
“kakek, apa nenek bisa berenang?” tanya Johan kepada kakeknya yang sedang memancing.
“jangan tanya lagi. nenekmu itu bahkan mengalahkan kakekmu. Bahkan mengalahkan ikan wader punya kolam ikan pak Yanto di kampung sebelah” jawab sang kakek.
“itu sudah dulu. Sekarang sungainya sudah kotor dan nenek sudah tidak bisa berenang di sungai itu lagi” sahut nenek.
“waahh, sepertinya sangat seru. Apa aku boleh mencobanya?” tanya Johan kepada kakek neneknya.
“suatu saat, kamu pasti akan berenang di sungai yang sudah kamu bersihkan. Nenek akan sangat menantikannya” jawab sang nenek tersenyum tulus kepada Johan.
Tidak lama setelah itu, Johan pun terbangun di atas kasur rumah sakitnya. Seperti hari hari biasanya, ia terbangun dari tidurnya di jam 7 pagi. Kedua kakinya masih terbalut perban sementara tangan kirinya sudah mendingan.
“hoaamm, setelah kejadian kemarin, aku tidak berhenti memimpikan nenek dan kakekku. Aku mulai pusing, seakan akan dunia berputar layaknya bianglele, eh salah bianglala” ucap Johan menguap lebar.
Johan segera berpindah ke kursi roda dan memindah kantong infus nya di tiang kursi roda miiknya. Selepas itu, Johan mengayuh kursi rodanya dan pergi ke kamar mandi hanya sebatas buang air besar dan mencuci muka serta menggosok giginya.
Saat ia keluar dari kamar mandi, ia dikejutkan dengan kehadiran Emilia dan Adam yang saat itu sedang menunggu Johan di samping ranjang tempat tidur Johan.
“ehh, kalian sudah datang? Apa kalian tidak sekolah?” tanya Johan sedikit terkejut.
“sekolahku sedang diliburkan karena para guru sedang ada rapat bersama di gedung walikota” jawab Adam.
“dan Lia? kenapa tidak sekolah?” tanya Johan.
“sama, guru di sekolah juga rapat” jawab Lia.
“kenapa Farel, Nyoman dan Jehian tidak ikut?” tanya Johan.
“Jehian sedang kerumah Callysta, Farel sedang menyiapkan diri untuk ujian minggu depan, sementara Nyoman sedang ikut keluarganya pergi ke kuil” jawab Lia.
“jangan bilang, Callysta dan Jehian?” tanya Johan sedikit terkejut.
“yap, Jehian sudah berpacaran dengan adikmu” jawab Adam.
“dasar Jehian. Dia tidak pernah berubah. Dia masih saja mengincar Callysta, aku jadi takut adikku diterkam binatang buas” ucap Johan menggelengkan kepala dan menepuk jidat.
“aku tidak tau kenapa Callysta bisa memiliki selera seperti Jehian. Sebaiknya kau ajari Jehian itu fashion. Dia benar benar payah saat memilih pakaian. Masa iya ngajak perempuan ke kafe tapi berpakaian seperti mau berangkat futsal, pake sepatu yang ada tuts nya lagi, bikin baret lantai aja” ucap Emilia.
“aku tau itu. biarkan dia memilih gaya berpakaian mereka sendiri. tapi untuk Callysta, dia masih wajib belajar memasak bersamaku” jawab Johan sedikit tertawa.
“ohh iya, aku sudah sangat rindu dengan masakan buatanmu” ucap Lia.
“memangnya Johan bisa masak?” tanya Adam.
“lehh, kau baru kenal sama Johan kalo kau masih belum nyobain masakan Johan” jawab Lia.
“tunggu sampai aku keluar dari rumah sakit. sementara kalian makanlah sup buatan papah” ucap Johan.
“masakan paman Surya benar benar buruk. Bahkan aku tidak bisa mengatakan kalau dia adalah papah yang bisa menanak nasi. Yang bener aja berapa cup nasi dikasih berapa ember air, perbandingannya jauh. Dia masak nasi udah seperti memadamkan rumah yang kebarakan” ucap Lia.
“apakah seburuk itu?” tanya Johan sedikit meragukan.
“tidak, masakanku tidak seburuk itu!” sahut paman Surya berjalan memasuki kamar.
__ADS_1
“selamat pagi, Johan” ucap sang mamah berjalan memasuki kamar.
“papah? Mamah? Aku tidak menyangka kalian akan menjengukku setelah dua abad” ucap Johan dengan nada kesalnya.
“maaf maaf, kita berdua sedang mengurus sidangmu” jawab mamah.
“apakah sidangnya masih belum selesai juga?” tanya Johan.
“kita masih belum bisa melakukan pembelaan kasusmu. Kamu masih dalah katergori terdakwa” jawab paman Surya.
“sudahlah, itu bisa dilakukan esok hari. Untuk sekarang, apa aku boleh pulang?” tanya Johan.
“kata perawat, dalam beberapa hari lagi kamu akan keluar dan diperbolehkan pulang” jawab sang mamah.
