
Asmaraloka Kirana, yang orang-orang tahu Ketika mendengar Namanya ialah seorang gadis dengan paras yang anggun dan ceria di desa kakuro, keberadaannya mengubah kondisi desa yang rapuh menjadi hidup kembali.
Dirinya yang bermimpi menjadi seorang putri ialah yang orang-orang desa Kakuro kenal, sang Asmaraloka Kirana.
Bagaikan namanya yang berarti cinta kasih yang bersinar, bibi bercerita bahwa di suatu malam di desa kakuro bulan memancarkan cahaya nya yang berbinar kepada harta surga yang di turunkan ke bumi, semesta bernyanyi, hewan-hewan bersuka cita, dan bintang-bintang menari karena pada malam itu seorang putri terlahir di sebuah desa kecil.
“Rara, hanya dirimulah yang dapat mengembalikan semangat desa ini seperti sedia kala.” Sahut nenek elena sang tetua desa sambil mengelus kepalaku
“Memangnya dulu desa kakuro seperti apa?” Tanyaku dengan penuh antusias
“Aku masih mengingatnya dengan sangat jelas, sebelum perang masa mencapai puncaknya, Kakuro menjadi pusat perdagangan karena terletak di antara dua negri pasca dan purva.” Cerita tetua elena
“Lalu apa yang terjadi?? Kenapa tiba-tiba semuanya berubah?”
“Saat konflik di antara pasca dan purva memanas, desa kakuro yang ramai di kunjungi oleh para pedagang menjadi medan tempur dalam sekejap, sungguh di sayangkan... Hanya semangat dari jiwa muda yang dapat memulihakan desa ini seperti sedia kala dan aku dapat melihatnya di dalam dirimu rara…”
Aku ingin melihatnya, selama aku ikut bekerja keras dan membantu orang-orang desa membangun kembali kakuro pasti aku bisa melihatnya, kakuro yang ramai oleh pengunjung dan para pedagang dari penjuru dunia.
Inilah kisahku, Asmaraloka Kirana sang putri di desa terpencil di tengah hutan nan Jauh dari kerumunan kota.
Para penduduk desa sudah tahu, begitu fajar di pagi hari telah bangkit, sang putri bersama teman-temannya akan bermain di sekelilling desa dan membantu setiap orang yang kesulitan, tawa ceria dan rambut berbinar sang Asmaraloka Kirana memberikan kebahagiaan kepada orang-orang di sekitarnya.
Anak-Anak itu menyebut diri mereka pasukan bentala, sekumpulan anak-anak berjiwa muda yang memiliki tujuan untuk membangun kembali desa kakuro, meskipun kata mereka begitu akan tetapi yang dilakukan anak-anak hanyalah bermain di sekitar desa.
Namun tetap saja tingkah laku mereka yang aktif di desa sudah cukup bagi para penduduk desa, melihat anak-anak itu memberikan dorongan bagi para penduduk desa untuk segera membangun kembali kakuro dan memberikan pilihan masa depan yang lebih baik untuk mereka nantinya.
“Rara… bisa titipkan ini kepada mereka..?? tolong yaa…” Sahut bibi padaku sambil memberikan sekeranjang roti.
“Keranjang ini… Ooh aku mengerti!!”
Sesekali bibi sering menitipkan ku sekeranjang roti untuk di antarkan ke suatu tempat cukup jauh di luar desa, setiap aku mengajak pasukan bentala untuk menemaniku mereka selalu menolaknya dengan ketakutan.
Di luar tembok desa hanya ada kegelapan dan rasa takut yang menghantui, akan tetapi aku tidak pernah mengantar keranjang ini seorang diri, aku selalu ditemani oleh seorang anak laki-laki bernama Karsa.
__ADS_1
Ia bisa ditemukan disekitar gerbang desa, semenjak orang tuanya meninggal para penduduk desa memilih untuk menjaganya dan sebagai bentuk balas budi ia berlagak sebagai penjaga desa.
Ia tinggal di pos jaga mengawasi gerbang di setiap harinya bersama para penjaga desa lainnya dan saat aku berdiri di depan pos jaga ia sudah tau apa yang harus di lakukan.
“Hari ini kelihatan lebih cerah ya dari sebelumnya, dan suasana di hutan juga kelihatan lebih tenang.”
