Ai, Love Me! Season 2 ; Willsh World

Ai, Love Me! Season 2 ; Willsh World
Chapter 24 ; Kematian Johan


__ADS_3

Pagi hari, mereka berdua terbangun di jam 8 pagi. Dengan wajah begitu suntuk, mereka berjalan ke kamar mandi, mengambil arang dan mengoleskannya ke jari telunjuk mereka. mereka pun membersihkan gigi mereka menggunakan arang tersebut.


“aku mau pipis duluan” ucap Niemann.


“cepet, aku juga kebelet banget ini” jawab willsh.


Mereka mencuci muka dari aliran air yang tersambung oleh beberapa bambu yang panjang yang berasal dari sumber mata air. Begtu segarnya wajah mereka setelah mencuci wajah.


Mereka berdua pun keluar rumah, willsh yang membawa busur panahnya dan Niemann yang membawa botol air minum yang terbuat dari bambu dan ditutup oleh batu yang dibungkus menggunakan kain.


Saat mereka berjalan tidak jauh dari rumah, mereka melihat seorang tinggi besar dan kekar serta memakai pakaian serba putih dengan mata yang tertutup kain berjalan kearah mereka. seketika Niemann mengenali orang tersebut dan menahan tangan willsh agar tidak berjalan lebih jauh lagi.


Mereka berdua berdiri mematung dan dihampiri oleh orang tersebut.


“dunia saat ini sedang kacau bukan?” tanya sang dewa kepada mereka berdua.


“ma-maafkan aku, dewa, aku tidak bermaksud meninggalkan tanggungjawabku” jawab Niemann.


“sebelumnya aku berfikir kalau aku harus mengakhiri hubungan kalian berdua. tapi aku memiliki fikiran yang lebih baik. Aku melihat Niemann yang memberikan semua penjelasan tentang roh dan manusia, penciptaan manusia dan roh, dan semua yang berbau penugasan roh kepada seorang manusia bernama willsh. Aku sadar betul kalau hanya kalian berdua lah yang memiliki emosi yang stabil di bumi ini. aku melihat masa depan yang cerah ketika kalian berdua bersatu. Emosi yang stabil kalian benar benar tenang bahkan melebihi timbangan neracaku. Aku berfikiran yang sangat bagus mengenai kalian berdua” ucap sang dewa.


“apa itu dewa?” tanya willsh dan Niemann bersamaan.


“aku akan mengangkat kalian menjadi bawahanku. Kalian akan menjadi dewa penjaga roh. Willsh akan menjadi dewi penjaga alam sementara Niemann akan menjadi penghukum roh. Aku memerlukan bantuan kalian berdua. aku merasa kalau jika kalian yang memegang kepengurusan roh, kalian akan membuat bumi ini aman. Setidaknya aku tidak begitu kerepotan karena menguruh dua makhluk susah diatur sendirian” jawab sang dewa.


Maka dari itu, bergantilah dari willsh dan Niemann menjadi Kruger dan Greisha. Mereka berdua adalah seorang dewa dewi yang sebelumnya adalah seorang roh dan manusia.


“jadi, willsh dan Niemann itu sebelumnya?” tanya Johan kepada Greisha.


“kita memiliki tugas sendiri sendiri. kita bertugas di dua dunia yang berbeda. Namun kita menamai dunia kita dengan nama kita sebelumnya. Aku bekerja di bumi sementara Kruger bekerja di langit. Willsh menjadi sarana ujian bagi para roh yang akan diselamatkan sementara Niemann adalah dunia tempat tubuh kita yang asli” jawab Greisha.


“jadi, aku menyentuh tubuh asli kalian? aku menyentuh tubuh roh Greisha dan tubuh manusia Kruger?” tanya Johan begitu terkejut.


“kalau kau membalikkan tangan Greisha, pasti ditelapak tangannya ada simbol yang mirip sepertimu. Sayangnya disini adalah dunia alam bawah sadarmu, maka simbolmu dan simbol Greisha tidak akan muncul” jawab Kruger.


“hmm, jadi begitu” ucap Johan menganggukkan kepalanya.


“terus? Apa lagi yang ingin kau tanyakan?” tanya Kruger.


