sedangkan disaat dirga dan poppo sedang baik-baik saja, maka fera lah yang akan membuat masalah.


Kehadiran fera di antara keduanya melukis berbagai kenangan di ingatan dirga dan poppo, keusilan yang mereka lakukan bertiga dan juga berbagai kreasi yang mereka ciptakan bersama.


Saat dirga dan poppo menginjak bangku SMA, fera mulai memasuki dunia sekolah seni dan pergi menuntut ilmu di ibukota, fera dan poppo keduanya memiliki kecerdikan dan kreativitas yang sangat tinggi, sebuah gen yang sempurna.


Dengan kemampuannya, fera menyelesaikan sekolah seni hanya dengan waktu 3,5 tahun, langsung setelah ia lulus dengan predikat sempurna ia membuka sebuah usaha yang tak perlu waktu lama untuk di kenal oleh banyak orang, sebuah usaha pakaian yang menjadi topik trending dalam waktu singkat.


Prestasi yang di hasilkan rara menjadi panutan bagi keduanya dirga dan poppo, maka dari itu keduanya memutuskan untuk mengikuti jalur Pendidikan fera di ibukota.


Bab 2.6 : Fera


Dirga masih tidak percaya dengan apa yang di lihaynya, sosok fera yang berdiri tegak dengan terang nya cahaya matahari di belakang nya, ia berdiri dan tersenyum penuh percaya diri melihat dirga yang terjatuh.


“Sepertinya kau sudah banyak berubah ya, tapi aku tetap akan memanggilmu lembek… wleee.” Ledek fera


Dengan pikiran tidak percaya dirga mengusap-usap matanya dengan harapan bahwa semua yang di saksikan nya adalah mimpi, karena meskipun kehadiran fera selalu di tunggu-tunggu namun sekarang bukanlah momen yang tepat.


Dirga berpikir dengan rara yang tertidur di kamar nya entah apa yang akan di katakana dan di lakukan fera, sama seperti adiknya fera langsung saja masuk kedalam melewati dirga.


“Mari kita lihat-lihat sangat jauh berbeda ya dari poppo, entah bagaimana tempat ini sungguh rapi.” Ujar fera kagum


“Tunggu-Tunggu kalian berdua sama saja asal masuk kamar orang.”


“Hah? Apa? Aku tidak boleh masuk hah?” Tanya fera sambil menatap sinis dirga.


“Ya, bukannya tidak boleh… hanya saja-”


“Kalau begitu berarti boleh, aku bisa masuk kapan saja bukan.”


Fera memperhatikan dapur yang bersih, posisi barang-barang ruag tengah yang rapi, akan tetapi sofa dengan bantal tidur dan juga selimut mengusiknya.


“Dirga, apa kau tidur di sofa? Memang nya ada apa dengan kamar mu.” Tanya fera.


Dirga yang panik, memberikan sinyal isyarat ke poppo yang ada di belakang fera, poppo dengan perlahan bergerak mendekati pintu kamar dirga dan segera menguncinya.


“Ahh tidak apa, kamar masih sangat berantakkan jadi aku memilih untuk tidur di ruang tengah saja.” Jawab dirga.


“Benarkah… ya biarlah lagipula kemarin kudengar ada gempa disini, lega rasanya mengetahui kalian berdua tetap aman.”


Dirga dan Poppo keduanya bisa bernafas lega untuk sesaat, karena beberapa detik kemudian jam dinding menunjukkan waktu pukul 7 pagi dan pada saat itu alarm dirga berbunyi dalam keras dari dalam ruangan, suara white noise yang tinggi dan mengganggu.

__ADS_1


“(Sial alarm pagi nya !!)” (Poppo)


“(Bagaimana aku bisa meninggalkan handphone ku di kamar !?)” (Dirga)


Sementara itu, rara di bangunkan oleh kencang nya suara white noise dan langsung mematikan alarm handphone dirga.


“Hohh alarm nya mati, bagaimana kau bisa meninggalkan alarm mu disana, kalau kami tidak datang mungkin kau akan telat kuliah pagi ini hahah ceroboh sekali.” Ujar fera.


Sekali lagi dirga dan poppo akhirnya bisa bernafas lega, akan tetapi lagi-lagi nafas lega itu hanya berlangsung sesaat.


“(Poppo !! sudah kau kunci kan?)” Sahut dirga dalam pikirannya sambil mengirimkan isyarat ke poppo.


“(Kau tidak perlu khawatir, aku sudah mengatasinya)” Balas poppo dalam pikirannya sambil ber isyarat.


Lalu saat ketiganya sedang diam, tiba-tiba gagang pintu berbunyi dan dan rara mengetuk-ngetuk pintu kamar dari dalam.


“Dirga… pintunya tidak bisa di buka, apa ada tamu juga?” Sahut rara dari dalam kamar.


“(Habislah sudah…)” Ujar Dirga dan Poppo dalam pikirannya.