“empat bulan itu juga beberapa hari loh mah, berapa hari Johan bisa keluar rumahsakit?” tanya Johan
“yaahh mamah gatau pastinya” jawab sang ibunda.
“dan juga, papah ingin memberikan informasi kepadamu. Kuranglebih 3 hari lalu, semua gaji papah yang telah papah simpan di rekening bank sekaligus rumah papah sudah papah jual demi membayar denda dari kasusmu dan biaya perawatan semua korban luka tusukmu bulan lalu. Jadi, mulai dari dua hari lalu, papah dan Callysta mulai tinggal dirumahmu. Sebagai papah, aku hanya bisa melakukan itu agar meringankan hukumanmu” tutur sang paman Surya.
“aku akan menggantinya esok hari” ucap Johan.
“tidak perlu, anggap saja ini adalah salah satu alasan agar aku bisa tidur berdua di kamar yang sama bersama mamahmu yang cantik dan imut ini” ucap sang paman suya dengan nada nakalnya.
“benar benar om om tua cabul, udah kek ugly bastard di genre komik hentai” ucap sang mamah menampar kecil wajah paman Surya diikuti tawa seisi ruangan.
Hanya sebatas penjengukan biasa, mereka semua pun pulang di jam 3 sore. Setelah lelah berbincang di kamar Johan, satu persatu dari mereka pulang kerumah masing masing terkecuali Adam Abraham.
“hati hati di jalan” ucap Johan dan Adam bersamaan.
“berbicara seharian membuat tenggorokanku kering” ucap Johan.
“apa kau mau minum?” tanya Adam.
“boleh juga, tapi jangan minyak rem” jawab Johan.
Maka dari itu, dengan seketika Adam beranjak dari kursinya dan berjalan keluar kamar Johan. Ia membeli minuman dingin yang ada di vending mechine dekat lift dan kemudian kembali kedalam kamar Johan.
“nyoh, aku beli green tea” ucap Adam melempar minuman kalengan tersebut ke arah Johan.
“terimakasih” jawab Johan menangkap botol kaleng tersebut.
“aaahhhhh.. benar benar keras” ucap Adam selepas meminum minuman soda kalengan miliknya.
“bagaimana dengan riana? Apa dia masih di Engkobappe?” tanya Johan.
“seperti biasa, dia hanya duduk duduk di kursi samping danau” jawab Adam.
“bagaimana dengan kitab tersebut? apa riana sudah tau rahasianya?” tanya Johan.
“kita berdua sudah mengetahui rahasia nenek dan kakekmu. Dan juga, yang lebih mengejutkan adalah. Kita sudah tau bagaimana cara agar membuka gerbang dunia willsh” jawab Adam dengan senyum percaya dirinya.
“haahh? Benarkah?” teriak Johan begitu terkejut.
__ADS_1
“kuranglebih 1 minggu lalu, kita berdua mencoba untuk membuat gerbang dunia willsh di desa engkobappe. Tapi kita berdua sama sekali tidak bisa memasuki portal tersebut karena kita tidak memiliki simbol jalesveva jayamahe di tubuh kita. kau memilikinya di telapak tangan kirimu dan itu yang membuatmu bisa masuk kedalamnya” jawab Adam.
“lantas, apa yang akan terjadi di dalam dunia tersebut?” tanya Johan.
“tidak ada yang berubah. Tidak ada apa apa didalam sana. Hanya seperti duplikat dunia asal. Semua replika di dalam dunia tersebut adalah hasil dari duplikat yang diambil dari ingatan seseorang yang memasuki dunia tersebut. saat kau memasuki portal tersebut, emosi dan perasaan disaring untuk mengambil intisari dari ujian tersebut. emosi negatif akan diambil sementara emosi positif akan disegel. Hal itu akan membuatmu terbutakan akan ambisi dan melupakan niat utama alasan mengapa kau memasuki dunia willsh” jelas Adam.
“bisa kau ceritakan lebih spesifik lagi dan ceritakan lebih jelas? aku masih belum menangkapnya” jawab Johan.