“jadi tubuh asli kalian ada di Niemann, jiwa kalian yang mengatur langit dan bumi. Apa benar seperti itu?” tanya Johan.


“kuranglebih seperti itu” jawab Greisha.


“jadi kalian berdua sudah bertapa untuk bertugas selama berapa tahun?” tanya Johan.


“jangan tanya dalam skala tahun. seharusnya kau tanya dalam skala abad. Kita sudah ratusan abad bersemedi. Bahkan kita lupa caranya untuk terbangun di Niemann” jawab Kruger.


“hebat sekali. aku aja yang bertapa berapa jam udah lemes pegel luar biasa” jawab Johan.


“sekarnag kau tidak perlu melakukan itu lagi” ucap Greisha.


“iya benar, aku tidak membunuh keluargaku di willsh. Aku akan mati dan memberikan nyawaku kepada Odessa” jawab Johan.


“kau tau, kakekmu berpesan kepada kita agar tidak bertengkar. Maksudnya adalah kakekmu ingin kita berdua bekerja bersama. Sebenarnya kita mah mau mau aja, tapi kita tidak bisa saling melihat dunia satu sama lain. Greisha sangat benci dengan kematian sementara aku sangat bosan dengan kehidupan. Yaahh mau bagaimana lagi, aku sebelumnya adalah manusia. Menjadi manusia adalah seni, kita bisa mengetahui apa yang tidak kita ketahui, kita bisa memperoleh sesuatu yang kita inginkan dengan bekerja keras, dan kita merasakan kematian. Jika kita abadi, semuanya akan terasa membosankan. Salah satu hiburanku adalah dengan membunuh para roh buatan Odessa” jawab Kruger.

__ADS_1


“kamu mah, jahat banget!” sahut Greisha memukul lengan tangan Kruger yang pada saat itu memegang teh.


“eh eh eh, teh nya tumpah ke selangkangan” tegas Kruger diikuti tawa Johan.


“bodoamat, cuci aja kolormu sendiri” tegas Greisha.


“aahhh basah. Tapi anget, jadi gapapa” jawab Kruger.


“ihh jorok” sahut Greisha.


“oh iya, aku ingin bertanya kepada kalian lagi. perbandingan waktu di bumi dan di willsh dan di Niemann itu berapa?” tanya Johan.


“kalau di willsh, perbandingan waktunya satu banding satu. Jadi satu jam di bumi sama seperti satu jam di willsh. Tapi kalau sampai kau memasuki dunia willsh, perbandingan waktunya agak jauh” jawab Greisha.


“hah? berapa?” tanya Johan.


“emmm, berapa e?” tanya Greisha.


“kalo nggak salah, dua belas jam di bumi sama seperti satu jam di Niemann” jawab Kruger.


“lahh, aku udah ada di Niemann semenjak memanggil kalian berdua udah berapa lama?” tanya Johan begitu terkejut.


“kalo nggak salah aku cerita tentang willsh dan Niemann itu kuranglebih satu jam setengah” jawab Greisha.


“jadi?” tanya Johan.


“kuranglebih 18 jam” jawab Kruger.


“buset, jadi aku udah mati di bumi ya. Aneh banget kalo mati ku konyol seperti ini” ucap Johan sedikit tersenyum tulus.


“hah? kenapa?” tanya Johan.


“jangan sampai dia mengubur mayat hidup” jawab Kruger.


“lah kan? Menurut yang dituliskan di kitab milik kakek, aku akan mati jika tidak membunuh para manusia yang seharusnya mati di willsh. Dan juga aku sudah menyelamatkan Odessa, maka nyawaku akan di transfer ke tubuh Odessa” tanya Johan.


“lantas kenapa sampai sekarang kau masih ada disini? seharusnya jika kau mati aku yang akan menggantung tubuhmu di duniaku” tegas Kruger.


“lah?” tanya Johan begitu kebingungan.


“sebelum kau datang ke willsh. Eh enggak, sebelum kau bertapa. Sebelum kau beli mie ayam sama bawahanku, bahkan sebelum kau datang ke desa, kakekmu menemui kita dan menangis memeluk kaki kita berdua. dia sangat meminta tolong kepada kita agar tetap menghidupkan kalian” jawab Kruger.


“lantas apa yang terjadi?” tanya Johan.