Fera mendengar suara perempuan dari kamar dirga, tanpa berkata-kata lagi ia langsung bergerak mendekati pintu kamar dan hendak membuka pintu, tepat di saat itu poppo langsung bergerak menghalangi fera.


“Ada apa kak? Di dalam sini terlalu berantakkan kau tidak akan suka melihatnya.” Tanya poppo dengan berkeringat.


“Kau tidak akan menemukan apa-apa disini, mungkin hanya-”


Fera menggenggam baju poppo lalu tanpa basa-basi melemparnya hingga poppo terbanting pintu apartemen, fera kemudian kembali melihati pintu kamar lalu perlahan membuka nya.


Saat Fera membuka pintu, ia menyiksakan seorang gadis dengan pakaian tidur dengan penampilan sangat indah.


“Imut…” Sahut Fera yang kembali menutup pintu kamar dirga.


Fera menarik nafas panjang dan berpikir dirinya baru saja berimajinasi, ia mencoba membuka pintu kamar dirga sekali lagi dengan perlahan dan apa yang di lihatnya tidak berubah.


“Kau bukan imajinasiku bukan?” Tanya fera pada rara.


“Aku yakin ini bukan imajinasimu.” Jawab fera dengan polos.


Fera menoleh kearah dirga dan melihatnya yang terus mencoba untuk membuang wajahnya, fera berjalan perlahan ke dirga, menggenggam baju nya lalu melemparnya hingga ke pintu apartemen seperti poppo.


“DASAR BOCAH KURANG AJAR !!” Teriak fera sambil melempari dirga ke arah poppo.


Dengan sifat nya yang agak tomboy dan juga hobi berolahraga, bukan masalah besar bagi fera untuk melempar dirga dan poppo seperti itu.

__ADS_1


Beberapa saat kemudian, dirga dan poppo hanya bisa terduduk diam dengan luka-luka di depan fera yang masih mengamuk, keduanya sudah tidak berdaya bila di hadapkan dengan fera.


“Baiklah… kalau begitu siapa yang bisa menjelaskannya padaku.” Tanya fera di depan dirga dan poppo.


“Aku tidak ada sangkut pautnya dengan kejadian ini…” Jawab poppo


“Tidak ada sangkut pautnya? Kau yang tadi mencoba membantu menyembunyikan gadis ini!?” Amuk fera


“Aku akan menjelaskannya.” Sahut dirga mengangkat tangan nya


“Hah? Jadi apa yang ingin kau jelaskan?” Tanya fera ke dirga


“Gadis itu adalah rara… sang gadis 1000 Km.” Jawab dirga


“Gadis 1000 Km!? Sekarang bukan waktunya bercanda !!” Sekali lagi amuk fera


“Tapi itu benar!! Dia adalah rara… aku dan poppo pun juga kebingungan pada awalnya.” Sekali lagi jawab dirga


“Itu benar, akulah yang mereka sebut gadis 1000 Km itu, yang dulu selalu menemani dirga dalam mimpi.” Ujar rara ke fera yang terus mengamuk.


“Benarkah itu…? Gadis 1000 Km bukankah hanya imajinasimu saja dir-”


“Tetapi dia ada di sini sekarang !! Dia nyata !!” Sahut dirga dengan keras menyela perkataan fera.


Fera melihati dirga yang mencoba untuk meyakinkannya dengan tatapan serius, dari melihat saja fera sudah bisa merasakan bahwa dirga tidak berbohong, akan tetapi tetap saja yang terjadi pagi ini tak bisa ia percaya.


“Percayalah kak, kau bisa melihatnya kan? Mereka berdua tidak berbohong.” Ujar poppo


Dalam ingatannya fera tau bahwa dirga tidak akan semudah itu bisa dekat dengan perempuan dan juga tidak secepat itu bagi dirga akan berubah, masih sulit di percaya tetapi setelah mempertimbangkan sifat dirga dan juga alasan-alasan lain, hanya gadis 1000 Km yang paling mungkin.


“Hahh… baiklah, untuk sekarang aku akan mempercayainya saja…” Jawab fera.


Akhirnya setelah mendengar pernyataan fera itu, dirga dan poppo bisa mengeluarkan nafas lega sekali lagi, akan tetapi juga sama seperti sebelumnya nafas lega itu hanya berjalan sesaat.


“Akan tetapi… hanya karena itu bukan berarti aku bisa terima kalian berdua tinggal di apartemen yang sama…” Ujar Fera


“Yahh… soal itu aku…” Di saat dirga hendak memberikan jawaban tiba-tiba alarm handphone nya berbunyi sekali lagi dan jam kuliah akan segera dimulai.


“(Terselamatkan…)” Sahut dirga dan poppo dalam pikirannya.


“Baiklah, kalian boleh pergi… akan tetapi untuk sekarang aku akan bilang… selama aku di sini rara akan tinggal bersamaku di ruang apartemen poppo, dan poppo akan berada di ruang apartemen dirga mengerti?”


- Continue

__ADS_1


Next : Tentang Dia


__ADS_2