“kuranglebih puluhan tahun lalu. Kakekmu memiliki simbol jalesveva jayamahe di punggungnya. Dan itu yang membuat dirinya bisa menyelamatkan roh sungai milik nenekmu. Namun saat kakekmu masuk, emosi negatifnya begitu meluap sementara emosi positifnya begitu tertahan. Itu yang membuat kakekmu sesaat melupakan niatan mengapa dirinya memasuki dunia tersebut dan melupakan ambisinya. Dahulu kala, kakekmu memiliki panti asuhan kecil. Hanya disanalah kakekmu dibesarkan. Namun terdapat kebakaran hutan yang menghabisi hampir semua anggota yang ada di panti asuhan tersebut. hal itu membuat kakekmu benar benar diselimuti emosi negatif. Kakekmu kecewa, sedih, kehilangan akal sehat, marah, dan lain lain. hingga sampai akhirnya dia bertemu dengan nenekmu yang saat itu adalah seorang roh sungai. Namun warga di desa tersebut menganggap bahwa roh adalah makhluk yang jahat. Maka nenekmu dibunuh di tempat itu. kakekmu pun menyelamatkan nenekmu dengan cara memasuki dunia willsh. Saat beliau masuk, ia disambut hangat oleh penduduk panti asuhan yang seharusnya sudah meninggal sebab kebakaran. Hal itu membuat emosi dari kakekmu benar benar tak terkendali. Ia menangis, menghabiskan waktu dengan orang orang di panti asuhan hingga melupakan niatnya untuk menyelamatkan nenekmu. Hingga di detik detik terakhir, dirinya bertemu dengan nenekmu yang sedang menunggu di sungai tempat ia menjaga sungai tersebut. namun waktunya telah terlambat. Walau kakekmu sudah membuka gembok yang membelenggu leher nenekmu, tapi waktu sudah terlambat. Kakekmu menjadi roh penjaga jamehaya sementara nenekmu menjaga sungai jayamahe. Mereka berdua keluar dari dunia willsh dengan rupa manusia namun jiwa mereka terikat dengan alam yang mereka jaga. Detik itu juga, kakek dan nenekmu bersama dengan riana dassilva menjaga sungai jamehaya, jayamahe dan jalesveva. Benar benar seperti keluarga kecil. Kakek dan nenekmu selalu mengobrol bersama di pinggir danau yang dijaga oleh riana. Namun pada satu hari, nenekmu diketahui telah hidup kembali. warga desa yang marah mengetahui hal itu dan kembali membunuh nenekmu lagi. dikarenakan kakekmu telah kehilangan simbol jalesveva jayamahe miliknya di punggungnya, kakekmu berfikir kalau tidak akan ada yang bisa dilakukan lagi. ia pun menyuruh mendiang papahmu untuk membakar desa dan menghanguskannya. Namun dengan sengaja, kakekmu memasuki rumah yang dahulu pernah dihuni oleh kakek dan nenekmu. Alhasil kakekmu meninggal terbakar hidup hidup di dalam rumah. Sampai sekarang, tidak ada yang menjaga sungai jamehaya dan jayamahe. Hanya riana dasilva seorang yang menjaga danau jalesveva” jelas Adam dengan panjang lebarnya.
“apakah itu semua sudah ada di dalam kitab yang ditulis oleh kakek?” tanya Johan.
“iya benar” jawab Adam.
“jika aku gagal menyelamatkan Odessa, apakah aku akan menjadi roh?” tanya Johan.
“aku tidak akan memaafkanmu jika kau sampai gagal di ujian tersebut” jawab Adam.
“namun jika aku berhasil menyelamatkan Odessa?” tanya Johan.
“Odessa akan keluar dari dunia willsh sebagai sosok manusia utuh dan tidak lagi menjadi roh. Ia akan muncul di atas alam yang telah ia jaga. Kemungkinan ia akan duduk di atas potongan pohon hornbeam yang telah tertebang dan akarnya masih menancap di tanah” jawab Adam
“aku sangat berterimakasih kepadamu karena telah menerjemahkan seisi kitab bersama dengan riana. Berkatmu, aku masih bisa tetap berusaha untuk menyelamatkan Odessa dari dunia willsh” ucap Johan.
“eits, itu tidak gratis” sahut Adam.
“hah?” tanya Johan sedikit terkejut.
“sebenarnya aku agak malu mengatakan ini” ucap Adam dengan menggaruk kepalanya.
“sudahlahh tidak apa” jawab Johan.
“sebenarnya aku belum makan dari kemarin. Dan aku sangat lapar. Apa aku boleh hutang uang kepadamu?” tanya Adam.
“ehh? Kedua orangtuamu kemana?” tanya Johan sedikit terekjut.
“bukannya aku sudah cerita masalah ini kepadamu?” tanya Adam.
“yaahhh, biar pembacanya tau ceritanya, jangan cuma aku sendiri yang tau” jawab Johan.
“mereka kan sudah bercerai saat aku masih kecil. Dan aku ditinggalkan sendiri di rumah sementara mereka berdua menikah sendiri sendiri dan ikut dengan suami istri masing masing dari mereka. jadi aku hanya sendiri dirumah sementara uang tabunganku sudah habis untuk makan sehari hariku dan kebutuhan bulanan. Apa aku boleh berhutang sedikit?” tanya Adam.
“itu sangat miris. Kau tidak menceritakan itu dari dulu” ucap Johan.
“aku udah cerita dua kali dan reaksimu juga sama dua kali. jadi bagaimana?” tanya Adam.
“aku akan mengajakmu bekerja di toko roti rumah Nyoman” jawab Johan.
“hah? yang benar? Aku sangat berhutang kepadamu” teriak Adam begitu histeris terkejut kegirangan.
“santai aja saudaraku!” jawab Johan dengan tawa riangnya pula.
Beberapa menit kemudian, setelah mereka saling bercerita satu sama lain, Adam pulang kembali kerumahnya pada jam 6 sore. Seorang diri berjalan kaki pulang kerumahnya yang jaraknya begitu jauh dari rumah sakit. uangnya sudah habis saat membeli obat diare untuk adiknya. “darimana lagi aku harus meminjam uang? Aku harap toko roti milik teman Johan bisa menerimaku untuk kerja disana”
__ADS_1