“kita berdua mendatangi dewa agung untuk meminta satu nyawa manusia lagi untuk Odessa. Dengan begitu jiwamu tidak akan diberikan kepada Odessa dan jiwamu akan tetap berada di tubuhmu” jawab Greisha.


Mendengar hal itu, spontan air mata menetes membasahi pipi Johan. Ia tak sanggup lagi mengendalikan ekspresi wajahnya dan emosinya. Ia berdiri, menarik kursinya dan kemudian bersujud kepada Greisha.


“apa aku akan tetap hidup? Aku-aku sangat amat berterimakaih kepadamu. Aku tidak tau ucapan apa yang pantas agar aku bisa berterimakasih kepadamu” ucap Johan dengan wajah yang menempel di tanah.


“berdirilah, Johan. Yang melakukan itu bukan aku, tapi Kruger. Bahkan aku aja nggak tau kalo dia menemui dewa agung untuk meminta nyawa baru. Sebagai gantinya, ia rela untuk menjalani ujian di willsh sebelum kau datang ke engkobape” jawab Greisha.


“Kruger? Kau datang ke willsh? Menyelamatkan Odessa? Memberikan Odessa nyawa? Seorang dewa yang jahat yang ingin menggantung tubuh Odessa memberikan nyawa kepada Odessa?” tanya Johan menatap ke arah wajah Kruger.

__ADS_1


“aku tidak sebaik itu, tapi aku juga bukan dewa yang jahat” tegas Kruger menyembunyikan wajahnya yang memerah karena dipuji Johan.


“aku kira kau adalah dewa yang suka menyiksa roh, ternyata kau sebaik itu. aku sangat berterimakasih” ucap Johan memeluk kedua kaki Kruger.


“kakekmu menyadarkanku arti dari Ruwah. selama ini ternyata aku salah, dan kakekmu seorang yang bisa mengingatkanku, menamparku dengan tegas dan mengajarkanku” jawab Kruger.


“aku kehilangan kata kata untuk mengucapkan terimakasih kepadamu” ucap Johan.


“kemarilah, berdirilah dengan tegap. Jangan kehilangan wibawa sebagai cucu dari seorang kakek yang hebat” ucap Kruger menyentuh kedua pundak Johan dibawahnya.


Johan berdiri, mengusap air matanya, namun emosinya masih menggebu gebu. Ia menarik kursinya dan kembali duduk di tempat duduknya.


“sekarang, apa yang terjadi kepadaku?” tanya Johan.


“aku melihat dibumi kalau tubuhmu sudah terbujur lemas. Dikamar yang semalam kau tempati bersama dengan Adam, disana ada Odessa yang masih terbujur lemas pula, begitu juga dengan Adam yang sedang sakit. tiga pasien yang kehilangan kesadarannya karena bertarung dengan nyawa dan juga fikiran untuk menyelamatkan satu perempuan” jawab Greisha.


“jadi, aku bisa kembali ke bumi?” tanya Johan.


“aku juga ingin mengatakan ini kepadamu, Johan. Kakekmu juga ingin agar kita tidak ingin melibatkanmu lagi dengan roh, willsh, Niemann, denganku Kruger, dengannya Greisha, dan dengan hal seperti ini. maka dari itu, Greisha akan menarik simbol yang ada di tanganmu. Simbolmu akan menghilang dan kau akan menjadi manusia murni dan bukan lagi menjadi manusia setengah roh. Ini keinginan kakekmu, walau kita masih ingin mengobrol denganmu dan bertemu denganmu, tapi kita bisa melakukannya dilain waktu jika kita ingin. Tapi yang pasti, kau tidak akan pernah bisa lagi bertapa, mengambil ingatan roh, melihat roh tanpa seijinnya, dan lain lain. semua kemampuan yang disebutkan oleh kakekmu akan menghilang seutuhnya. Ini semua keinginan kakekmu. Sekali lagi, ini keinginan kakekmu, walau kau tetap ingin menjadi manusia setengah roh, tapi kakekmu tidak ingin merepotkanmu lagi karena masih banyak dunia yang masih belum kau ketahui. Dengan begitu, ini adalah perpisahan. Kau tidak akan pernah bisa mengobrol dengan leluasa seperti ini lagi dengan kita. kau tidak akan bisa menerobos masuk begitusaja ke willsh atau ke Niemann, apalagi sampai menarik kesadaran kita dan membawa kita menuju alam bawah sadarmu. Ini adalah kali terakhir kau bisa menyentuh tangan kita. selanjutnya, jika kita ingin mengobrol bersamamu, itu hanya akan melalui mimpi, bukan melalui bertapa atau bersemedi. Hiduplah dengan tenang setelah kau bangun nanti, nikmati waktu waktumu bersama dengan Odessa, karena kalian berdua adalah manusia yang bisa mati. Sampai pada akhirnya, ketika kalian menua, itu akan menjadi kenangan berharga bagi kalian. keindahan dari seorang manusia adalah bisa meninggal. dengan begitu, ketenangan yang abadi didapatkan” jelas Kruger.