“…”
“Karsa sudah makan?? Aku yakin bibi tidak akan merasa keberatan memberikan beberapa roti dari keranjang ini kepadamu.”
“…”
“Sunyi seperti biasanya ya…”
“…”
“Heyy karsa, terima kasih sudah mau menemani ku selama ini… aku sangat menghargainya…”
Mendengar suara karsa yang halus itu memberiku rasa lega.
Berada di dekatnya di tengah gelap dan dinginnya hutan menghilangkan rasa takut yang mencoba menghantui, akan tetapi semua terasa lebih aman bersama Karsa.
“Kau pasti selalu menyembunyikannya ya Karsa, suara hatimu…”
Terletak di antara pepohonan yang tinggi dan cukup jauh dari desa terdapat sebuah gubuk kecil yang agak lusuh, aku maju kedepan pintu masuk dan mengetuk nya tiga kali dengan ber irama lalu saat pintunya terbuka hanya terlihat kegelapan di dalamnya.
“Terkadang aku merasa ragu kenapa kau bisa takut dengan hutan namun tidak dengan yang di ruangan itu.” Sahut karsa dengan badannya merinding sesaat setelah merasakan dinginnya angin yang keluar dari gubuk tua.
“Aku baik-baik saja kok, terima kasih telah mengkhawatirkan ku.” Lalu dengan percaya diri aku memasuki kegelapan di dalam gubuk tua dan dengan sekejap menghilang dari pandangan Karsa.
Aku berjalan perlahan memasuki ruangan dan mereka semua terlihat sudah menunggu kedatangan ku, di dalam kegelapan gubuk yang bisa kulihat dari mereka hanyalah tatapan mata dan kilauan cahaya dari sesuatu yang tajam.
“Aku membawakan barang titipan bibi.”
__ADS_1
Sahutku sambil memberikan sekeranjang roti.
Salah satu dari mereka kemudian menutup pintu dengan kencang, dan dengan terkurung nya aku di dalam Karsa mulai merasa cemas, padahal dirinya sudah tau apa yang sedang menemaniku di dalam gubuk.
Setelah pintu tertutup salah satu dari mereka menghidupkan lampu dan aku bisa melihat semuanya dengan jelas di dalam gubuk.
“PUTRIIIII KIRANAAAAAAAA” Teriak mereka semua dengan kencang terdengar hingga keluar.
“Haii semuanyaa kalian kelihatan sangat bersemangat ya hari ini seperti biasanya…”
“Tentu saja!! Karena sudah ada putri kirana disini kami langsung merasakan aura kebahagiaan yang sangat kuat!!”
“Putri Kirana… Sungguh… Sungguh… melelehkan hati kami semua disini…”
Ia keluar dari kerumunan berjalan dengan tegak ke hadapanku, dirinya berlutut dan menggenggam tangan ku dengan halus selagi berkata.
“Putri Kirana, maukah kau menjadi pengantin ku…”
“Tidak mungkin ketua!!” Teriak semua orang yang berada di dalam gubuk
Ialah sang ketua yang selalu mencoba untuk melamar seorang anak perempuan berumur 7 tahun, akan tetapi setiap kali ia mencoba untuk melamarku para anggota lainnya sudah siap untuk menghajarnya.
“Hanya karena kau ketua disini jangan pernah berpikir kami tidak dapat membunuhmu…”
Diluar gubuk terdapat sebuah palang bertuliskan “Beast Hunter” mereka adalah kelompok dengan kemampuan bertarung dan membunuh yang luar biasa, mereka terkenal sesuai dengan Namanya yang berarti pemburu makhluk buas.
Dengan kehadiran mereka para penduduk desa tidak perlu khawatir akan serangan makhluk buas, mereka sangat terisolasi dan tidak ingin berbaur dengan penduduk desa, tujuan utama mereka juga bukanlah untuk melindungi desa akan tetapi hanya untuk memburu makhluk-makhluk buas mematikan.
Akan tetapi kehadiran sang Asmaraloka Kirana sang putri dari desa Kakuro yang mempesona dapat merubah mereka semua..
- Continue
(P. S. Ya, kita buat rara senang-senang dulu... untuk sekarang)
__ADS_1