“aku paham apa yang kakek inginkan. beliau juga mengatakan hal itu kepadaku. Walaupun aku tidak bisa menghubungi kalian lagi, tapi aku akan tetap mengingat kalian” jawab Johan.


“kalau begitu, sudah waktunya bagimu untuk kembali. jangan buat para bawahan Kruger yang bodoh itu khawatir kepadamu. Ilmu mereka masih kurang dan mereka tidak tau apa apa. Yakinkan kepada mereka semua kalau aku dan Kruger baik baik aja di Niemann” ucap Greisha.


“baiklah kalau begitu, sekali lagi aku mengucapkan beribu terimakasih kepada kalian berdua” jawab Johan.


“kalau begitu, pergilah. Kita berdua tidak akan bisa kembali kalau kau tidak menonaktifkan alam bawah sadarmu” ucap Kruger.


“pertanyaannya, bagaimana caranya agar aku bisa keluar dari sini?” tanya Johan.


Seketika suasana begitu hening, hanya ada suara burung camar yang berterbangan, suara ombak yang damai dan pepohonan dibelakang mereka yang tertiup angin.


“berapa kali aku harus mengajarkanmu, gigit tanganmu sendiri kalau kau ingin keluar dari alam bawah sadarmu” tegas Greisha menepuk jidatnya sendiri.


“hahaha, dia benar benar seperti kakeknya” tawa lepas Kruger.


“ohh iya lupa, ini akan menjadi gigitan tanganku yang terakhirkalinya. Aku akan kembali. aku akan kembali ke bumi tanpa melupakan kalian, Greisha, Kruger. Senang sekali bisa bertemu dengan kalian berdua’ ucap Johan.


“iya” jawab mereka berdua tersenyum bersamaan.


Seketika Johan menggigit tangan kirinya dan kemudian terbangun dari bertapanya. Ia terbangun dan melihat kalau tubuh Kruger dan Greisha berada di samping kanan kiri mereka. ia pun berdiri, menggeser sedikit tubuh Kruger dan Greisha hingga membuatnya lebih dekat. Kemudian Johan mengambil tangan kanan dan kiri Greisha dan Kruger dan membuatnya saling bergandengan.


“kalo gini kan lebih cocok. Kalian adalah sepasang kekasih yang masih belom menikah sampai sekarang” ucap Johan sedikit tertawa disana.


“Sekarang, aku harus kembali”


Ia berjalan ke arah pintu berwarna hitan disana, ia membukanya dan kemudian keluar dari sana. Untuk yang terakhir kalinya, ia menoleh kebelakang dan melihat untuk yang terakhir kalinya tubuh Kruger dan Greisha.


“selamat tinggal, Kruger, Greisha!” ucap Johan melangkahkan kakinya keluar.


Ia menutup pintunya dari luar dan kemudian melihat dari kejauhan dua pintu yang telah ia masuki. Pintu willsh dan pintu Niemann. Dua pintu yang terinspirasi dari dua nama dewa dewi sebelum diangkat.


“selanjutnya, apa aku harus menggigit tanganku sendiri? sepertinya iya” ucap Johan.

__ADS_1


Johan kembali menggigit tangannya dan pada akhirnya ia terbangun dari alam bawah sadarnya. Ia perlahan membuka matanya dan melihat langit langit kamarnya. Kepalanya yang super duper pusing, dengan badan yang begitu panas membuatnya meriang seketika.


__ADS_2